Cara Melakukan Ruqyah Diri Sendiri, Keluarga dan Orang Lain mujarab

Ayat-ayat ruqyah ini merupakan ayat-ayat ruqyah yang sangat ampuh dan efektif di dalam mengusir jin dan setan, dan membuatnya tak berdaya.
Selain mengeluarkan jin dan setan dari tubuh Anda, bisa digunakan dengan tujuan untuk menyembuhkan beberapa penyakit akibat pengaruh dari setan dan jin, juga dapat digunakan untuk menangkal serangan sihir. Dengan
secara rutin membacanya pula maka diri kita akan “bersih” dari setan dan jin; karena baik disadari atau tidak sebenarnya diri kita dengan mudah dapat dimasuki oleh setan dan jin; maka dengan secara rutin mengamalkan ayat-ayat ruqyah ini maka diri kita akan bersih dari setan dan jin. Di bawah ini saya jelaskan cara menggunakannya untuk berbagai tujuan tersebut:

 1. Agar ayat-ayat ruqyah itu mempunyai kekuatan yang maksimal di dalam mengusir dan membasmi setan dan jin maka semua ayat dibaca dari  awal (Bagian I)  sampai akhir (Bagian X).
 

  1. Untuk masing-masing ayat sebaiknya diulang 3X (tiga kali) membacanya.
     
  2. Dilakukan setelah shalat wajib, shalat tahajjud, shalat dhuha, dan
    salat sunnat yang lain (diutamakan setelah shalat wajib) dan dalam
    keadaan suci.
     
  3. Sebelum melakukannya harus berwudlu terlebih dahulu.
     
  4. Sebaiknya dilakukan dengan istighfar terlebih dahulu
    sebanyak-banyaknya. Contoh istighfar yang pendek:
    Astaghfirullahal‘adziim… Astaghfirullahal‘adziim…
    Astaghfirullahal‘adziim… Setelah itu dimulai membaca ayat-ayat ruqyah.
     
    6.  Setelah Anda selesai melakukannya dengan khusu’ dan ikhlas dengan menghadapkan diri sepenuhnya  kepada Allah SWT, maka Anda akan mengalami beberapa kejadian; misalnya, ada sesuatu yang bergerak-gerak di dalam bagian tubuh Anda, yaitu di tangan Anda, atau di kaki Anda, atau di kelopak mata Anda, atau di perut Anda dan Anda ingin muntah-muntah, atau di bagian tubuh Anda yang lain.
    Itulah jin atau setan di dalam tubuh Anda yang tidak tahan terhadap
    efek atau khasiat ayat-ayat ruqyah tersebut, di mana jin atau setan
    tersebut akan keluar dari tubuh Anda. Hal itu Anda rasakan, dan
    intensitas sesuatu yang bergerak-gerak tersebut bisa sebentar,
    sedang sampai berlangsung lama di bagian tubuh Anda.
     
  5. Anda jangan takut. Setan atau jin yang bergerak-gerak di bagian
    tubuh (misalnya di tangan, di kaki, di kelopak mata, di perut atau
    bagian tubuh yang lain) Anda itu merupakan REAKSI atau PERTANDA yang menggambarkan kalau Anda telah berhasil me-ruqyah diri Anda sendiri.
    Bila  perlu, diulangi lagi membacanya dari awal (Bagian I) sampai akhir  (Bagian X) sebab meskipun telah selesai membacanya, sesuatu
    yang bergerak-gerak di bagian tubuh Anda itu kadang berlangsung
    lama, karena itu perlu diulang. Dan lama-lama akan hilang, yang
    berarti bahwa jin atau setan itu telah keluar dari tubuh Anda.

 8.  Sebaiknya Anda melakukan shalat malam (Tahajjud) setelah membaca ayat-ayat ruqyah tersebut dan banyak-banyak berdzikir kepada Allah SWT.
 

  1. Lakukan membaca ayat-ayat ruqyah tersebut secara rutin, insyaAllah, Allah SWT akan menjaga Anda dari segala pengaruh jin dan setan. Dan anda akan sehat, dihindarkan  dari penyakit-penyakit.
  2. .Penting untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah. Ayat-ayat ruqyah akan sangat efektif dan mempunyai efek yang berlipat-ganda bagi seseorang yang selalu meningkatkan kedekatannya kepada Allah SWT.
  3. .Praktekkan terus ayat-ayat ruqyah tersebut untuk meruqyah diri Anda sendiri. Jika Anda sudah terbiasa maka anda bisa meningkatkan penggunaanya untuk meruqyah keluarga dekat Anda. Terus lakukan dengan istiqamah, agar diri dan keluarga Anda senantiasa bersih dari jin dan setan yang memang tugasnya adalah menggoda manusia. Bahkan
    setelah Anda betul-betul terbiasa, maka Anda bisa meruqyah orang
    lain yang membutuhkan pertolangan baik untuk melindunginya dari jin dan setan, maupun lebih jauh yaitu menyembuhkan orang yang kerasukan jin.

 DOA PERLINDUNGAN

1  لاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّ بِااللَّهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ. اَنْجُوْ بِهَا مِنْ اِبْلِيْسَ وَخَيْلِهِ
وَرَجْلِهِ, وَشَيَا طِيْنِهِ وَمَرَدَ تِهِ وَأَعْوَانِهْ, وَجَمِيْعِ اْلإِ نْسِ وَاْلجِنِّ وَشُرُوْرِهِمْ. رواه الطبرانى

“Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan Allah yang Maha Tinggi Lagi Agung.   Aku mohon selamat dengannya  (Laa haula…….) dari iblis, iblis yg mengendarai kuda, iblis yg jalan kaki, setan-setannya, peragu-ragunya, pengikut-pengikutnya, seluruh manusia dan jin dan kejahtan-kejahatan mereka semua”.

2)اَعُوْذُ بِوَجْهِ اللَّهِ الْكَرِيْمِ,  وَبِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّمَّاتِ الَّتِيْ لاَيُجَاوِزُ هُنَّ بِرٌّ
وَلاَ فَاجِرٌ, مِنْ شَرِّمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ,  وَمِنْ شَرِّمَا يَعْرُجُ فِيْهَا, وَمِنْ شَرِّمَا ذَرَأَ فِى
اْلأَرْضِ, وَمِنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا, وَمِنْ فِتَنِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ, وَمِنْ طَوَارِقِ الَّيْلِ
وَالنَّهَارِ, اِلاَّطَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَّارَحْمَنُ.

“Aku berlindung pada Tuhan Yang Maha Pemurah dan berpegang teguh pada kalimat-kalimat-NYA yang sempurna yang tidak dapat diperangaruhi oleh siapapun juga, baik orang taat maupun orang fasik, dari kejahatan yang turun dari langit dan kejahatan yang naik ke langit, kejahatan yang ada dimuka bumi dan kejahatan yang keluar dari bumi, kejahatan fitnah-fitnah dan peristiwa yang membawa akibat buruk yang terjadi siang dan malam, kecuali peristiwa yang membawa kebaikan, Ya Tuhan kami yang Maha Rahman
(Pengasih).”

3اَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَا بِهِ وَشَرِّعِبَادِهِ, وَمِنْ
هَمَزَاتِ الشَّيَا طِيْنِ وَاَنْ يَّحْضُرُوْنَ.

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari
murka-Nya, siksa-Nya dan kejahatan hamba-hamba-Nya, dari gangguan-gangguan setan dan dari kembalinya lagi setan”.

Trik Menghadapi Ribuan Jin

 1.
Ada banyak tehnik, ada banyak fitnah. Tehnik memukul itu dilakukan Rasulullah Sholallahu alaiyhi wa sallam baik di punggung (ahwat) ataupun di dada (ikhwan). Ini adalah tehnik kehancuran bagi jin jika diikuti keyakinan dan tehnik yang terlatih tanpa ragu. Tehnik ini
bisa jadi kehancuran bagi jasad jika disertai keraguan, tanpa menyebut Asma keagungan Allah atau disertai marah secara personal.
Jangan lakukan jika antum ragu atau marah. Atau tidak
bertanggungjawab atas apa yang terjadi selanjutnya.
Tehnik ini sduah didemontrasikan didepan ribuan peserta pelatihan, dan tidak ada bekas sakit jika dilakukan dengan sempurna.
Karena pukulan selain merupakan shock teraphy secara Ilmiyah, juga
siksaan mematikan bagi jin dan sunnah karena pernah dicontohkan Rasul.
 

  1. Jika ditubuh manusia ada ribuan jin, kemungkinan itu tipu daya.
    Hinakanlah mereka! Jangan hentikan teraphy sebelum jiwa manusia itu terbebas dari belenggu dan jasad manusia itu terbebas dari rasa sakit dgn sempurna. Jika masih ada pusing dikepala atau berat,
    panas, dingin, kesemutan di telapak atau pergelangan kanan atau kaki
    artinya jin masih disana, karena rasa sakit itu adalah tanda syaitan
    masih ada.
     
  2. Tehnik lain untuk menghancurkan ribuan jin;
  • Menggunakan media air garam, minyak habbat atau herbal lain dengan mendo’akannya agar menjadi racun untuk ribuan atau seluruh jindalam tubuh manusia tsb.
  • Memanggil raja jin atau panglima jin yang ada dlm tubuh manusia.
  • Menyembelihuan jin dengan cara mengacungkan tangan kanan dan
    memohon kepada Allah untuk menjadikannya ribuan pedang atau seluruh jin dlm tubuh.
  • Menghiraukan ocehan jin dan menghantamnya dari dalam dengan
    membangun Akidah dan pembetulan tauhid pada pasien dan membimbingnya untuk melawannya dari dalam dengan mendidik jiwanya untuk yakin kembali kepada Allah.

 4. Saya adalah Praktisi yang paling kenyang menelan fitnah dari jin dan
manusia tentang tehnik-tehnik yang terlihat kasar. Dan saya memang tidak mau berlemah lembut dengan syaitan setelah semakin tau tentang betapa jahatnya mahluk tersebut.

 5. Jangan praktikan kalau tdk yakin.
Semoga Allah melindungi kita semua dari fitnah, Semoga Allah memalingkan wajah kita dari sibuk mengurusi fitnah.
Semoga Allah meneguhkan dan mengangkat namanya dilangit kepada pemegang panji-panji tauhid digaris depan.

 Surat Dan Ayat Untuk Ruqyah

1.  Surat Al-Fatihah:

Diantara surat-surat yang ampuh untuk mengusir Jin dan syetan adalah surat Al-Fatihah. Seperti dalam hadits di bawah ini:

عَنْ خَارِجَةَ بْنِ الصَّلْتِ عَنْ عَمِّهِ قَالَ: أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَسْلَمْتُ ثُمَّ
رَجَعْتُ، فَمَرَرْتُ عَلَى قَوْمٍ عِنْدَهُمْ رَجُلٌ مَجْنـُوْنٌ مُوَثَّقٌ بِالْحَدِيْدِ، فَقاَلَ أَهْلُهُ: إِناَّ قَدْ
حُدِّثْنَا أَنَّ صَاحِبَكَ هَذَا قَدْ جَاءَ بِخَيْرٍ فَهَلْ عِنْدَكَ شَيْءٌ تُدَاوِيْهِ، فَرَقَيْـتُهُ بِفَاتِحَةِ
اْلكِتَابِ فَبَرَأَ، فَأَعْطَوْنِيْ مِنْهُ شَاةً، فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبـَرْتُـهُ،
فَقَالَ: ((هَلْ إِلاَّ هَذَا؟)). وَفِيْ رِوَايَةٍ: ((هَلْ قُلْتَ إِلاَّ هَذَا؟)) قُلْتُ: لاَ، قَالَ:
((خُذْهَا، فَلَعَمْرِيْ لَمَنْ أَكَلَ بِرُقْيَةِ بَاطِلٍ لَقَدْ أَكَلْتَ بِرُقْيَةِ حَقٍّ)). [رواه أبو داود:
3420 والنسائي: 1032 وقال الألباني: حديث صحيح]

Dari Kharijah bin Ash-Shalt dari pamannya ia berkata: saya dulu datang menemui rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam untuk masuk ke dalam Islam. Setelah itu saya kembali ke kampung halamanku. Di tengah perjalanan, saya bertemu sekelompok kaum, yang diantara mereka terdapat
orang gila sedang dibelenggu dengan besi. Kerabat orang gila itu berkata kepada saya: “Kami telah diberitahu bahwa temanmu ini (yaitu Rasulullah) telah banyak membawa kebaikan, sekarang berhubung anda baru saja bertemu
dengannya, apakah anda memiliki sesuatu darinya untuk mengobati saudara kami yang gila ini?” maka saya pun meruqyahnya dengan fatihatul kitab (Surat al-Fatihah), dan sembuhlah ia dari penyakit gilanya, kemudian mereka menghadiahiku seekor kambing. Saya langsung menemui Rasulullah
Shallallaahu ‘alaihi wa Salam dan menceritakan kisah yang baru saja
terjadi. Beliau bertanya: “apakah kamu tidak membaca apa-apa selain Al-Fatihah?” saya menjawab:”tidak”, beliau berkata lagi: “Kalau begitu terimalah kambing itu. Sungguh! Saya telah mendapati orang yang memakan
upah dari ruqyah yang batil, tapi kamu memakan upah ini dari ruqyah yang benar.” (HR. Abu Dawud no: 3420 dan An-Nasai no: 1032, Syaikh al-albani berkata: hadits ini adalah sahih).

 SuratAl-Baqarah

Surat Al-Baqarah juga Surat yang sangat ampuh untuk mengusir segala roh jahat. Seperti pada hadits berikut ini:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ((لاَ تَجْعَلُوْا بُيُوْتَكُمْ مَقَابِرَ، إِنَّ الشَّيْطَانَ
يَنْفِرُ مِنَ اْلبَيْتِ الَّذِيْ تُقْرَأُ فِيْهِ سُوْرَةُ اْلبَقَرَةِ)). [رواه مسلم: 6/68، والترمذي:
5/157].

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah membuat rumah kalian seperti kuburan1, karena syetan selalu terbirit-birit dari rumah yang surat Al-Baqarah dibaca padanya.” (HR. Muslim: 6/68 dan At-Tirmidzi: 5/153).

Surat Al-Ikhlash dan Al-Mu’awidzatain

Juga termasuk Surat yang ampuh untuk melindungi seorang hamba dari berbagai gangguan jin dan syetan adalah surat Al-Ikhlash, Al-Falaq dan An-Naas. Seperti disebutkan dalam hadits
dibawah ini:

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ –رَضِيَ اللهُ عَنْهُ- قَالَ: بَيْنَمَا أَنَا أَقُوْدُ بِرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَاحِلَتَهُ فِيْ غَزْوَةٍ، إِذْ قَالَ: ((يَا عُقْبَةَ، قُلْ)) فَاسْتـَمَعْتُ ثُمَّ قَالَ: ((يَا
عُقْبَةُ، قُلْ)) فَاسْتَمَعْتُ، فَقَالَهَا الثَّالِثَةَ، فَقُلْتُ: مَا أَقُوْلُ؟ فَقَالَ: {قُلْ هُوَ اللهُ
أَحَدٌ} فَقَرَأَ السُّوْرَةَ حَتَّى خَتَمَهَا، ثُمَّ قَرَأَ: {قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ اْلفَلَقِ} وَقَرَأْتُ مَعَهُ حَتَّى
خَتَمَهَا، ثُمَّ قَرَأَ: {قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ} فَقَرَأْتُ مَعَهُ حَتَّى خَتَمَهَا، ثُمَّ قَالَ: ((مَا
تَعُوْذُ بِمِثْلِهِنَّ أَحَدٌ)) [رواه النسائي: 8/250، وقال الألباني: حديث صحيح].

Dari Uqbah bin Amir Radhiyallahu `anhu ia berkata: ketika saya membawa kekang kendaraan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa salam di suatu medan perang, beliau berkata kepada saya: “Wahai Uqbah, bacalah” saya hanya
mendengarkan saja tanpa berucap apapun.” Kemudian beliau berkata lagi:

“Wahai Uqbah, bacalah!” saya tetap mendengarkan saja tanpa berkata
apapun. Lalu beliau berkata lagi untuk ketiga kalinya. Disini saya
bertanya: “Wahai rasulullah! Apa yang harus saya baca?” beliau menjawab:

“katakanlah: Qul huwalloohu ahad”, beliau membaca surat ini sampai
habis, kemudian membaca: Qul Auudzu birobbil falaq, saya pun membacanya bersama beliau sampai selesai, kemudian melanjutkannya dengan membaca: Qul Audzu biroobin naas, saya juga membacanya bersama beliau sampai selesai. Lalu beliau bersabda: “Wahai Uqbah! Tidak ada seorangpun yang bakal dilindungi Allah dengan sepenuhnya kecuali dengan ketiga surat tadi” (HR. An-Nasai: 8/250. Syaikh Al-Albani berkata: hadits ini adalah
sahih).

1 Membuat rumah seperti kuburan, adalah dengan membuatnya sunyi dari shalat dan bacaan Al-Quran. Beliau melarang membuat rumah kita seperti kuburan, karena di kuburan kita dilarang padanya untuk mengerjakan shalat dan membaca Al-Quran, dan setiap rumah yang sunyi dari shalat
juga dari bacaan Al-Qur`an, maka kita telah menjadikannya sebagai kuburan.

D. Al-Quran secara keseluruhan adalah penawar dan obat segala penyakit. Setiap Surat dalam Al-Quran yang menyebutkan janji Allah, apakah itu
janji-Nya yang berupa kenimatan atau siksa. Juga yang membahas tentang neraka, Jin dan syetan. Semua surat yang seperti ini, sangat ampuh untuk mengusir syetan dan jin –dengan izin Allah- terutama saat jin dan syetan tadi merasuki tubuh manusia. Contoh surat-surat itu adalah: Surat Al-Muminun, surat Yasin, surat Ash-Shaaffat, surat Ad-Dukhan, surat Al-Qari`ah, surat Al-Kafirun dan surat-surat lainnya.

 Ayat-Ayat Pengusir Jin Dan Syetan

A. Dengan Mengucapkan اعوذ بالله من الشيطان الرجيم

Allah Berfirman:

)وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ(

“Dan jika syaitan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Qs. Fushshilat ayat 36).

Ayat Kursi

Ayat Kursi sangat ampuh untuk mengusir roh jahat yang suka mengganggu.
Hal ini berdasarkan kisah seorang lelaki yang mencuri harta zakat pada bulan ramadhan. Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu yang saat itu sedang menjaga harta langsung menangkap sang lelaki. Lelaki itu berkata:
“lepaskan saya, jika anda melepaskanku niscaya kuajarkan beberapa kata yang sangat berguna bagi anda”. Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu
bertanya: “kata-kata apakah itu?” sang lelaki menjawab: “setiap hendak tidur, bacalah ayat kursi sampai selesai, jika anda melakukannya niscaya
anda senantiasa didampingi seorang malaikat yang menjaga, dan tak ada seekor syetan pun yang bisa mendekati anda hingga pagi hari”. Lalu Abu Hurairah melepaskannya.
Keesokan harinya ia mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam dan menceritakan peristiwa yang baru saja ia alami. Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Ketahuilah wahai Abu Hurairah!
Orang ini telah berkata jujur padamu, padahal ia adalah ahli dusta, tahukah kamu siapakah lelaki yang berbicara denganmu selama tiga malam ini?” Abu Hurairah menjawab: “Tidak wahai Rasulullah!” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menjawab: “lelaki itu adalah syetan.” (HR. Al-Bukhari: 4/487)

Dua ayat terakhir dari Surat Al-Baqarah

Diantara ayat-ayat yang ampuh untuk mengusir Jin dan syetan adalah dua ayat terakhir dari Surat Al-Baqarah. Yaitu:

)ءَامَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ ءَامَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ
وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ
الْمَصِيرُ، لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا
تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ
مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا
أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ(

“Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara
seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya”, dan mereka
mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat
pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami.
Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.
“(Qs. Al-Baqarah ayat 285 dan 286).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda:

(مَنْ قَرَأَ بِاْلآيـَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُوْرَةِ اْلبَقَرَةِ فِيْ لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ)

“Siapa saja membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah niscaya Allah Melindunginya dari segala gangguan” (HR. Al-Bukhari: 6/323).
Setiap ayat dalam Al-Quran adalah penawar dan obat yang sangat ampuh bagi segala penyakit. Setiap ayat yang menyebutkan janji Allah, baik yang berupa kenimatan
atau siksaan, juga ayat yang membahas tentang neraka, dan ayat yang membahas tentang Jin dan syetan, semua ayat seperti ini adalah pengusir sangat ampuh bagi jin-jin dan syetan-syetan dengan izin Allah- setiap kita membacanya. Dan keampuhannya semakin hebat terutama saat Jin tadi merasuki tubuh seorang manusia, ayat-ayat itu seperti:

Empat ayat pertama dari Surat Al-Baqarah, yaitu ayat
1 – 4 yang berbunyi:

الم(1)ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ(2)الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ
الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ(3)وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ
قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ(4)

Dua ayat pada pertengahan Surat Al-Baqarah, yaitu ayat 163 sampai
dengan 164.

وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ(163)إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ
وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ
اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ
وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ(164)

Ayat kursi dan dua ayat setelahnya, yaitu ayat 255 sampai dengan 257
dalam Surat Al-Baqarah.

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا
فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا
يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ
حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ(255)لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ
يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ
سَمِيعٌ عَلِيمٌ(256)اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ ءَامَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَالَّذِينَ
كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ
هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ(257)

Tiga ayat terakhir dari Surat Al-Baqarah, yaitu ayat 284 sampai dengan 286.

لِلَّهِ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ
بِهِ اللَّهُ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ(284)ءَامَنَ
الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ ءَامَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ
لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ
الْمَصِيرُ(285)لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا
لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى
الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا
وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ(286)

Empat ayat pertama dari Surat Ali `Imran, yaitu ayat 1 sampai dengan 4.

الم(1)اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ(2)نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا
بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنْزَلَ التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ(3)مِنْ قَبْلُ هُدًى لِلنَّاسِ وَأَنْزَلَ الْفُرْقَانَ إِنَّ
الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَاللَّهُ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ(4)

Ayat ke-18 dari Surat Ali `Imran.

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَهَ إِلَّا
هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ(18)

Tiga ayat dalam Surat Al-A`raf, yaitu ayat 54 sampai dengan 56.

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي
اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ
وَالْأَمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ(54)ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ
الْمُعْتَدِينَ(55)وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا إِنَّ رَحْمَةَ
اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ(56)

Empat ayat terakhir dari Surat Al-Mu`minun, ayat 115, 116, 117, dan 118.

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ(115)فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ
الْحَقُّ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ(116)وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا ءَاخَرَ لَا
بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ(117)وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ
وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ(118)

Ayat ke-3 dari Surat Al-Jinn.

)وَأَنَّهُ تَعَالَى جَدُّ رَبِّنَا مَا اتَّخَذَ صَاحِبَةً وَلَا وَلَدًا(3)(

Sepuluh ayat pertama dari Surat ash-Shaaffat, ayat 1 sampai dengan 10.

)وَالصَّافَّاتِ صَفًّا(1)فَالزَّاجِرَاتِ زَجْرًا(2)فَالتَّالِيَاتِ ذِكْرًا(3)إِنَّ إِلَهَكُمْ لَوَاحِدٌ(4)رَبُّ
السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَرَبُّ الْمَشَارِقِ(5)إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِزِينَةٍ
الْكَوَاكِبِ(6)وَحِفْظًا مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَارِدٍ(7)لَا يَسَّمَّعُونَ إِلَى الْمَلَإِ الْأَعْلَى وَيُقْذَفُونَ مِنْ
كُلِّ جَانِبٍ(8)دُحُورًا وَلَهُمْ عَذَابٌ وَاصِبٌ(9) إِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ ثَاقِبٌ(10)(

Empat ayat terakhir dari Surat Al-Hasyr, ayat 21 – 24.

لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْءَانَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ
الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ(21)هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ
الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ(22)هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ
الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا
يُشْرِكُونَ(23)هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي
السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ(24)

Empat ayat dalam Surat Ar-Rahman, yaitu ayat 31, 32, 33, dan 34.

سَنَفْرُغُ لَكُمْ أَيُّهَا الثَّقَلَانِ(31)فَبِأَيِّ ءَالَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ(32)يَامَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ
إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانْفُذُوا لَا تَنْفُذُونَ إِلَّا
بِسُلْطَانٍ(33)فَبِأَيِّ ءَالَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ(34)

Dua ayat terakhir dari Surat Al-Qalam, yaitu ayat 51

dan 52.

وَإِنْ يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُ
لَمَجْنُونٌ(51)وَمَا هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ(52)

Wahai saudaraku! Siapapun yang pernah mencoba ruqyah dengan Surat dan ayat-ayat di atas, pasti mengakui betapa ampuh dan hebatnya Al-Quran dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit. Bahkan penyakit-penyakit seperti kanker, kemandulan, dan lain sebagainya yang para dokter sudah menyerah kalah sekalipun Al-Quran tetap bisa mengatasinya.

Al-Qur`an adalah senjata yang sangat ampuh, sedangkan penyakit-penyakit yang ada, sangat ganas dan hebat pula. Jadi dalam mengatasinya kita harus menggunakan senjata yang juga ampuh untuk menandinginya.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

“فَمَنْ لَمْ يَشْفِهِ اْلقُرْآنُ فَلاَ شَفَاهُ اللَّهُ، وَمَنْ لَمْ يَكْفِهِ فَلاَ كَفَاهُ اللهُ“

“Barangsiapa tidak bisa disembuhkan dengan Al-Quran, maka selamanya Allah tak akan Menyembuhkannya. Demikian pula siapapun yang tidak bisa dilindungi dengan Al-Quran, selamanya Allah tidak akan Melindunginya.”

Beliau juga berkata:

“لَقَدْ مَرَّ بِيْ وَقْتٌ فِيْ مَكَّةَ سَقَمْتُ فِيْهِ، وَلاَ أَجِدُ طَبِيْباً وَلاَ دَوَاءً، فَكُنْتُ أُعَالِجُ نَفْسِيْ
بِاْلفَاتِحَةِ، فَأَرَى لَهُ تَـأْثِيْرًا عَجِيْباً، آخُذُ شُرْبَةً مِنْ ماَءِ زَمْزَمَ وَأَقْرَأُهَا عَلَيْهاَ
مِرَارًا ثُمَّ أَشْرَبُهُ، فَوَجَدْتُ اْلبُرْءَ التَّامَّ. ثُمَّ صِرْتُ أَعْتَمِدُ ذَلِكَ عِنْدَ كَثِيْرٍ مِنَ اْلأَوْجاَعِ
فَأَنْتَفِعُ بِهِ غَايَةَ اْلاِنْتِفَاعِ، فَكُنْتُ أَصِفُ ذَلِكَ لِمَنْ يَشْتَكِيْ أَلَمًا فَكاَنَ كَثِيْرٌ مِنْهُمْ يَبْرَأُ
سَرِيْعاً“.

“Pernah pada suatu ketika, saat berada di kota Makkah, saya terjangkit penyakit yang sangat menakutkan. Saya tidak mendapati seorang dokter atau obat sekalipun, lalu saya berusaha mengobati penyakit ini dengan Surat Al-Fatihah. Sungguh! Khasiyatnya luar biasa, waktu itu saya mengambil seteguk air zamzam, saya membaca Surat Al-Fatihah berulang-ulang padanya. Setelah itu saya minum dan langsung sembuh total. Sejak saat itu setiap terjangkit penyakit apapun, saya langsung menggunakan teori yang sama, dan semua penyakit bisa teratasi dengan sempurna. Sehingga setiap orang yang datang kepada saya mengadukan penyakit apapun, saya memberikan padanya resep tadi, dan semuanya bisa sembuh dengan cepat dari penyakit yang dideritanya”.

Disarikan dari عِلاَجُ اْلأمْرَاضِ بِاْلقُرْآنِ وَالسُّنَّةِIlaaju Al-Amroodhi Bi Al-Quraani Wa As-Sunnah, karya Abu Anas Abdul Majid Bin Abdul Aziz Az-Zahim, dimuroja’ah oleh Abdul Muhsin Bin Nashir Al-Ubaikan, Maktabah
Daar Al-Arqam, Al-Qashim, Cet. 1414 H/1994.


Teknik Meruqyah diri Sendiri Secara Syar’i

6 Teknik Meruqyah diri Sendiri Secara Syar’i

[1] RUQYAH RUMAH;

Juga bisa diaplikasikan untuk Ruqyah Kantor, Ruqyah Gudang, Ruqyah Penyakit Menahun, Ruqyah Mandul, Ruqyah Eksim, Ruqyah Maagh, Ruqyah Insomnia, Ruqyah Stroke, Ruqyah Kangker Darah, dan berbagai bentuk penyakit yang tidak dimengerti secara Ilmiah. Tutorial berikut dimaksudkan untuk menetralisir sihir baik itu di badan atau di rumah kita secara menyeluruh, caranya sebagai berikut:

Ambil 1 Galon Air putih (atau sekitar 20 liter air putih) lalu bacakan;
Alfatihah, Ayat Kursi, Al Ikhlas, Al Falaq, An Nas, Al A’raaf 117 – 122,
Yunus 81-82, Thaha 68-70, bacakan masing-masing 11 kali dan tiupkan.
Misal baca Al Fatihah hingga selesai lalu tiupkan, lakukan hingga 11
kali kemudian lanjutkan dengan Al Ikhlas.. dan seterusnya.

Setelah itu cipratkan atau semprotkan keseluruh lantai dan sudut rumah, sebagiannya minum dan dimandikan. Ini harus dilakukan selama 12 hari.
Ingat bacakan hanya dihari pertama saja, masing masing 11 kali.

=>Teknis Ruqyah:
Di hari pertama hingga hari ke-3;
Ambil 1 liter air dan campur dengan air lain lalu cipratkan keseluruh
lantai rumah, sudut-sudut rumah, jendela, pintu, langit-langit, dapur
dan atap rumah. Lakukan hingga ada tanda-tanda bahwa jin atau sihir di rumah atau tempat itu telah sirna, tandanya akan ditemukan hewan yang mati seperti; ular, tikus, kalajengking, kepiting, ada bulu-bulu hewan atau bau hangus terbakar. Jika melihat tanda ini maka hentikan untuk ruqyah rumahnya dan lanjutkan untuk meruqyah diri. Hari ke-4 hingga hari ke 12, gunakan semua air untuk ruqyah mandiri saja.

Untuk “Ruqyah Mandiri” teknisnya;
Hari pertama hingga hari ke-3, Ambil 1 gelas air dan minum, lalu ambil segelas lagi dan campurkan ke bak mandi.
Hari ke4 hingga hari ke 12, ambil 3 gelas air setiap hari dan campurkan
air itu dengan air bak untuk mandi atau shower, 3 gelas lagi diminum
(pagi, siang dan malam).

Uji Coba & Testimoni:

  • Alhamdulillah seorang hamba Allah di Jogjakarta sembuh dari Maagh Menahun yang dialaminya di hari ke-9.
  • Catatan, hitungan 11 kali atau 12hari ini tidak mutlak; ini dilakukan untuk standarisasi aja. Jika bacaan lebih banyak itu lebih bagus, Insya Allah.

[2] RUQYAH MANDIRI DI ALAM MIMPI.

Seperti tehnik diatas, tehnik ini sudah dibuktikan ratusan orang muslim bahkan non muslim sekalipun, modalnya adalah keyakinan. Ingat, keyakinan
itu lahir dari pengetahuan dan pengetahuan itu lahir dari belajar. Mari kita pelajari dan buktikan, caranya sebagai berikut; Sebelumnya, ingat:
Jin itu hina, dan jin itu mati. Yang tidak mati itu iblis.

=>Teknis Ruqyah:

  • Sebelum tidur ambil wudhu, dan niatkan untuk bertemu dengan jin yang selama ini mengganggu anda atau keluarga anda atau jika antum praktisi Ruqyah niatkan untuk bertemu jin yang selalu mengganggu pasien.
  • Baca Al Fatihah, Al Ikhlas, Al Falaq dan An Nas juga Ayat Qursi.
    Setelah itu usapkan ke wajah dan seluruh tubuh. Lalu bacakan surah Al Baqarah 148, dan niatkan sekali lagi (mohon kepada Allah) untuk bertemu dengan jin-jin laknat itu.
  • Jika dalam mimpi itu dipertemukan oleh Allah dengan jin yang biasa mengganggu, atau jin yang suka menindih kita, atau jin yang menyakiti kita, atau jin yang biasa menakuti anak kita, istri kita atau kita sendiri maka jangan lari tapi kejar hingga TERTANGKAP APAPUN BENTUKNYA!
    Ingat tangkap dan cengkram lalu bacakan Ayat Qursy hingga ia mati
    terbakar. Jika dalam mimpi itu tidak hafal ayat-ayat Ruqyah, maka baca
    Asma Allah atau takbir. Bacakan berulang-ulang hingga ia mati atau lari.

Ingat, sekali lagi ingat sabda Rasulullah Sholallahu Alaiyhi wa Sallam;
“Jin itu takut sama manusia sama seperti manusia takut sama Jin”. Jadi jangan lari dan membiarkan diri dikejar-kejar jin, tapi kejarlah agar jin itu lari.

Ingat jangan lari tapi kejar, hingga musuh-musuh Allah itu lari. Ingat,
KEJAR, KEJAR, KEJAR, sekali lagi KEJAR. Catat dalam otak bawah sadar anda “KEJAR jangan lari”. Terus kejar, jika jin itu lari kesebuah rumah atau persembunyian, jangan takut, lari dan terus kejar dan hancurkan
tempat mereka. Bisa jadi itu adalah tukang sihir yang menyihir keluarga
kita, jika JIN, tukang sihir dan rumah atau persembunyian itu berhasil kita hancurkan dalam mimpi, maka insya Allah jin dan tukang sihir itu juga mati. Sekali lagi MATI, karena pelindung mereka itu hanyalah dari syaitan, dan syaitan itu dipersenjatai kekuatan dari IBLIS. Dan iblis itu tidak ada apa-apanya dibanding kemahagagahan Allah aza wajalla dan kita, manusia, baik orang awam atau Praktisi Ruqyah memohon kekuatan dan diberi kekuatan oleh Allah. Cash! Lansung! Tanpa Batas! Selama kita yakin. Insya Allah, pasti.

Uji Coba & Testimoni:
Alhamdulillah seorang penderita kanker darah di Makkah sembuh total setelah perjalanan melawan sihir selama hampir 2 tahun, beliau atas izin Allah berhasil membunuh ratu ular dan kerajaan jin yang selama ini menyerangnya.

[3]. TERAPHY AL FATIHAH.

Selain perintah rahasia dari kehendak Allah ta’ala, kesuksesan ruqyah terletak pada kekuatan niat dan keyakinan, sementara keyakinan itu tumbuh dari pengetahuan. Jadi kita harus mengetahui kekuatan kita dan
kelemahan musuh, kekuatan jin&syaitan itu didukung pasokan kekuatan jahat dari Iblis, kekuatan iblis hanya akan aktif setelah mendapat izin dari Allah sedangkan kekuatan Doata atau Energy Ruqyah ini adalah cash atau langsung dari Allah Azza wa Jalla.

Saya, beberapa waktu terakhir ini terus terang merasa keteteran dengan banyaknya sahabat yang ingin merasakan sensasi kesembuhan melalui ruqyah. Namun, seperti kita ketahui “Rehab Hati” itu bukan klinik kesehatan melainkan berupa kotsan pribadi tempat saya merancang masa
depan dan melakukan konseling untuk sahabat yang memang butuh penanganan ruqyah secara serius. Namun demikian, tingkat kepuasan pasien “Rehab Hati” memang mulai membuat kantor sederhana saya di bandung dikunjungi banyak sahabat dari Bandung, Sumedang, Cirebon, Banten, Bogor dan luar kota lain hingga saya yang masih sendirian menangani semuanya rada
kerepotan mengatur jadwal. Dari itulah, semoga postingan ini menambah kekayaan umat Islam dalam melemahkan berbagai serangan sihir hingga tidak usah “minta ruqyah” lagi sebelum berikhtiar sendiri dengan maksimum.

Baik, insya Allah metode berikut ini akan menjadi solusi kesembuhan
untuk berbagai bentuk sihir yang ada dalam tubuh. Semoga melemahkan atau bahkan membunuh jin-jin laknat yang ada didalam tubuh. Baik jin kiriman,
atau jin-jin dzalim dari kosnpirasi dan permusuhan iblis kepada manusia.

Mengintip Rahasia Al Fatihah

Tidak diragukan lagi, al Fatihah itu adalah induknya Al Quran (Umul
Quran) dan Rasulullah Sholallahu Alaiyhi wa Sallam, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Sa’id, mengesahkan Al Fatihah ini sebagai Ayat Ruqyah yaitu ketika seorang sahabat menjampi seseorang yang terkena sengatan, maka Rasulullah bertanya: “Dari mana engkau tahu bahwa Al Fatihah itu adalah Ruqiyyah?”

Dan Alhamdulillah, demi Allah saya pernah meruqyah kaki saya yang
disengat tawon dengan Al Fatihah (dibacakan ketangan, lalu diusapkan) dan sembuh 2 Jam kemudian.

Kenapa demikian?
Ada sebuah Hadits Qudsy yang ditakhrij An Nasai, hadits ini diriwayatkan Imam Al Bukhari, beliau berkata “Bacalah Al Fatihah itu dihatimu karena aku pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda;

Allah berfirman; “Aku telah membagi shalat menjadi dua bagian antara diri-Ku dengan hamba-Ku. Dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta. ‘Jika ia mengucapkan ‘Alhamdulillahirabbil’alaamiin’, maka Allah berfirman ‘Hamba-Ku telah memuji-Ku. Dan apabila ia mengucapkan “Arrahmanirrahiim”
Allah berfirman; ‘Hambaku telah menyanjung-Ku”. Dan jika ia mengucapkan “Maliki yaumiddin’, maka Allah berfirman: ‘Hambaku telah memuliakan-Ku’.
Jia ia mengucapkan; ‘iyyakana’budu wa iyya kanasta’in”, maka Allah
berfirman; ‘Inilah bagian antara diri-Ku dan hamba-Ku, dan untuk
hamba-Ku apa yang ia minta”. Dan jika ia mengucapkan;
‘ihdinassirotolmustaqiim.. sirathaladina an’amta alaiyhim ghoiril magdubi alaiyhim waladdhaliin’, maka Allah berfirman; ‘Ini untuk hamba-Ku dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta”

Subhanallah…
Dalam hadits sahih lain juga dipaparkan bahwa Allah menjawabi setiap do’a dalam Al Fatihah itu per-ayat dengan cash berupa energi kesembuhan yang meluluhlantakan berbagai pengaruh sihir dan hal hal negatif yang
terjadi dalam tubuh! Dan cahaya penyembuh ini bisa langsung diakses setiap muslim.

=>Teknis Ruqyah:
Bisa dikatakan ini adalah Teknis Ruqyah Mandiri Paling sederhana dengan Al Fatihah dan Segelas Air Putih:

  1. Sebaiknya dilakukan setelah shalat fardhu, atau selesai shalat sunnah

2 rakaat dengan niat memohon perlindungan dan kesembuhan kepada Allah.
Atau minimal dalam kondisi badan bersih dan memiliki wudhu, ini adalah pengkondisian agar hati rileks dan pasrah kepada Allah.

  1. Ambil segelas air putih, duduk menghadap kiblat dan tundukan wajah.
    Pegang gelas itu dengan tangan kanan, dan mulai bacakan Al Fatihah (dengan tajwidz dan tahsin yang benar, upayakan kita memahai terjemahan ayat-Ayat Al Fatihah per-ayat-nya).
  2. Setelah selesai tiupkan dan do’akan dengan yakin. Bacakan selama 7 kali, dan masing-masing tiupkan ke air lalu do’akan. Do’akan dengan do’a yang berbeda di 7 kali tiupan tersebut. Do’anya bebas, tapi gunakan artikulasi yang dahsyat dan khusyuk. Misalnya;

Tiupan Al Fatihah ke 1

Ya Allah ya Rahman ya Rahiim…
Ya Allah ya Hakim, ya Aliim, ya Hakiim, ya Aliiy, ya Adzim, ya Malik, ya Khaliq ya Jabbar ya Muktadir.. wahai Engkau yang mengatur setiap
pergerakan benda-benda disemesta raya ini, jadikanlah setiap partikel
terkecil dalam air ini balatentara yang akan menyerang dan menghancurkan program sihir dan buhul-buhul dan setiap musuh-musuhMu yang tengah mendzalimi tubuhku ini ya Rabb.

Tiupan Al Fatihah ke 2

Ya Allah..
Jadikanlah sebagian partikel terkecil dari air ini, duri-duri besi tajam
yang akan melukai dan melemahkan atau membunuh mahluk-mahluk ingkar yang
ada dalam tubuhku ini ya Rabb.

Tiupan Al Fatihah ke 3

Ya Allah…
Jadikanlah sebagian partikel terkecil dari air ini, timah panas mendidih
yang akan membakar dan meluluhlantakan setiap rumah dan persembunyian jin-jin didalam tubuh ini ya Rabb.

Tiupan Al Fatihah ke 4

Ya Allah…
Jadikanlah sebagian partikel terkecil dari air ini, sengatan api listrik
yang merambat dari lambung hingga ke ujung jari tangan dan jari jari kaki. Dari pusat jantung hingga ke otak dan pori-pori disetiap
rambut-rambut yang tumbuh diseluruh tubuhku ini ya Rabb.

Tiupan Al Fatihah ke 5

Ya Allah…
Jadikanlah sebagian partikel terkecil dari air ini, sebagai penyembuh
yang akan mengembalikan setiap sel-sel yang telah dirusak oleh
balatentara Iblis dalam tubuhku ini ya Rabb.

Tiupan Al Fatihah ke 6

Ya Allah ya Mukmin Ya Muhaimiin..
Wahal engkau yang maha menjaga dan mengamankan hamba-Nya, jadikanlah setiap partikel air ini pelindung yang membentengi hati dan tubuhku dari gangguan jin-jin ini dengan cara yang Engkau kehendaki ya Rabbi.

Tiupan Al Fatihah ke 7

Wahai Air yang mendengar..
Wahai setiap sel tubuh yang mendengar..
Wahai setiap syaraf-syaraf, pembuluh-pembuluh darah, urat-urat, tulang-tulang, cairan tubuh, hormon-hormon dan semua yang tidak kuketahui yang mendengarkan lantunan Al Fatihah tadi. Dengarkanlah,
takutlah kalian kepada Allah..

وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

…Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya
Allah sangat cepat hisab-Nya. (Al Imran 19)

Takutlah kalian kepada Allah saja dan jangan ikuti perintah sihir dari
jin-jin itu, takutlah kepada Allah dan perbaiki setiap kerusakan itu
hingga sembuh seperti sedia kala. Takutlah kepada Allah dan himpitlah seluruh jin dzalim seandainya mereka ada dalam tubuh ini dan tidak mau keluar setelah mendengar semua peringatan ini. Yaa Rabb…

Hasbunallah wani’mal wakiil ni’mal maula wa ni’man nasiir.
La Haula wa laa quwwata illa bilahil aliyhil Adziim.
Fiufh (tiupkan)……
Aamiin..

  1. Baca basmalah dan Minumkan.
    Dan lihat rekasinya, saya terinspirasi menciptakan barisan do’a ini saat menghadapi informasi dari jin yang ada di tubuh pasien bahwasannya di tubuh pasien ada 500 Jin yang kesemuanya bertugas melumpuhkan manusia tersebut selama puluhan tahun. Dan Alhamdulillah, sebenarnya telah di
    uji-cobakan ke lebih 6 pasien terakhir yang berkunjung ke kantor Rehab Hati Bandung.

Uji Coba, Testimoni & Tingkat Kesembuhan dan Kelumpuhan Jin:

Uji Coba 1.
(Melalui telpn, pasien di Serang Banten) untuk pasien pengamal HIJIB
(semacam wirid): Alhamdulillah si jin langsung meringis dan menangis,
beberapa detik setelah diminumkan. Jin mengakui bahwa kakinya lumpuh.

Uji Coba 2
Langsung di kantor Rehab Hati Bandung ke 2 pasien:

  • Pasien 1 (Jakarta), setelah sakit selama lebih dari 15 tahun ia
    merasakan sensasi segar dan ringan di tubuh, sakit hanya tersisa di
    sikut dan Insya Allah masih akan berlanjut.
  • Pasien ke 2 (Bandung);
    Alhamdulillah, setelah dibacakan lebih dari 30 menit ayat ruqyah dan ia tersenyum-senyum sinis atau mungkin pura-pura, akhirnya si jin laknat itu di sembelih dan kabur. Wallahu’alam. Pasien merasa matanya lebih terang.

Ujicoba 4:
(Lewat telpn) Alhamdulillah, pasien yang tiba-tiba sakit diseluruh tubuh
dan berpusat di bekas operasi pencangkokan donor ginjal, sembuh setelah
15 menit.

Uji Coba 5:
(Lewat telpn), pasien muntah serbuk gergaji dan serbuk karat besi.

Uji Coba 6:
(Lewat telpn) pasien yang bengkok tulangpunggung belakang dan
menimbulkan kelumpuhan di kaki, alhamdulillah muntah dan kaki yang sudah lumpuh selama 6 bulan menjadi ringan.

Catatan:

  • Upayakan, saat prosesi ini ada yang mendampingi. Dan jangan main-main, karena jin yang ada dalam tubuh akan berupaya menghentikan bacaan atau
    proses ini. Mintalah perlindungan kepada Allah.
  • Bacakan Al Hasyr Ayat 21-24 Sebelum Al Fatihah 1, dan Bacakan Al Anfall 17 setelah tiupan Al Fatihah ke 7 untuk menambah kedahsyatan do’a.

Jika terjadi kesembuhan total, atau muntah-muntah saat itu juga atau
dikemudian hari maka itu adalah pertolongan Allah. Semoga Allah meridhai ikhtiar kita.

[4] IHP AL FATIHAH

Ini adalah salah satu tehnik yang saya kembangkan sendiri, Alhamdulillah banyak testimonial yang berhasil. Semoga Allah meridhai, caranya sangat
mudah dan hanya butuh waktu beberapa menit untuk melakukannya.

=>Teknis Ruqyah:

  1. Yakinkan sepenuh hati, bahwa energi penyembuhan ini datang dari
    Allah. Salah satu caranya adalah memahami kajian dan bukti serta
    pengalaman saya diatas dan atau yang semisalnya.
  2. Baca Istighfar untuk memohon ampunan atau menetralisir hati kita dari belenggu dosa. Baca Syahadat untuk mengokohkan ketauhidan, baca shalawat kepada Rasulullah sebagai tawasul/perantara sampainya do’a ke langit,
    baca Ta’awudz untuk menetralisir syaitan dihati kita dan perlindungan, baca “Lahawla walaa quwwata illabillahil aliyhil adziim” untuk meneguhkan dan menyerahkan setiap keputusan ikhtiar kita spenuhnya kepada Allah, baca Hasbunallah wani’mal wakiil ni’mal maula wa ni’man
    nasiir” untuk mengokohkan keyakinan bahwa Allah itu cukup untuk kita lal…
  3. Dekatkan tangan kita dengan bibir, kira kira 5 sentimeter. Lalu baca Al Fatihah dimulai dari Basmallah hingga Akhir dengan menerjemahkannya dalam hati kita. Lalu tiupkan ke telapak tangan dan dekatkan di titik atau tempat yang sakit.
  4. Lalu putarkan searah putaran tawaf atau putarkan dengan putaran
    “unclockwise” atau berlawanan dengan arah putaran jarum jam selama 3 atau 7 kali. Yakinkan hati kita untuk menarik semua pengaruh sihir itu lalu hempaskan ke arah kanan.
  5. Tarik nafas dan rasakan, insya Allah saat itu sakit berkurang. Dan
    lakukan selama 3 kali cara yang sama, dan Insya Allah penyakit itu SIRNA.

Uji Coba & Testimoni:
Alhamdulillah sudah puluhan membuktikan tehnik sederhana ini, bahkan seorang sahabat di taiwan hanya butuh waktu 2 menit untuk sembuh dari migrain akut yang ia derita selama 4 hari sebelumnya. Dan dokter serta obat medis tidak mampu merubah kondisi kesakitan.

[5]. RUQYAH MP3 AUDIO

Ikhtiar yang ke 5 ini kita akan menggunakan media Audio Digital atau MP3. Ini bisa dari suara laptop, CD, VCD, DVD, Tape, HP, iPod, MP3
Player dsb. Kesemuanya insya Allah hanya sebagai media atau pengganti
suara peruqyah yang membacakan Al Qur’an, jika kita khusyuk mendengarnya insya Allah hasilnya sama dahsyat. Sebelum melakukan ruqiah sendiri atau ruqiyyah dengan MP3 ini, lakukan persiapan untuk melindungi diri dari gangguan sihir.

=>Teknis Ruqyah:

  1. Bersihkan badan [sebaiknya mandi] dan Wudhu dengan sempurna.
  2. Shalat 2 rakaat meminta pertolongan & perlindungan kepada Allah [jika pakai usholi, sama seperti shalat hajat]
  3. Baca Istighfar & Solawat, Syahadat.
    Lalu baca “A’udzubikalimatillahit tammati minssyarrima kholaq, La Hawla wa laa quwwata illabillahil aliyhil Adziim, Hasbunallah wa nikmal wakiil nikmal maula wa nikman nasiir, Hasbiyallah! Laa ilaaha illallahu alaihi rabbul arsyil adziim” untuk memohon kekuatan kepada Allah.
  4. Baca Ayat Qursy (Al Baqarah 255) dan tiupkan ke media yang akan
    digunakan. Karena banyak terjadi JIN berupaya keras menghalangi ruqiyyah ini terjadi yang kemudian menyebabkan batrai HP yang drop, HP mati berkali-kali, koneksi internet terputus saat upload atau download file tentang ruqyah, bluetooth laptop error saat transfer file, laptop mati total, hal terburuk adalah membuat hilang kesadaran kita, dibuat ngantuk, malas ruqyah, tidur dsb.
  5. Meminta perlindungan kepada Allah, dengan kata-kata afirmasi kita agar yakin, misalnya;
    “Ya Allah ya Mukmin ya Muhaiimiin, wahai Allah yang maha menjaga dan mengamankan hambanya. Lindungan hamba-Mu dengan perlindungan dan penjagaanmu yang sempurna!, Lindungilah ruangan ini dari serangan sihir
    dari kalangan Jin dan Tukang sihir”

Atau dengan menyebut asma-Nya dalam meminta kekuatan, semisal:
“Ya Allah ya hakiimu Ya ‘aliimu Ya ‘Aliyyu Ya ‘Azhiimu!” Ya Allah Yang
Maha Menguasai, Yang Menggenggam Segala Ilmu, yang maha tinggi, Yang Maha Dahsyat!. Ya Allah turunkan pertolongan-Mu untuk menghancurkan semua kekuatan sihir dan kedzaliman iblis yang membelenggu hati, jiwa
dan tubuhku”.

  1. Download File Mp3 Ruqyah-nya:
    Ingat, baca Basmallah! Saya tidak main-main atau bercanda dalam hal ini.

RUQYAH SYAR’IYYAH; Cara Pengobatan Dan Bacaannya
 

RUQYAH SYAR’IYYAH, dalam prakteknya adalah upaya untuk mengusir jin dan segala macam gangguannya dengan membacakan ayat-ayat Al-Quran Al-Kariem. Bagi jin yang mengganggu dan jahat, bacaan Al-Quran ?terutama
pada ayat tertentu- yang dibaca dengan baik dan benar oleh orang yang shalil dan bersih imannya, akan sangat ditakuti. Mereka akan merasakan panas yang membakar dan pergi.

Pengertian Ruqyah
Ruqyah secara bahasa artinya jampi-jampi atau mantera. Ruqyah sacara syar’i adalah jampi-jampi atau matera yang dibacakan oleh seseorang untuk mengobati penyakit atau menghilangkan ganguan jin atau sihir atau
untuk perlindungan dan lain sebagainya dengan hanya menggunakan ayat-ayat Al-quran dan atau doa-doa yang bersumber dari hadist-hadist dari Rarulullah shallallahu’alaihi wassalam dan atau doa-doa yang bisa dipahami maknanya selama tidak mengandung kesyirikan. Ruqyah merupakan salah satu metode pengobatan yang telah dikenal sejak lama, bahkan sebelum nabi Muhammad -shalallahu ‘alaihi wassallam- diutus.

Ruqyah secara umum terbagi menjadi 2 macam;
Ruqyah Syar’iyyah yang diperbolehkan oleh syar’iah islamyaitu terapi
ruqyah yang seperti diajarkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.
Ruqyah Syirkiyyah yang tidak diperbolehkan oleh sya’iah islam. Yaitu
ruqyah dengan menggunakan bahasa-bahasa yang tidak dipahami maknanya
atau ruqyah yang mengandung unsur-unsur kesyirikan.

Rasulullah shallallahu’alaihi wassalam besabda “perlihatkan pada ku
Ruqyah kalian, dan tidak apa-apa melakukan ruqyah selama tidak
mengandung unsur syirik (HR. Muslim).

Dalam Islam ditemukan beberapa dalil yang membolehkan penggunaan ruqyah
sebagai pengobatan penyakit. Seluruh ulama sepakat bahwa jenis ruqyah
yang disebutkan dalam hadits (terapi Ruqyah Syar’iyyah) maka
mengamalkannya adalah sunnah. Sedangkan ruqyah yang berbau syirik
(Ruqyah Syikiyyah), seperti dengan menyebut nama seorang wali untuk
menyembuhkan gangguan jin, atau dengan menggunakan hal-hal yang tak ada
tuntunannya dalam syariat adalah terlarang dan haram hukumnya.

Namun realita yang terjadi di dalam kehidupan ummat islam, di samping
metode ruqyah yang diajarkan Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wassallam-
dalam hadits-hadits beliau, ada juga metode ruqyah yang merupakan hasil
kreasi sebagian orang yang dianggap ahli agama (kiai, atau ustadz).
Inilah yang menjadi persoalan. Banyak ruqyah hasil kreasi itu terasa janggal, bahkan menyebutkan beberapa nama yang tak dimengerti. Satu contoh metode ruqyah yang dilakukan seorang kiyai yaitu dengan mengucapkan beberapa kalimat dengan hitungan tertentu dan disertai puasa
tujuh hari, dan di malam harinya yang bersangkutan harus melaksanakan shalat hajat. Perbuatan semacam ini jelas tak ada petunjuknya di masa
Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wassallam-, sehingga dapat digolongkan ke dalam bid’ah (terapi ruqyah yang tidak Islami), ruqyah seperti ini termasuk yang dilarang dalam syari’at islam. Dari mana ia bisa menentukan bacaan tersebut, serta jumlah dan syarat puasanya. Bukankah puasa merupakan ibadah yang hanya boleh ditentukan oleh Allah dan Rasul-Nya?

Oleh karenanya, kaum muslimin yang menjaga tauhid jangan terpengaruh dengan cara-cara ruqyah bid’ah semacam ini, dan senantiasa mengamalkan
apa yang diajarkan Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wassallam- saja. Lagi pula bisa jadi kalaupun ruqyah itu membuahkan hasil dengan hilangnya penyakit atau perginya jin dari tubuh orang yang kesurupan, maka itu hanyalah permainan jin semata, agar banyak orang yang terjebak ke dalam bid’ah semacam ini.

Landasan Syar’i Ruqyah Syar’iyyah

Allah berfirman dalam Al-Qur’an, yang artinya: “Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al-Isro : 82)

Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wassallam- bersabda :

اعْرِضُوا عَلَيَّ رُقَاكُمْ لاَ بَأْسَ بِالرُّقَى مَا لَمْ يَكُنْ فِيهِ شِرْكٌ

“Bacakan ruqyah-ruqyah kalian kepadaku, tidak apa-apa dengan ruqyah yang tidak mengandung kesyirikan didalamnya.” (HR. Muslim)

Pendapat Ulama tentang Ruqyah

Imam Nawawi berkata: “Ruqyah dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan dengan do’a-do’a yang telah diajarkan oleh Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wassallam- adalah sesuatu hal yang tidak terlarang. Bahkan itu adalah
perbuatan yang disunnahkan. Telah dikabarkan para ulama bahwa mereka telah bersepakat (ijma’) bahwa ruqyah dibolehkan apabila bacaannya terdiri dari ayat-ayat Al-Qur’an atau do’a-do’a yang diajarkan oleh Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wassallam-.”
(Shahih Muslim bisyarhi An-Nawawi : 14341)

TERAPI RUQYAH SYAR’IYYAH salah satu cirinya adalah:
Cara atau prosesi pengobatan Ruqyah Syar’iyyah harus sesuai dengan nilai-nilai Syari‘ah. contohnya: pasien wanita harus tetap menutup aurat & afdholnya si peruqyah juga wanita, namun jika tidak ditemukan atau karena sulitnya mencari peruqyah wanita, maka dibolehkan dilakukan oleh
peruqyah pria dengan syarat; harus ada pihak mahrom dari pasien atau ada orang lain ditempat dilakukannya terapi tersebut dengan maksud menjaga
diri dari adanya fitnah, peruqyah pria harus menggunakan sarung tangan tebal sebaga media untuk ketika dipandang perlu untuk memegang anggota tubuh si pasien wanita. wallahu a’lam!

Diantaranya yang paling sering digunakan adalah ayat kursi, beberapa penggalan ayat dalaÉ nsurat Al-Baqarah (tiga ayat terakhir), Surat Ali Imron, Surat Yasin, Surat Al-Jin, surat Al-Falaq dan Surat An-Naas.
Selain itu masih banyak ayat dan doa-doa lainnya yang diriwayatkan
kepada kita untuk dibacakan kepada orang yang kesurupan.

Tetapi bila orang itu menggunakan cara-cara yang menyimpang, apalagi dengan melanggar syariat dan aqidah, tidak boleh dilakukan. Karena tujuan jin ketika mengganggu manusia tidak lain adalah untuk menyeret manusia kepada pelanggaran dan syirik kepada Allah.

Misalnya, bila orang itu bilang bahwa jin itu minta sesajen, minta
kembang, atau dikorbankan hewan sembelihan sebagai tumbal, itulah syirik yang sejati. Atau apapun yang secara syariah bertentang dengan
hukum-hukum Allah.

Pada dasarnya bila dibacakan ayat-ayat Ruqyah Syar’iyyah, jin itu sangat takut dan tidak berani menawar-nawar dengan minta ini itu. Karena pembacaan ayat-aayt Al-quran itu membuatnya kesakitan yang sangat, sehingga dalam proses Ruqyah, tidak ada permintaan dari jin kecuali
harus pergi dan berhenti dari menganggu manusia.

Karena itu pastikan bahwa orang yang anda minta bantuannya adalah
seorang muslim yang shaleh, mengerti ajaran syariah dengan benar, kuat aqidahnya, benar ibadahnya, lurus fikrahnnya dan yang penting diperhatikan, dia hendaknya punya pengalaman sebelumnya dalam menghadapi
jin, agar mengenal tipu daya dan trik-trik yang digunakan jin untuk
berpura-pura pergi padahal tidak dan sebagainya.

Ruqyah Syar’iyyah sendiri adalah salah satu cara dari banyak jalan
untuk mengusir gangguan setan dan sihir. Abdul Khalik Al-Atthar dalam bukunya “menolak dan membentengi diri dari sihir” menyebutkan bahwa untuk bisa terbebas dari pengaruh jahat itu, bisa dilakukan beberapa
cara, antara lain:

  1. Metode Istinthaq
    Methode istinthaq adalah mengajak bicara setan yang ada di dalam tubuh orang yang terkena sihir. Dan menanyakan kepadanya tentang namanya, nama tukang sihir yang memanfaatkan jasanya, nama orang yang membebani tukang
    sihir untuk melakukan sihir, menanyakan tempat penyimpanan sihir serta barang-barang yang digunakan untuk menyihir. Meskipun demikian, kita
    dituntut untuk tetap waspada dan tidak mempercayai sepenuhnya akan apa yang diucapkan oleh setan yang ada di dalam tubuh pasien, sebab bisa jadi setan berbohong dengan tujuan untuk menimbulkan fitnah dan memecah belah hubungan baik diantara sesama manusia.
  2. Metode Istilham
    Melalui Istilham adalah memohon ilham dan petunjuk yang benar dari Allah agar Ia berkenan memberikan isyarat lewat mimpi, sehingga sihir yang menimpa seseorang bisa terdeteksi dan kemudian dilenyapkan.
  3. Metode Tahshin
    Methode Tahsin adalah pembentengan, yaitu dengan membentengi dan melindungi korban sihir dengan menggunakan bacaan Al-Qur?an, zikir dan
    ibadah-ibadah tertentu.

Syaikh bin Baaz mengatakan bahwa cara yang paling efektif dalam
mengobati pengaruh sihir adalah dengan mengerahkan kemampuan untuk mengetahui tempat sihir, misalnya di tanah, gunung dan lain-lain. Dan bisa diketahui lalu diambil, maka lenyaplah sihir itu.

Pengobatan sihir yang diharamkan adalah menyingkirkan sihir dengan sihir juga, ini sesuai dengan perkataan Rasul yang melarang keras seorang muslim pergi ke rumah dukun dan tukang sihir untuk meminta bantuan
kepadanya.

Imam Ibnul Qayyim mengatakan bahwa mengeluarkan sihir dan memusnahkannya adalah pengobatan yang paling efektif, sebagaimana yang diriwayatkan
oleh Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wassallam- bahwasanya beliau memohon kepada Allah untuk dapat melakukan hal itu. Allah memberi petunjuk kepada beliau, sehingga beliau pernah mengeluarkan sihir dari sebuah sumur.

  1. HijamahBekam
    Cara yang lainnya adalah dengan hijamah (berbekam) pada anggota tubuh yang terasa sakit akibat pengaruh sihir, karena sihir bisa berpengaruh pada tubuh, dan melemahkannya.
  2. Obat-obatan
    Pengobatan sihir dapat juga dilakukan dengan menggunakan obat-obatan yang mubah (dibolehkan) seperti dengan memberi kurma ?Ajwah kepada si
    penderita.

Diriwayatkan dari Amir bin Sa?ad dari bapaknya bahwasanya Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wassallam- bersabda, “Barangsiapa setiap pagi hari memakan kurma Ajwah maka tidak akan membahayakan dirinya baik racun
maupun sihir pada hari itu hingga malam hari.” (HR. Bukhari)

Tentang keistimewaan kurma ini Imam Al-Khattabi berkata: Kurma ?Ajwah memiliki hasiat dan manfaat yaitu bisa menjadi penangkal racun dan sihir karena berkat do’a Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wassallam- terhadap kurma Madinah, dan bukan karena keistimewaan kurma itu sendiri.

  1. Ruqyah Syar’iyyah
    Cara yang lainnya yang dapat dilakukan untuk mengeluarkan sihir adalah dengan membacakan ruqyah syar’iyyah (pengobatan melaui bacaan Al-Qur?an, zikir dan do?a).

Imam Ibnu Qayyim mengatakan: Diantara obat yang paling mujarab untuk melawan sihir akibat pengaruh jahat setan adalah dengan pengobatan syar?i yaitu dengan zikir, do’a dan bacaan-bacaan yang bersumber dari
Al-Qur’an. Jiwa seseorang apabila dipenuhi dengan zikir, wirid dan
mensucikan nama Allah niscaya akan terhalangi dari pengaruh sihir. Orang yang terkena sihir bisa sembuh dengan membaca ruqyah sendiri atau dari orang lain dengan ditiupkan pada dada atau tubuh yang sakit sambil membaca zikir dan do?a.

Berikut ini adalah bacaan-bacaan yang diyakini insyaAllah mampu menolak dan menghilangkan bahaya sihir & gangguan jin diantaranya:
A. Surat Al-Fatihah.
B. Surat Al-Baqarah, khususnya ayat-ayat 1-5, 254-257 dan 284-286.
C. Surat Al-Imran khususnya ayat 1-9 dan 18-19
D. Surat An-Nisa khususnya ayat 115-121
E. Surat Al-A?raf khususnya ayat 54-55.
F. Surat Al-Mu?minun khususnya ayat 115-118.
G. Surat Yasin khususnya ayat 1-12.
H. Surat As-Shaffat khususnya ayat 1-10.
I. Surat Ghafir khususnya ayat 1-3, dan masih banyak lagi ayat-ayat lainnya.

Sedangkan doa-doa yang dianjurkan diantaranya:

اللهم رب الناس اذهب البأس اشف أنت الشافى لا شافي إلا أنت شفاء لا يغادر سقما.

Ya Allah, Rabb bagi semua manusia, hilangkanlah rasa sakit, berila
kesembuhan, Engkau zat yang menyembuhkan tiada yang bisa menyembuhkan kecuali Engkau, kesembuhan yang tiada menimbulkan sakit sedikitpun.

بسم الله أرقيك من كل شيء يؤذيك ومن شر كل نفس أو عين حاسد الله يشفيك بسم
الله أرقيك.

Dengan nama Allah aku meruqyahmu dari kejahatan setiap jiwa atau pandangan orang yang dengki, Allah yang memberi kesembuhan padamu, dengan nama Allah saya meruqyahmu.

أعيذك بكلمات الله التامة من شر ما خلق.

Saya mohon untuk kamu perlindungan kepada Allah dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa yang diciptakan

Bin Baz mengatakan: Hendaklah seorang muslim meminta kesembuhan hanya kepada Allah dari segala kejahatan dan bencana, dengan membaca doa-doa
berikut ini:

بسم الله الذي لا يضر مع اسمه شيء في الأرض ولا في السماء وهو السميع العليم.

Dengan menyebut nama Allah yang dengan keagungan nama-Nya itu menjadikan sesuatu tidak berbahaya baik yang ada di langit atau di bumi, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui? (Dibaca 3x pada pagi dan sore hari)

Dan dianjurkan pula untuk membaca Ayat Kursy ketika hendak tidur dan sehabis salat fardhu, disamping membaca surat Al-Falaq, Al-Nas dan Al-Ikhlash setiap selesai melakukan salat subuh dan salat maghrib serta menjelang tidur.

Seluruh cara di atas hanyalah sekedar do’a dan ikhtiar, sumber
kesembuhan hanyalah dari Allah semata, Dialah yang Maha mampu atas segala sesuatu dan di tangan-Nya segala obat dan penyakit, dan segala sesuatu bisa terjadi berdasarkan ketentuan dan takdir Allah swt.

TERAPI RUQYAH SYAR’IYYAH

pastikan bahwa orang yang anda minta bantuannya adalah seorang muslim yang shaleh, mengerti ajaran syariah dengan benar, kuat aqidahnya, benar ibadahnya, lurus fikrahnnya dan yang penting diperhatikan, dia hendaknya
punya pengalaman sebelumnya dalam menghadapi jin, agar mengenal tipu daya dan trik-trik yang digunakan jin untuk berpura-pura pergi padahal tidak dan sebagainya.

Nabi -shalallahu ‘alaihi wassallam-. Bersabda yang Artinya: ” Tidak
apa-apa ruqyah itu selama tidak mengandung syirik” (HR Muslim).

juga sabdanya -shalallahu ‘alaihi wassallam- yang lain, yang artinya:”
Barangsiapa menggantungkan sesuatu, maka dirinya akan diserahkan kepadanya” (HR Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud dan Al-Hakim).

Dan berdasarkan penjelasan para ulama, maka pengobatan Ruqyah
Syar‘iyah diperbolehkan dengan kriteria sbb:
A. Bacaan Ruqyah berupa ayat-ayat Alqur‘an dan Hadits dari Rasulullah saw.
B. Do‘a yang dibacakan jelas dan diketahui maknanya.
C. Berkeyakinan bahwa ruqyah tidak berpengaruh dengan sendirinya, tetapi
dengan takdir Allah SWT.
D. Tidak isti‘anah dengan jin ( atau yang lainnya selain Allah).
E. Tidak menggunakan benda-benda yang menimbulkan syubhat dan syirik.
F. Cara pengobatan harus sesuai dengan nilai-nilai Syari‘ah.
G.Orang yang melakukan terapi harus memiliki kebersihan aqidah, akhlak
yang terpuji dan istiqomah dalam ibadah.

Pada dasarnya membantu pengobatan dengan ruqyah syar’iyyah adalah amal tathowu‘i (sukarela) yang dibolehkan menerima hadiah dan bukan kasbul
maisyah (mata pencaharian rutin).


  Bagaimana Cara Meruqyah Diri Sendiri?

    Cara Meruqyah Diri Sendiri

Bagaimana cara meruqyah diri sendiri, mohon penjelasannya. Terima kasih ustaz…

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Ruqyah termasuk bagian dari doa. Hanya saja, umumnya dalam bentuk
memohon perlindungan dari gangguan sesuatu yang tidak diinginkan. Baik penyakit batin atau fisik.

Ibnul Atsir mengatakan,

والرقية : العوذة التي يرقى بها صاحب الآفة كالحمى والصرع وغير ذلك من الآفات

Ruqyah adalah doa memohon perlindungan, yang dibacakan untuk orang yang sedang sakit, seperti demam, kerasukan, atau penyakit lainnya.
(an-Nihayah fi Gharib al-Atsar, 2254)

Karena itu, kalimat yang dibaca dalam ruqyah sifatnya khusus. Sementara doa lebih umum, mencakup semua bentuk permohonan.

al-Qarrafi mengatakan,

والرقى ألفاظ خاصة يحدث عندها الشفاء من الأسقام و الأدواء والأسباب المهلكة

Ruqyah adalah lafadz khusus yang diucapkan dengan niat mengucapkannya untuk kesembuhan dari penyakit, dan segala sebab yang merusak. (Aunul
Ma’bud, 10264)

Karena itu, prinsip dari ruqyah adalah membaca ayat al-Quran atau doa-doa dari hadis, dengan niat untuk melindungi diri dari penyakit dalam diri kita, baik fisik maupun non fisik. Di sinilah kita bisa membedakan antara ruqyah dengan membaca al-Quran biasa. Bacaan al-Quran bisa menjadi ruqyah, jika diniatkan untuk ruyah.

Dan kondisi hati sangat menentukan kekuatan ruqyah. Semakin tinggi tawakkal seseorang ketika meruyah, semakin besar peluang untuk dikabulkan oleh Allah. Karena itu, sebelum melakukan ruqyah, orang perlu
menyiapkan suasana hati yang baik. Tanamkan tawakkal kepada Allah, dan perbesar husnudzan (berbaik sangka) bahwa Allah akan menyembuhkannya.

Apa yang bisa dilakukan?

Ada beberapa adab yang bisa anda lakukan ketika hendak meruqyah,

[1] Berwudhu terlebih dahulu, karena ketika membaca kalimat thayibah, dianjurkan dalam keadaan suci.

[2] Baca ayat al-Quran yang sering digunakan untuk ruqyah, dengan niat ruqyah. Seperti ayat kursi, dua ayat terakhir surat al-Baqarah, atau
surat al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Nas, atau ayat lainnya.

[3] Bisa juga dengan menggunakan doa yang pernah diajarkan Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam.

[4] Bisa juga dengan mengusapkan tangan ke anggota tubuh yang bisa
dijangkau, atau ke anggota tubuh yang sakit.

[5] Atau menggunakan media air. Caranya, kita membaca ayat-ayat ruqyah dengan mendekatkan segelas air bersih di mulut. Selesai baca, air diminum.

[6] Selanjutnya, tawakkal kepada Allah.

      Beberapa Praktek Ruqyah diri Sendiri

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita
beberapa doa dan ruqyah yang bisa kita baca ketika sakit. Diantaranya,

Pertama, doa ketika ada bagian anggota tubuh yang sakit.

Caranya,

[1] Letakkan tangan di bagian tubuh yang sakit

[2] Baca “bismillah” 3 kali

[3] Lanjutkan dengan membaca doa berikut 7 kali,

أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

(A’uudzu bi ‘izzatillahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru )

“Aku berlindung dengan keperkasaan Allah dan kekuasaan-Nya, dari kejelekan yang aku rasakan dan yang aku khawatirkan.”

Dalilnya:

Dari Utsman bin Abil Ash radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau mengadukan rasa sakit di badannya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam..  Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruhnya,
 “Letakkanlah tanganmu di atas tempat yang sakit dari tubuhmu,”  lalu beliau ajarkan doa di atas. (HR. Muslim 5867 dan Ibnu Hibban 2964)

Kedua, ruqyah sebelum tidur

Gabungkan dua telapak tangan, lalu dibacakan surat al-Ikhlas, al-Falaq
dan an-Naas, lalu tiupkan ke kedua telapak tangan. Kemudian usapkan
kedua telapak tangan itu ke seluruh tubuh yang bisa dijangkau. Dimulai
dari kepala, wajah dan tubuh bagian depan.

Kemudian diulang sampai tiga kali.

Ini berdasarkan hadis dari A’isyah radhiyallahu ‘anha, yang
menceritakan kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum tidur. (HR. Bukhari 5017 dan Muslim 2192).

Ketiga, ruqyah ketika terluka

Ambil ludah di ujung jari, kemudian letakkan di tanah, selanjutnya
letakkan campuran ludah dan tanah ini di bagian yang luka, sambil membaca,

بِسْمِ اللَّهِ تُرْبَةُ أَرْضِنَا بِرِيقَةِ بَعْضِنَا يُشْفَى سَقِيمُنَا بِإِذْنِ رَبِّنَا

(Bismillah, turbatu ardhinaa bi riiqati ba’dhinaa, yusyfaa saqimuna bi idzni rabbinaa..)

“Dengan nama Allah, Debu tanah kami dengan ludah sebagian kami semoga sembuh orang yang sakit dari kami dengan izin Rabb kami.” (HR. Bukhari 5745 & Muslim 5848).

Mencegah Lebih Baik dari Pada Mengobati

Teori ini berlaku umum, baik dalam ilmu medis konvensional maupun ilmu medis nabawi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih banyak mengajarkan kepada umatnya untuk lebih banyak berdzikir, merutinkan dzikir dalam setiap keadaan, terutama setiap pagi dan sore.

Banyak diantara doa dan dzikir pagi-sore yang dijadikan sebab untuk mendapat penjagaan dari Allah dari setiap gangguan makhluk yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan.

Karena itulah, di dua waktu ini, Allah memotivasi kita untuk kita untuk memperbanyak berdzikir,

Allah perintahkan Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk selalu istighfar dan banyak berdzikir setiap pagi dan sore,

وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ

“Mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.” (QS. Ghafir: 55).

Allah perintahkan Nabi Zakariya untuk rutin berdzikir setiap pagi dan sore,

وَاذْكُرْ رَبَّكَ كَثِيرًا وَسَبِّحْ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ

“Perbanyaklah berdzikir menyebut nama Rabmu, dan sucikan Dia setiap sore dan pagi.” (QS. Ali Imran: 41).

Allah juga memuji orang yang rajin dzikir dan berdoa setiap pagi dan petang,

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ

“Bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap wajah-Nya…” (QS. al-Kahfi: 28).

Selengkapnya bisa anda pelajari di:

Dzikir Penangkal Gangguan Jin dan Sihir (Bagian 1)

dan

Dzikir Penangkal Gangguan Jin dan Sihir (Bagian 2)

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah)

Mari Belajar Tilawatil Quran 3 Lagu Bayyati, Soba, dan Hijas

Pelatihan tilawatil Qur’an harus di dasari dengan 7 lagu yaitu sebagai
berikut ;

1.Bayyati

2.Soba

3.Hijas

4.Nahawan

5.Rows

6.Zika dan yang terakhir…..

7.Ziharkha

Dalam pembelajaran tilawah, jika tidak menguasai ke 7 lagu ini maka
seseorang tidak dapat melakukan tilawati Qur’an secara sendirinya, untuk anak-anak minimal 3 lagu, remaja 5 lagu, dan dewasa 7 lagu/semua dan berbagai macam fariasi yang di kuasainya. Untuk mengetahui berbagai bentuk lantunan lagu, marilah kita simak kutipan dibwah ini :

1.Bayyati, yaitu lagu yang paling dasar dari tilawatil Qur’an, atau
suara yang paling dasar dari suara kita, disamping itu juga lagu bayyati terbagi atas 4 macam yaitu ;

ØBayyati khoror yang sudah dijelaskan pada kutipan diatas

ØBayyati nahwa, yaitu lagu yang suaranya sudah meningkat sedikit atau suara sedang

ØBayyati jawab, yaitu lagu yang sudah memasuki lagu yang suaranya bertingkatan tinggi

ØKemudian bayyati jawab bul jawab, yaitu lagu yang lebih tinggi
suaranya/tingkatannya dari pada suara lagu jawab

2.Shoba, yaitu lagu tingkatan kedua dari semua lagu, lagu shoba juga
terbagi atsa 3 tingkatan nada, yaitu ;

ØShoba asli, yaitu lagu yang tingkatan nadanya sedang seperti lagu bayyati nahwa, lagu shoba asli tingkatan nadanya yaitu berawal dari nada rendah kemudian pertengahan meninggi dan berakhir rendah.

ØShoba ma’al adzam, yaitu lagu yang tingkatan nadanya sudah memasuki suara tinggi, lagu shoba ma’al adzam tingkatan nadanya yaitu dari berawal nada sedang terus meninggi, kemudian sedang lagi dan berakhir dengan nada tinggi.

ØShoba mu’al tadzam, yaitu lagu yang tingkatan nadanya juga memakai nada tinggi, lagu shoba mu’altdzam tingkatan nadanya yaitu berawal dari nada tinggi, terus sedang, dan berakhir dengan nada rendah.

3.Hijaz, lagu hijas adalah lgu ke 3 dari ke 7 lagu tilawalil Qur’an,
lagu hijaz juga terbagi atas 3 tingkatan nada, yaitu ;

ØHijaz asli, yaitu lagu hijaz asli tingkatan nadanya berwal dari nada
sedang , kemudian pertengahan meniggi dan berakhir dengan nada sedang,

ØHijaz skart, yaitu lagu hijaz skart tingkatan nadanya berawal dari nada tinggi, kemudian merendah, trus meniggi lagi dan berakhir dengan nada tinggi pula.

ØHijaz karkurt, yaitu lagu hijaz karkurt tingkatan nadanya berawal dari nada tinggi, trus kmudian nada sedang, dan kemudian meninggi lagi juga berakhir dengan nada tinggi pula.

Nah telah jelas diatas penjelasan tentang lagu dalam ilmu tilawah,
tetapi dari ketuju lagu masih saya jelaskan tiga lagu, karena dalam
tahab pembelajaran minimal 3 lagu sudah cukup, jika kita tidak menghafal jenis-jenis lagu ini, maka kita tidak akan bisa melakukan tilawah secara
sepengatahuan kita sendiri, dan kita hanya mengetahui kebagusan suara saja, maka dari itu dengan menghafal ke 7 lagu tersebut beserta lirik-lirik lagu, tingkatan nada dan sebagainya maka insyaAllah kita dapat melakukannya dengan sendiri.

Selain itu perlu diketahui, bahwa dalam pembelajaran tilawatil qur’an
jangan hanya mengandalkan dari bacaan buku atau hanya berpatokan dengan bacaan tentang pembelajaran tilawatil qur’an, tapi disisi lain harus menggunakan pembimbing khusus dalam pengajaran tersebut, karena supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.


Mengenal Metode Pembelajaran Al Qur’an Tilawati

Telah banyak lembaga pendidikan formal, Taman Pendidikan Al Quran telah membuktikan efektifitas dan kemudahan pembelajaran Al Quran metode Tilawati menuju bacaan tartil. Ada beberapa hal yang menyebabkan mereka menggunakan Tilawati :

  1. Buku Tilawati disusun oleh para aktifis pengerak pendidikan Al Quran di Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) dan sekolah formal di Indonesia
  2. Buku Tilawati diajar dengan menggunakan standart lagu rost dari jilid 1 s.d. jilid 6 dan menggunakan lagu nahawan untuk pengembangan
  3. Buku Tilawati dilengkapi media pembelajaran lainnya yaitu peraga,
    kaset lagu rost, dan vidio teknik pembelajaran
  4. Buku menerapkan strategi pembelajaran klasikal dan individual secara seimbang dan proporsinal sehingga:

a. Proses belajar mengajar menjadi efektif dan efisien
b. Pembelajaan menjadi mudah dan menyenangkan
c. Pengelolaan santri menjadi lebih tertib
d. Target pembelajaran menjadi lebih mudah terpenuhi
QUALITY ASSURANCE
Tartil Baca Al Quran, dengan indikator keberhasilan:

  1. Terbiasa baca Al Quran dengan tartil
  2. Peka terhadap bacaan Al Quran yang salah

STANDARISASI MUTU
NILAI-NILAI MUTU TERPADU (TQM)

  1. Kualitas yang diarahkan pada pengguna
  2. Perbaikan berkelanjutan (/continuous improvement/)
  3. Perbaikan sedikit demi sedikit (/step by step improvement/)
  4. Partisipasi total
  5. Perubahan kultur (/change of culture/)
  6. Cepat-tanggap
  7. Pengukuran
  8. Manajemen berbasis fakta
  9. Pengembangan kemitraan

STANDARISASI MUTU TILAWATI

  1. Standarisasi Guru
    ü Tartil Membaca AL Quran
    ü Menguasai Lagu Rost
    ü Menguasai Strategi Pengajaran Tilawati
  2. Standarisasi Strategi Pengajaran
    ü Klasikal-Individual
    ü Seimbang dan Proprsional
  3. Standarisasi Munaqosyah
    ü Kenaikan Halaman
    ü Kenaikan Jilid
    ü Al Quran
  4. Standarisasi Pembinaan
    ü Baca Al Quran
    ü Strategi Pengajaran
    ü Munaqosyah
  5. Standarisasi Ketuntasan Hasil Belajar
    ü Individual 70 %
    ü Kelompok 80 %
  6. Standarisasi Ketuntasan Waktu Belajar
    ü Jilid 24 bulan
    ü Al Quran 18 bulan

MEDIA BELAJAR TILAWATI
penerbit Tilawati melengkapi dengan berbagai media belajar untuk menunjang keberhasilan proses belajar mengajar. Media belajar tersebut
meliputi:

  1. Buku Tilawati Jilid 1 s.d. jilid 6
  2. Buku Tilawati edisi Dewasa/Orang Tua
  3. Peraga Tilawati jilid 1 s.d. jilid 5
  4. Kaset Lagu Rost Tilawati Jilid 1 s.d. jilid 5
  5. MP3 Lagu Rost Tilawati Jilid 1 s.d. jilid 5
  6. VCD Pembelajaran Tilawati

Metode Tilawati

Metodologi pembelajaran Al Quran semakin variatif, dengan kelebihan yang ditawarkan oleh tiap-tiap metode. Satu diantaranya yang saat ini sedang semarak dipraktekkan adalah metode TILAWATI.

Sebagai metode baru, hasil kreasi para “GURU NGAJI” Jawa Timur ini
menawarkan beberapa spesifikasi sebagai berikut :

 1. Metode Tilawati terdiri atas 6 jilid buku, termasuk GHORIB dan
MUSYKILAT. Tiap-tiap jilid berbeda warna cover
 2. Masing-masing jilid dilengkapi dengan PERAGA yang berisi 20 halaman.
Fungsi peraga akan membantu santri belajar secara klasikal dan
memudahkan penguasaan materi karena peraga ini akan diulang- ulang
(satu peraga bisa khatam antara 17 – 21 kali)
 3. Menggunakan irama LAGU ROST, sebagai lagu dasar yang mudah difahami
dan ditirukan

Perjalanan pembelajaran Al quran yang selama ini telah dilakukan dengan
berbagai jenis metode, menemukan beberapa permasalahan yang menjadi
dasar lahirnya Metode TILAWATI ini, diantaranya :

 1. Adanya pembinaan terhadap guru secara intens dengan syarat-syarat
yang harus dipenuhi untuk menjadi guru yang baik
 2. Santri dimunaqosyah setiap akan naik jilid
 3. Model pengelolaan kelas merupakan perpaduan metode KLASIKAL dan BACA
SIMAK secara seimbang, sehingga pengelolaan kelas dapat berjalan
efektif dan target pembelajaran dapat tercapai
 4. Jumlah ustad yang terbatas, menjadi kendala klasik, sehingga banyak
lembaga TPQ / TPA, berjalan tanpa adanya konsep jelas (terkesan asal
jalan, anak-anak tetap masuk, tanpa ada target yang jelas). Dengan
sistem TILAWATI, satu ustad dapat mengajar 15 – 20 santri secara
bersamaan tanpa mengurangi kualitas.
 5. Biaya operasional TPA / TPQ menjadi lebih ringan, karena dengan
sistem klasikal, beban biaya akan ditanggung secara proporsional
oleh masing-masing santri, yang meliputi pengadaan buku Tilawati,
Peraga, atau buku penunjang yang lain (materi hafalan, buku
makhorijul huruf, buku panduan tajwid, kaset, MP3 dan VCD
pembelajaran, dan lain-lain)
 6. Waktu pendidikan dapat diprediksi dengan jelas. Kelas ideal dalam
Tilawati yaitu bilamana dalam satu pekan, santri masuk sebanyak 5x.
Setiap pertemuan ditarget untuk menyelesaikan 4 halaman peraga dan
cukup satu halaman buku tilawati (buku tilawati terdiri atas 44
halaman dan 20 halaman peraga). Sehingga peraga tilawati akan bisa
khatam setiap 5 hari sekali, dan diulang lagi untuk pertemuan
selanjutnya. Dengan perhitungan ini, santri dapat menyelesaikan satu
jilid buku dalam waktu 44 x pertemuan, ditambah dengan pengayaan
materi dan munaqosyah total menjadi 50 x pertemuan, yang setara
dengan waktu 2,5 bulan. Untuk menyelesaikan Paket Lengkap Tilawati
Jilid 1 – 6, diperlukan waktu 15 bulan, atau dengan asumsi ada udzur dalam pelaksanaan bisa dibulatkan menjadi 18 bulan (1,5
tahun).Berdasarkan data dan perhitungan diatas, kita dapat
merencanakan program pembelajaran Ngaji Quran bagi anak-anak secara
baik. Jikalau anak SD kelas 1 mulai belajar Tilawati, maka kelas 2
naik ke kelas 3, anak tersebut sudah menyelesaikan 6 jilid Tilawati
dan siap transfer ke Al quran.
 7. Dalam belajar Al quran, anak-anak tetap akan dipandu oleh para Ustad dengan sistem baca simak. Jika dalam 1 pekan 5 x pertemuan, dan masing masing pertemuan menyelesaikan 2 halaman Al quran, maka dalam waktu 2 pekan, santri sudah menyelesaikan 1 juz Al quran. (dengan menggunakan Al quran standar, 1 juz 20 halaman), sehingga dalam kurun waktu 15 – 18 bulan, santri sudah khatam Al quran 30 Juz. Hal ini berarti, ketika anak kelas 3 naik kelas 4, anak-anak sudah rampung belajar Al quran, sehingga kasus drop out santri TPA akibat berbenturan jadwal dengan kegiatan ekstra kurikuler ataupun les tambahan bisa diminimalkan

FORMULA :
Buku Tilawati Jilid 1 – 6 : 18 bulan / 1,5 tahun Al quran 30 juz : 18 bulan / 1,5 tahun

Target kualitas yang ingin dicapai dalam pembelajaran Metode Tilawati ini adalah santri menguasai bacaan Al quran dengan baik dan benar, yang meliputi :

 1. Fashohah (praktek), meliputi kaidah : Al waqfu wal Ibtida’; Muroatul huruf wal harokat; Muroatul huruf wal kalimat

 2. Tajwid (Teori dan Praktek), meliputi : Makhorijul huruf; Ahkamul huruf; Shifatul huruf; Ahkamul Mad wal Qosr

 3. Ghorib dan Musykilat (Teori dan Praktek)

 4. Suara dan Irama (Praktek), meliputi Kualitas vokal dan penguasaan lagu ROST

Ilmu Mengenal Allah

(Makrifatullah)

IKTIKAD KETUHANAN, SYIRIK DAN ILMU

Perkara pokok yang perlu kita ketahui ialah iktikad ketuhanan.  Jika rosak iktikad kita tentang ketuhanan, maka rosaklah segala amalan dan ibadat kita ditolak oleh Allah.  Justeru itu perlulah kita ketahui sedalam-dalam dan  secara terperinci tentang iktikad ketuhanan ini, dimana pada hari ini tidak diperbincangkan lagi dan tidak dititik beratkan lagi oleh sebahagian besar umat Islam terutama pada cerdik pandai Islam pada zaman ini.  Kita rasa amat sedih sekali, kerana dewasa ini aspek-aspek ketuhanan ini telah diperingankan dan dianggap menyeleweng oleh sebahagian besar umat Islam terutama cerdik pandai Islam dimasa ini.  Jadi bagaimanakah pegangan kita tentang iktikad ketuhanan?. Rasullallah saw bersabda; “Untuk mengetahui tentang ketuhanan wajiblah menuntut ilmu dan untuk menjalani sesuatu amalan atau ibadat wajiblah kita menuntut ilmu”.  Pepatah ulamak-ulamak dahulu ada berkata “Fardhu sebelum fardhu”.  Menuntut ilmu itu fardhu ain pada setiap lelaki dan perempuan yang mukallaf, iaitu tiga ilmu yang wajib dituntut, iaitu

   ILMU FEKAH
   ILMU USULLUDIN @ TAUHID
   ILMU TASAUF.

Sebagai contoh, iaitu untuk menyampaikan faham kepada kita, iaitu kita ibaratkan tiga ilmu itu sebagai orang yang hendak menjala ikan, yang bertujuan dan bermatlamat untuk mendapat ikan.  Sebelum hendak menjala
wajiblah kita ketahui beberapa peraturan atau undang-undang untuk menggunakan jala tersebut, contohnya seperti dibawah:-

FEKAH

Sebelum kita hendak mengerjakan sembahyang, kita perlu ketahui cara-cara hendak bersuci dan cara-cara hendak mengangkat udhuk atau mengambil air sembahyang, dan  ini semua diterangkan secara terperinci didalam ilmu FEKAH.  Ilmu FEKAH ini kita ibaratkan dengan cara-cara hendak memegang jala sebelum kita menebarnya kedalam air.  Jala tersebut perlulah dibahagi kepada tiga bahagian, iaitu dibelakang, ditengah dan dihadapan,
dan jikalau tidak mengikut peraturan ini wajiblah jala tersebut tidak akan kembang dan sudah semestinyalah tidak akan mendapat hasilnya.  Ilmu FEKAH itu amat penting kerana kita perlu mengetahui cara-cara hendak
mengerjakan amal, jikalau tidak mengetahui ilmu FEKAH bagaimana kita hendak mengerjakan sesuatu amal atau ibadat, sedangkan tiap-tiap satu rukun itu ada peraturan-peraturannya, dimana sekiranya kita tidak mengikut peraturan-peraturann yang telah ditetapkan, maka rukun atau ibadat itu batal dan tertolak (tidak sah).

USULLUDIN @ TAUHID

Setelah kita pandai menebar jala, perlulah pula kita pastikan tempat
yang hendak kita menebar jala tersebut tidak ada halangan didalam air, seperti kayu, batu atau sebagainya.  Walaupun kita sudah pandai menebar jalan tetapi jikalau kita tidak pandai memeriksa tempat yang hendak kita menjala, sudah pastilah matlamat untuk kita mendapat ikan jadi sia-sia
sahaja, kerana jikalau terkena kepada kayu atau batu sudah pastilah jala tersebut akan pecah atau koyak dan ikan yang diharapkan terlepas.  Oleh
itu USULLUDIN juga ialah suatu ilmu yang terpenting,  yang mana kita
hendak mengusul sehingga kita dapat mentauhidkan atau mengesakan Allah
dengan sebenar-benarnya.
Jadi apabila kita hendak mengerjakan sembahyang bermakna kita hendak
menyembah Allah, dan sebelum kita hendak menyembah tentulah kita kena ketahui dan kenal dengan tuan yang hendak kita sembah.  Sembahyang itu menyembah Allah, tetapi adakah kita kenal dengan Allah yang kita sembah?.  Ibaratnya; jikalau kita mengerjakan (menebas) kebun atau ladang seseorang, sedangkan tuan yang empunya ladang tersebut kita tidak
kenal, cukup seminggu atau sebulan kita hendak minta upahnya, dari atau kepada siapa yang kita hendak minta upah?.  Atau adakah tuan punya ladang tersebut rela dengan permintaan kita?.

Begitulah juga dengan amal atau ibadat kita, kita berkehendakkan pahala atau syurga, sedangkan tuan yang empunya pahala dan syurga atau tuan yang kita tujukan amal ibadat kita, kita tidak ketahui dan tidak kenal, jadi kepada siapa yang hendak kita minta pahala atau syurga?.  Dan juga jikalau kita mengerjakan amal atau ibadat dengan disertai berkehendak
kepada syurga atau pahala, ini bermakna tidak ikhlas namanya, sedangkan mengikut ilmu TASAUF batal pahala amal yang kita kerjakan.  Mengikut firman pula, tiap-tiap amal atau ibadat mestilah dengan ikhlas, jika tidak amalan itu ditolak oleh Allah.
       Contohnya; didalam sembahyang kita sebut sahaja aku sembahyang, jadi sahaja aku sembahyang  itu kita hendak letak dimana?.  Sebenarnya perkataan sahaja itu terletak dihamba, dari itu jikalau hamba membuat
satu-satu kerja tidak layaklah hamba itu meminta balasan atau bayaran, sebab Allah menyebut kepada kita hamba bukan kuli.  Jikalau kuli tidak diberi upah atau bayaran sudah pastilah kuli tersebut tidak akan membuat
sebarang kerja walaupun diperintah.  Seorang hamba apabila membuat kerja mengikut perintah tuannya bukan kerana upah atau gaji.  Sedangkan kuli membuat kerja kerana mengharapkan upah atau gaji, jadi kenalah faham
betul-betul perbezaan antara kuli dengan hamba.

Seorang hamba mendapat ganjaran atau habuan diatas ikhsan tuannya,
kerana tuan itu melihat hambanya rajin berkerja dengan ikhlas, tekun dan sabar sehingga tidak mengenal penat dan lelah, maka timbullah rasa kasihan tuannya itu kepada hambanya, lalu tuan itu memberi hadiah atau saguhati untuk hambanya.  Oleh itu kita hendak masuk syurga atau mendapat pahala bukanlah kerana amalan, tetapi kerana keikhlasan dan
juga kerana Ar-Rahman dan Ar-Rahim Allah.  Sekiranya kita masuk syurga kerana amalan kita, bermakna syurga dan pahala itu boleh dibeli dan seolah- olah baharu boleh memberi bekas.  Dari itu jikalau kita beramal dan beribadat kerana takut dosa dan hendakkan pahala, bermakna kita
dengan Allah ibarat kuli bukannya hamba, dan kiranya tidak mendapat upah atau bayaran sudah pasti tidak mahu buat kerja.

Seperkara lagi kerana takut dihukum dan juga kerana perintah, jikalau tidak sudah pasti siapa pun tidak mahu buat kerja, ini juga termasuk perkara-perkara yang tidak ikhlas.  Jikalau begitu dimanakah hendak diletakkan LILLAHITA’ALA?.  Dan jikalau kita beribadat kerana menuntut
sesuatu, dan jikalau begitu apa yang kita ucapkan tidak setentang dengan apa yang kita niatkan.  Kita ucapkan kerana Allah, tetapi kita niat kerana syurga atau pahala, tentulah ini juga termasuk didalam golongan munafik, kerana kita lakukan bukan kerana Allah, tetapi kerana hendaklah syurga dan takut pada neraka, yakni bukan kerana Allah tetapi kerana HAK Allah.

Kesimpulannya jikalau Allah tidak buat syurga dan neraka sudah mesti
kita tidak akan mengerjakan ibadat, dan jikalau kita periksa betul-betul
diri kita, pada kebiasaannya apa-apa ibadat dan amal kerana HAK TAALA, bukan kerana Allah sebenarnya.  Pembalasan syurga dan neraka itu adalah janjian Allah kepada hambanya, setimpal dengan perilaku hambanya didunia.  Baik balasannya syurga dan jahat balasannya neraka, bukanlah
bermakna disuruh hamba itu menuntutnya, kerana tugas hamba itu ialah memperhambakan dirinya zahir dan batin, dan terpulanglah kepada tuannya untuk meneracai keperhambaannya.  Kita sebagai hamba dengan ikhlas wajib
memperhambakan diri sepenuhnya.

TASAUF

Ilmu TASAUF pula diibaratkan sebagai batu jala, kita sudah pandai
menjala dan juga pandai memeriksa tempat menjala, akan tetapi jalanya
tidak ada batu, walaupun kita pandai menebar jala dan jala kita kembang, tetapi disebabkan jalan tidak ada batu, jalan tersebut kembang di atas air tidak pula turun kebawah dan matlamat untuk mendapat  ikan jadi sia-sia. Kita sudah pandai syariat dan pandai cara-cara hendak beribadat, tetapi jikalau tidak mempunyai ilmu TASAUF pahala amal kita batal.  Amal ibadat kita tetap sah, tetapi tidak ada hasil atau pahala,
walaupun sifat kehambaan itu bukanlah menuntut pahala, akan tetapi amal ibadat kita tidak ada nilaian disii Allah Taala, dan dengan sendirinya amalan kita tadi jadi sia-sia sahaja. Oleh sebab itulah kita wajib dan perlu mengetahui ketiga-tiga ilmu tersebut, terutama ilmu TASAUF, kerana ilmu TASAUF inilah hendak mengesahkan pahala amal. Usul, fekah dan tasauf pula dipecahkan kepada beberapa cabang dan rantingnya iaitu; USUL FEKAH, USULLUDIN (SIFAT DUA PULUH), USUL TAHQIQ, TASAUF IBADAT dan
TASAUF HAKIKAT.  Usulludin setakat sifat 20, dipecah kepada empat
bahagian iatu NAFSIAH, SALBIAH, MAANI dan MAANAWIYAH, dan juga dipecah kepada istiqna, istiqa, sifat kaya, sifat baqa dan tersimpulah aqidul iman.  Apakah setakat itu sudah beriman?.  Setakat usulludin hanya menceritakan dan memberitahu kita, bahawa Tuhan ada, Tuhan sedia, Tuhan
bersalahan dengan yang baharu, Tuhan kekal, Tuhan melihat, Tuhan
berkata-kata dll.  Usulludin setakat menceritakan sahaja,  tetapi yang
melihat, berkata, berkuasa, mendengar itu dimana?.  Lazimnya usulludin terhenti disini sahaja dan jika ditanya Tuhan itu ada dimana, paling tinggi jawapannya Tuhan itu tidak bertempat. Tidak bertempat macammana?
pasti tidak dapat jawapannya dan kesudahannya dikatakan soalan bodoh atau soalan orang gila.  Sebab itu kita perlu tahu dan mempelajari USUL TAHQIQ selepas usulludin, kerana dengan USUL TAHQIQlah kita dapat
menyatakan Tuhan, iaitu yang mendengar, yang berkata dll tadi itu dimana?.  Dengan usul tahqiqlah soalan-soalan tadi akan terjawab.
Ibarat kita tanam padi dari membajak, menuai sehingga menyimpan itulah usulludin. Tetapi  usul tahqiq diusahakan sehingga jadi beras, jadi nasi dan dicampur lauk pauk baharulah sempurna dimakan (sempurna amal).
Cara-cara hendak memasak pun perlu diketahui, takut kalau-kalau nasi jadi lembik atau mentah, kerana tidak tahu menyukat air dsb.  Cara-cara dan petua untuk menjadikan nasi itu sempurna kita ibaratkan TASAUF HAKIKAT.  Tasauf ibadat pula hanya setakat untuk mengelakkan daripada
riak, ujub, takabur, dll.  Tasauf hakikat menyentuh tentang ketuhanan, kesedapan beramal dan kemanisan serta kelazatan dalam amal, ibarat nasi yang berlauk, bukan makan  nasi semata. Apakah dihari ini kita sudah mendapat kemanisan dan kelazatan dalam beramal dan apakah yang
sebenarnya yang dikatakan kemanisan dan kelazatan ?  Oleh sebab itulah menjadi kewajipan kepada kita untuk mencari dan mengetahui ketiga-tiga ilmu tadi, supaya boleh mengetahui dan menghayati kemanisan dan
kelazatan  dalam beramal.  Setengah-setengah pendapat mengatakan, tidak sembahyang tidak boleh duduk, gelisah dan sebagainya, itu yang katakan
mereka kemanisan dan kelazatan.  Jikalau setakat itu masih diperingkat ketagih, seperti orang ketagih rokok, tidak merokok tidak boleh duduk, gelisah dan sebagainya, yang itu bukan lagi kemanisan dan kelazatan
namanya.
Yang dimaksudkan kemanisan dan kelazatan itu tidak siapa yang boleh
menghuraikannya, hanya diri sendiri atau mereka yang biasa menempuhinya atau menikmatinya.  Dengan cara ini baharulah kita akan mengetahui amalan kita itu diterima atau tidak.  Untuk mencapai  ketahap ini ialah
dengan jalan MAARIFATULLAH iaitu mengenal akan Allah dengan
sebenar-benar pengenalan.  Jikalau kita tidak maarifat akan Allah, sudah pasti sama sekali kita tidak dapat melepaskan diri dari  mensyirikkan Allah.  Syirik ialah satu-satunya dosa yang tidak akan dapat keampunan, dosa-dosa lain Allah ampun, tetapi bagi dosa syirik tidak sama sekali.
Tanpa maarifat, amal ibadat tidak sempurna dan tidak akan telepas dari syirik.  Tidak maarifat ertinya tidak kenal, maka apabila tidak kenal bagaimana hendak cinta, sedangkan pepatah ada berkata “tak kenal maka tak cinta”.   Kita kata kita cinta pada Allah,  teetapi setakat mana kita cinta kepada Allah?.  Sedangkan kita tidak kenal Allah.  Apakah cinta kita kepada Allah setakat lima waktu sehari semalam sahaja?, entah-entah dalam lima waktu itu pun kita tidak dapat ingat kepada Allah, sebab tidak mengenal akan Allah.  Sembahyang maksudnya ingat,
Allah ingat kepada kita dua puluh empat jam sehari semalam, buktinya nafas kita yang turun naik tidak putus-putus duapuluh empat jam, kita ingat kepada Allah setakat lima waktu sahaja, lebih kurang lima puluh minit atau pun sejam, itupun  mungkin cacat kerana tidak maarifat.  Kata orang-orang hakikat, orang yang ulang alik pergi surau sembahyang lima waktu kerana perintah Allah itu jahat, sebab kerana perintah, tetapi
jikalau tidak kerana diperintah mungkin tidak dibuatnya, itu yang
dikatakan jahat.  Orang yang baik, ialah orang yang sentiasa ingat
kepada Allah sentiasa, setiap waktu, setiap ketika sama ada dalam
sembahyang atau di luar sembahyang.

MAKSUD SEBENAR APA ITU SYIRIK DAN APA ITU ILMU

   Firman Allah Maksudnya “Tahukah kamu orang-orang yang mendustakan agama?”  (Al Ma’un ayat 1)
Maksudnya. Maka kecelakaan  bagi orang-orang yang shalat . Orang-orang yang lalai didalam sembahyangnya” (Al Ma’un ayat 4).
Apakah Tuhan itu zalim, hinggakan orang yang sembahyang menyembahnya, hendak dilontarkan kedalam neraka wail, (orang yang lalai).  Maksud lalai disini bukanlah sembahyang melengah-lengahkan waktu atau zohor sembahyang subuh tidak, magrib sembahyang isyak tidak, (begitulah setengah pendapat tok-tok alim zaman ini).  Sebenar lalai  yang dimaksudkan oleh Allah itu ialah orang yang didalam sembahyangnya ingat
selain dari Allah, tidak kira orangitu ulamakkah, tok alimkah, tok
lebaikah atau sesiapa sahaja, asalkan lalai didalam sembahyangnya masuk neraka.  Orang-orang yang begini lalai pun kena dan dusta pun kena.
Sebab apa dikatakan dusta?.  Sebab tidak kenal, hendak ingat kepada
seseorang itu mestilah kenal  terlebih dahulu, tidak kenal tetapi dia kata dia ingat.  Terang-terang orang itu berdusta. Sebab itu layaklah orang seperti itu dihumban oleh Allah kedalam neraka
  Sebagai contoh; seorang jejaka ingat kepada seorang gadis, jejaka
tersebut ingat sampai termimpi- mimpi, sebab jejaka tersebut kenal
dengan gadis itu.  Allah jadikan kita untuk mengenalnya dan Allah kenal
akan kita baharu ada kenal mengenal antara satu sama lain.  Jikalau kita sahaja yang ingat, bukan dinamakan cinta, tetapi dipanggil angau.  Orang bercinta jikalau tidak dapat lihat orang yang dicintai, dapat pandang bumbung rumah kekasihnya pun sudah cukup.  Sebab itu jikalau hendak
cinta pada Tuhan, kenalah kenal betul-betul.
Hadis saw: Bertanya sahabat kepada Rasulullah, “Apa amal yang paling
afdhal ya Rasulullah?” Sabda Rasulullah, “Maarifatullah”. Bertanya lagi sahabat kepada Rasulullah.”Amal apa yang terlebih pahalanya ya Rasulallah?’.  Jawab Rasulullah, “Maarifatullah”.  Bertanya lagi kali ketiga oleh para sahabat, dan pada kali ini sahabat bukan lagi bertanya,
tetapi membangkang.  “Kami bertanya dari segi amal, kenapa engkau menjawab dari segi ilmu ya Rasulullah?’.  (maarifatullah itu kaedah ilmu bukanlah kaedah amal).  Menjawab Rasulullah, “Sedikit beramal dengan
mengenal Allah, terlebih munafaat, banyak beramal dengan tidak mengenal Allah tiada munafaat!”. Tujuan para sahabat bertanya kerana mereka tamak akan pahala, kerana mereka hendak bersungguh-sungguh beramal dengan yang banyak pahala, dan yang kurang pahala mereka hendak ringankan.
   Kita selalu dengar dan terbaca didalam kitab-kitab atau buku-buku iaitu perkataan AWALLUDIN MAARIFATULLAH.  Perkataan itu terdapat beberapa pendapat, atau percanggahan pendapat oleh ulamak-ulamak sekarang.  Ada yang mengatakan bahawa perkataan tersebut bukanlah
perkataan Rasulullah.
 Dengan itu perkataan MAARIFATULLAH itu ialah perkataan nabi saw ini kerana berdalilkan hadis diatas.  Akan tetapi berkemungkinan perkataan
AWALLUDIN itu ditambah oleh para ulama dahulu berdasarkan hadis diatas tadi, iaitu “Sedikit beramal dengan mengenal Allah lebih munafaat dan banyak beramal dengan tidak mengenal Allah tiada munafaat”. Jadi sebelum
kita membuat amal, wajiblah kita kenal Allah terlebih dahulu, jika tidak sia-sia sahajalah amalan kita itu.

AGAMA

   Apa erti agama?.  Erti agama ialah suruh dan tegah, iaitu di suruh
mentauhid dan ditegah mensyirikan Allah.  Agama disisi Allah hanya ISLAM sahaja, kepada yang lain seperti nasrani, yahudi dll dipanggil kaum, bukan agama.  Firman Allah
 Maksudnya
 “Katakanlah (wahai Muhammad ):’ Sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahawa Tuhan kamu hanyalah
yang esa; Oleh itu sesiapa yang percaya dan berharap akan pertemuan dengan tuhannya, hendaklah ia mengerjakan amal yang soleh Dan janganlah
ia mempersekutukan seorang pun didalam beribadat kepada Tuhannya”.
(Al-Kahfi: 110).

 SYIRIK

 Syirik terbahagi kepada dua, iaitu syirik jali dan syirik khafi.
   Syirik jali ialah syirik yang terang iaitu seperti menyembah berhala,
patung, pohon kayu atau apa-apa juga objek yang terdapat disekeliling.
Sejahil-jahil orang Islam berkemungkinan tidak akan terkena kepada syirik jali.  Syirik khafi pula ialah syirik yang tersembunyi, yang mana kita tidak sedari dan ketahui yang kita terkena kepada syirik.  Bukanlah seperti tafsiran sesetengah ulamak masa kini, yang mana mereka tafsirkan syirik khafi itu ialah syirik kecil, atau syirik halus dan oleh kerana
itu mereka meringankan dan meremehkan syirik khafi ini, seolah-olah boleh dikuis seperti seekor semut sahaja.  Sedangkan syirik khafi inilah yang paling di takuti oleh ulamak-ulamak zaman dahulu.  Walaupun syirik
khafi namanya, tetapi hukumnya tetap syirik jali, sekiranya kita tidak
mengenal Allah atau menyata akan Allah. Insyaalah kita akan buktikan di bab-bab yang akan datang.
Kita bertaubat siang malam dan pagi petang, tetapi syarat taubat tidak kita ikuti, iaitu; tinggalkan, menyesal dan tidak akan mengulangi lagi.
Bagaimana hendak ditinggalkan dan menyesal, sedangkan kita tidak ketahui kita kena syirik. Sampai ke mati pun kita tidak ketahui yang kita kena syirik.  Tetapi yang anehnya, kebanyakan cerdik pandai Islam sekarang mengatakan tidak mengapa, kerana syirik khafi ini halus, sekadar dosa kecil sahaja.  Tetapi bagi ulamak-ulamak zaman dahulu, syirik khafi inilah yang paling ditakuti oleh mereka, syirik jali tidak perlu ditakuti kerana tidak ada orang Islam yang akan kena dengan syirik jali.  Kita perlu waspada dengan syirik khafi  ini, sebab itulah kita perlu atau wajib ambil tahu tentang syirik khafi. Bagi orang-orang hakikat, sebesar zarah kena syirik khafi  seolah-olah sebesar gunung yang akan menghempap diri mereka, tetapi bagi orang-orang syariat,
jikalau sebesar gunung pun mereka menganggap seperti seekor semut, yang dengan mudah mereka membuangkannya.  Sabdu rasullallah saw; “Tidak akan
masuk syurga, jika ada walau sebesar zarah syirik”.  Ini adalah amaran yang paling keras.  Tetapi kini adakah cerdik pandai Islam mendedahkan perkara yang penting ini?.  Perkara-perkara seperti ini jarang sekali kita dengar, malahan tidak pernah ada perbincangan secara terperinci didalam masyuarat Islam kita.  Jikalau adapun datangnya dari sebilangan
kecil guru-guru hakikat, itupun mendapat tentangan dan cemuhan, dan dituduh menyeleweng, sesat dsb.  Yang paling menyedihkan ialah tuduhan dan cemuhan begitu datangnya dari apa yang dinamakan cerdik pandai Islam.  Mereka ini menyuruh kita bincang bab lain banyak-banyak, tetapi tentang hakikat jangan dikaji dan dipelajari, nanti jadi sesat atau gila isim, dan dimasukkan pula kedalam internet, iaitu didalam senarai ajaran
sesat.  Amat menyedihkan didalam bilangan yang keempat belas, ILMU
MENTAUHIDKAN ALLAH tercatit sebagai ajaran sesat.  Jadi jikalau tidak boleh mentauhidkan Allah, buat apa lagi sembahyang sampai lebam dahi, lebih baik tidak usah, buang masa sahaja.
   Syirik khafi setiap saat kita kena tetapi jikalau kita pelajari ilmu
hakikat kita tahu kita kena, sebab ada isyaratnya, ibarat lampu isyarat
yang merah.  Jikalau buat ibadat banyak-banyak, tetapi tidak tahu kena syirik, kedalam nerakalah tempatnya, kerana Allah sudah tegaskan bahawa dosa syirik adalah dosa yang tidak diampun.  Tidak kira syirik jali atau syirik khafi.  Punca-punca kena syirik sebab tidak maarifat atau mengenal Allah.  Itulah didalam Islam ada ilmu syariat, ilmu tarikat,
illmu hakikat dan ilmu maarifat, keempat ilmu ini kenalah jalan seiring, jikalau tidak nerakalah tempatnya.
Sabda nabi saw; “Beramal tanpa ilmu sesat yang amat sangat, dan berilmu tanpa amal dosa yang amat besar”.  Orang yang berilmu jikalau beramal pasti  menjadi, tetapi orang yang tidak berilmu membuat amal tidak menjadi dan sia-sia.  Ilmu apakah yang dimaksudkan?.  Jikalau ilmu sembahyang atau ilmu puasa, yakni ilmu fekah, tidak dinamakan sesat, tetapi dikatakan jahil sahaja.  Ilmu yang dimaksudkan ialah ilmu
MAARIFATULLAH, iaitu ilmu mengenal Allah, (insyaallah kita akan buktikan dibab-bab yang akan datang).  Barang siapa yang tidak MAARIFATULLAH bukan sahaja duduk didalam kesesatan, bahkan sentiasa mensyirikkan Allah.  Kaum kafir itu sesat kerana syirikkan Allah.  Jikalau kita bertanya kepada yang sedang pegang gaharu sembah  berhala, ini Tuhankah?.  Nescaya jawabnya, “bukan, tuhan alah, sambil menuding jari telunjuknya keatas.  Jikalau kepada orang Islam pula kita bertanya,
engkau sembahyang sembah apa?.  Tentu jawabnya, “sembah Allah”.  dan kita tanya lagi, dimana Allah?.  Nescaya terpinga-pingat tidak tahu
dimana, dan ada juga yang menuding jari telunjuknya keatas.  Lagi teruk dari orang kafir, kerana orang-orang kafir sembah berhala sebab tidak tahu Allah, tetapi orang Islam tahu adanya Allah dan tidak tahu dimana (tak boleh nyata).  Jikalau seperti ini, didalam neraka besok orang kafir kata, “Gua kencing luu kena”, sebab kita duduk dibawah dari mereka.
Ada juga yang berkata, “kita ini muda lagi, esok bila sudah tua kita
mengajilah”.  Perkataan begini seolah-olah mereka lebih pandai dan tahu dari Tuhan, sebab mereka tahu bila hendak mati, iaitu seperti maksud mereka mati tua.  Ada pula seorang ahli kasyaf berkata, yang beliau baharu sahaja baligh tiga tahun, sedangkan usianya sudahpun tujuh puluh tiga tahun, kerana beliau baharu tiga tahun mengenal Allah.  Kita tidak mahu baligh umur, tetapi apa yang kita mahu ialah baligh akal, maksudnya akallah yang dapat memaarifatkan Allah.

   Apakah tujuan Allah jadikan kita?. Saja-sajakah?.  Atau untuk apa?
Sedangkan kita tahu Allah itu maha kaya dan maha kuasa, jikalau Allah
tidak mencipta makluk pun tidak jadi apa-apa kepada DIA.  Tetapi apa sebabnya diciptanya makhluk?  Sebenarnya Allah ciptakan makhluk ialah untuk menyatakan akan diriNYA yang tidak nyata, jikalau DIA tidak mencipta makhluk, DIA hendak nyata dimana?.  Bagaimana pula untuk menyatakan Allah?.  Jawabnya dengan jalan MAARIFAT.  Bagaimana pula hendak MAARIFAT?.  Jawabnya dengan jalan TAUHID.

Didalam banyak-banyak makhluk ciptaan Allah, makhluk yang berbangsa insan sahajalah yang mendapat pujian dari Allah, kerana makhluk berbangsa insan sahajalah yang boleh dan lebih tepat untuk menyatakan diriNYA yang tidak nyata.

    Firman Allah;   Maksudnya:

“Sesungguhnya Aku telah menciptakan insan dengan bentuk  semulia-mulia kejadian. Kemudian kami kembalikan ketempat yang
serendah-rendahnya”    

(AT TIN: 4 dan 5).

Apakah sebabnya setelah dipujinya insan dan selepas itu dikembalikan
kepada kehinaan?.  Sebabnya, Allah jadikan insan untuk menyatakan
diriNYA yang tidak nyata, tetapi apabila insan yang tidak dapat
menyatakanNYA maka sia-sia sahajalah dijadikan insan itu.  Sebab itu jikalau insan yang tidak boleh menyatakan Allah, tidak dipanggil insan, tetapi dipanggil manusia?.  Yakni yang sia-sia didunia dan diakhirat.

Allah hanya puji insan dan bukan manusia (NasManusia), Allah puji insan yang boleh menyatakanNYA.  Insan pun masih belum selamat.
 
  Firman Allah;
Maksudnya :

“Demi masa, sesungguhnya insan (manusia)  itu didalam kerugian, kecuali insan yang beramal soleh dan berpesan-pesan kearah kebaikan dan berpesan dengan kesabaran “.
   ( Al-Asri: 1, 2 dan 3 ).

 Beriman yakni sentiasa NYATA akan Allah dan beramal soleh, sentiasa ingat akan Allah setiap masa dan detik.

 Hendak menyata akan Allah, mestilah kenal, tetapi setakat mana kita kenal akan Allah?.  Insyaalah kita akan cuba hurai dan fahamkan dengan kaedah ilmu ini di bab-bab seterusnya.  Petikan firman,

“Sesungguhnya sembahyang itu mencegah dari fahsya dan mungkar”. 

Tetapi jikalau
sembahyang tidak dapat mencegah dari fahsya dan mungkar, sembahyang itu tidak terpakai dan jikalau sebenar sembahyang ia dapat mencegah dari perkara-perkara tersebut, kerana sebenar sembahyang ialah menyata akan
Allah.  Kemungkaran yang paling besar ialah mensyirik akan Allah.
Jikalau sembahyang masih mensyirikkan Allah sampai bila-bila pun tidak dapat mencegah dari fahsya dan mungkar, kerana itu wajiblah kita ketahui bagaimana untuk dapat menyata akan Allah.  Ada juga yang berkata apabila
belajar ilmu hakikat, syariat tidak perlu ditunaikan, jikalau pendapat
seperti itu, suruhlah dia berjalan dengan kaki sebelah, atau suruh dia
letak nasi dihadapannya dan suruh nasi itu sendiri masuk mulutnya,
jikalau dia boleh lakukan bolehlah dia tinggalkan syariat.

   Perlulah ditegaskan lagi disini, bahawa SYARIAT, TARIKAT, HAKIKAT, MAARIFAT ialah satu gabungan yang utuh, yang tidak boleh dipisahkan, dan jikalau dipisahkan antara satu sama lain bermakna pincanglah amalan.

Bolehlah diibaratkan disini;  SYARIAT ibarat perlakuan kaki yang
melangkah, TARIKAT ibarat jalan yang hendak dilalui, HAKIKAT ibarat ilmu sebenar atau bulat iktikad hendak ditujui, dan MAARIFAT ibarat tempat yang sebenar hendak ditujui.  Dari itu dapatkah dipisahkan atau diceraikan antara keempat-empat gabungan tersebut?.

 RENUNGAN

 “Aku adalah perbendaharaan yang tersembunyi.  Aku ingin diketahui.
Maka aku  menciptakan  makhluk  agar  mereka mengenal Aku”

(Hadis Qudsi).

 “Aku adalah ‘Kanzun Mahfiyya’ (yang terpendam dan tertutup).    Aku ingin ditemukan dan dikenal.  Aku ciptakan makhluk agar mereka mengenal Aku.

(Hadis Qudsi).

 Sabda Rasul saw. Ilmu itu ada dua macam.  Pertama: Ilmu lisan,
sebagai hujjah Allah  dan kepada  hambanya.  Kedua: Ilmu batin yang
bersumber  dilubuk hati,  ilmu inilah  yang  berguna  untuk    mencapai tujuan pokok dalam ibadah.

 
 DOA RASULULLAH

 Ya Allah, tunjukkanlah kami bahawa kebenaran itu adalah sesuatu yang benar dan berilah kami kemampuan untuk mengikutinya.  Dan tunjukkanlah kepada kami bahawa kebatilan itu adalah sesuatu yang batil, maka itu berikanlah kami kemampuan menjauhinya”. (hadis Nabi).

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai