Surah Yasin dan Tahlil Singkat di Jamin Lengkap

Surah yasin dan tahlil sudah biasa di baca pada acara selamatan atau
memperingati (mendoakan) orang meninggal, seperti acara 40 harian, 100 harian, bahkan 1000 harian orang yang sudah meninggal tersebut. Bacaan tahlil dan doa nya biasanya terkenal di kalangan muslim  NU (Nadlatul Ulama’). Seperti halnya ketika kita beribadah, sebelum atau sesudahnya pasti kita akan membaca doa.

Berikut susunan bacaan tahlil.

Doa tahlil di sini adalah doa yang sering di pakai orang-orang, tidak
terlalu panjang(singkat). Langsung saja bacaan doanya.

1. Pembukaan

Pertama, sambutan serta salam kepada para hadirin. Kemudian sebut nama almarhum agar para jamaah pengajian yang datang tau kepada siapa doa itu di sampaikan, dan panjatkan harapan untuk almarhum agar di terima doa kita oleh Allah.

2. Tahlil Fatihah Khususan

Kedua, kita membaca Al-Fatihah atas tuntunan pimpinan pembaca doa yang sudah di khususkan untuk almarhum yang sudah di sebut namanya. Maka jamaah pengajian akan mengikuti membaca Al-Fatihah.

3. Membaca Surah Yasin

Membaca surah yasin yang terdiri dari 83 ayat.

بسم الله الرحمن الرحيم

يسٓ ﴿١﴾

1. Yaa Siin

Yaa siin

وَٱلْقُرْءَانِ ٱلْحَكِيمِ ﴿٢﴾

2. Wal Qur’anil hakiim

Demi Al Qur’an yang penuh hikmah,

إِنَّكَ لَمِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ ﴿٣﴾

3. Innaka laminal mursaliin

Sesungguhnya kamu salah seorang dari Rasul-rasul,

عَلَىٰ صِرَ‌ٰطٍۢ مُّسْتَقِيمٍۢ ﴿٤﴾

4. ‘Alaa shirathim mustaqiim

(yang berada) di atas jalan yang lurus,

تَنزِيلَ ٱلْعَزِيزِ ٱلرَّحِيمِ ﴿٥﴾

5. Tanziilal ‘aziizir rahiim

(sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Penyayang,

لِتُنذِرَ قَوْمًۭا مَّآ أُنذِرَ ءَابَآؤُهُمْ فَهُمْ غَـٰفِلُونَ ﴿٦﴾

6. Li tunzira qauman ma undzira aabaauhum fahum ghaafiluun

agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.

لَقَدْ حَقَّ ٱلْقَوْلُ عَلَىٰٓ أَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ ﴿٧﴾

7. Laqad haqqal qaulu ‘alaa aktsarihim fahum laa yu’minuun

Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap
kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman.

إِنَّا جَعَلْنَا فِىٓ أَعْنَـٰقِهِمْ أَغْلَـٰلًۭا فَهِىَ إِلَى ٱلْأَذْقَانِ فَهُم مُّقْمَحُونَ ﴿٨﴾

8. Inna Ja’alna fii a’naqihim aghlaalan fahiya ilal adzqani fahum muqmahuun

Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tengadah.

وَجَعَلْنَا مِنۢ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّۭا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّۭا فَأَغْشَيْنَـٰهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ ﴿٩

9. Wa-ja ‘alna min baini aidiihim saddan wa min khalfihim saddan fa
aghsyainaahum fahum la yubshirrun

Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang dinding
(pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.

وَسَوَآءٌ عَلَيْهِمْ ءَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ ﴿١٠﴾

10. Wa sawaa-un ‘alaihim a-andzartahum amlam tunzirhum laa yu’minuun

Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka
ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.

إِنَّمَا تُنْذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمَنَ بِالْغَيْبِ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ ﴿١١﴾

11. Innama tunziru manittaba-adz dzikra wa khasyiyar-rahmana bil-ghaibi fabasy-syirhu bi magfiratin wa ajrin kariim

Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.

إِنَّا نَحْنُ نُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا۟ وَءَاثَـٰرَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَىْءٍ أَحْصَيْنَـٰهُ فِىٓ إِمَامٍۢ مُّبِينٍۢ
﴿١٢﴾

12. Innaa nahnu nuhyil-mautaa wanaktubu maa qaddamuu wa aatsaarahum, wa kulla syai-in ahsainaahu fii imaamim mubin

Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan.
Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh
Mahfuzh).

وَٱضْرِبْ لَهُم مَّثَلًا أَصْحَـٰبَ ٱلْقَرْيَةِ إِذْ جَآءَهَا ٱلْمُرْسَلُونَ ﴿١٣﴾

13. Wadlrib lahum matsalan ash-haabal-qaryati idz jaa-ahal-mursaluun

Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka;

إِذْ أَرْسَلْنَآ إِلَيْهِمُ ٱثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍۢ فَقَالُوٓا۟ إِنَّآ إِلَيْكُم مُّرْسَلُونَ ﴿١٤﴾

14. Idz arsalnaa ilaihimuts naini fakadz dzabuuhumaa fa‘azzaznaa bi
tsaalitsin faqaaluu innaa ilaikum mursaluun

(yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu
mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata:” Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu 

قَالُوا۟ مَآ أَنتُمْ إِلَّا بَشَرٌۭ مِّثْلُنَا وَمَآ أَنزَلَ ٱلرَّحْمَـٰنُ مِن شَىْءٍ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا تَكْذِبُونَ ﴿١٥﴾

15. Qaaluu ma antum illaa basyarum mits-lunaa wa maa anzalarrahmaanu
min syai-in in antum illaa takdzibuun

Mereka menjawab:” Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan
Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka “

قَالُوا۟ رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّآ إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُونَ ﴿١٦﴾

16. Qaalu rabbunaa ya’lamu inna ilaikum la mursaluun

Mereka berkata:” Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu.

وَمَا عَلَيْنَآ إِلَّا ٱلْبَلَـٰغُ ٱلْمُبِينُ ﴿١٧﴾

17. Wa maa ‘alaina illal balaqhul-mubiin

Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas “

قَالُوٓا۟ إِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْ ۖ لَئِن لَّمْ تَنتَهُوا۟ لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌۭ ﴿١٨﴾

18. Qaalu innaa tathayyarnaa bikum lail lam tantahuu lanarjuman-nakum
walayamas-sannakum minnaa ‘adzaabun aliim

Mereka menjawab:” Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu,
sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami “.

قَالُوا۟ طَـٰٓئِرُكُم مَّعَكُمْ ۚ أَئِن ذُكِّرْتُم ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌۭ مُّسْرِفُونَ ﴿١٩﴾

19. Qaaluu thaa’irukum ma’akum, a-in dzukkirtum, bal antum qaumum
musrifuun

Utusan-utusan itu berkata:” Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib malang)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas “.

وَجَآءَ مِنْ أَقْصَا ٱلْمَدِينَةِ رَجُلٌۭ يَسْعَىٰ قَالَ يَـٰقَوْمِ ٱتَّبِعُوا۟ ٱلْمُرْسَلِينَ ﴿٢٠﴾

20. Wa jaa-a min aqshal-madiinati rajuluy yas-’aa qaala yaa qaumit
tabi’ul mursaliin

Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas ia berkata:” Wahai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu,

ٱتَّبِعُوا۟ مَن لَّا يَسْـَٔلُكُمْ أَجْرًۭا وَهُم مُّهْتَدُونَ ﴿٢١﴾

21. Ittabi’uu man laa yas-alukum ajran wa hum muhtaduun

ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

وَمَا لِىَ لَآ أَعْبُدُ ٱلَّذِى فَطَرَنِى وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ ﴿٢٢﴾

22. Wa maa liya laa a’budul-ladzi fatharanii wa ilaihi turja’uun

Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakan dan yang hanya kepada-Nya kamu (semua) akan dikembalikan?

ءَأَتَّخِذُ مِن دُونِهِۦٓ ءَالِهَةً إِن يُرِدْنِ ٱلرَّحْمَـٰنُ بِضُرٍّۢ لَّا تُغْنِ عَنِّى شَفَـٰعَتُهُمْ شَيْـًۭٔا وَلَا
يُنقِذُونِ ﴿٢٣﴾

23. A-attakhidzu minduunihii aalihatan in yuridnirrahmaanu bidlurril laa tughnii ‘annii syafaa ‘atuhum syai-aw wa laa yunqidzun

Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku?

إِنِّىٓ إِذًۭا لَّفِى ضَلَـٰلٍۢ مُّبِينٍ ﴿٢٤﴾

24. Innii idzal lafii dlalaalim mubiin

Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata.

إِنِّىٓ ءَامَنتُ بِرَبِّكُمْ فَٱسْمَعُونِ ﴿٢٥﴾

25. Innii aamantu birabbikum fasma’uun

Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku.

قِيلَ ٱدْخُلِ ٱلْجَنَّةَ ۖ قَالَ يَـٰلَيْتَ قَوْمِى يَعْلَمُونَ ﴿٢٦﴾

26. Qiilad-khulil jannata qaala yaa laita qaumii ya’lamuun

Dikatakan (kepadanya): “Masuklah ke surga”. Ia berkata: “Alangkah
baiknya sekiranya kaumku mengetahui,

بِمَا غَفَرَ لِى رَبِّى وَجَعَلَنِى مِنَ ٱلْمُكْرَمِينَ ﴿٢٧﴾

27. Bimaa ghafaralii rabbii wa ja-’alnii minal mukramiin

apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan”.

وَمَآ أَنزَلْنَا عَلَىٰ قَوْمِهِۦ مِنۢ بَعْدِهِۦ مِن جُندٍۢ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَمَا كُنَّا مُنزِلِينَ ﴿٢٨﴾

28. Wa maa andzalnaa ‘alaa qaumihii min ba’dihii min jundim minas
sama-i wa maa kunnaa munziliin

Dan Kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukanpun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya.

إِن كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةًۭ وَ‌ٰحِدَةًۭ فَإِذَا هُمْ خَـٰمِدُونَ ﴿٢٩﴾

29. In kaanat illaa shaihataw wahidatan faidzaa hum khaamiduun

Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan saja; maka
tiba-tiba mereka semuanya mati.

يَـٰحَسْرَةً عَلَى ٱلْعِبَادِ ۚ مَا يَأْتِيهِم مِّن رَّسُولٍ إِلَّا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ ﴿٣٠﴾

30. Yaa hasratan ‘alal-ibaadi ma ya’tiihim mir rasuulin illa kaanuu
bihii yastahziuun

Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasulpun kepada mereka melainkan mereka selalu
memperolok-olokkannya

أَلَمْ يَرَوْا۟ كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُم مِّنَ ٱلْقُرُونِ أَنَّهُمْ إِلَيْهِمْ لَا يَرْجِعُونَ ﴿٣١﴾

31. Alam yarau kam ahlaknaa qablahum minalquruuni annahum ilaihim la yarji’uun

Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka.

وَإِن كُلٌّۭ لَّمَّا جَمِيعٌۭ لَّدَيْنَا مُحْضَرُونَ ﴿٣٢﴾

32. Wa in kullul lamma jamii’ul ladainaa mukhdlaruun

Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami.

وَءَايَةٌۭ لَّهُمُ ٱلْأَرْضُ ٱلْمَيْتَةُ أَحْيَيْنَـٰهَا وَأَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّۭا فَمِنْهُ يَأْكُلُونَ ﴿٣٣﴾

33. Wa aayatul lahumul-ardlul-maitatu, ahyainaahaa wa akhrajnaa habban faminhu ya’kuluun

Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi
yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan daripadanya
biji-bijian, maka daripadanya mereka makan.

وَجَعَلْنَا فِيهَا جَنَّـٰتٍۢ مِّن نَّخِيلٍۢ وَأَعْنَـٰبٍۢ وَفَجَّرْنَا فِيهَا مِنَ ٱلْعُيُونِ ﴿٣٤﴾

34. Waja-’alna fiiha jan-naatim min nakhiilin wa a’naabin wa fajjarnaa
fiihaa minal-’uyuun

Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami
pancarkan padanya beberapa mata air,

لِيَأْكُلُوا۟ مِن ثَمَرِهِۦ وَمَا عَمِلَتْهُ أَيْدِيهِمْ ۖ أَفَلَا يَشْكُرُونَ ﴿٣٥﴾

35. Liya ’kuluu min tsamarihii wa maa ‘amilathu aidiihim afala yasykuruun

supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?

سُبْحَـٰنَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْأَزْوَ‌ٰجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنۢبِتُ ٱلْأَرْضُ وَمِنْ أَنفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ ﴿٣٦﴾

36. Subhaanalladzii khalaqal-azwaaja kullahaa mimmaa tunbitul-ardlu wa
min anfusihim wa mimmaa la ya’-lamuun

Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.

وَءَايَةٌۭ لَّهُمُ ٱلَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ ٱلنَّهَارَ فَإِذَا هُم مُّظْلِمُونَ ﴿٣٧﴾

37. Wa aayatul lahumul lailu naslakhu minhun nahaara faidzaahum mudhlimuun

Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam;
Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka
berada dalam kegelapan,

وَٱلشَّمْسُ تَجْرِى لِمُسْتَقَرٍّۢ لَّهَا ۚ ذَ‌ٰلِكَ تَقْدِيرُ ٱلْعَزِيزِ ٱلْعَلِيمِ ﴿٣٨﴾

38. Wasy-sayamsu tajrii limustaqarril lahaa dzaalika taqdiirul-aziizil
‘alim

dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

وَٱلْقَمَرَ قَدَّرْنَـٰهُ مَنَازِلَ حَتَّىٰ عَادَ كَٱلْعُرْجُونِ ٱلْقَدِيمِ ﴿٣٩﴾

39. Walqamara qaddarnaahu manaazila hatta ‘aada kal’urjunil qadiim

Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga
(setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai
bentuk tandan yang tua.

لَا ٱلشَّمْسُ يَنۢبَغِى لَهَآ أَن تُدْرِكَ ٱلْقَمَرَ وَلَا ٱلَّيْلُ سَابِقُ ٱلنَّهَارِ ۚ وَكُلٌّۭ فِى فَلَكٍۢ يَسْبَحُونَ
﴿٤٠﴾

40. Lasy-syamsu yanbaghi lahaa an tudrikal qamara wa lallailu
saabiqun-nahaari wa kullun fii falakin yasbahuun

Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.

وَءَايَةٌۭ لَّهُمْ أَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِى ٱلْفُلْكِ ٱلْمَشْحُونِ ﴿٤١﴾

41. Wa aayatul lahum annaa hamalnaa dzurriy-yatahum filfulkil masyhuun

Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan,

وَخَلَقْنَا لَهُم مِّن مِّثْلِهِۦ مَا يَرْكَبُونَ ﴿٤٢﴾

42. Wa khalaqnaa lahum mim mitslihii maa yarkabuun

dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti
seperti bahtera itu.

وَإِن نَّشَأْ نُغْرِقْهُمْ فَلَا صَرِيخَ لَهُمْ وَلَا هُمْ يُنقَذُونَ ﴿٤٣﴾

43. Wa in nasya’ nugriqhum falaa shariikhalahum wa laa hum yunqadzuun

Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka, maka
tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.

إِلَّا رَحْمَةًۭ مِّنَّا وَمَتَـٰعًا إِلَىٰ حِينٍۢ ﴿٤٤﴾

44. Illa rahmatam minna wa mataa’an ilaihiin

Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱتَّقُوا۟ مَا بَيْنَ أَيْدِيكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ ﴿٤٥﴾

45. Wa idzaa qiilla lahumuttaqu maa baina aidiikum wa maa khalfakum
la’alakum turhamuun

Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Takutlah kamu akan siksa yang di hadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat”,
(niscaya mereka berpaling).

وَمَا تَأْتِيهِم مِّنْ ءَايَةٍۢ مِّنْ ءَايَـٰتِ رَبِّهِمْ إِلَّا كَانُوا۟ عَنْهَا مُعْرِضِينَ ﴿٤٦﴾

46. Wa maa ta’tiihim min ayatim min aayaati rabbihim illaa kaanuu
‘anhaa mu’ridliin

Dan sekali-kali tiada datang kepada mereka suatu tanda dari
tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ أَنفِقُوا۟ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ قَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لِلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَنُطْعِمُ مَن
لَّوْ يَشَآءُ ٱللَّهُ أَطْعَمَهُۥٓ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا فِى ضَلَـٰلٍۢ مُّبِينٍۢ ﴿٤٧﴾

47. Wa idza qiila lahum anfiquu mimmaa razaqakumullaahu,
qaalal-ladziina kafaruu lilladzina aamanuu, anuth’imu mal lau
yasyaa-ullahu ath’amahuu, in an tum illaa fii dlalaalim mubiin

Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Nafkahkanlah sebahagian dari rezeki yang diberikan Allah kepadamu”, maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman: “Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan, tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata”.

وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَـٰذَا ٱلْوَعْدُ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ ﴿٤٨﴾

48. Wa yaquluuna mataa hadzal wa’du in kuntum shadiqiin

Dan mereka berkata: “Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit)
jika kamu adalah orang-orang yang benar?”

مَا يَنظُرُونَ إِلَّا صَيْحَةًۭ وَ‌ٰحِدَةًۭ تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُونَ ﴿٤٩﴾

49. Maa yandhuruuna illaa shaihataw waahidatan ta’khuzuhum wahum
yakhishshimuun

Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yang akan
membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.

فَلَا يَسْتَطِيعُونَ تَوْصِيَةًۭ وَلَآ إِلَىٰٓ أَهْلِهِمْ يَرْجِعُونَ ﴿٥٠﴾

50. Falaa yastathi-’uuna taushiyatan wa laa ilaa ahlihim yarji’uun

Lalu mereka tidak kuasa membuat suatu wasiatpun dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya.

وَنُفِخَ فِى ٱلصُّورِ فَإِذَا هُم مِّنَ ٱلْأَجْدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يَنسِلُونَ ﴿٥١﴾

51. Wa nufikha fish-shuuri fa idzaa hum minal ajdaatsi ilaa rabbihim
yansiluun

Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera
dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.

قَالُوا۟ يَـٰوَيْلَنَا مَنۢ بَعَثَنَا مِن مَّرْقَدِنَا ۜ ۗ هَـٰذَا مَا وَعَدَ ٱلرَّحْمَـٰنُ وَصَدَقَ ٱلْمُرْسَلُونَ ﴿٥٢﴾

52. Qaaluu yaa wailanaa man ba’atsanaa min marqadinaa haadza maa wa ’adar-rahmaanu wa shadaqal mursaluun

Mereka berkata: “Aduhai celakalah kami? Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat-tidur kami (kubur)?” Inilah yang dijanjikan (Tuhan)
Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya).

إِن كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةًۭ وَ‌ٰحِدَةًۭ فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌۭ لَّدَيْنَا مُحْضَرُونَ ﴿٥٣﴾

53. In kaanat illaa saihataw waahidatan fa idzaahum jamii’ul ladaina muhdlaruun

Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, maka tiba-tiba
mereka semua dikumpulkan kepada Kami.

فَٱلْيَوْمَ لَا تُظْلَمُ نَفْسٌۭ شَيْـًۭٔا وَلَا تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ﴿٥٤﴾

54. Falyauma laa tudhlamu nafsun syai-aw wa laa tujzauna illaa maa
kuntum ta’maluun

Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu
tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.

إِنَّ أَصْحَـٰبَ ٱلْجَنَّةِ ٱلْيَوْمَ فِى شُغُلٍۢ فَـٰكِهُونَ ﴿٥٥﴾

55. Inna ash-haabal jannatil yauma fii syughulin faakihuun

Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam
kesibukan (mereka).

هُمْ وَأَزْوَ‌ٰجُهُمْ فِى ظِلَـٰلٍ عَلَى ٱلْأَرَآئِكِ مُتَّكِـُٔونَ ﴿٥٦﴾

56. Hum wa azwajuhum fii dhilaalin ‘alal araaiki muttakiuun

Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh,
bertelekan di atas dipan-dipan.

لَهُمْ فِيهَا فَـٰكِهَةٌۭ وَلَهُم مَّا يَدَّعُونَ ﴿٥٧﴾

57. Lahum fiihaa faakihatuw wa lahum maa yadda’uun

Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta.

سَلَـٰمٌۭ قَوْلًۭا مِّن رَّبٍّۢ رَّحِيمٍۢ ﴿٥٨﴾

58. Salaamun qaulam mir rabbir rahiim

(Kepada mereka dikatakan): “Salam”, sebagai ucapan selamat dari Tuhan
Yang Maha Penyayang.

وَٱمْتَـٰزُوا۟ ٱلْيَوْمَ أَيُّهَا ٱلْمُجْرِمُونَ ﴿٥٩﴾

59. Wamtaazul yauma ayyuhal mujrimuun

Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir): “Berpisahlah kamu (dari
orang-orang mukmin) pada hari ini, hai orang-orang yang berbuat jahat.

أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَـٰبَنِىٓ ءَادَمَ أَن لَّا تَعْبُدُوا۟ ٱلشَّيْطَـٰنَ ۖ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّۭ مُّبِينٌۭ ﴿٦٠﴾

60. Alam a’had ilaikum yaa banii aadama anlaa ta’budusysyaithaana
innahuu lakum ‘aduwwum mubiin

Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaithan? Sesungguhnya syaithan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu”,

وَأَنِ ٱعْبُدُونِى ۚ هَـٰذَا صِرَ‌ٰطٌۭ مُّسْتَقِيمٌۭ ﴿٦١﴾

61. Wa ani’buudunii, haadzaa shiraathum mustaqiim

dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.

وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنكُمْ جِبِلًّۭا كَثِيرًا ۖ أَفَلَمْ تَكُونُوا۟ تَعْقِلُونَ ﴿٦٢﴾

62. Wa laqad adlalla minkum jibilan katsiran afalam takuunuu ta’qiluun

Sesungguhnya syaithan itu telah menyesatkan sebahagian besar di
antaramu. Maka apakah kamu tidak memikirkan?

هَـٰذِهِۦ جَهَنَّمُ ٱلَّتِى كُنتُمْ تُوعَدُونَ ﴿٦٣﴾

63. Hadzihii jahannamul lati kuntum tuu’aduun

Inilah Jahannam yang dahulu kamu di ancam (dengannya).

ٱصْلَوْهَا ٱلْيَوْمَ بِمَا كُنتُمْ تَكْفُرُونَ ﴿٦٤﴾

64. Islauhal yauma bimaa kuntum takfuruun

Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya.

ٱلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰٓ أَفْوَ‌ٰهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ ﴿٦٥﴾

65. Alyauma nakhtimu ‘alaa afwaahihim wa tukallimunaa aidiihim wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanuu yaksibuun

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami
tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.

وَلَوْ نَشَآءُ لَطَمَسْنَا عَلَىٰٓ أَعْيُنِهِمْ فَٱسْتَبَقُوا۟ ٱلصِّرَ‌ٰطَ فَأَنَّىٰ يُبْصِرُونَ ﴿٦٦﴾

66. Walau nasyaa-u lathamasnaa ‘alaa a’yunihim fastabaqush-shirata
fa-annaa yubshiruun

Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka betapakah mereka dapat melihat (nya).

وَلَوْ نَشَآءُ لَمَسَخْنَـٰهُمْ عَلَىٰ مَكَانَتِهِمْ فَمَا ٱسْتَطَـٰعُوا۟ مُضِيًّۭا وَلَا يَرْجِعُونَ ﴿٦٧﴾

67. Walau nasyaa-u lamasakhnaahum ‘alaa makaanatihim famastathaa’uu muddliyyaw walaa yarji’uun

Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami robah mereka di tempat mereka berada; maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali.

وَمَن نُّعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِى ٱلْخَلْقِ ۖ أَفَلَا يَعْقِلُونَ ﴿٦٨﴾

68. Wa man nu’ammirhu nunakkishu filkhalqi afala ya’qiluun

Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian (nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?

وَمَا عَلَّمْنَـٰهُ ٱلشِّعْرَ وَمَا يَنۢبَغِى لَهُۥٓ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌۭ وَقُرْءَانٌۭ مُّبِينٌۭ ﴿٦٩﴾

69. Wa maa ‘allamnahusy-syi’ra wa maa yanbaghi lahu in huwa illa
dzikruw wa Qu’aanum mubiin

Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al Qur’an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan
kitab yang memberi penerangan,

لِّيُنذِرَ مَن كَانَ حَيًّۭا وَيَحِقَّ ٱلْقَوْلُ عَلَى ٱلْكَـٰفِرِينَ ﴿٧٠﴾

70. Liyunzira man kaana hayyan wa yahiqqal qaulu ‘alal kaafiriin

supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir.

أَوَلَمْ يَرَوْا۟ أَنَّا خَلَقْنَا لَهُم مِّمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَآ أَنْعَـٰمًۭا فَهُمْ لَهَا مَـٰلِكُونَ ﴿٧١﴾

71. Awalam yarau annaa khalaqnaa lahum mimmaa ‘amilat aidiinaa an’aaman fahum lahaa maalikuun

Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah
menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebahagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka
menguasainya?

وَذَلَّلْنَـٰهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُونَ ﴿٧٢﴾

72. Wadzallalnaaha lahum faminhaa rakuubuhum wa minha ya’kuluun

Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; maka
sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan.

وَلَهُمْ فِيهَا مَنَـٰفِعُ وَمَشَارِبُ ۖ أَفَلَا يَشْكُرُونَ ﴿٧٣﴾

73. Walahum fiiha manaafi’u wa masyaribu afala yasykuruun
Dan mereka memperoleh padanya manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?

وَٱتَّخَذُوا۟ مِن دُونِ ٱللَّهِ ءَالِهَةًۭ لَّعَلَّهُمْ يُنصَرُونَ ﴿٧٤﴾

74. Wattakhadzu min duunillahi aalihatan la’allahum yunsaruun
Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar mereka mendapat pertolongan.

لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَهُمْ وَهُمْ لَهُمْ جُندٌۭ مُّحْضَرُونَ ﴿٧٥﴾

75. Laa yastathi’uuna nashrahum wahum lahum jundum muhdlaruun

Berhala-berhala itu tiada dapat menolong mereka; padahal
berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka.

فَلَا يَحْزُنكَ قَوْلُهُمْ ۘ إِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ ﴿٧٦﴾

76. Falaa yahzunka qauluhum inna na’lamu maa yusirruuna wa maa yu’linuun

Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.

أَوَلَمْ يَرَ ٱلْإِنسَـٰنُ أَنَّا خَلَقْنَـٰهُ مِن نُّطْفَةٍۢ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌۭ مُّبِينٌۭ ﴿٧٧﴾

77. Awalam yaral-insaanu annaa khalaqnaahu min nuthfatin fa idza huwa khasiimum mubiin

Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari
setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!

وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًۭا وَنَسِىَ خَلْقَهُۥ ۖ قَالَ مَن يُحْىِ ٱلْعِظَـٰمَ وَهِىَ رَمِيمٌۭ ﴿٧٨﴾

78. Wa dlaraba lanaa matsalaw wanasiya khalqahu qaala man yuhyil
‘idhaama wahiya ramiim

Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada
kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan
tulang-belulang, yang telah hancur luluh?”

قُلْ يُحْيِيهَا ٱلَّذِىٓ أَنشَأَهَآ أَوَّلَ مَرَّةٍۢ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ ﴿٧٩﴾

79. Qul yuhyiihal ladzi ansya-ahaa awwala marratin wa huwa bikulli
khalqin ‘aliim

Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk,

ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُم مِّنَ ٱلشَّجَرِ ٱلْأَخْضَرِ نَارًۭا فَإِذَآ أَنتُم مِّنْهُ تُوقِدُونَ ﴿٨٠﴾

80. Allazi ja’ala lakum minasy syajaril-akhdlari naaran fa idza antum minhu tuuqiduun

yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu.”

أَوَلَيْسَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَ‌ٰتِ وَٱلْأَرْضَ بِقَـٰدِرٍ عَلَىٰٓ أَن يَخْلُقَ مِثْلَهُم ۚ بَلَىٰ وَهُوَ ٱلْخَلَّـٰقُ
ٱلْعَلِيمُ ﴿٨١﴾

81. Awalaisal ladzii khalaqas samaawaati wal-ardla biqaadirin ‘alaa
ayyakhluqa. mitslahum balaa wahuwal khallaqul ‘alim

Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.

إِنَّمَآ أَمْرُهُۥٓ إِذَآ أَرَادَ شَيْـًٔا أَن يَقُولَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ ﴿٨٢﴾

82. Innamaa amruhuu idza araada syai-an anyayaquula lahuu kun fa yakun

Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah
berkata kepadanya: “Jadilah!” Maka terjadilah ia.

فَسُبْحَـٰنَ ٱلَّذِى بِيَدِهِۦ مَلَكُوتُ كُلِّ شَىْءٍۢ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ ﴿٨٣ ﴾

83. Fasubhanal ladzi bi yadihii malakuutu kulli syai’in wa ilaihi
turja’uun

Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalika

4. Bacaan Tahlil

Setelah membaca surah yasin tak usah berhenti, langsung saja kita baca doa tahil yang mana seperti dibawah yakni singkat tapi lengkap. Doa seperti di bawah ini juga banyak di gunakan oleh para Ustadz dan Ulama di Indonesia.

 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ. اللَّهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ. وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ. (3 kali)
لَآاِلهَ اِلاَّاللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ وَ ِللهِ الْحَمْدُ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ (١) مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ (٢) وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ (٣) وَمِنْ شَرِّ
النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ (٤) وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ (٥)
لَآاِلهَ اِلاَّاللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ وَ ِللهِ الْحَمْدُ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (١) مَلِكِ النَّاسِ (٢) إِلَهِ النَّاسِ (٣) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ
(٤) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (٥) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
لَآاِلهَ اِلاَّاللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ وَ ِللهِ الْحَمْدُ
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (١) الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (٢) الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (٣)
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (٤) إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (٥) اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (٦)
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّآلِّينَ (٧)
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
الم (١) ذَلِكَ الْكِتَابُ لا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ (٢) الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ
وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (٣) وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا
أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ (٤) أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ
الْمُفْلِحُونَ (٥)
وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لاَ إِلَهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ (١٦٣)
اللَّهُ لا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ
وَمَا فِي الأرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ
وَلا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَلا يَئُودُهُ
حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ (٢٥٥)
للهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ
بِهِ اللَّهُ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (٢٨٤) آمَنَ
الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ
لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
(٢٨٥) لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لا
تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ
مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلا تُحَمِّلْنَا مَا لا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا
أَنْتَ مَوْلانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ )٢٨٦(
يَآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اِرْحَمْنَا (7 kali)
رَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ إِنَّهُ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ
عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا. إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
أَللّهُمَّ صَلِّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ عَلَى أَسْعَدِ مَخْلُوْقَاتِكَ نُوْرِ الْهُدَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ
وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ. عَدَدَ مَعْلُوْمَاتِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّاكِرُوْنَ. وَغَفَلَ
عَنْ ذِكْرِكَ الْغَافِلُوْنَ أَللّهُمَّ صَلِّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ عَلَى أَسْعَدِ مَخْلُوْقَاتِكَ شَمْسِ الضُّحَى سَيِّدِنَا
وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْعَدَدَ
مَعْلُوْمَاتِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّاكِرُوْنَ. وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِكَ الْغَافِلُوْنَ
أَللّهُمَّ صَلِّ أَفْضَلَالصَّلاَةِ عَلَى أَسْعَدِ مَخْلُوْقَاتِكَ بَدْرِ الدُّجَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ
وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ. عَدَدَ مَعْلُوْمَاتِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّاكِرُوْنَ. وَغَفَلَ
عَنْ ذِكْرِكَ الْغَافِلُوْنَ.
وَسَلِّمْ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ سَادَتِنَا أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ. وَحَسْبُنَا الله وَنِعْمَ
الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ. وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ (3 kali)
أَفْضَلُ الذِّكْرِ فَاعْلَمْ أَنَّهُ لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ حَيٌّ مَوْجُوْدٌ
لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ حَيٌّ مَعْبُوْدٌ
لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ حَيٌّ بَاقٍ
لاَاِلهَ اِلَّااللهُ(100 kali)
لاَاِلهَ اِلَّااللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ اَللهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِه سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ(33 kali)
اَللهُمَّ صَلِّ عَلى حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ(2 kali)
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى الهِ وَصَحْبِهِ وَبَارِكْ وَسَلِّمْ اَجْمَعِيْنَ.
)اَلْفَاتِحَةْ(

5. Doa Penutup Tahlil

Nah sekarang jika sudah membaca urutan susunan bacaan di atas, langsung yuk ke bacaan doa penutup tahlil.

اَعُوْذُبِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ، حَمْدَالنَّاعِمِيْنَ، حَمْدًايُوَافِيْ نِعَمَه وَيُكَافِئُ
مَزِيْدَه، يَارَبَّنَالَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. اَللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ
عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.
اَللهُمَّ تَقَبَّلْ وَاَوْصِلْ ثَوَابَ مَاقَرَأْنَاهُ مِنَ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَمَا هَلَّلْنَا وَمَا سَبَّحْنَا
وَمَااسْتَغْفَرْنَا وَمَا صَلَّيْنَا عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَدِيَّةً وَاصِلَةً وَرَحْمَةً
نَازِلَةً وَبَرَكَةً شَامِلَةً اِلَى حَضْرَةِ حَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا وَقُرَّةِ اَعْيُنِنَا سَيِّدِنَا وَمَوْلنَا مُحَمَّدٍ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاِلَى جَمِيْعِ اِخْوَانِه مِنَ الْاَنْبِيَآءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْاَوْلِيَآءِ
وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَآءِ الْعَالِمِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ
الْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِى سَبِيْلِ اللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالْمَلاَئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ
خُصُوْصًا اِلَى سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجَيْلاَنِيِّ
ثُمَّ اِلى جَمِيْعِ اَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ
مَشَارِقِ اْلاَرْضِ اِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا اِلَى آبَآءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَاَجْدَادِنَا
وَجَدَّاتِنَا وَنَخُصُّ خُصُوْصًا مَنِ اجْتَمَعْنَاههُنَا بِسَبَبِه وَلِاَجْلِه
اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُم
اَللهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ عَلى اَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ اَهْلِ لَآاِلهَ اِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ
رَسُوْلُ اللهِ
اَللهُمَّ اَرِنَاالْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَااتِّبَاعَهُ وَاَرِنَاالْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَااجْتِنَابَهُ
رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
اَلْفَاتِحَةْ

Itulah bacaan doa tahlil lengkap berserta susunannya yang dapat kita
amalkan stiap harinya unruk mengirim doa kepada keluarga, sahabat, dll yang telah mendahului kita menghadap ke Yang Maha Kuasa. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Doa Dhuha

Doa Dhuha Lyrics

Allahumma Innadh Dhuha-A Dhuha-Uka
Wal Bahaa-A Bahaa-Uka
Wal Jamaala Jamaaluka
Wal Quwwata Quwatuka
Wal Qudrata Qudratuka
Wal Ishmata Ishmatuka

Allahuma Inkaana Rizqi Fis Samma-I Fa Anzilhu
Wan Inkaana Fil Ardhi Fa-Akhrijhu
Wa Inkaana Mu’asiran Fayassirhu
Wa Inkaana Haraaman Fathahhirhu
Wa Inkaana Ba’idan Fa Qaribhu

Bihaqqiduhaa-Ika Wa Bahaaika
Wa Jamaalika Wa Quwwatika Wa Qudratika
Aatini Maa Ataita Min’Ibadikash Shalihin

Ya Allah
Sesungguhnya Waktu Dhuha itu DhuhaMU
Kecantikannya KecantikanMU
Keindahannya KeindahanMU
Kekuatannya KekuatanMU
Kekuasaannya KekuasaanMU
Perlindungannya PerlindunganMU

Ya Allah
Jika rezeki masih di langit, turunkanlah
Jika di bumi, keluarkanlah
Jika sukar, permudahkanlah
Jika haram, sucikanlah
Jika jauh, dekatkanlah

Berkat waktu Dhuha
KecantikanMU, keindahanMU
KekuatanMU, kekuasaanMU

Limpahkan kepadaku segala
Yang Engkau telah limpahkan
Kepada hamba-hambaMU yang soleh

************************************Bacaan Doa Setelah Sholat Dhuha Lengkap dengan Niat Arti dan Tata Cara

Doa Sholat Dhuha – Halo saudaraku, selamat datang di Hidup Simpel, kali ini kita akan membahas tentang Doa Sholat Dhuha. Eh tidak hanya
tentang doa sholat dhuha saja, saya juga di sini akan membahas tuntas segala sesuatu yang berkaitan dengan sholat dhuha, sholat sunnah, shalat dhuha, surat pendek yang di baca dalam sholat, filosofi sholat, surat adh dhuha, niat shalat, dan sebagainya

Sebelum itu kamu sudah tahu belum manfaat dan keutamaan sholat dhuha?
kalau belum baca artikel ini ya sampai selesai, biar kita menjadi lebih semangat lagi dalam melaksanakannya.

Sholat dhuha merupakan sunah yang disyariatkan oleh Rasulullah Saw.
Selain nantinya saya akan menunjukkan doa Sholat Dhuha secara lengkap, saya di sini juga akan menjelaskan secara tuntas segala hal yang berkaitan tentang sholat dhuha.

Berikut Informasi lengkapnya untuk saudara.

daftar isi

1 Doa Sholat Dhuha Lengkap
2 Niat Sholat Dhuha
3 Sholat Dhuha
o 3.1 Tata Cara Sholat Dhuha
 3.1.1 Niat Sholat Dhuha dan Rukunnya

 3.1.2 Bacaan Sholat Dhuha
4 Waktu Sholat Dhuha
5 Dzikir Setelah Sholat Dhuha
6 Manfaat dan Keutamaan Sholat Dhuha

o 6.1 Praktis namun Pahalanya Seperti Sedekah

o 6.2 B. Sholat Dhuha Sebagai Investasi Amal Cadangan

o 6.3 C. Ghanimah (Keuntungan) Besar
o 6.4 D. Tercukupi Kebutuhan Hidupnya
o 6.5 E. Menjaga Keimanan >
o 6.6 Menjaga Kondisi
o 6.7 Penghilang Stress
o 6.8 Pahala Seperti Umrah
o 6.9 Dibangunkan Rumah di Surga
o 6.10 Bersama Rasulullah di Surga
o 6.11 Manfaat Sholat Dhuha Untuk Kesehatan

 6.11.1 1. Olahraga yang tak disadari

 6.11.2 2. Memperlancar Peredaran darah

 6.11.3 3. Obat Bagi Penyakit Dalam
 6.11.4 4. Menjadikan Wajah Cantik dan Berseri

7 Sholat Dhuha Berapa Rakaat
8 Tips dan Trik Sholat Dhuha Bagi Pekerja Kantor

9 Filosofi Doa Sholat Dhuha dan Sholat Dhuha

o 9.1 1. Ingat Kepada Allah
o 9.2 2. Perwujudan Syukur
o 9.3 3. Tawakal
10 Ceramah Sholat Dhuha
11 Related

Doa Sholat Dhuha Lengkap

Bacaan doa sesudah sholat dhuha lengkap

doa setelah sholat dhuha
Kalau masing bingung membacanya berikut bacaan latinnya

Doa sholat dhuha lengkap latin

ALLAHUMMA INNADHDHUHA-A DHUHA-UKA, WALBAHAA-ABAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWAATUKA, WAL QUDROTA QUDROTUKA, WAL ‘ISHMATA ISHMATUKA.

ALLAHUMA INKAANA RIZQII FISSAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI
FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’SIRON FAYASSIRHU, WAINKAANA HAROOMAN FA
THOHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QORIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDROTIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHOOLIHIiN.

Artinya

“Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha itu adalah dhuhamu, keagungan itu merupakan keagunganmu, keindahan itu merupakan keindahanmu, kekuatan itu adalah kekuatanmu, kekuasaan itu adalah kekuasaanmu”, dan penjagaan-penjagaan adalah penjagaanmu.

“Ya Allah, jika rezeki aku masih di langit maka turunkanlah, jika ada di dalam bumi maka keluarkanlah, jika sulit maka mudahkanlah, apabila itu haram maka sucikanlah, jika jauh maka dekatkanlah”.

“Demi kebenaran dhuhamu, keagunganmu, keindahanmu, kekuatanmu dan kekuasaanmu, berikanlah kepadaku sebagaimana apa yang engkau berikan kepada hambamu yang sholeh”.

Niat Sholat Dhuha

niat mau melaksanakan sholat dhuha

latin: ” Ushollii sunnaatadluhaa rak’ataini mustaqbil alqiblati adaa-a llillaahi ta’aala.”

Artinya

“Saya berniat sholat dhuha 2 rakaat menghadap kiblat karena allah ta’ala”.

Kalau mau 4 rakaat sekaligus bisa mengubah bacaan niat 2 rakaat menjadi 4 rakaat dengan menyebut ‘arbaa’ata rok’ataini.

Sholat Dhuha

Setelah kita mengetahui doa sholat dhuha beserta niat yang sudah dijelaskan di atas saatnya kita membahas tuntas tentang tata cara sholat dhuha yang baik dan benar sesuai hadist.

Tata Cara Sholat Dhuha

cara melaksanakan sholat dhuha

Sholat dhuha sendiri menurut beberapa ulama harus dikerjakan minimal 2 rakaat dan paling maksimal 4 rakaat.

Dalam sholat dhuha bisa kita lakukan secara berjama’ah atau juga bisa dilakukan secara sendirian. Untuk melakukan sholat dhuha hal pertama
kali yang kita harus adalah kondisi yang suci, kemudian kita baru bisa menunaikan sholat dhuha.

Berikut tata cara sholat dhuha.

Niat Sholat Dhuha dan Rukunnya

Niat sholat dhuha bisa kita ucapkan secara lisan atau diam dalam hati.
Cara diucapkan adalah berdasarkan madzhab imam syafi’i, hal tersebut  bergantung madzhab apa yang anda ikuti, ada yang dibaca dan ada yang sekedar niat. Dalam pelaksanaannya dilakukan berbarengan dengan takbiratul ikhrom.

Bacaan niat sudah tertera sebelumnya di bab atas. Kemudian setelah melakukan takbiratul ihrom, kita membaca doa ifititah di sambung dengan surat al Fatihah. Untuk pembacaan surat sehabis surat al Fatihah bisa sembarang, terserah mau menggunakan surat apa (untuk surat yang afdhal dibaca, kita akan bahas setelah ini).

Bagi yang sudah tahu dari sini bisa di skip ke subbab selanjutnya (bacaan sholat dhuha), ini hanya penjelasan tambahan tentang rukun sholat dhuha.

Setelah membaca surat, kita melakukan ruku’ dan membaca tasbih tiga kali. Lalu bangkit dari ruku’ dilanjutkan dengan gerakan i’tidal dan membaca bacaan i’tidal.

Sujud pertama lalu membaca tasbih tiga kali, disambung dengan duduk diantara dua sujud kemudian membaca tasbih tiga kali. Dilanjutkan
kembali dengan sujud yang kedua dengan bacaan yang sama yaitu tasbih sebanyak tiga kali.

Ketika rakaat pertama selesai, digenapkan dengan rakaat ke-2 sampai kita melakukan tasyhhadud akhir dan melakukan salam.

Kalau ingin jelasnya lagi, berikut video tentang tata cara sholat dhuha

Bacaan Sholat Dhuha

Kalau menurut beberapa referensi beberapa buku, mengatakan bahwa lebih afdholnya ketika sholat dhuha adalah saat di rakaat pertama kita baca surat Asy-Syam dan untuk rakaat ke-dua surat Al -lail.

Kalau pendapat dari Ibnu hajar al-Atsqolani, beliau menyarankan untuk raka’at pertama membaca surat al-Kafirun dan pada raka’at kedua membaca surat al-Ikhlas

Tidak ada salahnya kita membaca surat Adh-Dhuha juga karena di dalam surat tersebut terdapat nilai-nilai penting yang bisa kita pahami, hayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebenarnya sih masalah tentang surat untuk bacaan sholat dhuha tidak ada keterangan resmi yang berasal dari Rasulullah mengenai surat apa yang harus dibaca. Silahkan membaca surat alqur’an apa saja sesuai keinginan kita, tetapi sebaiknya sih kita membaca surat yang sesuai dengan kebutuhan kita pada saat itu.

sholat dhuha

Waktu Sholat Dhuha

waktu mulai dan berakhir sholat dhuha

Sholat dhuha merupakan shalat di pagi hari selepas sholat shubuh, jadi waktunya adalah setelah terlihat matahari terbit dari timur sampai memasuki waktu zhuhur.

Dari sini kita ketahui bahwasanya waktu sholat dhuha dibagi menjadi 2 yaitu:

Pertama, awal waktu dhuha yaitu setelah matahari terbit dan meninggi hingga setinggi tombak yaitu kira-kira 15 menit setelah matahari terbit.

Kedua akhir waktu, yaitu dekat dengan waktu syawal saat matahari akan tergelincir ke barat.

Kira-kira waktu atau jam yang diperbolehkan dimulainya sholat dhuha adalah jam 06.00 pagi, beberapa ulama menetapkan jam 08.00 (terserah
anda memilih yang mana, sama-sama afdhol kedua penetapan itu). sampai batas waktu paling terakhir untuk melaksanakan sholat dhuha adalah jam 11.00 atau waktu mendekati zhuhur.

Sumber lain yaitu berdasarkan fatwa dari Saudi Arabia (Al Lajnah Ad Da-imah) mengatakan bahwa waktu yang bisa kita memulai untuk sholat dhuha adalah sekitar 15 menit setelah matahari terbit.

Untuk waktu yang utama menunaikan sholat dhuha adalah ketika kondisi sudah semakin panas, berikut dalilnya.

dalil waktu afdhol sholat dhuha

An Nawawi begitu juga dengan sya’fi’iyah menyetujui akan hadist tersebut menjelaskan tentang hadits tersebut bahwasanya hal tersebut adalah waktu utama untuk menunaikan sholat dhuha meskipun boleh juga dilaksanakan awal matahari terbit sampai waktu zawal.

Mengenai hadist yang berkaitan tentang waktu sholat dhuha dijelaskan dalam hadist qudsi yaitu

hadist tentang penetapan waktu sholat dhuha

artinya: ” Allah berfirman: “wahai anak Adam, jangan sekali-kali kamu malas untuk mengerjakan 4 rakaat pada waktu permulaan siang (sholat dhuha), niscaya pasti akan aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya”.”

Dzikir Setelah Sholat Dhuha

cara doa sholat dhuha

Wah kayaknya ini khusus yah buat mereka yang punya banyak waktu luang di pagi harinya. Biasanya sih di antara kita jarang yang melakukan dzikir setelah sholat dhuha kecuali sangat luang sekali, karena pada umumnya di Indonesia, aktifitas produktif baik dalam dunia kerja maupun pendidikan
biasanya dimulai pada jam 08.30.

Ada beberapa ulama yang menyarankan untuk membaca surat al ma’tsurat, membaca 99 asmaul husna, dan ada yang menyarankan membaca surat pilihan dalam alqur’an seperti Yaasin, Al Waqi’ah, Ar Rohmaan dan al Mulk.

Berikut secara umum dzikir yang bisa kita baca setelah sholat dhuha

1. bacaan dzikir setelah sholat dhuha

Kita bisa baca sesuai keinginan kita, bisa 3 kali, 11 kali dan 33 kali

2. bacaan dzikir setelah sholat dhuha

Setelah selesai membaca istighfar kita diperkenankan untuk melanjutkannya dengan membaca kalimat tasbih sebanyak 100 kali

3. bacaan dzikir setelah doa sholat dhuha

Kemudian kita lanjutkan dengan membaca sholawat ke atas nabi sebanyak 33 kali – 100 kali.

Itu untuk yang umum, bagaimana untuk dzikir setelah sholat dhuha yang khusus.

Yah, ada buku referensi khusus bagi anda yang ingin mendalaminya lebih lagi, yaitu kitab I’aanatuth Thalibiin juz 1 karya Sayyid Abu Bakar
Muhammad Syatha ad-Dimyathi. Kita bisa mendapati keterangan doa dan dzikir dalam kitab tersebut pada halaman 255 yang mana beliau dapatkan dan nukil dari kitab Masalikul Qariib.

Berikut doa sholat dhuha dan zikirnya berdasarkan kitab tersebut:

1. bacaan dzikir setelah sholat dhuha

2. bacaan dzikir setelah sholat dhuha

3. Setelah membaca dzikir diatas kita lanjutkan dengan membaca doa seperti ini

bacaan dzikir setelah sholat dhuha

Sebenarnya dzikir itu bisa kita lakukan sebelum atau sesudah sholat dhuha, tergantung kitanya saja sih.

Manfaat dan Keutamaan Sholat Dhuha

Manfaat dan keutamaan doa sholat dhuha ini sangat banyak sekali. Sholat dhuha selain ditinjau dari pahala untuk akhirat kita ternyata juga dilihat dari segi kesehatan

Praktis namun Pahalanya Seperti Sedekah

manfaat dan keutamaan sholat dhuha

Diantara keutamaan atau manfaat sholat dhuha ini adalah apa yang diriwayatkan oleh Muslim, Abu Daud dan Ahmad dari Abu Dzar bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi.

Semua kebaikan adalah sedekah meskipun kebaikan itu kelihatan kecil seperti berdzikir, tersenyum dan lainnya. Seandainya kita repot karena banyak tugas pekerjaan kita bisa mengganti semuanya itucukup dengan mengerjakan dua rakaat sholat dhuha. Praktis namun pahalanya seperti sedekah.

Sebagaimana yang diriwayatkan

dalil sholat dhuha

B. Sholat Dhuha Sebagai Investasi Amal Cadangan

manfaat sholat dhuha

Kita tahu bahwa fungsi dari sholat sunah adalah sebagai penyempurna bagi Sholat wajib 5 waktu. Kita juga tahu bahwasanya sholat wajib merupakan amalan pertama kali yang dihisap.

Apabila sholat kita baik maka bisa diperhitungkan untuk amalan selanjutnya, tetapi jika sholat kita buruk maka sudah tidak ada perhitungan amalan selanjutnya. Kita bisa gunakan sholat dhuha sebagai
investasi amal cadangan.

Jadi dengan kita melakukan sholat dhuha setiap harinya kita sama saja sedang berinvestasi amalan cadangan yang insya Allah bisa menyempurnakan kekurangan sholat wajib kita.

C. Ghanimah (Keuntungan) Besar

manfaat sholat dhuha

Pada suatu ketika Rasulullah SAW mengirim pasukan muslimin untuk berperang melawan musuh Allah. Akhirnya mereka memperoleh kemenangan yang gemilang dan mendapatkan harta rampasan yang melimpah.

Banyak sekali orang-orang yang ramai membicarakan singkatnya peperangan kaum muslimin tersebut dan banyaknya harta rampasan perang atau ghanimah yang mereka dapatkan.

Kemudian Rasulullah SAW menjelaskan ada yang lebih utama dan lebih baik dari mudahnya memperoleh kemenangan dan harta rampasan perang, apa itu?

Sholat Dhuha. Berikut hadistnya

dalil sholat dhuha

artinya:

Dari Abdulloh bin Amr bin Ash, ia berkata “Rasulullah SAW mengirim pasukan perang, lalu pasukan itu mendapatkan harta rampasan perang yang banyak dan cepat kembali (dari medan perang). Orang-orangpun (ramai) memperbincangkan cepat selesainya perang, banyaknya harta rampasan, dan cepat kembalinya mereka. Maka Rasulullah SAW bersabda “Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang lebih cepat selesai perangnya, lebih banyak harta rampasan dan cepatnya kembali? (yaitu) orang yang berwudhu kemudian menuju masjid untuk mengerjakan sholat sunah dhuha.
Dialah yang lebih cepat selesai perangnya dan lebih cepat kembalinya.”(H.R Ahmad).

Makanya yang rajin doa sholat dhuha dan sholatnya.

D. Tercukupi Kebutuhan Hidupnya

sholat dhuha dalam pemenuhn kebutuhan hidup

Perkembangan zaman sudah sedemikian rupa. Tantangan semakin besar dari waktu ke waktu. Kita lihat sekarang banyak sekali orang yang lalai mengingat Allah karena begitu kerasnya mereka bekerja untuk penghidupannya.

Anehnya, meskipun waktunya sudah dicurahkan untuk pekerjaannya tetap saja mereka merasa kurang tercukupi kebutuhan hidupnya.

Ingat! Allah senantiasa akan memberikan kelapangan rezeki bagi mereka yang gemar dan rajin dalam melaksanan sholat dhuha. Hal itu sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah SAW yang dijelaskan dalam hadist Qudsi dari Abu Darda’ bahwasanya Allah SWT berfirman

manfaat dan keutamaan sholat dhuha

Gimana? Allah secara langsung memberikan pernyataan bagi siapa saja yang rajin maka akan dimudahkan rezeki. Apabila bisnis anda masih stagnan cobalah untuk rajin sholat dhuha seminimalnya lah 1 tahun. Setelah itu coba anda rasakan bagaimana perkembangan bisnis anda.

Bahkan sholat dhuha digunakan perusahaan terkenal yaitu ayam bakar Mas Mono untuk mengabsen karyawannya, bisa dibayangin coba?

Sebagaimana yang dilansir dari  pemilik perusahaan yaitu Agus Pramono sudah menerapkan aturan untuk melaksanakan sholat dhuha dari tahun 2009. Selain aturan pelaksanaan sholat dhuha, perusahaan ini juga menerapkan beberapa aturan diantaranya adalah larangan merokok dan menutup toko outlet apabila di waktu pelaksanakan sholat jum’at.

Makanya gak heran apabila sekarang usahanya tersebut menjadi besar dan beromset miliaran rupiah.

E. Menjaga Keimanan

sholat dhuha menstabilkan iman

Sholat dhuha hukumnya sunah dan mengerjakan sholat dhuha pada pagi hari sangat dianjurkan. Faedah dan nilai pahala yang terkandung di dalamnya sangat banyak. Selain itu shalat dhuha bisa menjadi stabilitator bagi kondisi keimanan seorang muslim, karena fluktuasi keimanan perlu ada kontrol yang intensif, jangan sampai jatuh ke lubang kekufuran.

Menjaga Kondisi

manfaat sholat dhuha

Ketika anda bangun di pagi hari dan merasakan mood yang gak enak, cobalah untuk menunaikan sholat dhuha. Ketika anda sholat, tentunya juga dilakukan dengan khusuk, ada semacam energi yang mana energi tersebut mengusir rasa ngantuk dan kemalasan.

Maka jadikanlah sholat dhuha sebagai bekal anda untuk memulai aktifitas sehari-hari.

Penghilang Stress

Selain sehabis sholat dhuha kita merasakan batin yang tenang, ternyata bisa digunakan juga untuk mengusir stress. Ketika anda sedang merasa stress karena tekanan dari pekerjaan anda bisa gunakan sholat dhuha ini sebagai obat penghilang stress. Jangan dipendam stresnya karena bisa mendatangkan resiko berbagai macam penyakit.

Pahala Seperti Umrah

manfaat shlat dhuha seperti naik haji

Imam Tirmidzi dan Imam At-Thabrani meriwayatkan sebuah hadits yang menjelaskan bahwa bila sholat berjam’ah di masjid lalu ia berdiam di tempat sholatnya sampai tiba waktu dhuha, kemudian dia melaksanakan sholat dhuha, ia akan mendapatkan pahala seperti naik haji dan umroh diterima.Para ulama hadist merekomendasikan hadist ini kedudukannnya hasan.

Dibangunkan Rumah di Surga

Siapa diantara kita yang tidak ingin dibangunkan rumah di surga?
pastinya kita semua ingin, tapi apakah susah?

Tidak, hanya cukup kita beristiqomah sholat dhuha di pagi hari insya Allah kita akan dibangunkan rumah di surga. Hal ini sesuai dengan hadits
Rasul SAW yaitu

“Barang Siapa Sholat dhuha sebanyak 4 rakaat dan 4 rakaat sebelumnya, maka dia akan dibangunkan rumah di surga,” (Shahih al-Jami’: 634)

Bersama Rasulullah di Surga

Sebuah anugerah dan kenikmatan terbesar bagi kita apabila kita bisa berjumpa nantinya bersama Rasulullah, para nabi dan orang sholeh di surga. Dalam sebuah hadits ada keterangan bahwa dengan memperbanyak sujud di dunia akan membantu kita untuk bertemu Rasulullah nantinya.

Selain menghidupkan sunahnya beliau, sholat dhuha juga merupakan cara kita untuk selalu memperbanyak sujud

Manfaat Sholat Dhuha Untuk Kesehatan

Selain sangat bermanfaat bagi ruhani ketika, ternyata sholat dhuha juga baik bagi jasmani kita. Alasannya adalah ketika kita sholat otomatis kita juga bergerak, sehingga bermanfaat bagi kesehatan jasmani kita.
Berikut manfaat sholat dhuha untuk kesehatan.

1. Olah raga yang tak disadari

manfaat sholat dhuha untuk kesehata

kita tahu pendapat para ahli bahwasanya waktu yang terbaik untuk melakukan olahraga adalah ketika waktu di pagi hari. Nah, sholat dhuha juga demikian karena dilakukan pada pagi hari.

Makanya ketika kita sholat dhuha tanpa kita sadari kita sama saja dengan berolahraga. Dengan sholat dhuha kita menggerakkan persendian kita dari
tangan, siku, lutut sampai kaki sehingga menjaga kesehatan tulang dan otot kita.

Dengan begitu kita akan terhindar dari penyakit tulang seperti pengeroposan tulang atau osteoporosis.

2. Memperlancar Peredaran darah

manfaat sholat dhuha untuk kesehatan

Dengan kita menggerakan tubuh kita tanpa kita sadari otomatis juga memperlancar peredaran darah dalam tubuh kita. Darah senantiasa mengalir
dari organ ke organ. Contohnya, ketika kita dalam keadaan berdiri darah, darah masih belum optimal darahnya.

Tetapi ketika kita melakukan gerakan sujud yaitu posisi kepala lebih rendah daripada badan maka darah akan mengalir ke kepala dan seterusnya.

3. Obat Bagi Penyakit Dalam

Berdasarkan penelitian tentang sholat mereka menemukan bahwasanya ketika kita sholat dhuha di waktu kondisi bumi yang sudah mulai panas dapat
mengurangi resiko penyakit dalam seperti ginjal dan jantung.

Hal ini disebabkan karena ada energi panas yang mempengaruhi organ hati dan sistem pencernaan anda.

4. Menjadikan Wajah Cantik dan Berseri

manfaat sholat dhuha untuk kecantikan

Bener nih? ya iyalah. Semua wanita pasti menginginkan dirinya cantik.
Nah sholat dhuha bisa jadikan terapi untuk menjadikan wajah cantik dan berseri. Ketika anda membasuh muka dengan air wudhu, hal itu akan
membuat wajah bersih. Tidak hanya bersih air wudhu akan masuk kepori-pori kulit sehingga bisa mengencangkan kulit dan dan membuat wajah berseri.

Sholat Dhuha Berapa Rakaat

Sebenarnya sholat dhuha berapa rakaat sih? Syaikh Ash Shan’ani dalam kitabnya yang berjudul Subulus Salam bahwasanya dia berpendapat bahwa 2
rakaat sholat dhuha bisa menggantikan pahala 360 sedekah. Memang jumlah rakaat sholat dhuha berbeda-beda tetapi tiap rakaat memiliki fadhilah
dan dan pahala dari Allah SWT.

Ulama semuanya sepakat bahwa minimal melakukan sholat dhuha adalah 2 raka’at, sedangkan untuk masalah maksimalnya masih banyak ulama yang
berbeda pendapat tentang hal itu.

Madzhab Maliki, Syafi’i dan Hambali berpendapat bahwasanya maksimal jumlah raka’at sholat dhuha adalah 8 raka’at. Madzhab ini menggunakan
dalil yaitu HR. Bukhari no. 1176 dan muslim no.79 yang isinya tentang Fathu Makkah (penaklukan mekah) yang mana ketika itu Rasulullah SAW
mendatangi rumah umi Hani’ RA untuk melaksanakan shalat 8 rakaat.

Sedangkan untuk pendapat kedua yaitu maksimal jumlah raka’at sholat dhuha adalah 12 raka’at. Pendapat tersebut adalah madzab Hanafi yang
mana mengutip dari hadist Rasulullah bagi mereka yang melaksanakan 12 rakaat akan dibuatkan istana di surga (terjemahan hadist ada dibawah).

Berikut hadist Rasulullah tentang jumlah rakaat tersebut

hadist tentang dhuha

Untuk pendapat ketiga menyatakan bahwa di dalam rakaat sholat dhuha tidak ada jumlah maksimal. Syekh As-Suyuthi menguatkan pendapat ketiga
dengan berpendapat bahwasanya tidak ada sandaran bagi pendapat pertama maupun yang kedua dan tidak ada hadist yang secara jelas membatasi jumlah maksimal dalam sholat dhuha.

Tapi menurut saya pribadi 😀 saya lebih condong pendapat yang kedua, silahkan bagi pembaca mau ikut yang mana.

Tips dan Trik Sholat Dhuha Bagi Pekerja Kantor

tips sholat dhuha untuk pekerja kantoran

Ini diperuntukkan bagi anda yang menjadi pekerja sibuk di kantor.

Sebenarnya hukum sholat dhuha adalah adalah sunah dan paling dianjurkan untuk mengerjakan sholat dhuha di rumah. Hukumnya sunah dan bukan wajib
jadi tidak diperkenankan bagi kita untuk menjadikan sholat dhuha sebagai alasan meninggalkan pekerjaan yang menjadi kewajiban kita.

Kita usahan 15 menit sebelum berangkat kerja ke kantor untuk menunaikan sholat dhuha.

Berikut triknya

 1. Umumnya di Indonesia masuk kantor jam 08.00, jadi kita usahan pagi-pagi sekitar 7.45 sudah berada di kantor untuk absen setelah itu sholat dhuha.
 2. Jika cara diatas tidak bisa kita memiliki cara lain. Pertama meminta ijin kepada atasan untuk meminta waktu 15 menit untuk sholat dhuha.
Jika dijinkan kita bisa melakukan rutinitas tetapi bila tidak, fokus saja bekerja dengan niat karena Allah, insya Allah kita akan mendapatkan pahala.

Filosofi Doa Sholat Dhuha dan Sholat Dhuha

sholat dhuha

Ada-ada aja nih, bahas filosofi doa sholat dhuha dan sholat dhuha. Eh iya loh, saya kan sebelumnya sudah bilang kalau saya akan membahas tuntas tentang sholat dhuha, bahkan nantinya untuk bawah artikel ini mau saya kasih ceramah tentang sholat dhuha, gimana ?

Secara filosofis, ibadah dalam islam tidak semata-mata untuk bertujuan menyembah Allah, sebab disembah atau tidak disembah, Allah tetap Allah,
tidak mengurangi keagungannya dan kebesarannya. Esensi ketuhanan Allah tidak akan pernah berkurang sedikit pun apabila manusia dan seluruh makhluk di jagat raya tidak menyembahnya.

Ibadah merupakan upaya mendekatkan diri kepada Allah. Allah itu suci dan tidak dapat didekati kecuali oleh yang suci.

Rasa kedekatan hati seorang kepada Allah sebagai dzat yang maha suci merupakan media yang dapat mempertajam rasa kesucian seseorang. Rasa
kesucian ini sangat diperlukan manusia untuk menjinakkan hawa nafsunya agar tidak melanggar nilai-nilai aturan dan hukum yang berlaku.

Itulah sebabnya peribadatan dalam islam berfungsi sebagai riyadhad, ruhiyah (olah jiwa) dan ajaranmoral untuk menyucikan hati nurani manusia

Shalat bagi Rasulullah adalah manifestasi takwa, cinta, dan syukurnya kepada Allah. Selain itu berfungsi sebagai olahjiwa yang dapat
mendatangkan kenikmatan keindahan dan kebahagiaan. Sebagaimana telah dijelaskan dalam hadistnya bahwa Rasulullah telah mewasiatkan kepada umatnya untuk senantiasa merutinkan shalat dhuha setiap hari dan menjelaskan hikmahnya yang besar.

Selain hikmah yang beliau terangkan dalam haditsnya ternyata sholat dhuha mengandung makna filosofis yang sangat dalam. Apabila direnungkan
kita akan menyadari betapat sholat dhuha berperan penting dalam pembentukankarakter kita. Seminimalnya ada 3 makna filosofis dari
sholat dhuha, yaitu:

 1. Ingat kepada Allah
 2. Perwujudan Syukur kita kepada Allah
 3. Tawakal serta berserah diri kepada ketentuan Allah bahwa dia yang mengatur rezeki

1. Ingat Kepada Allah

Seseorang yang mengingat Allah akan berdampak besar pada hidupnya. Dia senantiasa optimis untuk mencapai masa depan dan menghadapi persoalan.
Ia meyakini bahwasanya Allah senantiasa dekat dengannya bahkan lebih dekat dari Urat Nadinya sendiri. Kesadaran akan kehadiran Allah
merupakan sumber semangat, harapan, motivasi, dan ketentraman batin.

Salah satu upaya untuk mengingat Allah adalah salah satunya mendirikan shalat dhuha, karena memang sholat dhuha juga adalah media kita untuk berdzikir. Di pagi hari merupakan saat saat pikiran masih tenang, badan masih bugar dan tenaga masih kuat.

2. Perwujudan Syukur

Bersyukur tidak hanya berarti kita berterima kasih kepada Allah saja tetapi juga ada 5 pilar pokok yang mana apabila salah satu pilar itu tidak dipenuhi maka syukur menjadi batal dan dianggap tidak bersyukur.

Ibnu Qayyim menjelaskan 5 pilar pokok tersebut yaitu:

 1. Kepatuhan orang yang bersyukur kepada Allah sebagai pemberi nikmat
 2. Mencintainya
 3. Mengakui nikmat darinya
 4. Memujinya atas nikmatnya
 5. Tidak menggunakan nikmat yang Allah berikan untuk sesuatu yang tidak diridhoinya

Dan Imam Al-ghazli menjelaskan bahwasanya bersyukur ada 4 komponen yaitu:

 1. Syukur dengan hati
 2. Syukur dengan lisan
 3. Syukur dengan perbuatan
 4. Menjaga nikmat dari kerusakan

3. Tawakal

Sifat utama orang yang beriman adalah tawakal. Dengan bahasa lain tawakal kepada Allah adalah tanda-tanda orang yang beriman. Tawakal sendiri merupakan ungkapan tentang penyandaran diri kita hanya kepada wakil (yang ditawakali).

Tentunya kita mempunyai keinginan atau cita-cita dalam hidup ini. Untuk mencapainya agama Islam menuntun kita untuk selalu berikhtiar, berdoa dan tawakal. 3 Syarat ini harus kita lakukan dengan baik dan tidak boleh hanya dilakukan salah satunya.

Ceramah Sholat Dhuha

Dalam video tersebut, ustadz Adi Hidayat memberikan ceramah sholat dhuha, berikut ulasannya:

Ceritanya adalah ketika itu Rasulullah sudah sangat lama sekali tidak mendapatkan wahyu dan mendapatkan olo-olokan dari orang kafir bahwa
beliau ditinggalkan oleh tuhannya dan tidak mendapat wahyu lagi.
Kemudian Allah langsung menurunkan 2 surat langsung yaitu surat addhuh dan surat al-Insyirah. Yang mana surat tersebut menepis perkataan orang
kafir bahwa Allah meninggalkan Muhammad.

Ustadz Adi menjelaskan bahwasanya kata Dhuha dalam surat tersebut adalah kata kiasan, dan memahaminya perlu memerlukan ilmu balaghah. Dhuha menurut beliau adalah kata yang berarti keadaan atau waktu yang sifatnya memberikan ketenangan dalam jiwa/ atau masa-masa yang menyenangkan dan menentramkan.

Sedangkan untuk ayat kedua yang berbunyi “wallayli idza sajaa” berarti malam yang sangat gulita atau hitam pekat. Ustadz Adi menjelaskan bahwa
ayat pertama dan kedua memiliki makna yang intinya Allah tidak akan pernah meninggalkan muhammad dalam masa suka (ayat pertama) maupun duka (ayat kedua) .

Bagaimana cara untuk mendekati Allah, banyak caranya salah satunya yaitu dengan sholat dhuha.

Intinya dalam ceramah beliau menjelaskan tentang keutamaan sholat dhuha.

Demikianlah tentang doa sholat dhuha beserta segala hal yang berkaitan dengan sholat dhuha seperti tata cara doa sholat dhuha, keutamaan doa sholat dhuha, manfaat doa sholat dhuha, dzikir sehabis doa sholat dhuha dan sebagainya. semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
********************************
 Cara Solat Dhuha Yang Mudah, Ringkas & Betul. Dengan Doa!  

Cara Solat Dhuha

Adakah anda sedang baca artikel tentang cara solat dhuha di pejabat?
Tentu sekali anda ialah seorang pekerja yang baik berdedikasi. Pasti disayangi oleh pentadbir dan rakan-rakan sekerja yang lain.

Atau adakah anda sedang membaca artikel tentang cara solat dhuha ini dari rumah? Jika anda seorang surirumah, bertuah sungguh suamimu.
Sanggup luangkan masa yang sedikit, mencari ilmu tentang cara solat dhuha untuk mendekatkan diri pada Allah.

Jika anda baca entri cara solat dhuha ini dari asrama atau hostel, kami yakin yang anda adalah seorang pelajar cemerlang. Susah mahu jumpa pelajar yang bukan sahaja berjaga awal, tetapi ada inisiatif untuk
mengerjakan solat dhuha.

Tahniah kami ucapkan!

Untuk pengetahuan, sumber asal artikel ini adalah terbitan Panduan Mengerjakan Solat Sunat & Surah Yasin dan Amalan Pilihan dari Universiti Sultan Zainal Abidin (Unisza), Terengganu. Cara solat dhuha ini cuma sebahagian sahaja dari keseluruhan Panduan Mengerjakan Solat Sunat.

Solat Dhuha bermaksud solat sunat yang dikerjakan pada waktu dhuha, iaitu pada saat matahari telah naik lebih kurang setinggi sebatang galah
(kira-kira 20 minit selepas terbit matahari ) hinggalah matahari berada tepat di tengah- tengah langit (sebelum menjelang Zuhur).

Anjuran Rasulullah terhadap amalan Solat Dhuha adalah sebagaimana dalam sebuah hadis Riwayat Abu Hurairah ra:

“Telah bersabda Rasulullah SAW; Barang siapa yang memelihara jaminan (yang ada pada) Solat Dhuha, terampunlah baginya dosa-dosanya, sekalipun
seumpama buih di lautan”

1. Lafaz Niat Solat Dhuha;

“Aku solat sunat Dhuha dua rakaat kerana Allah Taala” Solat Dhuha boleh dilakukan dengan dua (2) rakaat sahaja atau boleh diulang sehingga enam (6) kali solat. Bacaan dalam solat dibolehkan membaca sebarang surah. Namun begitu dicadangkan untuk membaca surah al-Shams pada rakaaat pertama dan pada rakaat kedua surah ad-Dhuha

2. Doa selesai solat Dhuha;

“Ya Allah sesungguhnya waktu dhuha itu, adalah waktu dhuha (milikMu), pancaran cahaya adalah pancaran cahaya (milik)Mu, (Segala) KecantikanMu
itu adalah kecantikan (milik)Mu, (Apapun) Kekuatan adalah kekuatan (milik)Mu, (Apa juga) qudrat adalah qudratNya, dan (segala) perlindungan itu adalah (datang dari) pelindunganNya. Ya Allah sekiranya rezekiku ada di langit maka turunkanlah ia, jika ada di bumi keluarkanlah ia, Jika ia sukar (Kau) mudahkanlah, Jika ia kotor (Kau) suci bersihkanlah, Jika ia jauh dekatkanlah, dan jika ia hampir maka permudahkanlah, dengan kebenaran dhuhaMu, pancaran cahayaMu, KecantikanMu, KekuatanMu dan QudratMu, Berikanlah aku apa yang telah Kau telah berikan (kepada) hamba-hambaMu yang soleh.”

  Doa Solat Dhuha

Sebagai alternatif, untuk doa dalam Bahasa Arab dan Bahasa Melayu,

Ya Allah
Sesungguhnya Waktu Dhuha itu Dhuha-Mu
Kecantikannya Kecantikan-Mu
Keindahannya Keindahan-Mu
Kekuatannya Kekuatan-Mu
Kekuasaannya Kekuasaan-Mu
Perlindungannya Perlindungan-Mu

Ya Allah
Jika rezeki masih di langit, turunkanlah
Jika di bumi, keluarkanlah
Jika sukar, per-Mudahkanlah
Jika haram, sucikanlah
Jika jauh, dekatkanlah

Berkat waktu Dhuha
Kecantikan-Mu, keindahan-Mu
Kekuatan-Mu, kekuasaan-Mu

Limpahkan kepadaku segala
Yang Engkau telah limpahkan
Kepada hamba-hamba-Mu yang soleh

Semoga bermanfaat!
**********************************

Bacaan Sholat Dhuha dan Doa Setelah Sholat Dhuha Serta Artinya

Bacaan sholat dhuhahampir sama dengan bacaan sholat sunat lainnya. Hanya bacaan niat
sholat, surat pendek yang dibaca serta doa setelah sholat yang agak
berbeda. Sementara bacaan dan gerakan sholat pada umumnya sama saja.
Artikel ini akan membahas semua bacaan doa yang dibaca setelah/sesudah
selesai sholat sunnah dhuha lengkap dalam tulisan bahasa arab, latin dan
terjemahannya/artinya sesuai sunnah.

Bacaan niat sholat dhuha

  اُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatad dhuhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi
ta’aala.
Aku niat melakukan shalat sunat dhuha 2 rakaat, sambil menghadap qiblat,
saat ini, karena Allah ta’ala.

Surat pendek yang dibaca
Surat pendek yang dibaca setelah membaca surat Al Fatihah adalah surat
Asy Syamsi pada rakaat pertama dan surat Ad Dhuha pada rakaat ke dua
(pendapat Imam Jalal Suyuthi dalam Hawsyil Khothiib). Pendapat lain yang
juga sama kuatnya adalah membaca surat Al Kafirun pada rakaat pertama
dan surat al Ikhlash pada rakaat ke dua (pendapat Ibnu Hajar dan Imam
Ramli). Para ulama sepakat menganjurkan untuk mengumpulkan dua pendapat
tersebut dengan membaca surat Asy Syamsi pada rakaat pertama dan Al
Kafirun pada rakaat kedua, pada 2 rakaat pertama.  Selanjutnya pada 2
rakaat selanjutnya, membaca ad Dhuha pada rakaat pertama dan al Ikhlash
pada rakaat ke dua. Untuk rakaat-rakaat selanjutnya, membaca surat al
Kafirun pada rakaat pertama dan al Ikhlash pada rakaat ke dua.

Doa setelah sholat dhuha

  اَللّهُمَّ اِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَائُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ
  قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَاءِ فَاَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى
  اْلاَرْضِ فَاَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا
  فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ اَتِنِى مَااَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

ALLAAHUMMA INNADH DHUHAA-A DHUHAA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL
JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL
‘ISHMATA ‘ISHMATUKA. ALLAAHUMA INKAANA RIZQII FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA
INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASSARAN FAYASSIRHU,
WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IIDAN FA QARRIBHU, BIHAQQI
DUHAA-IKA WA BAHAA-IKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINII
MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHAALIHIIN.

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu,
keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan
adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku,
apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada
di dalam bumi, maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila
haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu,
kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau
datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh.”
***********************************
Ini Doa Lengkap Shalat Dhuha

Sesudah sembahyang, kita dianjurkan untuk berdoa. Untuk sembahyang Dhuha, para ulama mengajarkan kita doa khusus. Doa ini dianjurkan dibaca sesudah sembahyang Dhuha. Semoga dengan doa ini Allah mengabulkan permintaan kita. Berikut ini doanya.

اَللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ وَالبَهَاءَ بَهَاؤُكَ وَالجَمَالَ جَمَالُكَ وَالقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالقُدْرَةَ
قُدْرَتُكَ وَالعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الأَرْضِ
فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ
ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

اَللَّهُمَّ بِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أُحَاوِلُ وَبِكَ أُقَاتِلُ  ثُمَّ يَقُوْلُ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ
إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Allâhumma innad dhuhâ’a dhuhâ’uka, wal bahâ’a bahâ’uka, wal jamâla jamâluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ‘ishmata
ishmatuka. Allâhumma in kâna rizkî fis samâ’i, fa anzilhu. Wa in kâna fil ardhi, fa akhrijhu. Wa in kâna mu‘siron, fa yassirhu. Wa in kâna harâman, fa thahhirhu. Wa in kâna ba‘idan, fa qarribhu bi haqqi
dhuhâ’ika, wa bahâ’ika, wa jamâlika, wa quwwatika, wa qudratika. Âtinî mâ âtaita ‘ibâakas shâlihîn.

Allâhumma bika ushâwilu, wa bika uhâwilu, wa bika uqâtilu. Rabbighfir lî, warhamnî, watub ‘alayya. Innaka antat tawwâbur rahîm. 40 atau 100 kali.

Artinya, “Tuhanku, sungguh waktu dhuha adalah milik-Mu. Yang ada hanya keagungan-Mu. Tiada lagi selain keindahan-Mu. Hanya ada kekuatan-Mu.
Yang ada hanya kuasa-Mu. Tidak ada yang lain kecuali lindungan-Mu.
Tuhanku, kalau rezekiku di langit, turunkanlah. Kalau berada di bumi, keluarkanlah. Kalau sulit, mudahkanlah. Kalau haram, gantilah jadi yang
suci. Bila jauh, dekatkanlah dengan hakikat dhuha, keagungan, kekuatan, kekuasaan-Mu. Tuhanku, berikanlah aku apa yang Kau anugerahkan kepada
hamba-hamba-Mu yang saleh.

Tuhanku, dengan-Mu aku bergerak. Dengan-Mu aku berusaha. Dengan-Mu, aku berjuang. Tuhanku, ampunilah segala dosaku. Turunkan rahmat-Mu kepadaku.
Anugerahkanlah tobat-Mu untukku. Sungguh Engkau maha penerima tobat, lagi maha penyayang.”

Untuk doa di paragraf terakhir, kita dianjurkan membacanya sebanyak 40 atau 100 kali. Keterangan perihal doa sembahyang Dhuha ini bisa ditemukan di kitab I‘anatut Thalibin, Darul Fikr, Beirut, juz I, halaman 225. (Alhafiz K)
***********************************
 Bacaan Doa Setelah Sholat Dhuha Arab Latin Lengkap Arti Terjemahannya

Doa Sholat Dhuha Merupakan judul artikel
dari blog anpasgin yang akan membahas seputar sholat sunat yang dikerjakannya di pagi hari yaitu sholat dhuha lain halnya dengan sholat sunat yang dikerjakannya di malam hari seperti menunaikan Sholat Tahajud, namun pada kesempatan ini anpasgin hanya akan memaparkan untuk bacaan
do’a setelah shalat dhuhanya saja yang juga akan dilengkapi dengan tulisan bahasa arab dan juga tulisan latin berikut arti terjemahan dari niatnya itu sendiri.

Pengertian Sholat Dhuha – Adalah sholat sunat yang dikerjakannya di pagi hari setelah terbitnya matahari atau sekitar pukul 07.00 kurang lebih hingga pukul 11.00 atau hingga menjelangnya masuknya waktu shalat dzuhur. Dan untuk jumlah raka’atnya tidak ada batasan, apakah mau 2 raka’at atau lebih yang terpenting tiap-tiap melaksanakannya harus 2
raka’at dengan satu kali salam. Contohnya jika mengerjakan sholat dengan jumlah 12 raka’at berarti salamnya harus 6 kali.

Shalat sunat dhuha ini juga merupakan salah satu wasiat kangjeng nabi Muhammad Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam seperti yang telah
di riwayatkan dalam hadist oleh imam Bukhari Muslim. Beliau telah bersabda demikian “Kekasihku (Nabi Muhammad) mewasiatkan kepadaku untuk
berpuasa tiga hari dalam tiap bulan, melakukan dua rakaat sholat Dhuha dan melakukan sholat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari Muslim).

Bacaan Doa Setelah Sholat Dhuha Arab Latin Lengkap Arti Terjemahannya

Doa Sholat Dhuha Bahasa Arab

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ،
وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ
فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا
فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Bacaan Do’a Setelah Shalat Dhuha Tulisan Latin
ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA
‘IBADIKASH SHALIHIN

Arti Terjemahan dari Do’a diatas
“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu,
kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.

Beberapa hadist yang menjelaskan tentang keutamaan melaksanakan shalat sunat di pagi hari atau sholat dhuha yaitu sebagai berikut lebih tepatnya lagi dibawah ini :

“ Sesungguhnya di Surga itu ada pintu yang disebut pintu Dhuha, maka tatkala di hari Kiamat nanti ada panggilan khatib : “ Siapakah orang  yang suka membiasakan shalat Dhuha ? Inilah pintu kamu sekalian, masuklah kamu sekalian dengan penuh Rahmat Allah SWT. “ ( HR Thabrani )

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Bersabda:
“ Siapa saja yang dapat mengerjakan Shalat Dhuha dengan langgeng,  akan di ampuni dosanya oleh Allah,sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan. “
( HR Tirmidzi )

Demikianlah pembahasan saya kali ini untuk Doa Sholat Dhuha.
Mudah-mudahan dengan adanya pembahasan diatas bisa membantu anda dan yang terpenting bisa memberikan banyak manfaat khususnya untuk saya selaku penulis dan umumnya untuk anda semua yang telah berkunjung ke Aplikasi kami. Terimakasih!!!

Penciptaan Nur Muhammad Terjemahan Daqoiqul Akhbar

Bismillaahirrohmanirrohiim…
Segala puji hanya untuk Allah swt, Tuhan semesta alam, Zat yang telah menunjukkan kita kepada agama yang telah Dia sempurnakan dan ridhoi.

Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw, insan luar biasa-yang terpilih dari sekian banyak makhluk-Nya..
Well. Pada kesempatan  ini saya akan menuliskan sepenggal isi dari terjemahan kitab Daqoiqul Akhbar fi Dzikril Jannah wa an Nar (kabar gaib tentang surga dan neraka), atau yang populer dikenal sebagai kitab Daqoiqul Akhbar di kalangan para santri tradisional maupun modern di Indonesia. Soal isi, kitab yang disusun oleh Syekh Abdurrahim bin Ahmad al-Qadhi ini memang sangat menarik dan menakjubkan. Sebagaimana tersurat dalam judulnya, kitab ini berisi berbagai riwayat dan kisah tentang kehidupan sebelum dan sesudah kematian, penciptaan makhluk, alam semesta, padang mahsyar, surga dan neraka, serta bagaimana wujud para
malaikat dan cara mereka melaksanakan tugasnya masing masing.

Selamat membaca dan semoga bermanfaat 🙂

Syahdan, dalam sebuah hadis dikisahkan bahwa Allah swt menciptakan sebatang pohon yang memiliki empat dahan dan memberinya nama “pohon keyakinan” (syajarat al yaqin). Kemudian, Allah menciptakan Nur(cahaya) Muhammad saw dalam sebuah tirai dari mutiara putih yang tampak seperti burung merak dan menaruhnya di atas pohon keyakinan. Lalu, burung merak itu membaca tasbih sekitar 70.000 tahun lamanya.

Setelah itu, Allah menciptakan “cermin kehidupan” (mirat al hayat) dan meletakannya di depan si burung merak. Ketika mematut di depan cermin, si burung merak menyaksikan dirinya sangat elok rupawan dan perilakunya pun menawan. Ia sangat malu kepada Allah hingga mengeluarkan keringat.
Konon, keringat itu menetes sebanyak 6 tetesan, kemudian Allah menciptakan:

* Abu Bakar ash-Shidiq ra
* Umar bin Khattab ra
* Utsman bin Affan ra
* Ali bin Abi Thalib ra
* Bunga mawar
* Buah padi

Menyaksikan kejadian itu, Nur Muhammad pun bersujud sebanyak 5kali.
Inilah sejarah mengapa sujud ditetapkan sebagai kewajiban atas umat manusia, dan Allah mewajibkan shalat 5 waktu kepada Nabi Muhammad dan seluruh umatnya.

Setelah itu, Allah memandang Nur Muhammad. Karena tersipu malu, Nur Muhammad pun mencucurkan keringat kembali. Kemudian Allah menciptakan:

* para malaikat dari tetesan keringat hidungnya
* kursi Arsy, Lauhul Mahfuzh, pena, matahari, bulan, beberapa hijab, bintang bintang, dan seluruh benda langit dari tetesan keringat wajahnya
* para nabi, rasul, ulama, syuhada, dan orang saleh dari tetesan keringat dadanya
* Baitul Makmur, Kakbah, Baitul Maqdis, dan bakal area masjid diseluruh dunia dari keringat punggungnya
* seluruh umat Muhammad dari tetesan keringat dua alis matanya
* kaum yahudi, nasrani, majusi, dan segolongan dengan mereka (kaum ateis, kafir dan munafik) dari tetesan keringat dua telinganya
* bumi yang terbentang dari timur kebarat beserta isinya dari tetesan keringat kedua kakinya

Kemudian Allah berfirman: “Wahai Nur Muhammad, saksikanlah apa-apa yang ada disekitarmu itu!”
Mendengar titah tersebut, Nur Muhammad segera melihat ke sekelilingnya.
Ia merasa takjub melihat nur yang ada di samping, depan dan belakangnya.
Semua nur itu tak lain adalah Abu Bakar ash-Shidiq ra, Umar bin Khattab ra, Utsman bin Affan ra, Ali bin Abi Thalib ra. Lantas Nur Muhammad pun
membaca tasbih tiada henti sekitar 70.000 tahun lamanya.

Setelah itu Allah baru menciptakan roh para nabi. Yakni Allah memandang kembali Nur Muhammad hingga malu dan berkeringat seperti sebelumnya.
Dari tetesan tetesan keringat inilah Allah menciptakan roh para nabi.
Lalu Allah menciptakan roh setiap manusia dari tetesan keringat nabi mereka masing masing.

Demikian hal nya dengan roh umat Muhammad yang beriman; mereka diciptakan dari keringat nabi Muhammad. Setelah diciptakan, seluruh umat
roh Muhammad berkata “La Ilaha ilallaah Muhammad Rasulullaah” (tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad utusan Allah)

Kemudian Allah menciptakan sebuah pelita daru batu aqiq merah yang sangat bening dan tembus pandang. Setelah itu Allah membentuk Nur
Muhammad laksana bentuk raganya tatkala diturunkan ke dunia kelak, dan meletakannya di dalam pelita tersebut. Didalam pelita itu Nur Muhammad terlihat berdiri seperti orang yang sedang shalat. Sementara itu roh para nabi yang lain mengelilingi pelita tersebut seraya terus membaca
tasbih dan tahlil.

Kira-kira 1000 tahun kemudian, Allah memerintahkan kepada semua roh untuk melihat Nur Muhammad, maka:

* mereka yang melihat kepalanya, di dunia kelak akan menjadi para khalifah atau pemimpin negara di tengah bangsanya
* mereka yang melihat dahinya adalah calon raja/ratu yang adil
* mereka yang melihat kedua matanya, di dunia nanti akan menjadi huffadz (para penghafal Qur’an)
* mereka yang melihat kedua alis matanya, di dunia akan menjadi pelukis atau seniman
* mereka yang melihat kedua telinganya, di dunia akan senantiasa suka mendengarkan dan menerima nasihat yang baik
* mereka yang melihat kedua pipinya adalah para cerdik cendikiawan yang suka berbuat kebajikan
* mereka yang melihat kedua bibirnya adalah calon orang yang akan menjadi kepercayaan para pemimpin
* mereka yang melihat hidungnya, di dunia nanti akan menjadi hakim dan dokter
* mereka yang melihat mulutnya, akan menjadi orang yang rajin berpuasa
* mereka yang melihat giginya, jika pria akan menjadi tampan rupawan, jika wanita akan menjadi cantik jelita
* mereka yang melihat lidahnya, di dunia akan menjadi duta raja
* mereka yang melihat tenggorokannya, akan menjadi mubalig, penceramah, muazin
* mereka yang melihat janggutnya, akan menjadi orang yang suka berjuang dijalan Allah
* mereka yang melihat lehernya, akan menjadi seorang pedagang, pengusaha, atau saudagar
* mereka yang melihat kedua lengannya,akan menjadi penunggang kuda dan ahli membuat pedang
* mereka yang melihat lengan kanannya, akan menjadi orang yang senantiasa berpaling dari agama Allah
* mereka yang melihat lengan kirinya, akan menjadi orang orang bodoh
* mereka yang melihat telapak tangan kanannya, akan menjadi orang yang ahli menyulam
* mereka yang melihat telapak tangan kirinya, akan menjadi tukang takar
* mereka yang melihat kedua tangannya, akan menjadi orang yang dermawan lagi cerdas
* mereka yang melihat telapak tangan kiri bagian luarnya, akan menjadi orang orang yang kikir
* mereka yang melihat telapak tangan kanan bagian luarnya, akan menjadi orang yang ahli masak
* mereka yang melihat ujung jarinya, akan menjadi seorang penulis
* mereka yang melihat jari jari kanannya, akan menjadi seorang penjahit
* mereka yang melihat jari jari kirinya, akan menjadi tukang besi
* mereka yang melihat dadanya, akan menjadi orang yang alim dan terhormat
* mereka yang melihat punggungnya, akan menjadi orang yang rendah hati dan taat pada perintah Allah
* mereka yang melihat lambungnya, akan menjadi para kesatria
* mereka yang melihat perutnya, akan menjadi orang yang bersahaja dan zuhud
* mereka yang melihat kedua lututnya, akan menjadi orang yang rajin sholat
* mereka yang melihat kedua kakinya,akan menjadi pemburu yang andal
* mereka yang melihat bawah telapak kakinya, akan menjadi orang yang suka merantau
* mereka yang hanya melihat bayangannya saja, kelak akan menjadi penyanyi dan musisi
* mereka yang tidak bisa melihat apapun dari Nur Muhammad, kelak di dunia akan menjadi bagian dari orang yahudi, nasrani, kafir, dan majusi
* mereka yang sama sekali tidak meligat apapun dan kebingungan akan apa yang harus mereka lihat, mereka inilah orang yang di dunia mengaku sebagai Tuhan, seperti fir’aun, namrud, dan tokoh besar kaum
kafir lainnya

 Disebutkan,Allah memerintahkan makhluk-Nya untuk mengerjakan shalat seperti gambar dalam tulisan AHMAD (أحمد), yakni;

* berdiri seperi huruf alif
* rukuk seperti huruf ha’
* sujud seperti huruf mim
* duduk seperti huruf dal

 Tak hanya itu, Allah juga menciptakan bentuk tubuh manusia menyerupai tulisan MUHAMMAD “محمد” (coba imajinasikan tulisan tersebut secara
vertikal), yakni;

*kepala berbentuk bulat, seperti huruf mim yang pertama
* badan seperti huruf ha’
* perut, seperti huruf mim yang kedua
* kedua kaki, seperti huruf dal

Namun perlu diingat, tak seorang kafir pun tubuhnya akan dibakar di dalam api neraka nanti dalam bentuknya yang asli, yaitu bentuk yang menyerupai tulisan Muhammad itu. Bentuk ini merupakan simbol kemuliaan.
Oleh karena itu, bentuk mereka nanti akan diubah menyerupai khinzir (read: babi) terlebih dahulu, sebelum dimasukan dan disiksa di dalam neraka kelak. Wallaahu a’lam bi showaf…

Demikianlah isi dari bab pertama yaitu PENCIPTAAN NUR MUHAMMAD.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai