Kitab lubabul hadits dan terjemahannya

lubabul hadits bab ke – 1 keutamaan ilmu dan ulama

Kitab Lubabul Hadits ini ditulis oleh Syekh JalaluddinAs-Suyuti, Oleh umat Islam beliau lebih dikenal sebagai salah seorang dari penyusun tafsir Jalalain, sebuah tafsir yang di beberapa pesantren di Indonesia sebagai kitab tafsir pegangan.
Demikian juga dengan Lubabul Hadits ini, di beberapa pesantren  juga dipakai sebagai materi dasar pelajaran hadits

Kitab ini terdiri dari 40 bab, dan tiap bab berisi 10 hadits, sehingga jumlah hadits yang ada dalam kitab ini berjumlah 400 hadits

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِابْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ. يَاابْنَ مَسْعُوْدٍ
جُلُوْسُكَ سَاعَةً فِىْ مَجْلِسِ اْلعِلْمِ لَا تَمَسُّ قَلَمًا وَلَا تَكْتُبُ حَرْفًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ عِتْقِ
اَلْفِ رَقَبَةٍ، وَنَظَرُكَ اِلَى وَجْهِ الْعَالِمِ خَيْرٌ لَكَ مِنْ اَلْفِ فَرَسٍ تَصَدَّقْتَ بِهَا فِىْ سَبِيْلِ
اللهِ، وَسَلَامُكَ عَلَى اْلعَالِمِ خَيْرٌ لَكَ مِنْ عِبَادَةِ اَلْفِ سَنَةٍ

1.Nabi Muhammad SAW berkata kepada Ibnu Mas`ud RDH :

“Ya Ibnu Mas`ud, dudukmu (walaupun sebentar) di majlis ilmu, walaupun tanpa memegang pena dan menulis satu hurufpun adalah lebih bagus daripada memerdekakan seribu raqabah (budak), pandanganmu terhadap orang alim
lebih bagus daripada seribu kuda yang kamu sedekahkan di jalan Allah
(sabilillah), salam-mu kepada orang alim lebih bagus daripada ibadah seribu tahun”.

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقِيْهٌ وَاحِدٌ مُتَوَرِّعٌ اَشَدُّ عَلَى الشَّيْطَانِ مِنْ اَلْفِ عَابِدٍ
مُجْتَهِدٍ جَاهِلٍ وَرَعٍ

2.Nabi Muhammad SAW bersabda:

satu orang  faqih (tahu hukum syariah) yang ahli wira`i (menjauhkan diri dari perbuatan yg dilarang
syariah), bagi syetan itu lebih berat daripada 1000 ahli ibadah yang bodoh, bersungguh-sungguh dalam ibadah, dan ahli wira`i.

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَفْضَلُ اْلعَالِمِ عَلَى اْلعِابِدِ كَفَضْلِ اْلقَمَرِ لَيْلَةَ اْلبَدْرِ عَلَى
اْلكَوَاكِبِ

3.Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Keutamaan orang `alim (yang mengamalkan ilmunya) mengalahkan `abid (ahli ibadah) adalah bagaikan rembulan (bulan purnama) yang mengalahkan semua bintang-bintang”.

    وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنِ انَتَقَلَ يَتَعَلَّمَ عِلْمًا غُفِرَ لَهُ قَبْلَ اَنْ يَخْطُوَ

4.Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Barang siapa berpindah tempat untuk menuntuk ilmu (syariat) maka dosanya diampuni sebelum dia melangkah.

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَكْرِمُوا اْلعُلَمَاءَ فَإِنَّهُمْ عِنْدَ اللهِ كُرَمَاءُ مُكْرَمُوْنَ

5.Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Mulyakanlah para ulama karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang mulya yang dimulyakan di sisi Allah SWT”

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ نَظَرَ اِلَى وَجْهِ الْعَالِمِ نَظْرَةً فَفَرِحَ بِهَا، خَلَقَ اللهُ
تَعَالَى مِنْ تِلْكَ النَّظْرَةِ مَلَكًا يَسْتَغْفِرُ لَهُ اِلَى يَوْمِ اْلقِيَامَةِ

6.Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Barang siapa setelah melihat wajah orang alim merasa bahagia, walaupun hanya sekali lihat haja, maka Allah SWT meciptakan dari pendangan tersebut seorang malaikat yang akan memintakan ampunan bagi orang tersebut hingga hari kiamat”.

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ اَكْرَمَ عَالِمًا فَقَدْ اَكْرَمَنِيْ، وَمَنْ اَكْرَمَنِيْ فَقَدْ اَكْرَمَ
اللهَ وَمَنْ اَكْرَمَ اللهَ فَمَأْوَاهُ الْجَنَّةُ

7.Nabi Muhammad SAW bersabda:

 “Barang siapa memulyakan orang alim maka dia benar-benar telah memulyakanku dan barang siapa memulyakaknku maka dia benar-benra telah memulyakan Allah dan barang siapa memulyakan Allah maka tempat lembalinya adalah surga”.

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَوْمُ اْلعَالِمِ اَفْضَلُ مِنْ عَبَادَةِ الْجاَهِلِ

8.Nabi Muhammad SAW bersabda:

 “Tidurnya orang alim lebih utama daripada ibadanya orang bodoh”.

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَعَلَّمَ بَابًا مِنَ الْعِلْمِ يَعْمَلُ بِهِ اَوْ لَمْ يَعْمَلْ بِهِ كَانَ
اَفْضَلَ مِنْ اَنْ يُصَلِّىَ اَلْفَ رَكْعَةٍ تَطَوُّعًا

9.Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Barang siapa mempelajari satu bab ilmu (saja), baik diamalkan maupun tidak, maka itu saja sudah lebih baik daripada shalat sunat 1000 raka`at “.

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ زَارَ عَالِمًا فَكَأَنَّمَا زَارَنِيْ وَمَنْ صَافَحَ عَالِمًا فَكَأَنَّمَا
صَافَحَنِيْ، وَمَنْ جَالَسَ عَالِمًا فَكَأَنَّمَا جَالَسَنِيْ فِى الدُّنْيَا، وَمَنْ جَالَسَنِيْ فِى الدُّنْيَا
اَجْلَسْتُ مَعِيْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

10.Nabi Muhammad SAW bersabda,

 “Barang siapa berkunjung (atau berziarah) kepada orang alim maka dia seperti mengunjungiku, barang siapa bersalaman dengan orang alim ma dia seperti menyalamiku, barang siapa duduk bersama orang alim maka dia seperti duduk bersamaku di dunia, barang siapa duduk bersamaku di dunia maka aku akan mendudukannya bersamaku di hari kiamat”.

lubabul hadits bab ke – 2 keutamaan laa ilaaha illallah

1.Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Barang siapa setiap hari mngucapkan seratus kali laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah,
maka dia akan datang di hari kiamat dengan wajah bagaikan bulan purnama.”

2.Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Dzikir paling utama adalahlaa ilaha illallah dan do`a paling utama adalah alhamdu lillah”. (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Hakim dari Jabir ra.)

3.Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Allah berfirman:  “laa ilaha illallah kalam-KU dan Aku-lah dia. Barang siapa mengucapkannya maka masuk dalam perlindungan-Ku, dan barang siapa masuk lindungan-Ku maka
aman dari siksa-Ku”. (HR. Syairazi dari Ali kwh.)

4.Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Tunaikanlah zakat badan kalian dengan perkataan laa ilaha illallah”.

5.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 “Tiada seorang hambapun yang mengucapkan laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah terkecuali Allah ta`ala berfirman: Benar hamba-Ku, Aku-lah Allah, tiada Tuhan selain Aku.
Aku persaksikan kepada kalian wahai malaikat-malaikat-Ku, Aku benar-benar telah mengampuni dosa-dosanya yang sudah terlewat dan yang akan datang”.

6.Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Barang siapa mengucapkan laa ilaha illallah secara murni dan ikhlas, maka masuk surga.”

7.Nabi Muhammad SAW bersabda ;

“Barang siapa yang awal perkaanya laa ilaha illallah dan akhir perkaannya laa ilaha illallah dan melakukan seribu kesalahan (dosa kecil) dan jika dia hidup seribu tahun, maka Allah tidak akan menanyakan satu dosapun”.

8.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 “Barang siapa yang membaca laa ilaha illallah  tanpa disertai `ujub maka terbanglah seekor burung di
bawah `arasi yang akan membaca tasbih bersama mereka yang membaca tasbih hingga hari kiamat, kemudian pahalanya dituliskan untuk dia (orang yang mambaca laa ilaha illallah tanpa `ujub).

9.Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Barang siapa mengucapkan laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah sekali, maka diampuni
dosa-dosanya walaupun banyaknya bagaikan buih di lautan”.

10.Nabi Muhammad SAW bersabda:

 “Ketika seorang mu`min lewat pekuburan dan mengucapkan laa ilaaha illallah wahdahu la syarika lahu lahul mulku walahul hamdu yuhyi wayumitu wahuwa hayyun la yamut biyadihil khairu wahuwa ala kulli syai-in qadirun, maka Allah menerangi semua kuburan tersebut, mengampuni dosa yang membacanya, menulis sejuta kebaikan baginya, mengangkat baginya sejuta derajat, menghabus darinya sejuta kejelekan (dosa kecil)”.

lubabul hadits bab ke – 3 keutamaan basmalah

1.Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Tidaklah seorang hamaba mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim , terkecuali melelehlah syetan seperti melelehnya timah diatas api”.

2.Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Tidaklah seorang hamba mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, terkecuali Allah SWT memerintahkan malaikat yang mulia dan pencacat alam agar menuliskan dalam timbangannya (catatan amalnya) 400 kebaikan”.

3.Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Barang siapa membaca Bismillahirrahmanirrahim , walaupun sekali, maka taktersisa seluruh dosa – dosanya”. (Maksudnya seluruh dosa-dosa kecilnya diampuni red.)

4.Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Barangsiapa menulis basmalah dengan membaguskannya dan mengagungkan Allah, maka diampuni dosa yang sudah lalu dan yang akan datang”.

5.Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Ketika salah satu dari kalian menulis Bismilla hirrahmanirrahim , maka panjangkanlah arrahmani “.

6.Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah SWT menghiasi langit dengan bintang-bintang dan menghiasi malaikat dengan malaikat jibril dan menghiasi surga dengan bidadari dan istana-istana dan menghiasi para Nabi dengan Nabi Muhammad SAW dan menghiasi hari – hari dengan hari jum`at dan menghiasi malam – malam dengan malam lailatul qadar dan menhiasi bulan – bulan dengan bulan Ramadhan dan menghiasi masjid – masjid dengan ka`bah dan menghiasi kitab – kitab dengan Al-Qur`an dan menghiasi Al-Qur`an dengan Bismillahirrahmanirrahim”. An

7.Nabi Muhammad SAW bersabda:

 “Barang siapa yang mengucapkan Bismilla hirrahmanirrahim  maka namanya dicatat sebagai orang baik dan dibebaskan dari sifat kufur dan nifak”.

8.Nabi Muhammad SAW bersabda:

 Barang siapa mengucapakan Bismillahirrahmanirrahim  maka diampuni dosa-dosanya yang sudah lewat (maksudnya dosa kecil)”

9.Ketika seseorang berdiri mengucapkan basmalah dan shalawat dan salam kepada Nabi, keluarga, dan sahabatnya maka ketika ada orang–orang menggunjingnya maka Allah akan mencegahnya.

10.  Ketika seseorang duduk dan mengucapkan basmalah, shalawat dan salam kepada Nabi, keluarga, dan sahabatnya maka Allah SWT akan mengutus Malaikat yang menjaganya dari orang–orang yang menggunjingnya sehingga mereka tidak bisa melakukannya.

 lubabul hadits bab ke – 4 keutamaan shalawat atas nabi saw

1. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Barang siapa mengucapkan shalawat
untukku sekali, maka Allah memberi shalawat untuknya sepuluh kali.”
(H.R. Muslim, Abu Daud, Nasaiy, dan Ibnu Hibban dari Abi Hurairah )

2. Nabi Muhammad SAW bersabda:

 “Barang siapa bershalawat kepadaku 1000 kali maka takkan meninggal dunia sehingga diberikan kabar gembira masuk surga”.

3. Nabi Muhammad SAW bersabda :

 “Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, maka karenanya Allah bershalawat sepuluh kali baginya. Barang siapa bershalawat kepadaku sepuluh kali, maka karenanya Allah bershalawat seratus kali baginya. Barang siapa bershalawat kepadaku seratus kali, maka karenanya Allah bershalawat seribu kali baginya.
Barang siapa yang bershalawat seribu kali maka takkan disentuh api neraka”.

4. Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Barang siapa lupa bershalawat kepadaku, maka benar – benar telah menyimpang dari jalan surga”.

5. Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Sesungguhnya orang yang lebih utama bersamaku di hari kiamat adalah orang yang paling banyak bershalawat kepadaku”. (HR. Bukhari dan Ibnu Hibban dari Ibnu Mas`ud ra.)

6. Nabi Muhammad SAW bersabda :

 “Shalawat kalain kepadaku itu pengahncur (dosa-dosa)”.

7. Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Barang sipa bershalawat di setiap malam jum`at sebanyak 40 kali maka Allah menghapus semua dosa-dosanya”.

8. Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Tiadalah sebuah do`a terkecuali diantara do`a tersebut dan langit ada hijab hingga dibacakan shalawat untukku. Ketika dibacakan shalawat untukku maka terbukalah hijab tersebut dan diangkatlah do`a “.

9. Nabi Muhammad SAW bersabda :

 “Barang siapa bershalawat seratus kali dalam sehari maka Allah menunaikan seratus hajatnya. Tujuh puluh untuk hajat akheratnya dan tiga puluh untuk hajat dunianya.” (HR: Ibnu Najar dari Jabir ra.).

10.Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Barang siapa bershalawat untkku sekali, maka Allah dan Malaikatnya bershalawat untuknya duapluh kali dan tidak akan wafat hingga diberi kabar gembira surga.”

 lubabul hadits bab ke – 5 keutamaan iman

1. Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Iman itu mengetahui dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan menjalankan dengan anggota badan”. (HR: Ibnu Majah dan Thabarani dari Ali dan termasuk hadits dhaif)

2. Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Iman itu telanjang dan pakaiannya adalh takwa, perhiasannya adalah rasa malu dan buahnya adalah ilmu”.

3. Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Tidak ada iman bagi orang yangtidak memiliki amanat sama sekali”. (HR: Ahmad dan Ibnu Hibban dari Anas ra).

4. Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Salah satu dari kalian tidaklah beriman sehingga mencintai untuk saudara kalian apa yang kalian cintai untuk diri kalian sendiri”. (HR: Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah dari Anas ra.)

5. Nabi Muhammad SAW bersabda :

“ Iman itu dalam dada orang mu`min. Iman takkan sempurna terkecuali dengan sempurnanya fardlu-fardlu dan sunat-sunat. Iman takkan rusak terkecuali dengan mengingkari fardlu-fardlu dan sunat-sunat. Barang siapa mengurangi satu fardlu tanpa inkar maka dia disiksa karena hal tersebut. Barang siapa menyempurnakan fardlu-fardlu maka wajib banginya surga”.

6. Nabi Muhammad SAW bersabda :

 “Iman itu tidak bertambah dan tidak berkurang, akan tetapi iman ada batasnya, maksudnya diketahui dengan menyebutkan cabang – cabangnya iman. Jika iman berkurang, maka ia pada batasnya. Pokoknya iman adalah bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Allah semata dan tiada sekutu bagi-NYA, Nabi Muhammad itu hamba dan
utusan-NYA, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa ramadhan, naik haji, dan mandi janabah. Barang siapa tambah dalam batasannya, maka bertambahlah kebaikan-kebaikannya. Barang siapa berkurang imannya maka hanya berkurang batasanya”.

7. Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Iman itu ada dua bagian, satu bagian dalam sabar dan satu bagian dalam sykur”. (HR: Baihaqi dari Anas ra.)

8. Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Iman itu tali pembunuhan, seorang mukmin tidaklah boleh melakukan pembunuhan”. (HR: Bukhari, Abu Dawud, Hakim dari Abu Hurairah ra. Dan dan Ahmad dari Zubair dan Muawiyah ra.)

9. Nabi Muhammad SAW bersabda : “Allah menciptakan iman dan menghiasinya dan memujinya dengan murah hati dan rasa malu dan Allah menciptakan kufur dan mencelanya denga bakhil dan durhaka”.

10.  Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Ketika penghuni surga telah masuk ke surga dan penghuni neraka telah masuk keneraka, Allah SWT memerintahkan agar mengeluarkan orang – orang yang dalam hatinya ada iman walaupun hanya sebesar atom”.

 lubabul hadits bab ke – 6 keutamaan wudhu

1. Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Barangsiapa berwudlu untuk shalat dan membagus kan wudlunya, kemudian mendirikan shalat, maka dia keluar dari dosa-dosanya seperti ketika dialhirkan ibunya”.

2. Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Barangsiapa berwudlu untuk shalat kemudian dia mengerjakan shalat, maka Allah menghapus dosa-dosanya antara shalat tersebut dan shalat yang mengikutinya”.

3. Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Barang siapa tidur dalam keadaan wudlu, lalu meninggal pada malam itu, maka dia disisi Allah adalah syahid”.

4. Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Orang tidur yang suci itu seperti orang puasa yang beribadah malam”.

5. Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Barang siapa wudlu dalam keadaan suci maka ditulis untuknya sepuluh kebaikan”. (HR: Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah dari Ibnu Umar ra.)

6. Nabi Muhammad SAW bersabda :

 “Tidak ada shalat bagi orang tidak punya wudlu dan tidak ada wudlu bagi orang yang tidak menyebut Asma Allah atas wudlu tersebut.” (HR: Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Al-Hakim dari Abi Hurairah dan Ibnu Majah dari Said bin Zaid)

7. Nabi Muhammad SAW bersabda : “Wudlu itu separuh iman”. ( HR: Ibnu Abu Syaibah dari Hasan bin Athiyah)

8. Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Pokoknya wudlu itu sekali, barang siapa berwudlu dua kali maka mendapat pahala dua kali lipat. Siapa berwudlu tiga kali maka itulahwudlu para nabi sebelumku”.

9. Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Allah tidak akan menerima shalat salah satu dari kalian ketika berhadats sehingga dia berwudlu”. (HR: Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah ra.)

10.  Nabi Muhammad SAW bersabda :

 “Wudlu atas wudlu itu cahaya diatas cahaya”.

 lubabul hadits bab ke – 7 keutamaan siwak

1. Nabi Muhammad SAW bersabda :

 “Dua raka`at dengan siwak itu lebih baik daripada tujuh puluh raka`t tanpa dengan siwak”. (HR: Daruquthni dari Umi Darda` dengan sanad hasa)

2. Nabi Muhammad SAW bersabda :

 “Bersiwaklah kalian, karena sesungguhnya siwak itu mensucikan mulut dan menjadikan ridha Allah”. (HR: Ibnu Majah)

3. Nabi Muhammad SAW bersabda :

 “Enam hal merupakan sunnah para Rasul: malu, bijaksana, bekam, siwak, memakai minyak wangi, banyak istri.”

4. Nabi Muhammad SAW :

“Nabi Muhammad SAW bersabda : “Tiga hal wajib (sangat dianjurkan red.) atas setiap muslim : mandi hari jum`at, siwak, menyentuh wewangian”.

5. Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Harumkanlah mulut kalian dengan siwak karena sesungguhnya siwak jalanya Al-Qur`an.”

6. Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Semoga Allah merahmati umatku yang menyela-nyela rambut dan makanan”. (HR: Qadhai dari Abu Ayub Al-Anshari ra. Dan hadits ini hasan)

7. Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Janganlah kalian menyela-nyela gigi dengan kayu as , phpn bunga dan bambu karena bisa menyebabkab gigi rontok.”

8. Nabi Muhammad SAW bersabda :

 “Satu shalat dengan siwak itu lebih baik daripada tujuh puluh shalat tanpa siwak”. (HR: Baihaqi dan lainnya, Hakim menshahihkannya)

9. Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Jibril selalu mewasiatiku bersiwak sehingga aku khawatir gigi-gigiku rontok”.

10.  Nabi Muhammad SAW bersabda :

 “Aku diperintahkan bersiwak sehingga aku takut gigi-gigiku rontok”. (HR: Thabarani dari Ibnu Abbas )

 lubabul hadits bab ke – 8 : keutamaan adzan

1.  Nabi Muhammad SAW bersabda :

 “Barang siapa yang adzan selama tujuh tahun karena Allah, maka Allah menetakannay bebas dari neraka”. (HR: Tirmidzi dan Ibmu Majah dari Ibnu Abbas)

2.  Nabi Muhammad SAW bersabda :

 “Barang siapa adzan 12 th maka wajb baginya surga”. (HR: Ibnu Majah, Hakim dari Ibnu Umar ra.)

3.  Nabi Muhammad SAW bersabda :

 “ Siapa yang adzan lima shalat dengan iman dan ikhlas, maka diampuni dosa-dosa yang sudah terlewat”. (HR: Baihaqi dari Abu Hurairah dengan sanad dhoif)

4.  Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Tiga orang yang Allah jaga dari siksa kubur: syahid, mu`adzin, dan orang yang wafat pada malam atau hari jum`at”.

5.  Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Seandainya manusia tahu apa yang ada dalam seruan (adzan) dan shaf awal kemudian mereka tidak bisa mendapatkannya kecuali dengan mengundi, niscaya mereka akan melakukan undian. Seandainya mereka tahu apa yang ada dalam bersegera , niscaya mereka akan bersegera kepadanya. Seandainya mereka tahu apa yang ada dalam shalat isya` dan subuh niscaya mereka akan mendatanginya walaupun dengan merangkak.” (HR: Malik, Ahmad, Bukhari, Muslim dan Abu Dawud dari Abu Hurairah ra.)

6.  Nabi Muhammad SAW bersabda :

 “Siapa mendengar adzan kemudian mencium kedua ibu jarinya, kemudian meletakkan pada kedua matanya sambil membaca: marhaban bidzikrillahi ta`ala qurratu a`yunina bika ya rasulullaah maka akulah pemberi syafaatnya di hari kiamat dan penutunnya ke surga”.

7.  Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Jika waktu adzan tiba maka pintu-pintu langit dibuka dan do`a dikabulkan. Jika datang waktu iqamat maka do`anya tidak ditolak.”

8.  Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Siapa mengucapkan ketika adzan: “Selamat datang orang-orang yang mengucapkan keadilan, selamat datang shalat-shalat dan keluarga” maka Allah menetapkan baginya seribu kebaikan, menghapus seribu kejelekan dan mengangkat seribu derajat”.

9.  Nabi Muhammad SAW bersabda :

 “Siapa mendengar adzan kemudian tidak mengucap kan seperti yang dikumandangkan mu`adzin, maka dia dihalangi bersujud di hari kiamat ketika para muadzin bersujud”.

10.  Nabi Muhammad SAW bersabda :

 “Tiga orang dalam naungan arasyi ketika tidak ada naungan kecuali naungan-NYA: pemimpin yang adil, muadzin yang menjaga, dan pembaca Al-Qur`an yang membaca 200 ayat setiap malam”.

 lubabul hadits bab ke – 9 : keutamaan shalat berjamaah

1. Pahala shalat berjama`ah itu 25 kali daripada shalat tidak berjama`ah. Seperti maksud hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah dan disebutkan dalam kitab /Riyaddhus shalihin/ .

2. Keutamaan shalat berjamaah dari shalat sendirian adalah 25 derajat. Keutamaan melakasanakan shalat sunnah di rumah dari melaksanakan shalat sunnah di masjid adalah seperti keutamaan shalat berjamaah atas shalat sendirian. Seperti makna hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Sakan dari Dhamrah dari ayahnya, Habib.

3. Shalat berjamaah melebihi shalat sendirian sebanyak 27 derajat.
Seperti makna hadits yang diriwayatkan oleh Malik, Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Nisai dari Ibnu Umar ra.

4. Shalat yang paling utama di sisi Allah SWT adalah shalat subuh hari jum`at berjamaah. Seperti makna hadits yang diriwayatkan oleh Abu
Nuaim dan Thabrani dari Ibnu Umar.

5. Barang siapa berjamaah shalat shubuh kemudian duduk seranya mengingat Allah SWT hingga matahari terbit maka hal tersebut merupakan perlindungan dan pembebasan dari api neraka. Shalat seorang lelaki seranya berjamaah melebihi shalaynya sendirian sebanyak 25 derajat.
 Apabila ia mengerjakannya di rumah ddi tanah tandus dan menyempurnakan wudhu, rukuk dan sujudnya maka shalatnya mencapai 50 derajat.  Seperti makna hadits yang diriwayatkan oleh Abu Ya`la dan Hakim serta Ibnu Hibban dari Abu Said Al Khudri ra.

6. Dalam suatu riwayat dijelaskan barang siapa shalat berjamaah 40 hari maka Allah SWT menetapkannya bebas dari api neraka dan bebas dari sifat munafik.

7. Dalam satu riwayat dijelaskan, arang siapa berjamaah shalat subuh dan asar maka dia akan masuk surga tanpa hisab.

8. Dalam satu riwayat dijelaskan,  barang siapa menghadiri shalat berjamaah maka Allah SWT menetapkan 10 kebaikan baginya saat berangkat dan kembali, menghapus 10 keburukan dan meningkatkan 10 derajat.

9. Tiada shalat bagi tetangga masjid terkecuali di dalam masjid.
Seperti makna hadits yang diriwayatkan oleh Daruquthni dan Baihaqi dari Jabir dan Abi Hurairah.

10.Dalam satu riwayat dijelaskan, shalat jama`ah itu rahmat dan lebih baik daripada dunia seisinya. Berjama`ah itu rahmat dan perpecahan itu siksa.

 lubabul hadits bab ke – 10 : keutamaan Jum’at

1. Nabi Muhammad SAW bersabda :

 “Pimpinan hari adalah hari jum`at”

2. Barang siapa mandi pada hari jum`at maka dihapuslah dosa-dosa dan kesalahannya. Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Hakim dari Qatadah ra.

3. Hari jumat itu ada 24 jam, pada setiap jamnya Allah SWT membebaskan 600.000 orang dari siksa neraka.

4. Barang siapa meninggalkan shalat jum`at tanapa  uzur  alasan maka bersedekahlah satu dinar, jika tidak punya maka setengah dinar.
Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, Nasai, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dari Samurah bin Jundab ra.

5. Barang siapa meninggalkan tiga kali shalat jum`at dengan meremehkannya (tanpa uzur) maka Allah mengunci hatinya. Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah dari Al-Ja`du dan sanadnaya hasan.

6. Barang siapa meninggalkan tiga shalat jum`at tanpa uzur maka dicatatlah ia sebagai orang munafik. Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani dari Usamah bin Zaid.

7. Barang siapa meninggal pada hari jum`at atau malam jum`at maka ia akan dibebaskan dari siksa kubur.

8. Barang siapa berkata “diamlah” disaat imam sedang khutbah atau berbicara atau bermain-main atau memberi isyarat dengan tangan atau kepala maka dia telah berbuat kesia-siaan. Barang siapa berbuat sia-sia maka juma`atnya menjadi sia-sia (tidak sempurna).

9. Mandi hari jum`at adalah wajib bagi setiap anak yang sudah baligh (maksudnya sangat dianjurkan). Demikian makna hadits yang
diriwayatkan oleh Malik, Ahmad, Abu Dawud, Nasa`i dan Ibnu Majah dari Abi Said Al-Khudri.

10.Barang siapa melakukan shalat jum`at maka Allah SWT memberi pahala seratus orang syahid.

 lubabul hadits bab ke – 11 : keutamaan masjid-masjid

1. Masjid itu rumah setiap orang beriman. Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Abu Nuaim dari Salman ra dengan sanad dlaif)

2. Apabila kalian melihat seorang laki-laki selalu pergi ke masjid maka saksikanlah jika ia adalah seorang yang beriman.

3. Barang siapa berbicara urusan duniawiyah di dalam masjid maka Allah SWT menghapus amalnya selama 40 tahun.

4. Sesungguhnya para malaikat membenci orang-orang yang berbicara di dalam masjid dengan pembicaraan yang tiada guna dan dosa.

5. Seburuk-buruknya tempat adalah pasar-pasarnya  dan sebaik-baiknya tempat adalah masjid-masjidnya. Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Hakim dari Jubair bin Muth`im ra.

6. Jika salah seorang dari kalian masuk masjid maka janganlah duduk hingga shalat dua rakaa`at. Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa`iy dan Ibnu Majah dari Abi Qatadah dan Ibnu Majah dari Said dengan isnad dlo`if.

7. Masjid-masjid akan lapor mengadukan penghuninya yang membicarakan urusan duniawi di dalam masjid, kemudian para malaikat menyambutnya seranya berkata, “Kembalilah kalian, karena sesungguhny kami diutus untuk menghancurkan mereka”.

8. Barang siapa menyalakan lampu yang cahayanya menyinari sekitar pandangan mata maka malaikan selalu memintakan ampun untuknya selama cahaya tersebut menyinari masjid.

9. Barang siapa menggelar tikar di dalam masjid maka malaikat tidak henti-hentinya memintakanan ampunan untuknya selama tikar tersebut berada di masjid.

10.Barang siapa mengeluarkan kotoran dari masjid sekedar pantas dipandang mata maka Allah SWT mengeluarkannya dari dosa-dosa besarnya. Janganlah kalian menjadikan masjid bagaikan jalanan.

 lubabul hadits bab ke – 12 : keutamaan bersurban

1. Surban itu mahkotanya orang arab, apabila mereka melepas surban maka mereka melepaskan kemuliaan mereka. Seperti makna hadits yang
diriwayatkan oleh Ad-Dailami dari Ibnu Abbas dan isnadnya dlaif .

2. Pakailah surban karena sesungguhnya para malaikat itu bersurban.

3. Sesungguhnya Allah SWT dan para malaikat-NYA memuliakan orang yang memakai surban pada hari jumat. Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Daruquthni dari Abu Darda`. Hadits ini dlaif.

4. Beda antara kita dengan orang-orang musyrik adalah surban diatas kopiah. Makna hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daut dan Tirmidzi dari Rukanah bin Abdu Yazid.

5. Para malaikat mendoakan orang-orang yang memakai surban pada hari jum`at.

6. Dua rakaat dengan memakai surban lebih bagus daripada 70 rakaat tanpa memakai surban. Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Ad-Dailami dari Jabir.

7. Hendaklah kalian memakai surban, karena syetan tidak memakai surban

8. Surban itu sebagai tanda para malaikat, karena itu julurkanlah dibelakang punggung kalian.

9. Hendaklah kalian membuat tanda karena sesungguhny para malaikat itu membuat tanda

10.Dilarang bersurban dilingkarkan dibawah janggut dan diperintahkan mengalungkan surban di bawah janggut.

 lubabul hadits bab ke – 13 : keutamaan puasa

1. Puasa itu bagi-KU dan AKU-lah yang akan membalasnya. Demikian makna hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Daruquthni dari Abu Umamah ra dengan sanad hasan.

2. Orang puasa punya dua kebahagiaan yang akan membahagiakannya, bahagia ketika berbuka dan kebaagiaan ketika berjumpa dengan Allah SWT.

3. Sungguh baunya orang berpuasa lebih harum daripada harumnya misik (kasturi).

4. “Tetapilah rampasan yang dingin” . Para sahabat bertanya:”Apakah rampasan yang dingin itu wahai Rasulullah?” . Nabi menjawab: “Berpuasa pada musim penghujan itulah rampasan yang dingin”.

5. Barang siapa berpuasa sehari bulan Ramadhan maka diampuni dosanya yang sudah terlewat dan yang akan datang, jika bulan Ramadahan berakhir maka tidak akan ditulis dosanya hingga tahun berikutnya, ketika dia wafat sebelum Ramadhan berikutnya maka ia datang di hari kiamat tanpa dosa. Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Khathib dari Ibnu Abbas ra.

6. Seandainya Allah SWT mengijinkan langit dan bumi berbicara niscaya keduanya akan berkata: “Kabar gembira bagi orang yang puasa Ramadhan adalah surga”.

7. Puasa itu perisai dari neraka seperti perisai kalian saat perang. Demikian makna hadits yang diriwatanykan oleh Ibnu Majah dari Utsman bin Abu Ats ra.

8. Para Malaikat memohonkan rahmat bagi orang yang sedang berbuka puasa hingga selesai.

9. Setiap sesuatu ada zakatnya dan zakatnya badan adalah puasa.
Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Abu Hurairah dan Thabrani dan Sahl bin Sa`d.

10.Tidurnya orang berpuasa itu ibadah, diamnya tasbih, amalnya dilipatgandakan, doanya dikabulkan dan dosanya diampuni. Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Baihai dari Abdullah bin Abu Aufa ra.

lubabul hadits bab ke – 14 : keutamaan ibadah fardhu

1.Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Islam didirikan diatas 5 perkara: Bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, naik haji ke Baitullah dan puasa Ramadhan” ( HR. Ahmad, Bukhari, Muslim dan Tirmidzi dari Abdullah bin Umar Ibnul Khattab )

2.Dalam sebuah hadits diperintahkan shalat lima waktu, menzakati harta, berpuasa pada bulan yang ditentukan, naik haji ke Baitullah dan sebagai pahalanya maka dimasukkan ke dalam surga tanpa hisab.

3.Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Shalat itu tiangnya agama, barang siapa mengerjakannya maka dia telah mendirikan agama dan barang siapa meninggalkannya maka dia telah merobohkan agama”.

4.Dalam sebuah hadits dijelaskan jika seorang perempuan melaksanakan shalat lima waktu, menzakati hartanya, berpuasa pada bulan yang ditentukan, naik haji ke Baitullah, mentaati suaminya dan menjaga kemaluannya maka dia akan masuk surga dari pintu mana saja yang dia kehendaki.

5.Setiap sesuatu itu ada benderanya dan benderanya iman adalah shalat

6.Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Takatulah kalian kepada Allah mengenai shalat, takutlah kalian kepada Allah mengenai shalat, takutlah kalian kepada Allah mengenai shalat, takutlah kalian kepada Allah mengenai apa yang kalian miliki, takutlah kepada Allah mengenai dua mahluk yang lemah yaitu janda dan anak yatim.”

7.Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku shalat

8.Barang siapa meninggalkan shalat dengan sengaja maka dia telah kafir dengan terang-terangan. HR. Thabrani dari Anas dengan sanad hasan.

9.Dalam sebuah hadits riwayat Abu Nuaim dari Anas dijelaskan bahwa shalat lima waktu itu menghapus dosa-dosa diantaranya selama dosa besar dijauhi, shalat jumat ke shalat jumat berikutnya menghapus dosa-dosa diantara keduanya ditambah tiga hari.

10.Nabi Muhammad SAW bersabda:

 “Barangsiapa menggabungkan dua shalat tanpa uzur maka dia telah mendatangi salah satu pintu dari pintu-pintu dosa besar”. ( HR. Tirmidzi dan Hakim dari Ibnu Abbas )

 lubabul hadits bab ke – 15 keutamaan ibadah sunnah

1. Barang siapa shalat sunat dalam sehari semalam 12 rakaat maka Allah SWT membuatkannya sebuah rumah di surga. Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim, Abu Dawud, Nasai, Ibnu Majah dan Umi Habibah.

2. Barang siapa shalat sebelum fajar dua raka`at, seblum zhuhur empat raka`at dan sesudahnya empat raka`at,  sebelum asar empat raka`at
maka dia masuk surga.

3. Barang siapa shalat empat rakaa`t sebelum zhuhur maka pahalanya sama dengan memerdekakan seorang sahaya dari anak Ismail. Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani dari seorang sahabat anshar.

4. Barang siapa shalat dua raka`at di tempat yang sepi yang tiada melihatnya terkecuali Allah SWT dan para Malaikat maka ditulis baginya kebebasan dari neraka. Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Asakir dari Jabir ra.

5. Tidak seorang hambapun yang shalat dua raka`at di rumah yang gelap dengan menyempurnakan ruku` dan sujudnya terkecuali pasti masuk surga tanpa hisab.

6. Barang siapa shalat empat raka`at tanpa terlihat oleh manusia maka ia telah terbebas dari munafik, kufur, bid`ah dan kesesatan.

7. Barang siapa shalat empat raka`at sebelum asar maka Allah SWT mengharamkannya dari siksa neraka. Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani dari Ibnu Umar.

8. Barang siapa shalat dua raka`at  setelah maghrib sebelum berbicara maka pahala keduanya ditulis di `illiyyin . Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Abdur Razzaq dari Makhul dengan sanad sahih.

9. Barang siapa shalat empat raka`at setelah isya` sebelum berbicara maka seakan – akan dia menjumpai malam lailatul qadar di Masjidil Haram.

10.Barang siapa shalat dhuha duabelas  raka`at dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala maka Allah SWT menuliskan baginya sejuta kebaikan, menghapus sejuta kejelekan, mengangkatnya sejuta derajatt, membangun rumah baginya di surga dan mengampuni dosa-dosanya.

 lubabul hadits bab ke – 16 keutamaan zakat

1. Nabi Muhammad SAW bersabda:

Zakat itu jembatan islam. Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani dari Abu Darda` dan Baihaqi dari Ibnu Umar.

2. Nabi Muhammad SAW bersabda:

 Zakat itu menyucikan iman

3. Nabi Muhammad SAW bersabda:

 Allah tidak menerima iman terkecuali bersama zakat dan tidak ada iman bagi orang yang tidak zakat.

4. Nabi Muhammad SAW bersabda:

 Jagalah harta kalian dengan zakat, obatilah orang-orang sakit dengan sedekah dan siapkanlah do`a untuk menolak bencana. Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani, Abu Nuaim dan Khathib.

5. Nabi Muhammad SAW bersabda:

Tidaklah binasa harta di daratan dan di lautan kecuali karena menahan zakat.

6. Nabi Muhammad SAW bersabda:

Tiada iman bagi orang yang tiada shalat dan tiada shalat bagi orang yang tiada zakat.

7. Nabi Muhammad SAW bersabda:

Sucikanlah harta benda kalian dengan zakat

8. Nabi Muhammad SAW bersabda:

Barang siapa tidak menunaikan kewajiban zakatnya maka dia dalam neraka

9. Nabi Muhammad SAW bersabda:

Tiada kebaikan pada harta yang tidak dizakati

10.Nabi Muhammad SAW bersabda:

Barang siapa menolak membayar zakat maka Allah SWT menolak memelihara hartanya

lubabul hadits bab ke – 17 keutamaan sedekah

1. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Sedekah itu bisa menolak mati buruk”. (HR: Qudjai dari Abu Hurairah)

2. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Sedekah sirri (secara rahasia) memadamkan murka Allah SWT dan sedekah secara terang-terangan merupakan perisai dari neraka”.

3.Nabi Muhammad SAW bersabda:

 “Sedekah itu bisa menutup 70 pintu keburukan” (HR: Thabrani dari Rafi` Khadij ra. Dengan sanad dhaif).

4. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Takutlah kalian pada neraka walaupun dengan sesobek kurma, jika kalian tidak  mendapatkannya maka dengan kalimat yang baik”. (HR: Ahmad, Bukhari, dan Muslim dari Adiy bin Hatim).

5.Nabi Muhammad SAW bersabda:

 “Janganlah kalian merasa malu untuk memberi sedikit, karena sesungguhnya tidak memberi lebih sedikit daripada memberi sedikit”.

6.Nabi Muhammad SAW bersabda:

 “Barang siapa yang membentak peminta (pengemis) makakelak di hari kiamat dibentak oleh malaikat”.

7.Nabi Muhammad SAW bersabda:

 “Mas kawin bidadari itu segenggam kurma dan sepotong roti”.

8.Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Tidaklah berkurang suatu harta karena sedekah”.

9.Nabi Muhammad SAW bersabda:

 “Sedekah itu sesuatu yang besar. Beliau mengucapkannya sampai tiga kali”.

10. Nabi Muhammad SAW bersabda:

 “Sedekah itu menolak bala dan
memanjangkan umur”.

lubabul hadits bab ke – 18 keutamaan salam

1.Nabi Muhammad SAW bersabda:

Salam itu sebelum bicara. Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Jabir.

2.Nabi Muhammad SAW bersabda:

 Barang siapa memulai bicara sebelum salam maka janganlah menjawabnya. Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Tabrani dari Ibnu Umar ra.

3.Nabi Muhammad SAW bersabda:

 Barang siapa memulai salam maka dia lebih berhak mendapatkan perlindungan dari Allah dan Rasul-NYA. Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dari Abu Umamah.

4.Nabi Muhammad SAW bersabda:

  As Salam itu salah satu Nama Allah yang diletakkannya di bumi, maka sebarkanlah. Karena ketika seorang muslim melewati suatu kaum dan mengucapkan salam kepada mereka kemudian mereka menjawabnya maka dia mempunyai kelebihan derajat atas kaum tersebut karena mengingatkan mereka akan salam, jika mereka tidak menjawabnya maka dia dijawab oleh orang yang lebih baik dan lebih harum dari mereka (Malaikat). Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Bazzar dan Baihaqi dari Ibnu Mas`ud. Ini hadits shahih.

5.Nabi Muhammad SAW bersabda:

  Sesungguhnya manusia yang paling dekat kepada Allah adalah orang yang memulai salam. Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Abu Umamah.

6.Nabi Muhammad SAW bersabda:

 Pokok sopan santun adalah memulai dengan salam.

7.Nabi Muhammad SAW bersabda:

 Ketika dua orang muslim bertemu maka yang paling dekat kepada Allah SWT adalah yang memulai mengucapkan salam

8.Nabi Muhammad SAW bersabda:

Ketika kalian masuk suatu majlis maka ucapkanlah salah dan ketika kalian meninggalkannya maka ucapkanlah salam.

9.Nabi Muhammad SAW bersabda:

Orang yang paling kikir adalah orang yang paling pelit memberi salam.

10.Nabi Muhammad SAW bersabda:

Salam itu penghormatan bagi agama kita dan keamanan bagi jaminan kita. Allah SWT berfirman: “Apabila kamu dihormati dengan suatu  penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik atau balaslah (dengan yang serupa).” (An-Nisaa`:86)

 lubabul hadits bab ke – 19 keutamaan doa

1. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Doa itu intisari (otak) ibadah” HR. Tirmidzi dari anas, hadits shahih.

2. Nabi Muhammad SAW bersabda:

 Sesungguhnya Allah SWT mencintai orang-orang yang sungguh-sungguh dalam berdoa. Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Hakim dan Ibnu Adiy serta Baihaqi dari Aisyah ra.

3. Nabi Muhammad SAW bersabda:

 Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah SWT daripada Doa. Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Bukhari, Tirmidzi, Nasai dari Abu Hurairah.

4. Nabi Muhammad SAW bersabda:

Dalam sebuah hadits Qudsi dijelaskan, “Hai hamba-KU, aku mengikuti persangkaanmu dan AKU bersamamu ketika kamu berdoa kepada-KU”

5. Nabi Muhammad SAW bersabda:

Barangsiapa tidak berdoa kepada allah maka Allah marah kepadanya

6. Nabi Muhammad SAW bersabda:

Meningggalkan doa adalah maksiat (dosa)

7. Nabi Muhammad SAW bersabda:

Doa itu senjatanya orang mukmin, tiangnya agama dan cahaya langit dan bumi. Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Abu Ya`la dan Hakim dari Ali.

8. Nabi Muhammad SAW bersabda:

Doa orang teraniyaya itu mustajab, jika dia durhaka maka kedurhakaannya menjadi tanggungannya sendiri.
Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Thayalisi, Abu Dawud dan Ahmad dari Abu Hurairah.

9. Nabi Muhammad SAW bersabda:

 “Takutlah kepada doanya orang yang teraniyaya, karena doanya diangkat diatas awan. Allah SWT berfirman
“Demi keagungan dan kebesaran-KU, Aku pasti menolongmu, meskipun setelah waktu lama”. HR. Thabrani dan Dhiya` dari Khuzaimah bin Tsabit ra.

10.Nabi Muhammad SAW bersabda: “Takutlah kepada doanya orang teraniyaya, meskipun dia seorang kafir, karena diantaranya tidak ada penghalang. HR. Ahmad dan Dhiya` Al Maqdisi dari Anas bin Malik.

lubabul hadits bab ke – 20 keutamaan istighfar

1.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Setiap penyakit ada obatnya dan obatnya dosa adalah istigfar.

2.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Setiap sesuatu ada perhiasannya dan perhiasan dosa-dosa adalah istigfar.

3.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Barang siapa yang meminta ampun kepada Allah SWT amaka dia Dia pasti mengampunya walaupun dia melarikan diri dari peperangan.

4.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Tidaklah tetap berdosa orang yang meminta ampunan, meskipun dia kembali berbuat dosa 7o kali dalam sehari.

5.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Barang siapa yang meminta ampun setelah melakukan banyak dosa maka Alllah SWT pasti mengampuninya karena istigfar menjadi penebus baginya.

6.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Ketika salah satu dari kalian banyak berdosa maka mintalah ampunan dengan istigfar.

7.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Ketika dosa salah satu dari kalian banyak maka mintalah ampunan kepada Allah SWT.

8.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Istigfar memakan dosa-dosa bagaikan api membakar kayu bakar yang kering.

9.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Banyak istigfar menarik rizki.

10.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Perbanyaklah beristigfar karena barang siapa yang memperbanyak istigfar maka Allah SWT akan menjadikan jalan keluar dari setiap kesedihan dan kesusahan dan memberikan rizki dari jalan yang tidak disangka – sangka.

lubabul hadits bab ke – 21 keutamaan dzikir kepada Allah ta’ala

1.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Zikir kepada Allah SWT itu tandanya iman, kebebasan dari munafik, tameng dari setan  dan penjaga dari neraka.

2.Nabi Muhammad SAW bersabda :
Zikir yang paling utama adalah zikir yang tersembunyi.

3.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Amal yang paling berat itu ada tiga:
 zikir kepada Allah SWT pada setiap keadaan, menolong orang dari penguasa dan berbagi kebahagiaan dengan orang miskin yang melarat.

4.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Tanda cinta kepada Allah SWT adalah zikir kepada Allah SWT dan tanpa benci kepada Allah SWT adalah membenci zikir kepada Allah. HR Baihaqi dari Anas bin Malik.

5.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Dalam sebuah hadits qudsi dijelaskan jika Allah SWT bersama orang-orang yang sedang zikir dan
menggerakkan bibirnya untuk berzikir.

6.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Berzikir di waktu pagi dan petang lebih utama daripada pukulan pedang di jalan Allah SWT.

7.Nabi Muhammad SAW bersabda : Zikir yang paling utama adalah laa ilaaha illallah .

8.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Zikirlah kepada Allah SWT dengan zikir yang pelan, yaitu zikir tersembunyi. Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh  Abdullah bin Mubarak dari Dhamrah bin Habib.

9.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Hamba yang paling utama disisi Allah pada hari kiamat adalah hamba yang paling banyak zikir kepada Allah . Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh  Ahmad dan Tirmidzi dari Abu Said Al-Khudri.

10.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Zikir yang terbaik adalah zikir yang tersembunyi. Ibadah yang terbaik adalah ibadah yang paling ringan. Rizki yang terbaik adalah rizki yang mencukupi. Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Hibban dan Baihaqi dari Sa`d bin Malik dan Ibnu Abu Waqash.

lubabul hadits bab ke – 22 keutamaan bertasbih

1.Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Tidak ada seorang laki-laki di
atas bumi yang mengucapkan La ilaha illallah wallahu Akbar wa
subhanallah walhamdulillah wa laa quwwata illa billah terkecuali
dosa-dosanya diampuni walaupun bagaikan buih lautan”. (HR. Ibnu Amr)

2. Nabi Muhammad SAW bersabda :

 “Barang siapa mengucapkan
subhanallahi wa bihamdihi seratus kali maka dihapus kesalahannya
walaupun bagaikan buihnya lautan”. ( HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah )

3.Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Subhanallahi itu setengah
timbangan, alhamdulillahi itu memenuhi timbangan, allahu akbar
itu memenuhi langit dan bumi, Laa illaha illallah tidak ada tabir maupun penghalang sehingga bisa sampai kepada Tuhannya Azza wa Jalla”.
(HR. Sijzi Ibnu Amr )

4.Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Barangsiapa membaca tahlil seratus
kali, membaca tasbih seratus kali dan membaca takbir seratus kali maka
itu lebih baik daripada memerdekakan sepuluh orang budak (raqabah) dan berkuraban tujuh ekor unta (badanah)”.
( HR. Ibnu Abu Dunya dan Ibnu Abu Syaibah dari Anas)

5.Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Barang siapa mengucapkan
subhanallahi walhamdulillahi walaailaha illallahu wallahu akbar wala quwwata illa billahil aliyyil azhim seratus kali maka Allah SWT
menulis untuknya seratusribu kebaikan, menghapus seratusribu kejelekan dan mengangkanya seratusribu derajat”.

6.Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Barangsiapa mengucapkan
subhanallahi hingga akhirnya maka dosa dan kesalahannya rontok
bagaikan rontoknya dedaunan”.

7.Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Barangsiapa mengucapkan
subhanallahi Rabbiyal `azhiimi maka ditanam baginya sebuah pohon di
surga karena ucapannya”. ( HR. Ibnu Hibban dan Hakim dari Jabir)

8.Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Barangsiapa mengucapkan subhana
Rabbiyal A`laa maka diampuni dosa-dosanya dan dimasukan kedalam surga”.

9.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Bertasbih itu mendatangkan rizki.

10.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 “Dua kalimat yang ringan pada lisan,
berat pada timbangan dan dicintai  Ar-Rahman adalah subhanallahi wa
bihamdihi dan subhanallahil adhim”. ( HR. Ahmad, Bukhari, Muslim,
Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah).

 lubabul hadits bab ke – 23 keutamaan taubat

1. Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Orang yang bertaubat dari dosanya
itu seperti orang yang tanpa dosa sama sekali dan orang yang meminta
ampun dari dosanya sedangkan dia tetap menjalankannya itu bagaikan orang yang mentertawakan Tuhannya. (HR. Baihaqi dan Ibnu Asakir dari Ibnu Abbas).

2. Nabi Muhammad SAW bersabda :

Penyesalan itu taubat dan orang
yang bertauubat itu seperti orang yang tanpa dosa. Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Tabrani dan Abu Nuaim dari Ibnu Said Al Anshari)

3. Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Tidak ada sesuatu yang lebih
dicintai oleh Allah daripada anak muda yang bertaubat dan tidak ada
sesuatu yang lebih dibenci oleh Allah daripada orang tua yang tetap
menjalankan maksiat. Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Abu Mudhafar dari Salman Al Farisi)

4. Nabi Muhammad SAW bersabda : Setiap sesuatu itu ada rekayasanya
dan rekayasa dosa adalah taubat.

5. Nabi Muhammad SAW bersabda : Setiap sesuatu itu ada obatnya dan
obatnya dosa adalah taubat.

6. Nabi Muhammad SAW bersabda : Taubat merobohkan kesalahan.

7. Nabi Muhammad SAW bersabda : “Bertaubatlah kepada Allah,
sesungguhnya aku bertaubat kepadanya setiap hari seratus kali” (HR. Bukhari Muslim dari Ibnu Umar)

8. Nabi Muhammad SAW bersabda : Bertaubatlah kalian kepada Allah
dan jangan berputus asa karena sesungguhnya putus asa itu kufur.

9. Nabi Muhammad SAW bersabda : Segeralah beratubat sebelum mati
dan segeralah shalat sebelum terlambat.

10.Nabi Muhammad SAW bersabda : Bertaubatlah kalian kepada Tuhan kalian sebelum kalian semua mati.

lubabul hadits bab ke – 24 keutamaan fakir

1.Nabi Muhammad SAW bersabda : Kefakiran itu lebih indah daripada
rambut bagus (tali kekang) di pipi kuda. Demikian makna hadits yang
diriwayatkan oleh Tabrani dari Syaddad bin `Aus dan Baihaqi dari Sa`ad bin Mas`ud dengan isnad dlo`if.

2.Nabi Muhammad SAW bersabda : Fakir itu cacat menurut manusia dan
baik menurut Allah pada hari kiamat. Demikian makna hadits yang
diriwayatkan oleh Dailami dari Anas ra.

3.Nabi Muhammad SAW bersabda : Mencintai orang fakir itu sebagian
akhlak para nabi dan membenci orang fakir itu sebagian akhlak para Fir`aun.

4.Nabi Muhammad SAW bersabda : Setiap sesuatu itu ada kuncinya dan
kuncinya surga dalah cinta fakir miskin karena kesabaran mereka. Meraka adalah orang-orang yang duduk menghadap Allah di hari kiamat. Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Abu Bakar Bin Lal dari Umar ra.

5.Nabi Muhammad SAW bersabda : Sesungguhnya Allah SWT mencintainya hamba-NYA yang beriman, memelihara diri dan banyak anak. Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Imran bin Hushain)

6.Nabi Muhammad SAW bersabda : Kefakiran adalah amanat, barang
siapa menyembunyikannya maka jadi ibadah dan barang siapa menampakkannya maka jadi beban bagi saudara-saudaranya yang muslim. Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Asakir dari Umar.

7.Nabi Muhammad SAW bersabda : Keberuntungan bagi orang-orang
fakir dan lemah dari umatku

8.Nabi Muhammad SAW bersabda : Kefakiran adalah salah satu dari
kemulyaan Allah SWT

9.Nabi Muhammad SAW bersabda : Keutamaan orang fakir atas orang
kaya itu seperti keutamaanku atas semua mahkluk Allah SWT.

10.Nabi Muhammad SAW bersabda : Tidak ada suatu pemberian dari Allah
yang menyamai kefakiran.

lubabul hadits bab ke – 25 : keutamaan nikah

1.Nabi Muhammad SAW bersabda : Nikah itu berkah dan anak itu rahmat maka mulyakanlah anak-anak kalian karena sesungguhnya memulyakan anak itu adalah ibadah.

2.Nabi Muhammad SAW bersabda : Nikah itu sunnahku maka barang siapa benci sunnahku maka tidak termasuk golonganku.

3.Nabi Muhammad SAW bersabda : Wanita-wanita merdeka itu
kemaslahatan rumah. Wanita-wanita budak itu kehancuran rumah. Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Dailimi dan Tsa`labi dari Abu Hurairah.

4.Nabi Muhammad SAW bersabda : Barangsiapa ingin berjumpa Allah
SWT dalam keadaan suci dan disucikan maka nikahilah wanita-wanita merdeka. Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Anas bin Malik.

5.Nabi Muhammad SAW bersabda : Carilah rizki dengan menikah .
Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Dailimi dari Ibnu Abbas

6.Nabi Muhammad SAW bersabda : Barang siapa menikah maka dia
benar-benar telah dikasih separuh ibadah. Demikian hadits yang
diriwayatkan oleh Abu Ya`la dari Anas bin Malik

7.Nabi Muhammad SAW bersabda : Sejelek-jelek kalian adalah
kebujangan kalian. Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Abu
Ya`la, Thabrani dari Ibnu Adiy dari Abu Hurairah ra.

8.Nabi Muhammad SAW bersabda : Sejelek-jelek kalian adalah
kebujangan kalian dan sejelek-jelek kematian kalian adalah mati
membujang. Demikian makna hadits yangdiriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Athiyah bin Busr.

9.Nabi Muhammad SAW bersabda : Sejelek-jelek kaliana adalah
kebujangan kalian. Dua raka`at dari orang yang berkeluarga lebih baik
daripada tujuhpuluh raka`at dari orang yang tidak berumah tangga.
Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Adiy dari Abu Hurairah ra.

10.Nabi Muhammad SAW bersabda : Makanan yang engkau berikan kepada istrimu adalah sedekah bagimu. Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Tabrani dari Al-Miqdam bin Ma`dikarib dengan isnad shahih.

lubabul hadits bab ke – 26 : beratnya zinah

1.Nabi Muhammad SAW bersabda : “Zina itu menyebabkan kefakiran”.
HR. Qudhai dan Baihaqi dari Ibnu Umar.

2.Nabi Muhammad SAW bersabda : “Zina kedua mata itu memandang”.
(HR. Ibnu Sa`d, Thabarani dan Abu Nuaim dari Al Qamah bin Hawairits )

3.Nabi Muhammad SAW bersabda : Memandang wanita lain itu sebagian
dari dosa besar.

4.Nabi Muhammad SAW bersabda : Zina kedua kaki itu berjalan, zina
kedua tangan itu menampar dan zina kedua mata itu memandang

5.Nabi Muhammad SAW bersabda : Satu kali zina itu menghapus amalan
tujuhpuluh tahun

6.Nabi Muhammad SAW bersabda : Tidak ada dosa yang lebih besar
setelah syirik menurut Allah SWT daripada sperma yang diletakkan seorang laki-laki pada rahim yang tidak halal baginya.
 ( HR. Ibnu Abu Dunya dari Haitsam bin Malik Ath Thai )

7.Nabi Muhammad SAW bersabda : Sesungguhnya bagi ahli neraka itu
ada jeritan karena bau busuknya kemaluan pezina.

8.Nabi Muhammad SAW bersabda : Kaya dan zina itu tidak dapat bersatu

9.Nabi Muhammad SAW bersabda : Meninggalkan zina itu menyebabkan
kaya. Barangsiapa berzina maka dia akan dizinahi walaupun dalam tembok rumahnya.

10.Nabi Muhammad SAW bersabda : Barangsiapa berzina dengan seorang
wanita maka Allah membuka delapan pintu neraka yang keluar dari pintu
tersebut kalajengking dan ular hingga hari kiamat.

lubabul hadits bab ke – 27 : beratnya homo sexual

1.Nabi Muhammad SAW bersabda : Barang siapa mencium pemuda dengan syahwat maka Allah SWT mengazabnya seribu tahun dalam neraka.

2.Nabi Muhammad SAW bersabda : Sendainya homoseks mandi dengan air lautan maka tidak akan datang pada hari kiamat terkecuali tetap dalam keadaan junub.

3.Nabi Muhammad SAW bersabda : Barang siapa mencium pemuda dengan syahwat maka dia dikendalikan (dikalungin) dengan kendali api neraka .

4.Nabi Muhammad SAW bersabda : Barangsiapa menyentuh pemuda dengan syahwat maka Allah SWT, Malaikat dan Manusia melaknatinya.

5.Nabi Muhammad SAW bersabda : Barang siapa memasukkan kemaluannya pada dubur (anus) seorang wanita maka dia akan dibangkitkn pada hari kiamat lebih busuk daripada bangkai.

6.Nabi Muhammad SAW bersabda : Apabila seorang laki-laki
menyetubuhi laki-laki maka keduanya berzina. Apabila wanita menyetubuhi wanita maka keduanya berzina.

7.Nabi Muhammad SAW bersabda : Barangsiapa mencium pemuda dengan syahwat maka seakan-akan dia zina dengan ibunya tujuhpuluh kali dan barangsiapa zina dengan ibunya sekali maka seolah-olah dia membunuh tujuhpuluh orang nabi.

8.Nabi Muhammad SAW bersabda : Barangsiapa menyetubuhi seorang
pemuda maka di dalam kuburnya jadi babi hutan.

9.Nabi Muhammad SAW bersabda : Ketika pemuda menyentuh pemuda maka berguncanglah langit seranya berkata “Wahai Tuhan kami perintahkanlah kami menyambarnya” dan bumi berkata “Wahai Tuhan kami perintahkanlah kami menelannya”.

10.Nabi Muhammad SAW bersabda : Janganlah kalian menyetubuhi wanita pada duburnya (anus) karena sesungguhnya Allah SWT tidak malu untuk menjelaskan kebenaran. Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Tirmizi.

lubabul hadits bab ke – 28 : larangan minum khamr / arak

قَالَ النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصًّلَاةُ وَالسَّلَامُ : مَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ فِى الدُّنْيَا لَمْ يَشْرَبْهَا فِى الْآخِرَةِ.

1.Nabi Muhammad SAW bersabda : Barangsiapa meminum khamar (arak)
maka dia takkan meminumnya di akherat.

وَ قَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ مَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ مُمْسِيًا اَصْبَحَ مُشْرِكًا وَمَنْ شَرِبَهَا مُصْبِحًا اَمْسى مُشْرِكًا.

2.Nabi Muhammad SAW bersabda : Barangsiapa minum arak sore-sore
maka di waktu pagi dia menjadi musyrik dan barangsiapa minum arak di pagi-pagi maka di waktu sore dia menjadi musyrik.

وَقَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ : اَلْخَمْرُ اُمُّ الْخَبَائِثِ فَمَنْ شَرِبَهَا لَمْ تُقْبَلْ صَلَاتُهُ اَرْبَعِيْنَ يَوْمًا
فَاِنْ مَاتَ وَهِيَ فِيْ بَطْنِه مَاتَ مَيْتَةً جَاهِلِيَّةً.

3.Nabi Muhammad SAW bersabda : Arak itu pokoknya beberapa hal
buruk , maka barang siapa meminumnya maka shalatnya tidak akan diterima selama empatpuluh hari. Jika ia meninggal dan araknya masih berada dalam perutnya maka dia meninggal seperti meninggal jahiliyah. Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani dari Ibnu Amr.

وَقَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ اَلْخَمْرُ جِمَاعُ الْاِثْمِ.

4.Nabi Muhammad SAW bersabda : Arak itu kumpulnya dosa-dosa.

وَقَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ شَارِبُ الْخَمْرِ مَلْعُوْنٌ.

5.Nabi Muhammad SAW bersabda : Peminum arak itu dilaknat

وَقَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ : شَارِبُ الْخَمْرِ كَعَابِدِ الْوَثَنِ وَشَارِبُ الْخَمْرِ كَعَابِدِ اللَّاتَ وَالْعُزّى.

6.Nabi Muhammad SAW bersabda : Peminum arak itu seperti penyembah
berhala. Peminum arak itu seperti penyembah Lata dan Uzza.

وَقَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ مَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ فَقَدْ كَفَرَ بِمَآ اَنْزَلَ اللهُ تَعَالى عَلى اَنْبِيَائِه
وَمَنْ سَلَّمَ عَلَى شَارِبِ الْخَمْرِ وَصَافَحَهُ اَحْبَطَ اللهُ تَعَالى عَمَلَهُ اَرْبَعِيْنَ سَنَةً.

7.Nabi Muhammad SAW bersabda : Barangsiapa meminum arak maka
benar-benar telah kafir terhadap apa yang telah diturunkan Allah SWT
kepada nabi-nabi. Barang siapa mengucapkan salam atau berjabat tangan dengan peminum arak maka Allah SWT menghapus amalnya empatpuluh tahun.

وَقَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ : لَايَجْتَمِعُ الْخَمْرُ وَالْاِيْمَانُ فِيْ قَلْبِ امْرِئٍ اَبَدًا.

8.Nabi Muhammad SAW bersabda : Tidak akan berkumpul antara arak
dan iman dalam hati seseorang, selamanya.

وَقَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ : مَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ حَتّى يُزِيْلَ عَقْلَهُ يَأْتِيْهِ الشَّيْطَانُ فِيْ دُبُرِهِ
اَرْبَعِيْنَ مَرَّةً كَمَا يَأْتِى الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ.

9.Nabi Muhammad SAW bersabda : Barang siapa minum arak hingga
hilang akalnya maka syetan menyetubuhi duburnya (anusnya)  empatpuluh kali seperti laki-laki menyetubuhi perempuan.

وَقَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ لَعَنَ اللهُ الْخَمْرَ وَشَارِبَهَا وَسَاقِيَهَا وَبَائِعَهَا وَمُبْتَعَهَا وَعَاصِرَهَا
وَمُعْتَصِرَهَا وَحَامِلَهَا وَالْمَحْمُوْلَةَ اِلَيْهِ وَآكِلَ ثَمَانِهَا.

10.Nabi Muhammad SAW bersabda : Allah melaknat arak, peminumnya,
penyuguhnya, penjualnya, pembelinya, pemerasnya, peminta memerasnya, pembawanya, orang yang minta dibawakan, pemakan harganya. Demikian makna hadits  Abu Dawud dan Hakim dari Ibnu Umar.

lubabul hadits bab ke – 29 : keutamaan memanah

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ رَمى سَهْمًا فِيْ سَبِيْلِ اللهِ كَمَنْ اَعْتَقَ رَقَبَةً.

1.Nabi Muhammad SAW bersabda : Orang yang melepaskan anak panah di jalan Allah itu bagaikan orang yang memerdekakan budak.

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : عَلِّمُوْا اَوْلَادَكُمْ السِّيَاحَةَ وَالرَّمَى بِالسَّهْمِ وَالْمَرْأَةَ الْغَزْلَ.

2.Nabi Muhammad SAW bersabda : Ajarilah anak-anak kalian berenang
dan memanah, dan wanita menenun / memintal . HR. Baihaqi dari Ibnu Umar

وَقَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ اَلرَّمى عَلَى الْغَرَضِ كَالرَّمى عَلَى الْجِهَادِ.

3.Nabi Muhammad SAW bersabda : Memanah pada sasaran itu seperti
memanah pada jihad.

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ يَّرُدَّ السَّهْمَ عَلَى الْمَرْمِيِّ مِنَ الْغَرَضَ كَانَ لَهُ بِكُلِّ قَدَمٍ
اَجْرُ اِتْقِ رَقَبَةٍ.

4.Nabi Muhammad SAW bersabda : Barangsiapa mengembalikan anak
panah pada tempat panah dari sasaran maka setiap langkahnya berpahala memerdekakan hamba sahaya.

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ تَرَكَ الرَّمْيَ بَعْدَ التَّعَلُّمِ فَقَدْ تَرَكَ سُنَّةً مِّنْ سُنَّتِيْ.

5.Nabi Muhammad SAW bersabda : Barangsiapa meninggalkan memanah
setelah belajar maka dia benar-benra telah meninggalkan salah satu sunnahku.

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ مَنْ عُلِّمَ الرَّمْيَ ثُمَّ تَرَكَهُ فَلَيْسَ مِنَّا.

6.Nabi Muhammad SAW bersabda : Barang siapa mengajarkan memanah
kemudian meninggalkannya maka dia tidak termasuk golonganku. Demikian makna hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Uqbah bin Amir Al Juhani.

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ تَرَكَ الرَّمَى فَلْيَرْتَمْ.

7.Nabi Muhammad SAW bersabda : Barang siapa meninggalkan memanah maka hendaknya belajar kembali

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ تَعَلَّمَ الرَّمَى ثُمَّ تَرَكَهُ فَقَدْ عَصَانِىْ.

8.Nabi Muhammad SAW bersabda : Barangsiapa belajar memanah
kemudian meninggalkannya maka dia benar-benar telah durhaka kepadaku.
HR. Ibnu Majah dari Uqbah bin Amir

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ رَمَى بِسَهْمٍ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ اَصَابَ أَوْ اَخْطَأَ كَانَ لَهُ
اَجْرُ عِطْقِ رَقَبَةٍ.

9.Nabi Muhammad SAW bersabda : Barang siapa memanah di jalan
Allah, baik tepat atau tidak, maka baginya pahala memerdekakan hamba sahaya.

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : تَعَلَّمُوا الرَّمَى فَاِنَّ مَا بَيْنَ الْهَدَفَتَيْنِ رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ
الْجَنَّةِ لِلرَّمَى فِيْ سَبِيْلِ اللهِ.

10.Nabi Muhammad SAW bersabda : Belajarlah memanah, karena sesungguhnya apa yang ada diantara dua sasaran adalah taman dari taman-tamannya surga.

lubabul hadits bab ke – 30 : keutamaan berbakti kepada kedua orang tua

قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : رِضَا الرَّبِّ فِيْ رِضَا الوَالِدَيْنِ وَ سُخْطُ اللهِ فِيْ سُخْطِ
الْوَالِدَيْنِ.

1.Nabi Muhammad SAW bersabda : Ridha Allah terletak dalam ridha
orang tua dan murka Allah terletak pada murka orang tua. ( HR. Ibnu
Hibban dan Hakim )

وَ قَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ : بِرُّوْا آبَاءَكُمْ تَبِرَّكُمْ اَبْنَآءُكُمْ وَعِفُّوْا تَعِفَّ نِسَآءُكُمْ.

2.Nabi Muhammad SAW bersabda : Berbaktilah kepada bapak ibu kalian
maka anak-anak kalian akan berbakti pada kalian. Jagalah diri kalian
maka istri-istri kalian akan menjaga diri. ( HR. Tabrani dari Ibnu Umar )

وَ قَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ مَنْ اَصْبَحَ وَلَهُ اَبَوَانِ رَاضِيَانِ عَنْهُ اَوْ اَحَدُهُمَا فُتِحَتْ لَهُ اَبْوَابُ
الْجَنَّةِ وَمَنْ اَمْسَى وَلَهُ اَبَوَانِ سَاخِطَانِ عَلَيْهِ اَوْ اَحَدُهُمَا فُتِحَتْ لَهُ اَبْوَابُ جَهَنَّمَ.

3.Nabi Muhammad SAW bersabda : Barang siapa tiba di pagi hari dan
kedua orang tuanya atau salah satunya ridha kepadanya maka dibukalah pintu-pintu surga untuknya. Barang siapa tiba di sore hari dan kedua orang tuanya atau salah satunya murka maka dibukalah pintu-pintu neraka untuknya.

وَ قَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ اِذَا كُنْتَ فِى الصَّلَاةِ فَدَعَاكَ اَبُوْكَ فَاَجِبْهُ وَاِنْ دَعَتْكَ اُمُّكَ فَاَجِبْهَا.

4.Nabi Muhammad SAW bersabda : Jika kamu sedang shalat (sunat) dan
ayahmu memanggilmu maka jawablah, jika ibumu memanggilmu maka jawablah.

وَ قَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ : مَنْ آذى وَالِدَيْهِ اَوْ آذى اَحَدَهُمَا يَدْخُلُ النَّارَ.

5.Nabi Muhammad SAW bersabda : Barang siapa meyakiti kedua orang
tuanya atau salah satunya maka dia masuk neraka.

وَ قَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ حِكَايَةً عَنِ اللهِ تَعَالى قُلْ لِلْبَارِّ لِوَالِدَيْهِ اِعْمَلْ مَا شِئْتَ فَاِنَّ
اللهَ يَغْفِرُلَكَ.

6.Nabi Muhammad SAW bersabda : Dalam sebuah hadits qudsi dijelaskan, katakanlah kepada orang yang berbakti kepada orang tunya,
berbuatlah sesuka kalian karena sesungguhnya Allah SWT telah memafkan kalian.

وَ قَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ : بِرُّ الْوَالِدَيْنِ كَفَّارَةٌ لِلْكَبَائِرِ.

7.Nabi Muhammad SAW bersabda : Berbakti kepada kedua orang tua itu
kifarat (menebus) dosa-dosa besar,

وَ قَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ : مَنْ وَضَعَ طَعَامًا طَيِّبًا فِى بَيْتِهِ وَاَكَلَهُ دُوْنَ وَالِدَيْهِ اَحْرَمَهُ
اللهُ تَعَالى لَذِيْذَ طَعَامِ الْجَنَّةِ.

8.Nabi Muhammad SAW bersabda : Barangsiapa memiliki makanan baik
di rumahnya dan memakannya tanpa kedua orang tuanya maka Allah SWT
mengharamkan enaknya makanan surga baginya.

وَ قَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ : مَنْ بَاتَ شَبْعَانَ رَيَّانَ وَاَحَدُ وَالِدَيْهِ جِيْعَانٌ اَوْ عَطْشَانٌ حَشَرَهُ
اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ جِيْعَانًا وَعَطْشَانَ وَلَمْ يَسْتَحْيِ اللهُ مِنْ عَذَابِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.

9.Nabi Muhammad SAW bersabda : Barang siapa bermalam dalam keadaan kenyang dan segar sedangkan salah satu dari kedua orang tuanya kelaparan atau kehausan maka Allah SWT akan membangkitkannya pada hari kiamat
dalam keadaan kehausan dan kelaparan dan Allah SWT tidak malu untuk mengazabnya.

وَ قَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ : مَنْ رَفَعَ يَدَيْهِ لِيَضْرِبَ اَحَدَ وَالِدَيْهِ غُلَّتْ يَدُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ اِلى
عُنُقِهِ مَشْلُوْلَةً قَالُوْا يَا رَسُوْلَ اللهِ وَاِنْ ضَرَبَهُمَا ؟ قَالَ تُقْطَعُ يَدُهُ قَبْلَ اَنْ يَجُوْزَ عَلَى
الصِّرَاطِ وَتَضْرِبُهُ الْمَلَائِكَةُ.

10.Nabi Muhammad SAW bersabda : Barang siapa mengangkat tangannya untuk memukul salah satu dari kedua orang tuanya maka tangannya akan
dibelenggu pada hari kiamat sampai lehernya dalam keadaan lumpuh. Jika
sampai memukulnya maka tangannya di potong sebelum melewati jembatan dan dipukuli para malaikat.

lubabul hadits bab ke – 31 : keutamaan mendidik anak

1.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 “Orang tua itu tidak memberi kepada
anaknya sesuatu yang labih baik daripada adab (pendidikan) yang baik”.
(HR. Tirmidzi dan Hakim dari Amru bin Said Ibn Al-Ash)

2.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 “Mendidik anaknya lebih baik
daripada sedekah satu sha`”. (HR. Tirmidzi dari Jabir bin  Samurah)

3.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 “Mulyakanlah anak-anak kalian dan
baikkanlah adab mereka”. (HR/ Ibnu Majah dari Anas)

4.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Barangsiapa yang ingi menghinakan
orang yang dengki kepadanya maka didiklah anaknya

5.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Memandang wajah anaknya dengan
perasaan syukur bagaikan memandang wajah nabinya.

6.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Muliakanlah anak-anak kalian karena sesungguhnya memuliakan anak itu tabir dari neraka.

7.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Anak-anak itu pelindung dari api
neraka, makan bersama mereka membebaskan dari api neraka, memuliakan mereka memudahkan lewat shirath.

8.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Muliakanlah anak-anak kalian karena sesungguhnya barang siapa yang memuliakan anak maka Allah SWT akan memuliakannya di dalam surga.

9.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Sesungguhnya di surga itu ada satu
rumah bernama Daarul Farah  (rumah kegembiraan) yang tidak akan
memasukinya terkecuali orang yang membahagiakan anak kecil. (HR. Abu Ya`la dari Aisyah)

10.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Sesungguhnya di surga itu ada satu rumah bernama Daarul Farah  (rumah kegembiraan) yang tidak akan memasukinya terkecuali orang yang membahagiakan anak-anak yatim kaum mukminin. (HR. Hamzah bin Yusuf dan Ibnu Najar dari Uqbah bin Amir Al Juhani)

lubabul hadits bab ke – 32 : keutamaan tawadhu’

1.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Barang siapa rendah hati karena
Allah SWT maka Allah akan mengangkatnya. Barang siapa takabur maka Allah akan merendahkannya.
(HR. Ibnu Mandah dan Abu Nuaim)

2.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Dalam sebuah hadits dijelaskan
 jika pada kepala manusia ada dua buah rantai, rantai pertama di langit
ketujuh dan rantai kedua di bumi ketujuh. Apabila dia tawadhu maka Allah mengangkatnya ke langit ketujuh dan jika dia sombong maka Allah merendahkannya hingga bumi ketujuh.  Demikian makna hadits yang driwayatkan oleh Al-Kharaithi, Al-Hasan bin Sufyan, Ibnu Laal dan Ad- Dailami).

3.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Jika kalian melihat orang-orang
yang rendah hati maka rendah hatilah kalian dan jika kalian melihat orang-orang yang sombong maka “sombongkanlah” diri kalian.

4.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Rendah hatilah kalian bersama
orang-orang yang rendah hati karena sesungguhnya rendah hati bersama orang-orang yang rendah hati adalah sedekah. Sombonglah kalian bersama
orang-orang yang sombong karena sesungguhnya sombong bersama-sama orang yang sombong adalah sedekah.

5.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Takaburlah kepada orang-orang yang takabur karena sesungguhnya takabur kepada mereka adalah sedekah.

6.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Pokoknya tawadhu adalah memulai
salam kepada orang islam yang ditemuinya dalam suatu majlis

7.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Tawadhu adalah sasaran kemuliaan.
Kemurahan itu ketakwaan, kemuliaan itu tawadhu, keyakinan itu kekayaan.
(HR. Ibnu Abu Dunya dari Yahya bin Abu Katsir)

8.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Setiap yang punya kenikmatan
dihasudi (dengki) kecuali tawadhu.

9.Tawadhu itu sebagian akhlak para nabi, takabur itu akhlak orang kafir dan Firaun.

10.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Barangsiapa takabur terhadap orang
miskin maka Allah melaknatinya, barangsiapa takabur terhadap ulama maka Allah merendahkannya.

lubabul hadits bab ke – 33 : keutamaan diam

1.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Keselamatan ada sepuluh bagian,
sembilan bagian dalam diam dan yang kesepuluh dalam menyingkir dari manusia.
 (HR. Dailimi dari Ibnu Abbas)

2.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Setiap sesuatu ada najisnya dan najisnya lisan adalah berkata buruk.

3.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Barangsiapa diam maka selamat.

4.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Diamnya orang alim adalah jelek dan
bicaranya adalah hiasan. Perkataan orang bodoh adalah jelek dan diamnya orang bodoh adalah hiasan.

5.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Pokonya iman itu diam kecuali dzikir kepada Allah SWT.

6.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Diam itu hiasan bagi orang alim dan tabir bagi orang bodoh.
 (HR. Abu Syaikh dari Mihraz bin Zuhair Al Aslami)

7.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Banyak kalimat yang menghilangkan kenikmatan dan banyak kalimat yang menarik kenikmatan

8.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Barang siapa menjaga lisannya maka tidak ada seseorang yang berhak menghinakannya.

9.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Hikmah itu ada sepuluh, yang sembilan dalam uzlah (menyingkir dari keramaian) dan satunya dalam diam.
(HR. Ibnu Adiy dan Lal dari Abu Hurairah)

10.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Diam itu hikmah dan sedikit yang melakukannya.
(HR. Qudhai dari Anas bin Malik dan Ad Dailimi dari Umar)

lubabul hadits bab ke – 34 : keutamaan mengurangi makan, minum, menganggur

1.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Tiga hal yang bisa menjadikan hati keras adalah suka tidur, suka istirahat (nganggur) dan suka makan.

2.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Barang siapa kenyang di dunia maka lapar di hari kiamat dan barangsiapa lapar di dunia maka kenyang di hari kiamat.

3.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Barang siapa makan diatas kenyang maka dia benar-benar telah makan haram.

4.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Pimpinan amal itu lapar

5.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Lapar adalah inti ibadah

6.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Hidupkanlah hati kalian dengan sedikit tertawa dan sedikit kenyang dan sucikanlah dengan lapar maka
hati kalian akan menjadi jernih dan lembut.

7.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Orang yang paling dekat denganku di hari kiamat adalah yang paling banyak lapar dan tafakurnya.

8.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Barang siapa banyak makannya maka banyak azabnya.

9.Tidak ada kesehatan bersama banyaknya tidur, tidak ada kesehatan bersama banyaknya makan dan tidak ada kesembuhan dengan perkara haram.

10.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Subhat itu mencegah rizki.

 lubabul hadits bab ke – 35 : keutamaan menyedikitkan ketawa

1. Nabi Muhammad SAW bersabda :

Banyak tertawa mematikan hati

2. Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Tertawa di dalam masjid adalah kegelapan di dalam kubur (HR. Dailimi dari anas)

3. Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Barangsiapa tertawa terbahak-bahak maka benar-benar telah lupa satu bab dari ilmu

4. Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Barangsiapa tertawa terbahak-bahak maka dia sungguh memuntahkan akalnya sekali muntahan.

5. Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Barangsiapa banyak tertawa di dunia maka banyak menangis di akherat

6. Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Barangsiapa tertawa terbahak-bahak maka Al-Jabbar (Allah SWT) melaknatinya dan barangsiapa banyak tertawa maka berhak masuk neraka.

7. Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Barangsiapa banyak tertawa maka banyaklah kesalahannya

8. Nabi Muhammad SAW bersabda :

Barangsiapa banyak tertawa maka manusia meremehkannya

9. Nabi Muhammad SAW bersabda :

Barangsiapa berkata sehingga perkataannya tersebut membuat temannya tertawa maka Allah SWT menyiksanya di neraka.

10.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Tertawanya para nabi itu tersenyum dan tertawanya syetan itu terbahak-bahak.

lubabul hadits bab ke – 36 : keutamaan menjenguk orang sakit

1.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Jenguklah orang sakit dan iringkanlah jenazah karena bisa mengingatkan akherat.
 (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Baihaqi dari Abu Said Al-Khudri)

2.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Penjenguk orang sakit itu berjalan di kebun surga hingga dia kembali. (HR. Muslim dari Tsauban ra.)

3.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Menjenguk orang sakit pada hari pertama adalah wajib dan pada hari berikutnya sunnah.

4.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Tidak wajib menjenguk orang sakit terkecuali setelah tiga hari.

5.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Barang siapa menjenguk orang sakit yang sholeh maka keluar bersamanya tujuhpuluh malaikat yang beristigfar untuknya, mereka keluar dari rumah si sakit dan masuk ke rumah si penjenguk.

6.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Orang yang menjenguk orang sakit selalu berada di jalan surga. (HR. Muslim dari Tsauban ra.)

7.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Penjenguk orang sakit berada dalam rahmat Allah dan ketika dia duduk disampingnya maka dia menyelam dalam rahmat tersebut.

8.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Tidak adanya penjengukan lebih berat daripada penyakitnya itu sendiri.

9.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Menjenguk orang sakit itu waktunya seperti antara dua pemerahan onta. (HR. Baihaqi dari Anas bin Malik)

10.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Sebagian dari kesempurnaan menjenguk orang sakit adalah meletakkan tangan diatas wajah atau tangan si sakit dan menanyakan bagaimana kondisinya. Kesempurnaan penghormatan diantara kalian adalah berjabat tangan.
(HR. Ahmad dan Thabrani dari Abu Umamah)

lubabul hadits bab ke – 37 : keutamaan mengingat kematian

1.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Kematian itu jembatan yang menyambungkan seorang kekasih kepada kekasihnya

2.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Kematian itu ada empat: kematian ulama, kematian orang kaya, kematian orang miskin dan kematian penguasa. Kematian ulama menimbulkan kekacauan dalam agama, kematian orang kaya menimbulkan penyesalan, kematian orang miskin menimbulkan ketenangan dan kematian penguasa menimbulkan fitnah.

3.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Sesungguhnya para wali Allah itu tidak meninggal, mereka hanya berpindah dari satu negeri ke negeri lainnya.

4.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Sebaik-baik kematian adalah kenyamanan bagi orang mukmin

5.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Kematian ulama adalah kegelapan dalam agama

6.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Jika anak adam mati maka terputuslah amalnya terkecuali tiga hal : sedekah jariyah atau ilmu yang
dimanfaatkan atau anak sholeh yang mendoakannya. (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasai dari Abu Hurairah )

7.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Ingatlah penghancur kenikmatan, para sahabat bertanya, Nabi, apakah penghancur kenikmatan itu?’ Nabi menjawab: “Mati, mati, mati”.

8.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Jadikanlah dirimu di dunia seakan-akan seorang pengembara (orang asing) atau orang yang lewat dan anggaplah dirimu dari penghuni kubur. (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Ibnu Umar).

9.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Ketika seorang alim meninggal maka menangislah ahli langit dan bumi selama tujuhpuluh hari. Barangsiapa
tidak sedih atas meninggalnay orang alim maka dia adalah orang munafik, munafik, munafik, Nabi mengatakannya tiga kali.

10.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Ketika seseorang meninggal berkatalah para malaikat tentang apa yang telah dilakukannya dan berkatalah manusia tentang apa yang ditinggalkannya.
 (HR. Baihaqi dari Abu Hurairah)

lubabul hadits bab ke – 38 : keutamaan mengingat kubur dan ihwalnya

1.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Kubur adalah taman dari taman-tamannya surga atau lubang dari lubangnya neraka.

2. Nabi Muhammad SAW bersabda :

Orang mukmin di dalam kuburnya itu berada dalam taman yang hijau, diluaskan kuburnya tujuhpuluh hasta dan bersinar bagaikan bulan purnama.

3.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Seandainya anak adam tahu bagaimana siksa kubur, tentu tidak bermanfaatlah kehidupan dunia, maka mintalah perlindungan kepada Allah Yang Maha Mulia dari azabnya kubur yang sangat buruk.

4. Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Tidak seorangpun lewat di kuburan seorang laki-laki yang di kenalnya di dunia kemudian memberi salam terkecuali orang mati tersebut mengenalnya dan menjawab salamnya.
(HR. Khatib dan Ibnu Asakir dari Abu Hurairah).

5.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Tidaklah seorang muslim lewat kuburan muslim terkecuali ahli kubur berkata, “Hari pelupa seandainya kamu tahu apa yang kami tahu niscaya dagingmu hancur diatas jasadmu dan darahmu diatas badanmu.

6.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Ketika seorang mukmin diletakkan dan didudukan di kuburnya dan berkata para keluarganya, kerabatnya, kekasihnya dan anak-anaknya “Aduhai tuanku, aduhai yang mulia, aduhai pimpinanku, maka malaikat berkata: “Dengarlah apa yang mereka katakan, kamu dulunya tuan,yang mulia dan pemimpin”. Orang mati berkata:”Andaikan mereka tidak ada”. Maka dia dihimpit sekali himpitan yang membuat tulang-tulang iganya berhimpitan.

7.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Allah berfirman: “Wahai Isa banyak wajah yang bersinar, badan yang sehat dan lisan yang faseh besok berada diantara tingkatan neraka menjerit.

8. Nabi Muhammad SAW bersabda :

Kubur itu tempat pertama dari tempat-tempat akherat dan tempat terakhir dari tempat-tempat dunia.

9.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Kubur itu tempat yang harus disinggahi

10.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 ika kalian sudah meninggal maka diperlihatkan tempat kalian di waktu pagi dan sore. Jika ahli surga maka termasuk ahli surga dan jika ahli neraka maka termasuk ahli neraka. Dikatakan kepanya: “Inilah tempatmu hingga Allah membangkitkanmu ke tempat itu di hari kiamat”
 (HR. Bukhari Muslim dan Tirmizi serta Ibnu Majah dari Ibnu Umar)

lubabul hadits bab ke – 39 : larangan meratapi mayit

1. Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Meratap itu perbuatan dari perbuatan-perbuatan jahiliyah

2.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Barang siapa melakukan ratapan maka dia adalah musuh Allah, Malaikat dan semua manusia

3.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Wanita tukang ratap akan datang pada hari kiamat menggonggong seperti gonggongan anjing

4.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Wanita peratap akan datang pada hari kiamat dalam keadaan kusut berdebu, kepalanya berjilbab dari api dan meletakkan tangannya diatas kepala seranya berkata: “Aduh kehancuranku”.

5.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Allah SWT melaknat wanita peratap, wanita yang mendengarkan, wanita yang mencukur, wanita yang membedah, wanita yang merobek, wanita yang mencakar, wanita yang membuat tatto, wanita yang berteriak dan wanita yang mencabuti rambut ketika terjadi musibah.

6. Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Barang siapa meratap ketika terjadi musibah maka ditulis nama pada catatan orang – orangmunafik.

7.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Dua suara yang dilaknak di dunia dan akherat:  seruling ketika mendapatkan nikmat dan jeritan ketika mendapatkan musibah.
 (HR. Bazzar dari Anas)

8. Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Barangsiapa merobek kerah baju dengan tangannya atau mencakar pipinya atau memukulnya atau meratap ketika mendapat musibah maka dia durhaka kepada Allah dan Rasul-NYA.

9. Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Tidak halal bagi seorang wanita
mencukur (mencabut) rambutnya ketika terjadi musibah, jika dia melakukannya maka Allah SWT mengadakanmencatat baginya dengan setiap helai rambut seekor ular diatas anggota badannya pada hari kiamat dan dia termasuk orang yang durhaka, dilaknati oleh Allah, Rasul-NYA dan manusia semuanya.

10.Nabi Muhammad SAW bersabda : Tidak termasuk umatku orang yang menampar pipi-pipi, merobek kerah baju, dan berseru dengan seruan jahiliyah.
(HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmizi, Nasai dan Ibnu Majah dari Ibnu Mas`ud)

lubabul hadits bab ke – 40 : keutamaan sabar tertimpa musibah

1. Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Sabar itu pada awal musibah.
(HR. Bazzar dan Abu Yala dari Abu Hurairah)

2. Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Andaikan sabar itu lelaki tentu dia adalah lelaki yang mulia.
(HR.Abu Nuaim dari Aisyah)

3. Nabi Muhammad SAW bersabda :

Jika Allah SWT mencintai seorang hamba maka dia akan mencobanya dengan cobaan yang tidak ada obatnya. Jika dia sabar maka Allah memilihnya dan jika dia ridha maka Allah menjadikannya pilihan.

4.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Tidaklah seorang hamba menelan sesuatu yang lebih utama di sisi Allah SWT selain menahan kemarahan
karena mengharapkan ridha Allah SWT.
(HR. Ahmad, Tabrani dari Umar)

5.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Sabar itu salah satu wasiat dari beberapa wasiat Allah SWT di bumi, barang siapa menjaganya maka dia selamat dan barang siapa menyia-nyiakannya maka dia celaka.

6.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Allah SWT mewahyukan kepada Musa bin Imran: “Hai musa, barang siapa tidak ridha dengan takdir-KU, tidak
bersabar atas cobaan-KU, tidak bersyukur atas nikmat-KU maka keluarlah dari antara bumi dan langit-KU dan carilah tuhan selain-KU”.

7.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Sabar ketika mendapat musibah itu memperoleh tujuhratus derajat.

8.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Sabar sesaat itu lebih baik dari dunia seisinya.

9.Nabi Muhammad SAW bersabda :

Sabar itu ada empat : sabar dalam menjalankan fardhu, sabar dalam menghadapi musibah, sabar menghadapi gangguan manusia dan sabar dalam kefakiran. Sabar dalam menjalankan kewajiban adalah taufik, sabar dalam menghadapi musibah berpahala, sabar dalam menghadapi gangguan manusia adalah dicintai dan sabar dalam kefakiran adalah dicintai Allah SWT.

10.Nabi Muhammad SAW bersabda :

 Ketika terjadi musibah pada seorang hamba, baik pada badannya, hartanya atau anaknya kemudian dia menghadapinya dengan kesabaran yang baik maka pada hari kiamat Allah SWT malu untuk memasang timbangan dan membentangkan catatannya.

Teks Bacaan Kitab Maulid Diba’

Maulid Diba’ – Pembahasan kita kali ini adalah tentang Maulid Diba.
maulid ini sangat terkenal dan popopuler di seluruh dunia terutama di indonesia. biasanya masyarakat muslim di desa desapun sering mengadakan pembacaan maulid diba yang umum disebut dengan “Diba’an”. berbagai acara pengajian dan majelis taklim pun sering diisi dengan pembacaan mawlid diba’ ini.

Maulid diba’ sendiri dikarang oleh seorang ulama besar dan waliyullah al-Imam al-jalil Wajihuddin Abdurrahman bin Muhammad bin Umar bin Ali bin Yusuf bin Ahmad bin Umar ad-Diba’i asy-Syaibani al-Yamani az-Zabidi asy-Syafi’i atau biasa dikenal dengan Imam Abdurrahman Ad Diba’i. beliau
lahir pada tahun 866 H dan meninggal pada tahun 944 H. beliau juga seorang yang jujur, lemah lembut tutur katanya dan indah bahasanya.
karya karyanya sagnat banyak dan yang paling terkenal tentu saja maulid diba’ ini.

Makna dan isi kandungan maulid diba ini adalah syair syair sanjungan dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW serta kisah dan riwayat perjalanan hidup Rasulullah SAW yang dirangkai dengan kata kata indah atau biasa disebut “nadhom”. terdapat lirik dan bait bait sholawat pula didalamnya serta sesekali diselingi dengan lantunan qasidah sehingga tak heran jika kitab
maulid diba ini banyak dibaca karena memang mengandung khasiat dan manfaat yang besar.

So, tanpa panjang lebar berikut ini teks bacaan kitab maulid diba karya Imam Abdurrahman Ad-Diba’i seacara full dan lengkap mulai dari rawi pertama hingga rawi terakhir beserta doanya. lafadz dan syair maulid diba’ dibawah ini kami bagikan dalam versi tulisan bahasa arabnya . . .

    Maulid Diba

مَوْلِدُ الدِّيْبَعِى
 اَلْمَقْرُوْءَةُ فِـيْ أول المولد

يَارَبِّ صَـــــلِّ عَليٰ مُحَمَّــــــــــدْ – يَارَبِّ صَلِّ عَلَيْـــــــــهِ وَسَــــــلِّمْ
يَارَبِّ بَلِّغْـــــــــهُ الْوَسِيْــــــــــــلَةْ – يَارَبِّ خُصَّـــــهٗ بِالْفَضِيْــــــــــــلَةْ
يَارَبِّ وَارْضَ عَنِ الصَّحَـــــــابَةْ – يَارَبِّ وَارْضَ عَنِ السُّـــــــــلاَلَةْ
يَارَبِّ وَارْضَ عَنِ الْمَشَــــــــايِخْ – يَارَبِّ فَارْحَـــــــمْ وَالِدِيْنَــــــــــــا
يَارَبِّ وَارْحَمْـــــــــنَا جَمِيْـــــــــــعًا – يَارَبِّ وَارْحَـــــــــــمْ كُلَّ مُسْــــلِمْ
يَارَبِّ وَاغْفِـــــــــرْ لِكُلِّ مُــــذْنِبْ – يَارَبِّ لَاتَقْطَـــــــــعْ رَجَـــــــــــانَا
يَارَبِّ يَاسَامِــــــــــعْ دُعَــــــــــانَا – يَارَبِّ
بَلِّغْـــــــــــــــــــــــنَا نَزُوْرُهْ
يَارَبِّ تَغْشَــــــــــــــــــــانَا بِنُوْرِهْ – يَارَبِّ حِفْـــــــــــــظَانَكْ وَاَمَانَكْ
يَارَبِّ وَاسْـــــــــكِنَّا جِـــــــنَانَكْ – يَارَبِّ أَجِــرْنَا مِنْ عَــــــــــذَابِكْ
يَارَبِّ وَارْزُقْنَـــــــــا الشَّــــــهَادَةْ – يَارَبِّ حِطْـــــــنَا بِالسَّعَـــــــــادَةْ
يَارَبِّ وَاصْــــلِحْ كُلَّ مُصْـــــــلِحْ – يَارَبِّ وَاكْــــــــــفِ كُلَّ مُـــؤْذِيْ
يَارَبِّ نَخْــــــــتِمْ بِالْمُشَـــــــــــفَّعْ – يَارَبِّ صَلِّ عَلَيْـــــــــهِ وَسَــــــلِّمْ

 اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ
اِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِيْنَا ۞ لِيَغْفِرَ لَكَ اللهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ
نِعْمَتَهٗ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطاً مُسْتَقِيْماَ ۞ وَيَنْصُـرَكَ اللهُ نَـصْرًا عَزِيْزًا ۞ لَقَدْ جَآءَكُمْ
رَسُوْلٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَؤٗفٌ رَّحِيْمٌ ۞ فَاِنْ
تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللهُ لَآاِلٰهَ اِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ ۞ إِنَّ اللهَ
وَمَلَآئِكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلىٰ النَّبِيِّ ۞ يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ آَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ
يَارَسُوْلَ اللهِ سَــــلَامٌ عَلَيْكَ – يَارَفِــــــــــــيْعَ الشَّــــــانِ وَالدَّرَجٍ
عَــــــــطْفَـةً يَاجِــــــيْرَةَ الْعَلَمِ – يَااُهَيْـــــلَ الْجُــــــوْدِ وَالْكَـــــــرَمِ
نَحْنُ جِـيْرَانٌ بِذَا الْحَـــــــــرَمِ – حَرَمِ الْاِحْسَــــــــــــانِ وَالْحَسَنِ
نَحْنُ مِنْ قَوْمٍ بِهٖ سَـــــكَنُـــوْا – وَبِهٖ مِنْ خَــــــــوْفِـــــهِمْ اَمِنُــــــوْا
وَبِأٰيَاتِ الْــــقُـــــرْاٰنِ عُــــــنُوْا – فَـــاتَّـــــئِدْ فِـــيْنَا أَخَــــا الْوَهَـــــنِ
نَـعْرِفُ الْبَطْــــحَا وَتَعْرِفُنَــــــا – وَالصَّـــــفَا وَالْبَــــيْتُ يَأْلَفُنَــــــــــــا
وَلَنَا الْمَــــعْلىٰ وَخَيْفُ مِـــــنٰى – فَاعْلَمَنْ هٰـــــذَا وَكُنْ وَكُــــــــــنِ
وَلَـــــــنَا خَــــــيْرُ الْاَنَـامِ اَبُ – وَعَلِىُّ الْـمُرْتَضٰـــى حَـــــــــــسَبُ
وَاِلٰى السِّبْطَيْنِ نَـنْتَسِـــــبُ – نَـسَـبًامَّا فِيْهِ مِنْ دَخَــــــــــــــــنِ
كَمْ إِمَامٍ بَـعْدَهٗ خَــــــــلَفُــــــوْا – مِنْهُ سَـــــادَاتٌ بِذَا عُـرِفُــــــــــوْا
وَبِهٰذَا الْوَصْفِ قَدْوُصِــــفُـــوْا – مِنْ قَدِيْمِ الدَّهْـــــــــــرِ وَالزَّمَــــنِ
مِثْـــــلُ زَيْنِ الْعَابِــــدِيْنَ عَلِيْ – وَابْـنِهِ الْبَاقِــــــــــرِخَـــــــــيْرِ وَلِيْ
وَالْاِمَامِ الصَّادِقِ الْحَــــــفِــــلِ – وَعَلِيِّ ذِى الْعُــــــــــــلَا الْيَـقِــــيْنِ
فَـهُمُ الْقَوْمُ الَّذِيْنَ هُــــــــــدُوْا – وَبِـفَضْلِ اللهِ قَدْ سَـــــــــــعِــــدُوْا
وَ لِـغَيْرِ اللهِ مَــــا قَـصَـــــدُوْا – وَمَـعَ الْـقُــرْاٰنِ فِيْ قَـــــــــــــــــرَنِ
اَهْلُ بَيْتِ الْمُصْطَفٰــى الطُّهُرِ – هُمْ اَمَـــــانُ الْاَرْضِ فَـــــــــــادَّكِرِ
شُـبِّهُوْا بِالْأَنْـجُـــــمِ الزُّهُــــــرِ – مِـثْلَمَا قَدْجَـــــــــــآءَ فِى السُّــــنَنِ
وَسَـفِـيْنٌ لِلـنَّـجَـــــــــــــاةِ اِذَا – خِفْتَ مِنْ طُوْفَــــــــانِ كُلِّ اَذٰى
فَانْجُ فِـيْهَـــــــا لَاتَكُوْنُ كَــــذَا – وَاعْــــتَصِمْ بِاللهِ وَاسْــــــــــــــتَعِنِ
رَبِ فَانْفَعْنَــــــــا بِـبَرْكَتِهِـــــــمْ – وَاهْــــدِناَ الْحُسْنٰــى بِحُرْمَتِهِـــــــــمْ
وَاَمِـتْنَـــا فِي طَــــرِيْقَــــــــتِهِـــمْ – وَمُعَـــــــــــافَاةٍ مِـنَ
الْـفِـــــــــــتَنِ

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الْقَوِيِّ الْغَالِبْ ۞ اَلْوَلِيِّ الطَّالِبِ ۞ اَلْبَاعِثِ الْوَارِثِ الْمَانِحِ السَّالِبِ ۞ عَالِمِ
الْكَآئِنِ وَالْبَآئِنِ وَالزَّآئِلِ وَالذَّاهِبِ ۞ يُسَبِّحُهُ اْلأَٓفِلُ وَالْمَآئِلُ وَالطَّالِعُ وَالْغَارِبُ ۞
وَيُوَحِّدُهُ النَّاطِقُ وَالصَّامِتُ وَالْجَامِدُ وَالذَّآئِبُ ۞ يَضْـرِبُ بِعَدْلِهِ السَّاكِنُ وَيَسْكُنُ بِفَضْلِهِ
الضَّارِبُ ۞ (لَآإِلٰهَ إِلاَّ اللهُ) ۞ حَكِيْمٌ أَظْهَرَ بَدِيْعَ حِكَمِهٖ وَالْعَجَآئِبِ ۞ فِيْ تَرْتِيْبِ تَرْكِيْبِ
هٰذِهِ الْقَوَالِبِ ۞ خَلَقَ مُخًّا وَعَظْمًا وَعَضُدًا وَعُرُوْقًا وَلَحْمًا وَجِلْدًا وَشَعْرًا بِنَظْمٍ مُؤْتَلِفٍ
مُتَرَاكِبٍ ۞ مِنْ مَآءٍ دَافِقٍ يَخْرُجُ مِنْ بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَآئِبِ ۞ (لَآإِلٰهَ إِلاَّ اللهُ) ۞ كَرِيْمٌ
بَسَطَ لِخَلْقِهٖ بِسَاطَ كَرَمِهٖ وَالْمَوَاهِبِ ۞ يَنْزِلُ فِيْ كُلِّ لَيْلَةٍ اِلٰى سَمَآءِ الدُّنْيَا وَيُنَادِيْ
هَلْ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ هَلْ مِنْ تَآئِبٍ ۞ هَلْ مِنْ طَالِبِ حَاجَةٍ فَأُنِيْلَهُ الْمَطَالِبَ ۞ فَلَوْ رَأَيْتَ الْخُدَّامَ
قِيَامًا عَلىٰ اْلأَقْدَامِ وَقَدْ جَادُوْا بِالدُّمُوْعِ السَّوَاكِبِ ۞ وَالْقَوْمَ بَيْنَ نَادِمٍ وَتَآئِبٍ ۞
وَخَآئِفٍ لِنَفْسِهٖ يُعَاتِبُ ۞ وَآبِقٍ مِنَ الذُّنُوْبِ إِلَيْهِ هَارِبٍ ۞ فَلاَ يَزَالُوْنَ فِي اْلإِسْتِغْفَارِ
حَتَّى يَكُفَّ كَفُّ النَّهَارِ ذُيُوْلَ الْغَيَاهِبِ ۞ فَيَعُوْدُوْنَ وَقَدْ فَازُوْا بِالْمَطْلُوْبِ وَأَدْرَكُوْا رِضَا
الْمَحْبُوْبِ وَلَمْ يَعُدْ أَحَدٌ مِنَ الْقَوْمِ وَهُوَ خَآئِبٌ ۞ (لَآإِلٰهَ إِلاَّ أللهُ) ۞ فَسُبْحَانَهٗ وَتَعَالىٰ
مِنْ مَلِكٍ أَوْجَدَ نُوْرَ نَبِيِّهٖ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ نُوْرِهٖ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ اٰدَمَ
مِنَ الطَّيْنِ اللاَّزِبِ ۞ وَعَرَضَ فَخْرَهٗ عَلىٰ الْأَشْيَآءِ وَقَالَ هٰذَا سَيِّدُ الْأَنْبِيَآءِ وَأَجَلُّ
الْأَصْفِيَآءِ وَأَكْرَمُ الْحَبَآئِبِ

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ
قِيْلَ هُوَ أَدَمُ، قَالَ أَدَمُ بِهِ أُنِيْلُهُ أَعْلَى الْمَرَاتِبِ. قِيْلَ هُوَ نُوْحٌ، قَالَ نُوْحٌ بِهِ يَنْجُوْ
مِنَ الْغَرَقِ وَيَهْلِكُ مَنْ خَالَفَهُ مِنَ الْأَهْلِ وَالْأَقَارِبِ. قِيْلَ هُوَ إِبْرَاهِيْمُ، قَالَ إِبْرَاهِيْمُ
بِهِ تَقُوْمُ حُجَّتُهُ عَلَى عُبَّادِ اْلأَصْنَامِ وَالْكَوَاكِبِ. قِيْلَ هُوَ مُوْسَى، قَالَ مُوْسَى أَخُوْهُ وَلَكِنْ
هَذَا حَبِيْبٌ وَمُوْسَى كَلِيْمٌ وَمُخَاطِبٌ. قِيْلَ هُوَ عِيْسَى، قَالَ عِيْسَى يُبَشِّرُ بِهِ وَهُوَ بَيْنَ يَدَيْ
نُبُوَّتِهِ كَالْحَاجِبْ. قِيْلَ فَمَنْ هَذَا الْحَبِيْبُ الْكَرِيْمُ الَّذِيْ اَلْبَسْتَهُ حُلَّةَ الْوَقَارِ، وَتَوَّجْتَهُ
بِتِيْجَانِ الْمَهَابَةِ وَالْإِفْتِخًارِ، وَنَشَرْتَ عَلَى رَأْسِهِ الْعَصَائِبْ. قَالَ هُوَ نَبِيُّ نِاسْتَخْرَجْتُهُ
مِنْ لُؤَيِّ ابْنِ غَالِبْ. يَمُوْتُ أَبُوْهُ وَأُمُّهُ وَيْكْفُلُهُ جَدُّهُ ثُمَّ عَمُّهُ الشَّقِيْقُ أَبُوْ طَالِبْ

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ
يُبْعَثُ مِنْ تِهَامَةَ بَيْنَ يَدَيِ الْقِيَامَةِ ۞ فِيْ ظَهْرِهٖ عَلاَمَةٌ تُظِلُّهُ الْغَمَامَةُ ۞ تُطِيْعُهُ
السَّحَآئِبُ ۞ فَجْرِيُّ الْجَبِيْنِ لَيْلِيُّ الذَّوَآئِبِ ۞ أَلْفِـيُّ الْأَنْفِ مِيْمِـيُّ الْفَمِ نُوْنِيُّ الْحَاجِبِ ۞
سَمْعُهٗ يَسْمَعُ صَرِيْرَ الْقَلَمِ بَصَرُهٗ اِلٰى السَّبْعِ الطِّبَاقِ ثَاقِبٌ ۞ قَدَمَاهٗ قَبَّلَهُمَا الْبَعِيْرُ ۞
فَأَزَالاَمَا اشْتَكَاهُ مِنَ الْمِحَنِ وَالنَّوَآئِبِ ۞ اٰمَنَ بِهِ الضَّبُّ وَسَلَّمَتْ عَلَيْهِ الْأَشْجَارُ
وَخَاطَبَتْهُ الْأَحْجَارُ ۞ وَحَنَّ إِلَيْهِ الْجِذْعُ حَنِيْنَ حَزِيْنٍ نَادِبٍ ۞ يَدَاهُ تَظْهَرُ بَرَكَتُهُمَا فِي
الْمَطَاعِمِ وَالْمَشَارِبِ ۞ قَلْبُهٗ لاَيَغْفُلُ وَلاَ يَنَامُ وَلٰكِنْ لِلْخِدْمَةِ عَلىٰ الدَّوَامِ مُرَاقِبٌ ۞ إِنْ
أُوْذِيَ يَعْفُ وَلاَيُعَاقِبُ ۞ وَإِنْ خُوْصِمَ يَصْمُتْ وَلاَيُجَاوِبُ ۞ أَرْفَعُهٗ إِلىٰ أَشْرَفِ الْمَرَاتِبِ ۞ فِي
رَكْبَةٍ لاَتَنْبَغِـيْ قَبْلَهٗ وَلاَبَعْدَهٗ لِرَاكِبٍ ۞ فِيْ مَوْكِبٍ مِنَ الْمَلَآئِكَةِ يَفُوْقُ عَلىٰ سَآئِرِ
الْمَوَاكِبِ ۞ فَإِذَا ارْتَقىٰ عَلىٰ الْكَوْنَيْنِ وَانْفَصَلَ عَنِ الْعَالَمَيْنِ ۞ وَوَصَلَ إِلىٰ قَابِ قَوْسَيْنِ
كُنْتُ لَهٗ اَنَا النَّدِيْمَ وَالْمُخَاطِبَ

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ
ثُمَّ أَرُدُّهٗ مِنَ الْعَرْشِ ۞ قَبْلَ أَنْ يَّبْرُدَ الْفَرْشُ ۞ وَقَدْ نَالَ جَمِيْعَ الْمَاٰرِبِ ۞ فَإِذَا شُرِّفَتْ
طُرْبَةَ طَيْبَةَ مِنْهُ بِأَشْرَفِ قَالَبٍ ۞ سَعَتْ إِلَيْهِ أَرْوَاحُ الْمُحِبِّيْنَ عَلىٰ الْأَقْدَامِ وَالنَّجَآئِبِ

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ
صَلاَةُ اللهِ مَالاَحَــــــتْ كَوَاكِبْ – عَلىٰ احْمَدْ خَيْرِ مَنْ رَّكِبَ النَّجَآئِبْ
حَدٰى حَادِى السُّرٰى بِاسْمِ الْحَبَائِبْ – فَهَزَّالشُّكْرُاَعْـــــــــطَافَ الرَّكَائِبْ
اَلَمْ تَرَهَا وَقَدْ مَــــدَّتْ حُـــــطَاهَا – وَسَالَتْ مِنْ مَّدَامِعِـــــهَا سَحَآئِبْ
وَمَالَتْ لِلْـــــحِمٰى طَرَبًا وَحَنَّتْ – إِلٰى تِلْكَ الْمَعَالِمِ وَ اْلمَــــــــلاَعِبْ
فَدَعْ جَذْبَ الزِّمَامِ وَلَا تَسُــــقْهَا – فَقَائِدُ شَــــــوْقِهَا لِلْــــحَيِّ جَاذِبْ
فَهِمْ طَــــــرَبًا كَمَا هَــــامَــــتْ وَاِلاَّ – فَإِنَّكَ فِى طَـــرِيقِ الْحُـــبِّ كَاذِبْ
اَمَّا هٰذَا الْعَقِيْــــــــقُ بَدَا وَهٰذِيْ – قِبَابُ الْحَيِّ لاَحَتْ وَالْمَــضَارِبْ
وَتِلْكَ الْقُبَّةُ الْخَـــــــــــضْرَا وَفِيْهَا – نَبِـــــيٌّ نُوْرُهٗ يَجْـــلُوْ الْغَـــــــيَاهِبْ
وَقَــــدْ صَحَّ الرِّضَى وَدَنَا التَّلَاقِي – وَقَدْجَاءَ الْهَنَا مِنْ كُلِّ جَـــــــانِبْ
فَقُلْ لِّلنَّفْسِ دُوْنَكِ وَالتَّمَــــــــلِّى – فَمَادُوْنَ الْحَبِيْبِ الْيَوْمَ حَــــاجِبْ
تَمَلَّى بِالْحَبِيْبِ بِكُلِّ قَصْــــــــــدٍ – فَقَدْحَصَلَ الْهَنَا وَالضِـــــدُّ غَائِبْ
نَبِيُّ اللهِ خَيْرُ الْخَلْقِ جَمْـــــــــــعَا – لَهٗ أَعْلَى الْمَنَاصِــــبِ وَالْمَــــرَاتِبْ
لَهُ الْجَاهُ الرَّفِيْــــعُ لَهُ الْمَعَــــــــالِى – لَهُ الشَّرَفُ الْمَــؤَبَّدُ وَالْمَنَـــــاقِبْ
فَـــــــــلَوْ أَنَّا سَعَيْنَــا كُلَّ يَــــــوْمٍ – عَلىٰ اْلاَحْدَاقِ لاَفَوْقَ النَّجَــــائِبْ
وَلَوْ أَنَّا عَمِلْـــــنَا كُلَّ حِــــــــــيْنٍ – لِأَحْمَـــــدَ مَوْلِداً قَــدْ كَانَ وَاجِبْ
عَلَيْــــهِ مِنَ الْمُــــهَيْـمِنِ كُلَّ وَقْتٍ – صَلاَةٌ مَّا بَدَا نُـــــوْرُ الْكَـــوَاكِبْ
تَعُــــــــمُّ اْلاٰلَ وَالْأَصْحَــــابَ طُرًّا – جَمِـــــــــــــيْعَهُمْ وَعِتْرَتَهُ الْأَطَايِبْ

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ
فَسُبْحَانَ مَنْ خَصَّهٗ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَشْرَفِ الْمَنَاصِبِ وَالْمَرَاتِبِ ۞ أَحْمَدُهٗ عَلىٰ مَا
مَنَحَ مِنَ الْمَوَاهِبِ ۞ وَأَشْهَدُ أَنْ لَآإِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهٗ لاَشَرِيْكَ لَهٗ رَبُّ الْمَشَارِقِ
وَالْمَغَارِبْ ۞ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهٗ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ إِلٰى سَآئِرِ الْأَعَاجِمِ
وَالْأَعَارِبِ ۞ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلىٰ اٰلِهٖ وَأَصْحَابِهٖ أُوْلِى الْمَآَثِرِ وَالْمَنَاقِبِ ۞
صَلاَةً وَسَلاَمًا دَآئِمَيْنِ مُتَلاَزِمَيْنِ يَاتِيْ قَآئِلُهُمَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ غَيْرَ خَآئِبِ

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ
أَوَّلُ مَا نَسْتَفْتِحُ بِـإِيْرَادِ حَدِيْثَيْنِ وَرَدَا عَنْ نَبِيٍّ كَانَ قَدْرُهٗ عَظِيْمًا ۞ وَنَسَبُهٗ كَرِيْمًا ۞
وَصِرَاطُهٗ مُسْتَقِيْمًا ۞ قَالَ فِيْ حَقِّهٖ مَنْ لَّمْ يَزَلْ سَمِيْعًا عَلِيْمًا ۞ إِنَّ اللهَ وَمَلَآئِكَتَهٗ
يُصَلُّوْنَ عَلىٰ النَّبِيِّ ۞ يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ
اَلْحَدِيْثُ الْأَوَّلُ) عَنْ بَحْرِ الْعِلْمِ الدَّافِقِ ۞ وَلِسَانِ الْقُرْآَنِ النَّاطِقِ ۞ أَوْحَدِ عُلَمَآءِ النَّاسِ
۞ سَيِّدِنَا عَبْدِ اللهِ بْنِ سَيِّدِنَا الْعَبَّاسِ ۞ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهٗ قَالَ : إِنَّ قُرَيْشًا كَانَتْ نُوْرًا بَيْنَ يَدَيِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ قَبْلَ أَنْ يَّخْلُقَ
اٰدَمَ بِأَلْفَيْ عَامٍ يُسَبِّحُ اللهَ ذٰلِكَ النُّوْرُ وَتُسَبِّحُ الْمَلَآئِكَةُ بِتَسْبِيْحِهٖ ۞ فَلَمَّا خَلَقَ اللهُ
اٰدَمَ أَوْدَعَ ذٰلِكَ النُّوْرَ فِيْ طِيْنَتِهٖ ۞ قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : فَأَهْبَطَنِيَ اللهُ عَزَّ
وَجَلَّ اِلٰى الْأَرْضِ فِيْ ظَهْرِ اٰدَمَ ۞ وَحَمَلَنِيْ فِي السَّفِيْنَةِ فِيْ صُلْبِ نُوْحٍ وَّجَعَلَنِيْ فِيْ صُلْبِ
الْخَلِيْلِ إِبْرَاهِيْمَ حِيْنَ قُذِفَ بِهٖ فِي النَّارِ ۞ وَلَمْ يَزَلِ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ يُنَقِّلُنِيْ مِنَ
الْأَصْلاَبِ الطَّاهِرَةِ ۞ اِلٰى اْلأَرْحَامِ الزَّكِيَّةِ الْفَاخِرَةِ ۞ حَتّٰى أَخْرَجَنِيَ اللهُ مِنْ بَيْنِ أَبَوَيَّ
وَهُمَا لَمْ يَلْتَقِيَا عَلىٰ سِفَاحٍ قَطُّ

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ
اَلْحَدِيْثُ الثَّانِيُّ) عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ ۞ عَنْ كَعْبِ الْأَحْبَارِ ۞ قَالَ : عَلَّمَنِيْ أَبِىْ التَّوْرَاةَ
اِلاَّ سِفْرًا وَاحِدًا كَانَ يَخْتِمُهٗ وَيُدْخِلُهُ الصُّنْدُوْقَ ۞ فَلَمَّا مَاتَ أَبِىْ فَتَحْتُهٗ فَإِذًا فِيْهِ
نَبِيٌّ يَخْرُجُ اٰخِرَ الزَّمَانِ ۞ مَوْلِدُهٗ بِمَكَّةَ ۞ وَهِجْرَتُهٗ بِالْمَدِيْنَةِ ۞ وَسُلْطَانُهٗ بِالشَّامِ ۞ يَقُصُّ
شَعْرَهٗ وَيَتَّزِرُ عَلىٰ وَسَطِهِ ۞  يَكُوْنُ خَيْرَ اْلأَنْبِيَآءِ وَأُمَّتُهٗ خَيْرَ الْأُمَمِ ۞ يُكَّبِرُوْنَ اللهَ
تَعَالٰى عَلىٰ كُلِّ شَرَفٍ ۞ يَصُفُّوْنَ فِي الصَّلاَةِ كَصُفُوْفِهِمْ فِي الْقِتَالِ ۞ قُلُوْبُهُمْ مَصَاحِفُهُمْ
يَحْمَدُوْنَ اللهَ تَعَالىٰ عَلىٰ كُلِّ شِدَّةٍ وَّرَخَآءٍ ۞ ثُلُثٌ يَّدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ ۞ وَثُلُثٌ
يَّأْتُوْنَ بِذُنُوْبِهِمْ وَخَطَايَاهُمْ فَيُغْفَرُلَهُمْ ۞ وَثُلُثٌ يَّأْتُوْنَ بِذُنُوْبٍ وَخَطَايَا عِظَامٍ ۞ فَيَقُوْلُ
اللهُ تَعَالىٰ لِلْمَلَآئِكَةِ ٱذْهَبُوْا وَزِنُوْهُمْ فَيَقُوْلُوْنَ يَارَبَّنَا وَجَدْنَاهُمْ اَسْرَفُوْا عَلىٰ
اَنْفُسِهِمْ وَوَجَدْنَا أَعْمَالَهُمْ مِّنَ الذُّنُوْبِ كَأَمْثَالِ الْجِبَالِ ۞ غَيْرَ أَنَّهُمْ يَشْهَدُوْنَ أَنْ لَآإِلٰهَ
إِلاَّ اللهُ ۞ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ
فَيَقُوْلُ الْحَقُّ وَعِزَّتِيْ وَجَلاَلِيْ ۞ لاَجَعَلْتُ مَنْ أَخْلَصَ لِيْ بِالشَّهَادَةِ كَمَنْ كَذَّبَ بِيْ ۞ اَدْخِلُوْهُمُ
الْجَنَّةَ بِرَحْمَتِيْ ۞ يَاأَعَزَّ جَوَاهِرِ الْعُقُوْدِ ۞ وَخُلاَصَةَ إِكْسِيْرِ سِرِّ الْوُجُوْدِ ۞ مَادِحُكَ قَاصِرٌ وَّلَوْ
جَآءَ بِبَذْلِ الْمَجْهُوْدِ ۞ وَوَاصِفُكَ عَاجِزٌ عَنْ حَصْرِ مَا حَوَيْتَ مِنْ خِصَالِ الْكَرَمِ وَالْجُوْدِ ۞ اَلْكَوْنُ
إِشَارَةٌ وَأَنْتَ الْمَقْصُوْدُ ۞ يَاأَشْرَفَ مَنْ نَالَ الْمَقَامَ الْمَحْمُوْدَ ۞ وَجَآءَتْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ
لٰكِنَّهُمْ بِالرِّفْعَةِ وَالْعُلاَلَكَ شُهُوْدٌ

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ

قُلُوْبَكُمْ يَامَعْشَرَ ذَوِي الْأَلْبَابِ ۞ حَتَّى أَجْلُوَلَكُمْ عَرَآئِسَ مَعَانِي أَجَلِّ الْأَحْبَابِ ۞ اَلْمَخْصُوْصِ
بِأَشْرَفِ الْأَلْقَابِ ۞ اَلرَّاقِيْ إِلٰى حَضْــرَةِ الْمَلَكِ الْوَهَّابِ ۞ حَتَّى نَظَرَ إِلٰى جَمَالِهٖ بِلاَ
سِتْرٍ وَّلاَ حِجَابٍ ۞ فَلَمَّا اٰنَ أَوَانُ ظُهُوْرِ شَمْسِ الرِّسَالَةِ ۞ فِيْ سَمَآءِ الْجَلاَلَةِ ۞ خَرَجَ بِهِ
مَرْسُوْمُ الْجَلِيْلِ ۞ لِنَقِيْبِ الْمَمْلَكَةِ جِبْرِيْلَ ۞ يَاجِبْرِيْلُ نَادِ فِيْ سَآئِرِ الْمَخْلُوْقَاتِ ۞ مِنْ أَهْلِ
الْأَرْضِ وَالسَّمٰوَاتِ ۞ بِالتَّهَانِيْ وَالْبِشَارَاتِ ۞ فَإِنَّ النُّوْرَ الْمَصُوْنَ ۞ وَالسِّـرَّ الْمَكْنُوْنَ ۞
اَلَّذِيْ أَوْجَدْتُهٗ قَبْلَ وُجُوْدِ اْلأَشْيَآءِ ۞ وَإِبْدَاعِ الْأَرْضِ وَالسَّمَآءِ ۞ أَنْقُلُهٗ فِي هٰذِهِ
اللَّيْلَةِ إِلٰى بَطْنِ أُمِّهٖ مَسْــرُوْرًا ۞ أَمْلاَءُ بِهِ الْكَوْنَ نُوْرًا ۞ وَاَكْفُلُهٗ يَتِيْمًا وَأُطَهِّرُهٗ
وَأَهْلَ بَيْتِهٖ تَطْهِيْرًا

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ
فَاهْتَزَّ الْعَرْشُ طَرَبًا وَاسْتِبْشَارًا ۞ وَازْدَادَ الْكُرْسِيُّ هَيْبَةً وَوَقَارًا ۞ وَامْتَلَأَتِ السَّمٰوَاتُ
أَنْوَارًا ۞ وَضَجَّتِ الْمَلَآئِكَةُ تَهْلِيْلًا وَتَمْجِيْدًا وَاسْتِغْفَارًا ۩ سُبْحَانَ الله وَالْحَمْدُ ِللهِ
وَلَآإِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرْ 3× ۩ وَلَمْ تَزَلْ أُمُّهٗ تَرٰى أَنْوَاعًا مِنْ فَخْرِهِ وَفَضْلِهِ ۞
إِلىٰ نِهَايَةِ تَمَامِ حَمْلِهِ ۞ فَلَمَّا اشْتَدَّ بِهَا الطَّلْقُ ۞ بِـإِذْنِ رَبِّ الْخَلْقِ ۞ وَضَعَتِ الْحَبِيْبَ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ۞ سَاجِدًا شَاكِـرًا حَامِدًا كَأَنَّهُ الْبَدْرُ فِيْ تَمَامِهِ

مَحَلُّ اْلقِيَامِ
 اَلْمَقْرُوْءَةُ فِـيْ مَحَلِّ الْقِيَامِ
يَانَبِـــــــــــــــــــــى سَلَامٌ عَلَيْكَ – يَارَسُوْلَ سَـــــــــلَامٌ عَلَيْــــــــكَ
يَاحَبِيْبْ سٰـــــــــلَامٌ عَلَيْـــــــكَ – صَـــــــــلَوٰاتُ اللهِ عَلَيْـــــــــــكَ
اَشْرَقَ الْبَــــدْرُ عَـلَيْــــــــــــــــــنَا – فَاخْتَــــفَــــتْ مِنْـــــــــــهُ
الْبُــــدُوْرُ
مِثْلَ حُسْنِــــــــكْ مَا رَاَيْــــــــنَا – قَــــطُّ يَاوَجْــــهَ السُّـــــــــــــرُوْرِ
اَنْتَ شَمْـــــــــسٌ اَنْتَ بَــــــــدْرٌ – اَنْتَ نُـــــــــــوْرٌ فَــــــوْقَ نُــــوْرٍ
اَنْتَ اِكْسِـــــــيْرٌ وَغَــالِــــــــــــي – اَنْتَ مِصْبَـــــــــاحُ الصُّـــــــدُوْرِ
يَاحَبِيْبِـــــــــيْ يَامُـــــــــــــــحَمَّدُ – يَاعَرُوْسَ
الْخَـــــــــافِقَــــــــــــيْنِ
يَامُؤَيَّدْ يَامُمَجَّــــــــــــــــــــــــــدُ – يَاإِمَامَ
الْقِبْلَتَــــــــــــــــــــــــــــيْنِ
مَنْ رَاٰى وَجْهَــــــــكَ يَسْعَــــــدُ – يَاكَـــــــــــــرِيْمَ الْــــــــــــــوَالِدَيْنِ
حَوْضُكَ الصَّــــــافِى الْمُبَــــــــرَّدُ – وِرْدُنَا يَوْمَ النُّشُـــــــــــــــــــــوْرِ
مَارَأَيْـــــــــنَا الْعِيْسَ حَنَّـــــــــتْ – بِالسُّـــــــــرٰى إِلاَّ اِلَيْــــــــــــــكَ
وَالْغَــــماَمَةْ قَـــــدْ أَظَلَّــــــــــــتْ – وَالْمَـــــــــلاَ
صَــــــــــــــلَّوْعَلَيْكَ
وَاَتَاكَ الْعُـــــــــوْدُ يَبْــــــــــــــكِى – وَتَـــــــــذَلَّلْ بَيْنَ
يَــــــــــــــدَيْكَ
وَاسْتَجَـــــــــارَتْ يَاحَبِيْــــــــبِي – عِنْدَكَ الظَّــــــــــبْيُ النُّـــــــــفُوْرُ
عِنْدَ مَاشَـــــــــدُّوْا الْمَحَامِــــــلْ – وَتَنَادَوْا لِلـــــــــرَّحِيْـــــــــــــــــلِ
جِئْتُهُمْ وَالدَّمْـــــــــعُ سَائِــــــــــلْ – قُلْـــــــــتُ قِفْ لِى يَادَلِيْــــــــلُ
وَتَحَمَّلْ لِيْ رَسَــــــــــــــائِــــــــلْ – اَيُّهَا الشَّــــــــــــــوْقُ الْجَـــزِيْلُ
نَحْوَهَا تِيْـــــــــكَ الْمَنَـــــــــــازِلْ – بِالْعَشِــــــــيِّ
وَالْبُكُــــــــــــــــوْرُ
كُلُّ مَـــنْ فِى الْكَـــوْنِ هَامُـــــوْا – فِيْـــــــــــكَ يَابَاهِى الْجَبِـــــــــيْنِ
وَلَهُمْ فِيْــــــــــــكَ غَــــــــــــــرَامُ – وَاشْـــــــــتِيَاقٌ وَحَنِـــــــــيْنُ
فِى مَعَــــــــــــــانِيْــــــــــكَ الْأَنَامُ – قَدْتَبَدَّتْ
حَـــــــــــآئِـــــــــــــرِيْنَ
اَنْتَ لِلرُّسْـــــــــلِ خِتَـــــــــــــامُ – اَنْتَ لِلْمَـــــــــوْلىٰ شَكُـــــــــــوْرُ
عَبْدُكَ الْمِسْــــــــكِيْنُ يَرْجُــــــوْ – فَضْلَكَ الْجَـــــــــمَّ الْغَفِـــــــــــيْرَ
فِيْكَ قَدْ أَحْسَـــــــــنْتُ ظَنِّــــيْ – يَابَشِــــــــــــــيْرُ يَانَــــــــــــــذِيْرُ
فَأَغِثْنِيْ وَأَجِـــــــــــــــرْنِـــــــــــيْ – يَامُجِيْرُ مِنَ
السَّــــــــــــــعِــــــيْرِ
يَاغِــــــــــــــيَاثِي يَامَـــــــــلاَذِيْ – فِيْ مُهِمَّاتِ
الْأُمُــــــــــــــــــــــوْرِ
سَعْدَ عَبْــــــــدٌ قَدْ تَمَــــــــــــلىّٰ – وَانْجَــــــلىٰ عَنْــــــــــــــهُ الْحَزِيْنُ
فِيْكَ يَابَــــــــــــــدْرٌتَجَــــــــــــلىّٰ – فَلَكَ الْوَصْـــــــــفُ الْحَسِــــــيْنُ
لَيْـــــــــسَ أَزْكىٰ مِنْكَ أَصْــــــلاً – قَـــــــطُّ يَاجَدَّ الْحُــــــــــــــسَيْنِ
فَعَلَيْـــــــــكَ اللهُ صَــــــــــــــلىّٰ – دَآئِماً طُـــــــــوْلَ
الدُّهُـــــــــــــوْرِ
يَاوَلِيَّ الْحَــــــــــــــسَنَــــــــــاتِ – يَارَفِيْـــــــــعَ
الدَّرَجَـــــــــــــــــاتِ
كَفِّرْ عَنِّـــــــي الذُّنُــــــــــــــــوْبَ – وَاغْـــــــفِرْعَنِّي سَـــــــيِّئَــــــــاتِ
أَنْتَ غَـــــــــفَّارُ الْخَـــــــــــطَايَا – وَالذُّنُوْبِ الْمُـــــــــوْبِقَــــــــــــاتِ
أَنْتَ سَـــــــــتَّارُ الْمَسَــــــــاوِيْ – وَمُقِيْــــــــلُ الْعَــــــــــــــــــثَرَاتِ
عَالِــــــــــــــمُ السِّــــــــرِّ وَأَخْفىٰ – مُسْتَجِيْـــــــــبُ الدَّعَـــــــــوَاتِ
رَبِّ فَارْحَمْـــــــــنَا جَمِيْـــــــــــــعًا – وَامْحُ عَنَّا
السَّـــــــــيِّـــــــــــئَاتِ
صَــــــلىّٰ اللهُ عَلىٰ مُحَمَّــــــــــدٍ – عَــــــــدَّ تَحْرِيْرِ السُطُــــــــــــوْرِ
اَحْمَــــــــدَ الْهَادِيْ مُحَمَّـــــــــــدْ – صَـــــــــاحِبَ الْوَجْهِ الْمُنِــــــــيْرِ
رَبِّ فَارْحَمْنَاجَمِيْــــــــــــــــــــــــعًا – بِجَمِيْعِ
الصَّالِحَــــــــــــــــــــــــاتِ

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ
وَوُلِدَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَخْتُوْنًا بِيَدِ الْعِنَايَةِ ۞ مَكْحُوْلاً بِكُحْلِ الْهِدَايَةِ ۞ فَأَشْرَقَ
بِبَهَآئِهِ الْفَضَا ۞ وَتَلَأْلَأَ الْكَوْنُ مِنْ نُوْرِهٖ وَأَضَا ۞ وَدَخَلِ فِيْ عَقْدِ بَيْعَتِهٖ مَنْ بَقِـيَ مِنَ
الْخَلَآئِقِ كَمَا دَخَلَ فِيْهَا مَنْ مَّضٰـى ۞ أَوَّلُ فَضِيْلَةِ الْمُعْجِزَاتِ ۞ بِخُمُوْدِ نَارِ فَارِسَ وَسُقُوْطِ
الشُّــرُفَاتِ ۞ وَرُمِيَتِ الشَّيَاطِيْنُ مِنَ السَّمَآءِ بِالشُّهُبِ الْمُحْرِقَاتِ ۞ وَرَجَعَ كُلُّ جَبَّارٍ مِنَ
الْجِنِّ وَهُوَ بِصَوْلَةِ سُلْطَنَتِهٖ ذَلِيْلٌ خَاضِعٌ ۞ لَمَّا تَأَلَّقَ مِنْ سَنَاهُ النُّوْرُ السَّاطِعُ ۞ وَأَشْرَقَ
مِنْ بَهَآئِهِ الضِّيَاءُ اللاَّمِعُ ۞ حَتَّى عُرِضَ عَلىٰ  الْمَرَاضِعِ

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ
قِيْلَ مَنْ يَّكْفُلُ هٰذِهِ الدُّرَّةَ الْيَتِيْمَةَ ۞ اَلَّتِيْ لاَ تُوْجَدُ لَهَا قِيْمَةٌ ۞ قَالَتِ الطُّيُوْرُ نَحْنُ
نَكْفُلُهٗ وَنَغْتَنِمُ هِمَّتَهُ الْعَظِيْمَةَ ۞ قَالَتِ الْوُحُوْشُ نَحْنُ أَوْلٰى بِذٰلِكَ لِكَيْ نَنَالَ شَرَفَهٗ
وَتَعْظِيْمَهُ ۞ قِيْلَ يَا مَعْشَرَ الْأُمَمِ اسْكُنُوْا فَإِنَّ اللهَ قَدْ حَكَمَ فِيْ سَابِقِ حِكْمَتِهِ الْقَدِيْمَةِ ۞
بِأَنَّ نَبِيَّهٗ مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَكُوْنُ رَضِيْعًا لِحَلِيْمَةَ الْحَلِيْمَةِ

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ
ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهُ مَرَاضِعُ الْإِنْسِ لِمَا سَبَقَ فِيْ طَيِّ الْغَيْبِ ۞ مِنَ السَّعَادَةِ لِحَلِيْمَةَ بِنْتِ أَبِىْ
ذُؤَيْبٍ ۞ فَلَمَّا وَقَعَ نَظَرُهَا عَلَيْهِ ۞ بَادَرَتْ مُسْــرِعَةً إِلَيْهِ ۞ وَوَضَعَتْهُ فِيْ حِجْرِهَا ۞ وَضَمَّتْهُ
إِلٰى صَدْرِهَا ۞ فَهَشَّ لَهَا مُتَبَسِّمًا ۞ فَخَرَجَ مِنْ ثَغْرِهٖ نُوْرٌ لَّحِقَ بِالسَّمَآ ۞ فَحَمَلَتْهُ إِلٰى
رَحْلِهَا ۞ وَارْتَحَلَتْ بِهٖ اِلٰى أَهْلِهَا ۞ فَلَمَّا وَصَلَتْ بِهِ اِلٰى  مُقَامِهَا ۞ عَايَنَتْ بَرَكَتُهٗ عَلىٰ
أَغْنَامِهَا ۞ وَكَانَتْ كُلَّ يَوْمٍ تَرٰى مِنْهُ بُرْهَانًا ۞ وَتَرْفَعُ لَهٗ قَدْرًا وَّشَانًا ۞ حَتَّى انْدَرَجَ فِيْ
حُلَّةِ اللُّطْفِ وَالْأَمَانِ ۞ وَدَخَلَ بَيْنَ إِخْوَتِهٖ مَعَ الصِّبْيَانِ

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ
فَبَيْنَمَا هُوَ ذَاتَ يَوْمٍ نَاءٍ عَنِ الْأَوْطَانِ ۞ إِذْ أَقْبَلَ عَلَيْهِ ثَلَاثَةُ نَفَرٍ ۞ كَأَنَّ وُجُوْهَهُمُ
الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ ۞ فَانْطَلَقَ الصِّبْيَانُ هَرَبًا ۞ وَوَقَفَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُتَعَجِّبًا ۞
فَأَضْجَعُوْهُ عَلىٰ  الْأَرْضِ إِضْجَاعًا خَفِيْفًا ۞ وَشَقُّوْا بَطْنَهُ شَقًّا لَطِيْفًا ۞ ثُمَّ أَخْرَجُـوْا قَلْبَ
سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ ۞ وَشَرَّحُوْهُ بِسِكِّيْنِ الْإِحْسَانِ ۞ وَنَزَّعُوْا مِنْهُ حَظَّ الشَّيْطَانِ ۞ وَمَلَؤُهُ بِالْحِلْمِ
وَالْعِلْمِ وَالْيَقِيْنِ وَالرِّضْوَانِ ۞ وَأَعَادُوْهُ اِلٰى مَكَانِهِ فَقَامَ الْحَبِيْبُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهَ
وَسَلَّمَ سَوِيًّا كَمَا كَانَ

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ
فَقَالَتِ الْمَلَآئِكَةُ يَاحَبِيْبَ الرَّحْمٰنِ ۞ لَوْ عَلِمْتَ مَا يُرَادُ بِكَ مِنَ الْخَيْرِ ۞ لَعَرَفْتَ قَدْرَ
مَنْزِلَتِكَ عَلٰى  الْغَيْرِ ۞ وَازْدَدْتَ فَرَحًا وَسُرُوْرًا ۞ وَبَهْجَةً وَّنُوْرًا ۞ يَامُحَمَّدُ أَبْشِـرْ فَقَدْ
نُشِــرَتْ فِي الْكَآئِنَاتِ أَعْلاَمُ عُلُوْمِكَ ۞ وَتَبَاشَرَتِ الْمَخْلُوْقَاتُ بِقُدُوْمِكَ ۞ وَلَمْ يَبْقَ شَيْئٌ
مِمَّا خَلَقَ اللهُ تَعَالٰى إِلاَّجَآءَ لِأَمْرِكَ طَائِعًا ۞ وَلِمَقَالَتِكَ سَامِعًا ۞ فَسَيَأتِيْكَ الْبَعِيْرُ ۞
بِذِمَامِكَ يَسْتَجِيْرُ ۞ وَالضَّبُّ وَالْغَزَالَةُ ۞ يَشْهَدَانِ لَكَ بِالرِّسَالَةِ ۞ وَالشَّجَرُ وَالْقَمَرُ وَالذِّيْبُ ۞
يَنْطِقُوْنَ بِنُبُوَّتِكَ عَنْ قَرِيْبٍ ۞ وَمَرْكَبُكَ الْبُرَاقُ ۞ اِلٰى جَمَالِكَ مُشْتَاقٌ ۞ وَجِبْرِيْلُ شَاوُوْشُ
مَمْلَكَتِكَ قَدْ أَعْلَنَ بِذِكْرِكَ فِي الْأٰفَاقِ ۞ وَالْقَمَرُ مَأْمُوْرٌ لَكَ بِالْإِنْشِقَاقِ ۞ وَكُلُّ مَنْ فِي
الْكَوْنِ مُتَشَوِّقٌ لِظُهُوْرِكَ ۞ مُنْتَظِرٌ لِإِشْرَاقِ نُوْرِكَ

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ
فَبَيْنَمَا الْحَبِيْبُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُنْصِتٌ لِسَمَاعِ تِلْكَ الْأَشْبَاحِ ۞ وَوَجْهُهٗ مُتَهَلِّلٌ
كَنُوْرِ الصَّبَاحِ ۞ إِذْ أَقْبَلَتْ حَلِيْمَةُ مُعْلِنَةً بِالصِّيَاحِ ۞ تَقُوْلُ وَاغَرِيْبَاهُ ۞ فَقَالَتِ الْمَلَآئِكَةُ
يَامُحَمَّدُ مَا أَنْتَ بِغَرِيْبٍ ۞ بَلْ أَنْتَ مِنَ اللهِ قَرِيْبٌ ۞ وَأَنْتَ لَهُ صَفِـيٌّ وَحَبِيْبٌ ۞ قَالَتْ حَلِيْمَةُ
وَوَاحِدَاهُ ۞ فَقَالَتِ الْمَلَآئِكَةُ يَامُحَمَّدُ مَا أَنْتَ بِوَحِيْدٍ ۞ بَلْ أَنْتَ صَاحِبُ التَّأْيِيْدِ ۞ وَأَنِيْسُكَ
الْحَمِيْدُ الْمَجِيْدُ ۞ وَإِخْوَانُكَ إِخْوَانُكَ مِنَ الْمَلَآئِكَةِ وَأَهْلِ التَّوْحِيْدِ ۞ قَالَتْ حَلِيْمَةُ
وَايَتِيْمَاهُ ۞ فَقَالَتِ الْمَلَآئِكَةُ لِلّٰهِ دَرُّكَ مِنْ يَتِيْمٍ ۞ فَإِنَّ قَدْرَكَ عِنْدَ اللهِ عَظِيْمٌ

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْه
فَلَمَّا رَأَتْهُ حَلِيْمَةُ سَالِمًا مِنَ الْأَهْوَالِ ۞ رَجَعَتْ بِهٖ مَسْــرُوْرَةً اِلٰى اْلأَطْلاَلِ ۞ ثُمَّ قَصَّتْ
خَبَرَهُ عَلىٰ بَعْضِ الْكُهَّانِ ۞ وَأَعَادَتْ عَلَيْهِ مَا تَمَّ مِنْ أَمْرِهٖ وَمَا كَانَ ۞ فَقَالَ لَهُ الْكَاهِنُ
: يَاابْنَ زَمْزَمَ وَالْمَقَامِ ۞ وَالرُّكْنِ وَالْبَيْتِ الْحَرَامِ ۞ أَفِي الْيَقَظَةِ رَأَيْتَ هٰذَا أَمْ فِي
الْمَنَامِ ۞ فَقَالَ وَحُرْمَةِ الْمَلِكِ الْعَلاَّمِ ۞ شَاهَدْتُهُمْ كِفَاحًا لاَ أَشُكُّ فِيْ ذٰلِكَ وَلاَ أُضَامُ ۞
فَقَالَ لَهُ الْكَاهِنُ أَبْشِـرْ أَيُّهَا الْغُلاَمُ ۞ فَأَنْـتَ صَاحِبُ الْأَعْلاَمِ ۞ وَنُبُوَّتُكَ لِلْأَنْبِيَآءِ
قُفْلٌ وَخِتَامٌ ۞ عَلَيْكَ يَنْزِلُ جِبْرِيْلُ ۞ وَعَلىٰ بِسَاطِ الْقُدْسِ يُخَاطِبُكَ الْجَلِيْلُ ۞ وَمَنْ ذَا الَّذِيْ
يَحْصُرُ مَا حَوَيْتَ مِنَ التَّفْضِيْلِ ۞ وَعَنْ بَعْضِ وَصْفِ مَعْنَاكَ يَقْصُـرُ لِـسَانُ الْمَادِحِ الْمُطِيْلِ

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ
وَكَانَ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْسَنَ النَّاسِ خَلْقًا وَخُلُقًا ۞ وَأَهْدَاهُمْ اِلٰى الْحَقِّ طُرُقًا ۞
كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْاٰنُ ۞ وَشِيْمَتُهُ الْغُفْرَانُ ۞ يَنْصَحُ لِلْإِنْسَانِ ۞ وَيَفْسَحُ فِي الْإِحْسَانِ ۞ وَيَعْفُوْ
عَنِ الذَّنْبِ إِذَا كَانَ فِيْ حَقِّهٖ وَسَبَبِهِ ۞ وَإِذَا ضُيِّعَ حَقُّ اللهِ لَمْ يَقُمْ أَحَدٌ لِغَضَبِهِ ۞ مَنْ
رَاٰهُ بَدِيْهَةً هَابَهُ ۞ وَإِذَا دَعَاهُ الْمِسْكِيْنُ أَجَابَهُ ۞ يَقُوْلُ الْحَقَّ وَلَوْكَانَ مُرًّا ۞ وَلاَ يُضْمِرُ
لِمُسْلِمٍ غِشًّا وَلاَ ضُرًّا ۞ مَنْ نَظَرَ فِيْ وَجْهِهِ عَلِمَ أَنَّهٗ لَيْسَ بِوَجْهِ كَذَّابٍ ۞ وَكَانَ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ بِغَمَّازٍ وَلاَ عَيَّابٍ ۞ إِذَا سُرَّا فَـكَأَنَّ وَجْهَهُ قِطْعَةُ قَمَرٍ ۞ وَإِذَا كَلَّمَ
النَّاسَ فَكَأَنَّمَا يَجْنُوْنَ مِنْ كَلاَمِهٖ أَحْلٰ ثَمَرٍ ۞ وَإِذَا تَبَسَّمَ تَبَسَّمَ عَنْ مِثْلِ حَبِّ الْغَمَامِ ۞
وَإِذَا تَكَلَّمَ فَكَأَنَّمَا الدُّرُّ يَسْقُطُ مِنْ ذٰلِكَ الْكَلاَمِ ۞ وَإِذَا تَحَدَّثَ فَكَأَنَّ الْمِسْكَ يَخْرُجُ مِنْ
فِيْهِ ۞ وَإِذَا مَرَّ بِطَرِيْقٍ عُرِفَ مِنْ طِيْبِهٖ أَنَّهٗ قَدْ مَرَّ فِيْهِ ۞ وَإِذَا جَلَسَ فِيْ مَجْلِسٍ بَقِـيَ
طِيْبُهٗ فِيْهِ أَيَّامًا وَإِنْ تَغَيَّبَ ۞ وَيُوْجَدُ مِنْهُ أَحْسَنُ طِيْبٍ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ قَدْ تَطَيَّبَ ۞ وَإِذَا
مَشـٰى بَيْنَ أَصْحَابِهٖ فَكَأَنَّهُ الْقَمَرُ بَيْنَ النُّجُوْمِ الزُّهْرِ ۞ وَإِذَا أَقْبَلَ لَيْلاً فَكَأَنَّ النَّاسَ
مِنْ نُوْرِهٖ فِيْ أَوَانِ الظُّهْرِ ۞ وَكَانَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيْحِ
الْمُرْسَلَةِ ۞ وَكَانَ يَرْفُقُ بِالْيَتِيْمِ وَالْأَرْمَلَةِ ۞ قَالَ بَعْضُ وَاصِفِيْهِ مَا رَأَيْتُ مِنْ ذِيْ لِمَّةٍ
سَوْدَآءَ ۞ فِيْ حُلَّةٍ حَمْرَآءَ ۞ أَحْسَنَ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ
وَقِيْلَ لِبَعْضِهِمْ كَأَنَّ وَجْهَهُ الْقَمَرُ ۞ فَقَالَ بَلْ أَضْوَأُ مِنَ الْقَمَرِ إِذَا لَمْ يَحُلْ دُوْنَهُ الْغَمَامُ
۞ قَدْ غَشِيَهُ الْجَلَالُ ۞ وَانْتَهٰى إِلَيْهِ الْكَمَالُ ۞ قَالَ بَعْضُ وَاصِفِيْهِ مَا رَأَيْتُ قَبْلَهُ وَلاَ
بَعْدَهٗ مِثْلَهُ ۞ فَيُعْجِزُ لِسَانُ الْبَلِيْغِ إِذَا اَرَادَ أَنْ يُحْصِيَ فَضْلَهُ ۞ فَسُبْحَانَ مَنْ خَصَّهُ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْمَحَلِّ الْأَسْنٰى ۞ وَأَسْرٰى بِهٖ اِلٰى  قَابِ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنٰى ۞ وَأَيَّدَهٗ
بِالْمُعْجِزَاتِ الَّتِيْ لاَ تُحْصٰى ۞ وَاَوفَاهُ مِنْ خِصَالِ الْكَمَالِ بِمَا يَجِلُّ أَنْ يُسْتَقْصٰـى ۞ وَأَعْطَاهُ
خَمْسًا لَمْ يُعْطِهِنَّ أَحَدًا قَبْلَهُ ۞ وَاٰتَاهُ جَوَامِعَ الْكَلِمِ فَلَمْ يُدْرِكْ أَحَدٌ فَضْلَهُ ۞ وَكَانَ لَهٗ
فِيْ كُلِّ مَقَامٍ عِنْدَهٗ مَقَالٌ ۞ وَلِكُلِّ كَمَالٍ مِنْهُ كَمَالٌ ۞ لاَ يَحُوْلُ فِيْ سُؤَالٍ وَلاَ جَوَابٍ ۞ وَلاَ
يَجُوْلُ لِسَانُهٗ إِلاَّ فِيْ صَوَابٍ

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ
وَمَا عَسٰى أَنْ يُقَالَ فِيْمَنْ وَصَفَهُ الْقُرْاٰنُ ۞ وَأَعْرَبَ عَنْ فَضَائِلِهٖ التَّوْرَاةُ وَالْإِنْجِيْلُ
وَالزَّبُوْرُ وَالْفُرْقَانُ ۞ وَجَمَعَ اللهُ لَهٗ بَيْنَ رُؤْيَتِهٖ وَكَلاَمِهِ ۞ وَقَرَنَ اسْمُهٗ مَعَ اسْمِهٖ
تَنْبِيْهًا عَلىٰ عُلُوِّ مَقَامَهِ ۞ وَجَعَلَهٗ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ وَنُوْرًا ۞ وَمَلَأَ بِمَوْلِدِهِ الْقُلُوْبَ سُرُوْرًا

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ
يَابَــــــــدْرَتِمٍّ حَــــــازَ کُلَّ كَمَالِ – مَــــاذَا يُعَبِّرُعَنْ عُلاَكَ مَقَــــــالِی
اَنْتَ الَّذِی اَشْرَقْتَ فِی اُفُقِ الْعُلاَ – فَمَــحَوْتَ بِالأَنْــوَارِکُلَّ ضَــــلاَلِ
وَبِكَ اسْتَنَارَ الْكَوْنُ يَاعَلَمَ الْهُدٰى – بِالنُّــوْرِ وَاْلاِنْعَـــــــامِ وَاْلاِفْضَالِ
صَلَّى عَلَيْــــكَ اللهُ رَبِّي دَاِئمًــــا – اَبَدًامَـــــــعَ اْلإِبْكاَرِ وَاْلاٰصَــــالِ
وَعَلىٰ جَمِيْــــعِ الاٰلِ وَاْلأَصْحَابِ مَنْ – قَدْ خَصَّـــهُمْ رَبُّ الْعُــــلاَ بِكَماَلِ

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ
اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ۞ اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلىٰ اٰلِهٖ وَصَحْبِهٖ
أَجْمَعِيْن ۞ جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَاكُمْ مِمَّنْ يَسْتَوْجِبُ شَفَاعَتَهُ ۞ وَيَرْجُوْ بِذٰلِكَ رَحْمَتَهُ وَرَأْفَتَهُ ۞
أَللّٰهُمَّ بِحُرْمَةِ هٰذَا النَّبِيِّ الْكَرِيْمِ ۞ وَاٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ السَّالِكِيْنَ عَلىٰ مَنْهَجِهِ الْقَوِيْمِ ۞
إِجْعَلْنَا مِنْ خِيَارِ أُمَّتِهٖ ۞ وَاسْتُرْنَا بِذَيْلِ حُرْمَتِهِ ۞ وَاحْشُـرْنَا غَدًا فِيْ زُمْرَتِهِ ۞ وَاسْتَعْمِلْ
أَلْسِنَتَنَا فِيْ مَدْحِهٖ وَنُصْـرَتِهِ ۞ وَأَحْيِنَا مُتَمَسِّكِيْنَ بِسُنَّتِهِ وَطَاعَتِهِ ۞ وَأَمِتْنَا عَلىٰ حُبِّهٖ
وَجَمَاعَتِهِ ۞ أَللّٰهُمَّ أَدْخِلْنَا مَعَهُ الْجَنَّةَ فَإِنَّهُ أَوَّلُ مَنْ يَدْخُلُهَا ۞ وَأَنْزِلْنَا مَعَهٗ فِيْ
قُصُوْرِهَا ۞ فَإِنَّهُ أَوَّلُ مَنْ يَنْزِلُهَا ۞ وَارْحَمْنَا يَوْمَ يَشْفَعُ لِلْخَلَآئِقِ فَتَرْحَمُهَا ۞ أَللّٰهُمَّ
ارْزُقْنَا زِيَارَتَهٗ فِيْ كُلِّ سَنَةٍ ۞ وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنْ الْغَافِلِيْنَ عَنْكَ وَلاَ عَنْهُ قَدْرَ سِنَةٍ ۞
أَللّٰهُمَّ لاَ تَجْعَلْ فِيْ مَجْلِسِنَا هٰذَا أَحَدًا إِلاَّ غَسَلْتَ بِمَاءِ التَّوْبَةِ ذُنُوْبَهُ ۞ وَسَتَرْتَ بِرِدَآءِ
الْمَغْفِرَةِ عُيُوْبَهُ ۞ اَللّٰهُمَّ إِنَّهٗ كَانَ مَعَنَا فِي السَّنَةِ الْمَاضِيَةِ ۞ إِخْوَانٌ مَنَعَهُمُ اْلقَضَآءُ
عَنِ الْوُصُوْلِ اِلٰى مِثْلِهَا ۞ فَلاَ تَحْرِمْهُمْ مِنْ ثَوَابِ هٰذِهِ السَّاعَةِ وَفَضْلِهَا ۞ اَللّٰهُمَّ ارْحَمْنَا
إِذَا صِرْنَا مِنْ أَصْحَابِ الْقُبُوْرِ ۞ وَوَفِّقْنَا لِعَمَلٍ صَالِحٍ يَبْقٰى سَنَاهُ عَلىٰ مَمَرِّ الدُّهُوْرِ ۞
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا لِاٰلَآئِكَ ذَاكِرِيْنَ ۞ وَلِنَعْمَآئِكَ شَاكِرِيْنَ ۞ وَلِيَوْمِ لِقَآئِكَ مِنَ الذَّاكِرِيْنَ ۞
وَأَحْيِنَا بِطَاعَتِكَ مَشْغُوْلِيْنَ ۞ وَإِذَا تَوَفَّيْتَنَا فَتَوَفَّنَا غَيْرَ مَفْتُوْنِيْنَ ۞ وَلاَ مَخْذُوْلِيْنَ ۞
وَٱخْتِمْ لَنَا مِنْكَ بِخَيْرٍ أَجْمَعِيْنَ ۞ اَللّٰهُمَّ اكْفِنَا شَرَّ الظَّالِمِيْنَ ۞ وَاجْعَلْنَا مِنْ فِتْنَةِ هٰذِهِ
الدُّنْيَا سَالِمِيْنَ ۞ اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ هٰذَا الرَّسُوْلَ الْكَرِيْمَ لَنَا شَفِيْعًا ۞ وَارْزُقْنَا بِهِ يَوْمَ
الْقِيَامَةِ مَقَامًا رَفِيْعًا ۞ اَللّٰهُمَّ اسْقِنَا مِنْ حَوْضِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
شَرْبَةً هَنِيْئَةً لاَ نَظْمَأُ بَعْدَهَا أَبَدًا ۞ وَاحْشُــرْنَا تَحْتَ لِوَآئِهِ غَدًا ۞ اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَنَا
بِهٖ وَلِاٰبـَآئِنَا وَلِأُمَّهَآتِنَا وَلِمَشَايِخِنَا وَلِمُعَلِّمِيْنَا ۞ وَذَوِي الْحُقُوْقِ عَلَيْنَا وَلِمَنْ أَجْرٰى
هٰذَا الْخَيْرَ فِيْ هٰذِهِ السَّاعَةِ ۞ وَلِجَمِيْعِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ۞ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ ۞
اَلْأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ ۞ إِنَّكَ كَرِيْمٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ ۞ وَقَاضِــــيَ الْحَاجَاتِ ۞ وَغَافِرُ
الذُّنُوْبِ وَالْخَطِيْئَاتِ ۞ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ ۞ وَصَلَّى اللهُ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىٰ اٰلِهِ
وَصَحْبِهٖ وَسَلَّمَ
 ۞ سُبْحَانَ رَبِّــكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ ۞ وَسَلاَمٌ عَلىٰ الْمُرْسَلِيْنَ ۞ وَالْحَمْدُ
ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
 ۞ اَلْفَاتِحَة

Sekian artikel mengenai Teks Bacaan Kitab Maulid Diba’ lengkap yang bisa kami bagikan kali ini. bagi yang menginginkan file mp3 atau pdfnya bisa mendownload di berbagai situs di internet. semoga bacaan maulid diba’ diatas banyak manfaatnya dan menjadikan kita semakin cinta dan gemar bershalawat kepada Rasulullah SAW. wallahu a’lam.

***********************
Maulid Ad-Diba’i, Al-Imam Al-Hafidz Abdurrahman Ad-Diba’i

مَوْلِدُ الدِّيْبَعِى

Maulid Ad-Diba’i Al-Imam Al-Hafidz Abdurrahman Ad-Diba’i Az-Zabidi Asy-Syafi’i

Sekilas Biografi Imam Ad-Diba’i

Maulid ad-Diba’iadalah sebuah kitab yang bercerita tentang hal-ihwal Nabi Muhammad Saw. secara sastrawi. Istilah ini diambil dari nama pengarangnya yaitu al-Imam Wajihuddin Abdurrahman bin Muhammad bin Umar bin Ali bin Yusuf bin Ahmad bin Umar ad-Diba’i asy-Syaibani al-Yamani az-Zabidi asy-Syafi’i.

Ad-Diba’i wafat di Kota Zabid pada pagi hari Jum’at tanggal 26 Rajab 944 H. Mengenai profil ad-Diba’i disebutkan dalam kitab Maulid al-Hafidz Ibn ad-Daiba’i karya as-Sayyid Alawi al-Maliki halaman 5:

هووجيه الدين عبدالرحمن بن علي بن محمد الشيباني اليمني اَلزَّبِيْدِيْ الشافعي
(المعروف بابن الديبع , والديبع بمعنى الأبيض بلغة السودان هو لقب لجده
الاعلى ابن يوسف) وُلد فى المحرم سنة 866 ه وتوفي يوم الجمعة ثاني عشر من
رجب الفرد سنة 944 ه. وكان صدوق اللسان حسن اللهجة حلوا لحديث

“Dia adalah Wajihuddin Abdurrahman bin Ali bin Muhammad asy-Syaibani al-Yamani az-Zabidi asy-Syafi’i (yang dikenal dengan Ibn ad-Daiba’i.
Ad-Daiba’ menurut bahasa Sudan artinya putih. Merupakan julukan kakeknya yang agung, Ibn Yusuf). Beliau dilahirkan pada bulan Muharram tahun 866 H dan wafat pada hari Jum’at tanggal 12 Rajab tahun 944 H. dalam usia kurang lebih 76 tahun. Beliau seorang yang jujur, lemah lembut tutur katanya dan indah bahasanya.

Beliau dilahirkan pada 4 Muharram 866 H8 Oktober 1461 M dan wafat hari Jum’at 12 Rajab 944 H15 Desember 1537 M. Beliau adalah seorang ulama hadits yang terkenal dan tiada bandingnya pada masa hayatnya. Beliau mengajar kitab Shahih al-Bukhari lebih dari 100 kali khataman. Beliau  mencapai derajat al-Hafidz dalam ilmu hadits, yaitu seorang yang menghafal lebih dari 100.000 hadits dengan sanad dan matannya. Setiap hari beliau mengajar hadits dari masjid ke masjid.

Diantara guru-gurunya ialah al-Imam al-Hafidz as-Sakhawi, al-Imam Ibnu Ziyad, al-Imam Jamaluddin Muhammad bin Ismail, Mufti Zabid, al-Imam al-Hafidz Thahir bin Husain al-Ahdal dan masih banyak lainnya. Selain itu beliau juga masyhur sebagai seorang muarrikh (ahli sejarah) yang teliti.

Dalam bidang fiqih, beliau bermadzhab Syafi’i. Oleh sebab itu, beliau termasuk golongan Ahlussunnah wal Jama’ah, karena masih mengakui dan mengikuti salah satu madzhab empat. Banyak hal yang bisa dijadikan bukti bahwa beliau termasuk golongan Sunni, diantaranya dalam shalawat yang ditulisnya:

يارب وارض عن الصحابة ۞ يارب وارض عن السلالة

“Ya  Rabbi, ridhailah para sahabat Nabi Saw. Ya Rabbi, ridhailah keturunan Nabi Saw.”

Ibnu ad-Diba’i termasuk ulama yang produktif dalam menulis. Terbukti dengan banyaknya karangan beliau baik di bidang hadits ataupun sejarah.
Karyanya yang paling dikenal adalah syair-syair sanjungan (madah) atas Nabi Muhammad Saw., yang terkenal dengan sebutan Maulid ad-Diba’i.

Diantara buah karyanya yang lain adalah Qurrat al-‘Uyun (membahas seputar Yaman), Kitab Mi’raj, Taisir al-Ushul, Bughyat al-Mustafid dan beberapa bait syair. Beliau mengabdikan dirinya hinga akhir hayat sebagai pengajar dan pengarang kitab.

مَوْلِدُ الدِّيْبَعِى
﴿ اَلْمَقْرُوْءَةُ فِـيْ أول المولد﴾

يَارَبِّ صَـــــلِّ عَليٰ مُحَمَّــــــــــدْ# يَارَبِّ صَلِّ عَلَيْـــــــــهِ وَسَــــــلِّمْ
يَارَبِّ بَلِّغْـــــــــهُ الْوَسِيْــــــــــــلَةْ# يَارَبِّ خُصَّـــــهٗ بِالْفَضِيْــــــــــــلَةْ
يَارَبِّ وَارْضَ عَنِ الصَّحَـــــــابَةْ# يَارَبِّ وَارْضَ عَنِ السُّـــــــــلاَلَةْ
يَارَبِّ وَارْضَ عَنِ الْمَشَــــــــايِخْ# يَارَبِّ فَارْحَـــــــمْ وَالِدِيْنَــــــــــــا
يَارَبِّ وَارْحَمْـــــــــنَا جَمِيْـــــــــــعًا# يَارَبِّ وَارْحَـــــــــــمْ كُلَّ مُسْــــلِمْ
يَارَبِّ وَاغْفِـــــــــرْ لِكُلِّ مُــــذْنِبْ# يَارَبِّ لَاتَقْطَـــــــــعْ رَجَـــــــــــانَا
يَارَبِّ يَاسَامِــــــــــعْ دُعَــــــــــانَا# يَارَبِّ بَلِّغْـــــــــــــــــــــــنَا
نَزُوْرُهْ
يَارَبِّ تَغْشَــــــــــــــــــــانَا بِنُوْرِهْ# يَارَبِّ حِفْـــــــــــــظَانَكْ وَاَمَانَكْ
يَارَبِّ وَاسْـــــــــكِنَّا جِـــــــنَانَكْ# يَارَبِّ أَجِــرْنَا مِنْ عَــــــــــذَابِكْ
يَارَبِّ وَارْزُقْنَـــــــــا الشَّــــــهَادَةْ# يَارَبِّ حِطْـــــــنَا بِالسَّعَـــــــــادَةْ
يَارَبِّ وَاصْــــلِحْ كُلَّ مُصْـــــــلِحْ# يَارَبِّ وَاكْــــــــــفِ كُلَّ مُـــؤْذِيْ
يَارَبِّ نَخْــــــــتِمْ بِالْمُشَـــــــــــفَّعْ# يَارَبِّ صَلِّ عَلَيْـــــــــهِ وَسَــــــلِّمْ

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ

اِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِيْنَا ۞ لِيَغْفِرَ لَكَ اللهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ
نِعْمَتَهٗ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطاً مُسْتَقِيْماَ ۞ وَيَنْصُـرَكَ اللهُ نَـصْرًا عَزِيْزًا ۞ لَقَدْ جَآءَكُمْ
رَسُوْلٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَؤٗفٌ رَّحِيْمٌ ۞ فَاِنْ
تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللهُ لَآاِلٰهَ اِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ ۞ إِنَّ اللهَ
وَمَلَآئِكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلىٰ النَّبِيِّ ۞ يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ آَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا ۞

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ

يَارَسُوْلَ اللهِ سَــــلَامٌ عَلَيْكَ# يَارَفِــــــــــــيْعَ الشَّــــــانِ وَالدَّرَجٍ
عَــــــــطْفَـةً يَاجِــــــيْرَةَ الْعَلَمِ# يَااُهَيْـــــلَ الْجُــــــوْدِ وَالْكَـــــــرَمِ
نَحْنُ جِـيْرَانٌ بِذَا الْحَـــــــــرَمِ# حَرَمِ الْاِحْسَــــــــــــانِ وَالْحَسَنِ
نَحْنُ مِنْ قَوْمٍ بِهٖ سَـــــكَنُـــوْا# وَبِهٖ مِنْ خَــــــــوْفِـــــهِمْ اَمِنُــــــوْا
وَبِأٰيَاتِ الْــــقُـــــرْاٰنِ عُــــــنُوْا# فَـــاتَّـــــئِدْ فِـــيْنَا أَخَــــا الْوَهَـــــنِ
نَـعْرِفُ الْبَطْــــحَا وَتَعْرِفُنَــــــا# وَالصَّـــــفَا وَالْبَــــيْتُ يَأْلَفُنَــــــــــــا
وَلَنَا الْمَــــعْلىٰ وَخَيْفُ مِـــــنٰى# فَاعْلَمَنْ هٰـــــذَا وَكُنْ وَكُــــــــــنِ
وَلَـــــــنَا خَــــــيْرُ الْاَنَـامِ اَبُ# وَعَلِىُّ الْـمُرْتَضٰـــى حَـــــــــــسَبُ
وَاِلٰى السِّبْطَيْنِ نَـنْتَسِـــــبُ# نَـسَـبًامَّا فِيْهِ مِنْ دَخَــــــــــــــــنِ
كَمْ إِمَامٍ بَـعْدَهٗ خَــــــــلَفُــــــوْا# مِنْهُ سَـــــادَاتٌ بِذَا عُـرِفُــــــــــوْا
وَبِهٰذَا الْوَصْفِ قَدْوُصِــــفُـــوْا# مِنْ قَدِيْمِ الدَّهْـــــــــــرِ وَالزَّمَــــنِ
مِثْـــــلُ زَيْنِ الْعَابِــــدِيْنَ عَلِيْ# وَابْـنِهِ الْبَاقِــــــــــرِخَـــــــــيْرِ وَلِيْ
وَالْاِمَامِ الصَّادِقِ الْحَــــــفِــــلِ# وَعَلِيِّ ذِى الْعُــــــــــــلَا الْيَـقِــــيْنِ
فَـهُمُ الْقَوْمُ الَّذِيْنَ هُــــــــــدُوْا# وَبِـفَضْلِ اللهِ قَدْ سَـــــــــــعِــــدُوْا
وَ لِـغَيْرِ اللهِ مَــــا قَـصَـــــدُوْا# وَمَـعَ الْـقُــرْاٰنِ فِيْ قَـــــــــــــــــرَنِ
اَهْلُ بَيْتِ الْمُصْطَفٰــى الطُّهُرِ# هُمْ اَمَـــــانُ الْاَرْضِ فَـــــــــــادَّكِرِ
شُـبِّهُوْا بِالْأَنْـجُـــــمِ الزُّهُــــــرِ# مِـثْلَمَا قَدْجَـــــــــــآءَ فِى السُّــــنَنِ
وَسَـفِـيْنٌ لِلـنَّـجَـــــــــــــاةِ اِذَا# خِفْتَ مِنْ طُوْفَــــــــانِ كُلِّ اَذٰى
فَانْجُ فِـيْهَـــــــا لَاتَكُوْنُ كَــــذَا# وَاعْــــتَصِمْ بِاللهِ وَاسْــــــــــــــتَعِنِ
رَبِ فَانْفَعْنَــــــــا بِـبَرْكَتِهِـــــــمْ# وَاهْــــدِناَ الْحُسْنٰــى بِحُرْمَتِهِـــــــــمْ
وَاَمِـتْنَـــا فِي طَــــرِيْقَــــــــتِهِـــمْ# وَمُعَـــــــــــافَاةٍ مِـنَ
الْـفِـــــــــــتَنِ

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الْقَوِيِّ الْغَالِبْ ۞ اَلْوَلِيِّ الطَّالِبِ ۞ اَلْبَاعِثِ الْوَارِثِ الْمَانِحِ السَّالِبِ ۞ عَالِمِ
الْكَآئِنِ وَالْبَآئِنِ وَالزَّآئِلِ وَالذَّاهِبِ ۞ يُسَبِّحُهُ اْلأَٓفِلُ وَالْمَآئِلُ وَالطَّالِعُ وَالْغَارِبُ ۞
وَيُوَحِّدُهُ النَّاطِقُ وَالصَّامِتُ وَالْجَامِدُ وَالذَّآئِبُ ۞ يَضْـرِبُ بِعَدْلِهِ السَّاكِنُ وَيَسْكُنُ بِفَضْلِهِ
الضَّارِبُ ۞ (لَآإِلٰهَ إِلاَّ اللهُ) ۞ حَكِيْمٌ أَظْهَرَ بَدِيْعَ حِكَمِهٖ وَالْعَجَآئِبِ ۞ فِيْ تَرْتِيْبِ تَرْكِيْبِ
هٰذِهِ الْقَوَالِبِ ۞ خَلَقَ مُخًّا وَعَظْمًا وَعَضُدًا وَعُرُوْقًا وَلَحْمًا وَجِلْدًا وَشَعْرًا بِنَظْمٍ مُؤْتَلِفٍ
مُتَرَاكِبٍ ۞ مِنْ مَآءٍ دَافِقٍ يَخْرُجُ مِنْ بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَآئِبِ ۞ (لَآإِلٰهَ إِلاَّ اللهُ) ۞ كَرِيْمٌ
بَسَطَ لِخَلْقِهٖ بِسَاطَ كَرَمِهٖ وَالْمَوَاهِبِ ۞ يَنْزِلُ فِيْ كُلِّ لَيْلَةٍ اِلٰى سَمَآءِ الدُّنْيَا وَيُنَادِيْ
هَلْ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ هَلْ مِنْ تَآئِبٍ ۞ هَلْ مِنْ طَالِبِ حَاجَةٍ فَأُنِيْلَهُ الْمَطَالِبَ ۞ فَلَوْ رَأَيْتَ الْخُدَّامَ
قِيَامًا عَلىٰ اْلأَقْدَامِ وَقَدْ جَادُوْا بِالدُّمُوْعِ السَّوَاكِبِ ۞ وَالْقَوْمَ بَيْنَ نَادِمٍ وَتَآئِبٍ ۞
وَخَآئِفٍ لِنَفْسِهٖ يُعَاتِبُ ۞ وَآبِقٍ مِنَ الذُّنُوْبِ إِلَيْهِ هَارِبٍ ۞ فَلاَ يَزَالُوْنَ فِي اْلإِسْتِغْفَارِ
حَتَّى يَكُفَّ كَفُّ النَّهَارِ ذُيُوْلَ الْغَيَاهِبِ ۞ فَيَعُوْدُوْنَ وَقَدْ فَازُوْا بِالْمَطْلُوْبِ وَأَدْرَكُوْا رِضَا
الْمَحْبُوْبِ وَلَمْ يَعُدْ أَحَدٌ مِنَ الْقَوْمِ وَهُوَ خَآئِبٌ ۞ (لَآإِلٰهَ إِلاَّ أللهُ) ۞ فَسُبْحَانَهٗ وَتَعَالىٰ
مِنْ مَلِكٍ أَوْجَدَ نُوْرَ نَبِيِّهٖ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ نُوْرِهٖ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ اٰدَمَ
مِنَ الطَّيْنِ اللاَّزِبِ ۞ وَعَرَضَ فَخْرَهٗ عَلىٰ الْأَشْيَآءِ وَقَالَ هٰذَا سَيِّدُ الْأَنْبِيَآءِ وَأَجَلُّ
الْأَصْفِيَآءِ وَأَكْرَمُ الْحَبَآئِبِ ۞

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ

قِيْلَ هُوَ اٰدَمُu  قَالَ اٰدَمُ بِهٖ أُنِيْلُهٗ أَعْلَى الْمَرَاتِبِ ۞ قِيْلَ هُوَ نُوْحٌu قَالَ نُوْحٌ بِهٖ
يَنْجُوْ مِنَ الْغَرَقِ وَيَهْلِكُ مَنْ خَالَفَهٗ مِنَ الْأَهْلِ وَالْأَقَارِبِ ۞ قِيْلَ هُوَ إِبْرَاهِيْمُ.قَالَ
إِبْرَاهِيْمُ بِهٖ تَقُوْمُ حُجَّتُهٗ عَلىٰ عُبَّادِ اْلأَصْنَامِ وَالْكَوَاكِبِ ۞ قِيْلَ هُوَ مُوْسٰى.قَالَ مُوْسىٰ
أَخُوْهُ وَلٰكِنْ هٰذَا حَبِيْبٌ وَمُوْسٰى كَلِيْمٌ وَمُخَاطِبٌ ۞ قِيْلَ هُوَ عِيْسٰـى.قَالَ عِيْسٰـى يُبَشّـِرُ بِهٖ
وَهُوَ بَيْنَ يَدَيْ نُبُوَّتِهٖ كَالْحَاجِبِ ۞ قِيْلَ فَمَنْ هٰذَا الْحَبِيْبُ الْكَرِيْمُ الَّذِيْ اَلْبَسْتَهٗ حُلَّةَ
الْوَقَارِ ۞ وَتَوَّجْتَهٗ بِتِيْجَانِ الْمَهَابَةِ وَالْإِفْتِــخارِ ۞ وَنَشَـرْتَ عَلىٰ رَأْسِهِ الْعَصَآئِبِ ۞ قَالَ
هُوَ نَبِيُّ نِاسْتَخَرْتُهٗ مِنْ لُؤَيِّ ابْنِ غَالِبٍ ۞ يَمُوْتُ أَبُوْهُ وَأُمُّهٗ وَيْكْفُلُهٗ جَدُّهٗ ثُمَّ عَمُّهُ
الشَّقِيْقُ أَبُوْ طَالِبٍ ۞

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ

يُبْعَثُ مِنْ تِهَامَةَ بَيْنَ يَدَيِ الْقِيَامَةِ ۞ فِيْ ظَهْرِهٖ عَلاَمَةٌ تُظِلُّهُ الْغَمَامَةُ ۞ تُطِيْعُهُ
السَّحَآئِبُ ۞ فَجْرِيُّ الْجَبِيْنِ لَيْلِيُّ الذَّوَآئِبِ ۞ أَلْفِـيُّ الْأَنْفِ مِيْمِـيُّ الْفَمِ نُوْنِيُّ الْحَاجِبِ ۞
سَمْعُهٗ يَسْمَعُ صَرِيْرَ الْقَلَمِ بَصَرُهٗ اِلٰى السَّبْعِ الطِّبَاقِ ثَاقِبٌ ۞ قَدَمَاهٗ قَبَّلَهُمَا الْبَعِيْرُ ۞
فَأَزَالاَمَا اشْتَكَاهُ مِنَ الْمِحَنِ وَالنَّوَآئِبِ ۞ اٰمَنَ بِهِ الضَّبُّ وَسَلَّمَتْ عَلَيْهِ الْأَشْجَارُ
وَخَاطَبَتْهُ الْأَحْجَارُ ۞ وَحَنَّ إِلَيْهِ الْجِذْعُ حَنِيْنَ حَزِيْنٍ نَادِبٍ ۞ يَدَاهُ تَظْهَرُ بَرَكَتُهُمَا فِي
الْمَطَاعِمِ وَالْمَشَارِبِ ۞ قَلْبُهٗ لاَيَغْفُلُ وَلاَ يَنَامُ وَلٰكِنْ لِلْخِدْمَةِ عَلىٰ الدَّوَامِ مُرَاقِبٌ ۞ إِنْ
أُوْذِيَ يَعْفُ وَلاَيُعَاقِبُ ۞ وَإِنْ خُوْصِمَ يَصْمُتْ وَلاَيُجَاوِبُ ۞ أَرْفَعُهٗ إِلىٰ أَشْرَفِ الْمَرَاتِبِ ۞ فِي
رَكْبَةٍ لاَتَنْبَغِـيْ قَبْلَهٗ وَلاَبَعْدَهٗ لِرَاكِبٍ ۞ فِيْ مَوْكِبٍ مِنَ الْمَلَآئِكَةِ يَفُوْقُ عَلىٰ سَآئِرِ
الْمَوَاكِبِ ۞ فَإِذَا ارْتَقىٰ عَلىٰ الْكَوْنَيْنِ وَانْفَصَلَ عَنِ الْعَالَمَيْنِ ۞ وَوَصَلَ إِلىٰ قَابِ قَوْسَيْنِ
كُنْتُ لَهٗ اَنَا النَّدِيْمَ وَالْمُخَاطِبَ ۞

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ

ثُمَّ أَرُدُّهٗ مِنَ الْعَرْشِ ۞ قَبْلَ أَنْ يَّبْرُدَ الْفَرْشُ ۞ وَقَدْ نَالَ جَمِيْعَ الْمَاٰرِبِ ۞ فَإِذَا شُرِّفَتْ
طُرْبَةَ طَيْبَةَ مِنْهُ بِأَشْرَفِ قَالَبٍ ۞ سَعَتْ إِلَيْهِ أَرْوَاحُ الْمُحِبِّيْنَ عَلىٰ الْأَقْدَامِ وَالنَّجَآئِبِ ۞

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ

صَلاَةُ اللهِ مَالاَحَــــــتْ كَوَاكِبْ# عَلىٰ احْمَدْ خَيْرِ مَنْ رَّكِبَ النَّجَآئِبْ
حَدٰى حَادِى السُّرٰى بِاسْمِ الْحَبَائِبْ# فَهَزَّالشُّكْرُاَعْـــــــــطَافَ الرَّكَائِبْ
اَلَمْ تَرَهَا وَقَدْ مَــــدَّتْ حُـــــطَاهَا# وَسَالَتْ مِنْ مَّدَامِعِـــــهَا سَحَآئِبْ
وَمَالَتْ لِلْـــــحِمٰى طَرَبًا وَحَنَّتْ# إِلٰى تِلْكَ الْمَعَالِمِ وَ اْلمَــــــــلاَعِبْ
فَدَعْ جَذْبَ الزِّمَامِ وَلَا تَسُــــقْهَا# فَقَائِدُ شَــــــوْقِهَا لِلْــــحَيِّ جَاذِبْ
فَهِمْ طَــــــرَبًا كَمَا هَــــامَــــتْ وَاِلاَّ# فَإِنَّكَ فِى طَـــرِيقِ الْحُـــبِّ كَاذِبْ
اَمَّا هٰذَا الْعَقِيْــــــــقُ بَدَا وَهٰذِيْ# قِبَابُ الْحَيِّ لاَحَتْ وَالْمَــضَارِبْ
وَتِلْكَ الْقُبَّةُ الْخَـــــــــــضْرَا وَفِيْهَا# نَبِـــــيٌّ نُوْرُهٗ يَجْـــلُوْ الْغَـــــــيَاهِبْ
وَقَــــدْ صَحَّ الرِّضَى وَدَنَا التَّلَاقِي# وَقَدْجَاءَ الْهَنَا مِنْ كُلِّ جَـــــــانِبْ
فَقُلْ لِّلنَّفْسِ دُوْنَكِ وَالتَّمَــــــــلِّى# فَمَادُوْنَ الْحَبِيْبِ الْيَوْمَ حَــــاجِبْ
تَمَلَّى بِالْحَبِيْبِ بِكُلِّ قَصْــــــــــدٍ# فَقَدْحَصَلَ الْهَنَا وَالضِـــــدُّ غَائِبْ
نَبِيُّ اللهِ خَيْرُ الْخَلْقِ جَمْـــــــــــعَا# لَهٗ أَعْلَى الْمَنَاصِــــبِ وَالْمَــــرَاتِبْ
لَهُ الْجَاهُ الرَّفِيْــــعُ لَهُ الْمَعَــــــــالِى# لَهُ الشَّرَفُ الْمَــؤَبَّدُ وَالْمَنَـــــاقِبْ
فَـــــــــلَوْ أَنَّا سَعَيْنَــا كُلَّ يَــــــوْمٍ# عَلىٰ اْلاَحْدَاقِ لاَفَوْقَ النَّجَــــائِبْ
وَلَوْ أَنَّا عَمِلْـــــنَا كُلَّ حِــــــــــيْنٍ# لِأَحْمَـــــدَ مَوْلِداً قَــدْ كَانَ وَاجِبْ
عَلَيْــــهِ مِنَ الْمُــــهَيْـمِنِ كُلَّ وَقْتٍ# صَلاَةٌ مَّا بَدَا نُـــــوْرُ الْكَـــوَاكِبْ
تَعُــــــــمُّ اْلاٰلَ وَالْأَصْحَــــابَ طُرًّا# جَمِـــــــــــــيْعَهُمْ وَعِتْرَتَهُ الْأَطَايِبْ

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ

فَسُبْحَانَ مَنْ خَصَّهٗ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَشْرَفِ الْمَنَاصِبِ وَالْمَرَاتِبِ ۞ أَحْمَدُهٗ عَلىٰ مَا
مَنَحَ مِنَ الْمَوَاهِبِ ۞ وَأَشْهَدُ أَنْ لَآإِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهٗ لاَشَرِيْكَ لَهٗ رَبُّ الْمَشَارِقِ
وَالْمَغَارِبْ ۞ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهٗ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ إِلٰى سَآئِرِ الْأَعَاجِمِ
وَالْأَعَارِبِ ۞ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلىٰ اٰلِهٖ وَأَصْحَابِهٖ أُوْلِى الْمَآَثِرِ وَالْمَنَاقِبِ ۞
صَلاَةً وَسَلاَمًا دَآئِمَيْنِ مُتَلاَزِمَيْنِ يَاتِيْ قَآئِلُهُمَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ غَيْرَ خَآئِبِ ۞

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ

أَوَّلُ مَا نَسْتَفْتِحُ بِـإِيْرَادِ حَدِيْثَيْنِ وَرَدَا عَنْ نَبِيٍّ كَانَ قَدْرُهٗ عَظِيْمًا ۞ وَنَسَبُهٗ كَرِيْمًا ۞
وَصِرَاطُهٗ مُسْتَقِيْمًا ۞ قَالَ فِيْ حَقِّهٖ مَنْ لَّمْ يَزَلْ سَمِيْعًا عَلِيْمًا ۞ إِنَّ اللهَ وَمَلَآئِكَتَهٗ
يُصَلُّوْنَ عَلىٰ النَّبِيِّ ۞ يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا ۞

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ

)اَلْحَدِيْثُ الْأَوَّلُ) عَنْ بَحْرِ الْعِلْمِ الدَّافِقِ ۞ وَلِسَانِ الْقُرْآَنِ النَّاطِقِ ۞ أَوْحَدِ عُلَمَآءِ
النَّاسِ ۞ سَيِّدِنَا عَبْدِ اللهِ بْنِ سَيِّدِنَا الْعَبَّاسِ ۞ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهٗ قَالَ : إِنَّ قُرَيْشًا كَانَتْ نُوْرًا بَيْنَ يَدَيِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ قَبْلَ أَنْ
يَّخْلُقَ اٰدَمَ بِأَلْفَيْ عَامٍ يُسَبِّحُ اللهَ ذٰلِكَ النُّوْرُ وَتُسَبِّحُ الْمَلَآئِكَةُ بِتَسْبِيْحِهٖ ۞ فَلَمَّا خَلَقَ
اللهُ اٰدَمَ أَوْدَعَ ذٰلِكَ النُّوْرَ فِيْ طِيْنَتِهٖ ۞ قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : فَأَهْبَطَنِيَ اللهُ
عَزَّ وَجَلَّ اِلٰى الْأَرْضِ فِيْ ظَهْرِ اٰدَمَ ۞ وَحَمَلَنِيْ فِي السَّفِيْنَةِ فِيْ صُلْبِ نُوْحٍ وَّجَعَلَنِيْ فِيْ صُلْبِ
الْخَلِيْلِ إِبْرَاهِيْمَ حِيْنَ قُذِفَ بِهٖ فِي النَّارِ ۞ وَلَمْ يَزَلِ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ يُنَقِّلُنِيْ مِنَ
الْأَصْلاَبِ الطَّاهِرَةِ ۞ اِلٰى اْلأَرْحَامِ الزَّكِيَّةِ الْفَاخِرَةِ ۞ حَتّٰى أَخْرَجَنِيَ اللهُ مِنْ بَيْنِ أَبَوَيَّ
وَهُمَا لَمْ يَلْتَقِيَا عَلىٰ سِفَاحٍ قَطُّ ۞

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ

)اَلْحَدِيْثُ الثَّانِيُّ) عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ ۞ عَنْ كَعْبِ الْأَحْبَارِ ۞ قَالَ : عَلَّمَنِيْ أَبِىْ التَّوْرَاةَ
اِلاَّ سِفْرًا وَاحِدًا كَانَ يَخْتِمُهٗ وَيُدْخِلُهُ الصُّنْدُوْقَ ۞ فَلَمَّا مَاتَ أَبِىْ فَتَحْتُهٗ فَإِذًا فِيْهِ
نَبِيٌّ يَخْرُجُ اٰخِرَ الزَّمَانِ ۞ مَوْلِدُهٗ بِمَكَّةَ ۞ وَهِجْرَتُهٗ بِالْمَدِيْنَةِ ۞ وَسُلْطَانُهٗ بِالشَّامِ ۞ يَقُصُّ
شَعْرَهٗ وَيَتَّزِرُ عَلىٰ وَسَطِهِ ۞  يَكُوْنُ خَيْرَ اْلأَنْبِيَآءِ وَأُمَّتُهٗ خَيْرَ الْأُمَمِ ۞ يُكَّبِرُوْنَ اللهَ
تَعَالٰى عَلىٰ كُلِّ شَرَفٍ ۞ يَصُفُّوْنَ فِي الصَّلاَةِ كَصُفُوْفِهِمْ فِي الْقِتَالِ ۞ قُلُوْبُهُمْ مَصَاحِفُهُمْ
يَحْمَدُوْنَ اللهَ تَعَالىٰ عَلىٰ كُلِّ شِدَّةٍ وَّرَخَآءٍ ۞ ثُلُثٌ يَّدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ ۞ وَثُلُثٌ
يَّأْتُوْنَ بِذُنُوْبِهِمْ وَخَطَايَاهُمْ فَيُغْفَرُلَهُمْ ۞ وَثُلُثٌ يَّأْتُوْنَ بِذُنُوْبٍ وَخَطَايَا عِظَامٍ ۞ فَيَقُوْلُ
اللهُ تَعَالىٰ لِلْمَلَآئِكَةِ ٱذْهَبُوْا وَزِنُوْهُمْ فَيَقُوْلُوْنَ يَارَبَّنَا وَجَدْنَاهُمْ اَسْرَفُوْا عَلىٰ
اَنْفُسِهِمْ وَوَجَدْنَا أَعْمَالَهُمْ مِّنَ الذُّنُوْبِ كَأَمْثَالِ الْجِبَالِ ۞ غَيْرَ أَنَّهُمْ يَشْهَدُوْنَ أَنْ لَآإِلٰهَ
إِلاَّ اللهُ ۞ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ۞

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ

فَيَقُوْلُ الْحَقُّ وَعِزَّتِيْ وَجَلاَلِيْ ۞ لاَجَعَلْتُ مَنْ أَخْلَصَ لِيْ بِالشَّهَادَةِ كَمَنْ كَذَّبَ بِيْ ۞ اَدْخِلُوْهُمُ
الْجَنَّةَ بِرَحْمَتِيْ ۞ يَاأَعَزَّ جَوَاهِرِ الْعُقُوْدِ ۞ وَخُلاَصَةَ إِكْسِيْرِ سِرِّ الْوُجُوْدِ ۞ مَادِحُكَ قَاصِرٌ وَّلَوْ
جَآءَ بِبَذْلِ الْمَجْهُوْدِ ۞ وَوَاصِفُكَ عَاجِزٌ عَنْ حَصْرِ مَا حَوَيْتَ مِنْ خِصَالِ الْكَرَمِ وَالْجُوْدِ ۞ اَلْكَوْنُ
إِشَارَةٌ وَأَنْتَ الْمَقْصُوْدُ ۞ يَاأَشْرَفَ مَنْ نَالَ الْمَقَامَ الْمَحْمُوْدَ ۞ وَجَآءَتْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ
لٰكِنَّهُمْ بِالرِّفْعَةِ وَالْعُلاَلَكَ شُهُوْدٌ ۞

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ

أَحْضِرُوْا قُلُوْبَكُمْ يَامَعْشَرَ ذَوِي الْأَلْبَابِ ۞ حَتَّى أَجْلُوَلَكُمْ عَرَآئِسَ مَعَانِي أَجَلِّ الْأَحْبَابِ ۞
اَلْمَخْصُوْصِ بِأَشْرَفِ الْأَلْقَابِ ۞ اَلرَّاقِيْ إِلٰى حَضْــرَةِ الْمَلَكِ الْوَهَّابِ ۞ حَتَّى نَظَرَ إِلٰى
جَمَالِهٖ بِلاَ سِتْرٍ وَّلاَ حِجَابٍ ۞ فَلَمَّا اٰنَ أَوَانُ ظُهُوْرِ شَمْسِ الرِّسَالَةِ ۞ فِيْ سَمَآءِ الْجَلاَلَةِ ۞
خَرَجَ بِهِ مَرْسُوْمُ الْجَلِيْلِ ۞ لِنَقِيْبِ الْمَمْلَكَةِ جِبْرِيْلَ ۞ يَاجِبْرِيْلُ نَادِ فِيْ سَآئِرِ الْمَخْلُوْقَاتِ ۞
مِنْ أَهْلِ الْأَرْضِ وَالسَّمٰوَاتِ ۞ بِالتَّهَانِيْ وَالْبِشَارَاتِ ۞ فَإِنَّ النُّوْرَ الْمَصُوْنَ ۞ وَالسِّـرَّ
الْمَكْنُوْنَ ۞ اَلَّذِيْ أَوْجَدْتُهٗ قَبْلَ وُجُوْدِ اْلأَشْيَآءِ ۞ وَإِبْدَاعِ الْأَرْضِ وَالسَّمَآءِ ۞ أَنْقُلُهٗ فِي
هٰذِهِ اللَّيْلَةِ إِلٰى بَطْنِ أُمِّهٖ مَسْــرُوْرًا ۞ أَمْلاَءُ بِهِ الْكَوْنَ نُوْرًا ۞ وَاَكْفُلُهٗ يَتِيْمًا
وَأُطَهِّرُهٗ وَأَهْلَ بَيْتِهٖ تَطْهِيْرًا ۞

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ

فَاهْتَزَّ الْعَرْشُ طَرَبًا وَاسْتِبْشَارًا ۞ وَازْدَادَ الْكُرْسِيُّ هَيْبَةً وَوَقَارًا ۞ وَامْتَلَأَتِ السَّمٰوَاتُ
أَنْوَارًا ۞ وَضَجَّتِ الْمَلَآئِكَةُ تَهْلِيْلًا وَتَمْجِيْدًا وَاسْتِغْفَارًا ۩ سُبْحَانَ الله وَالْحَمْدُ ِللهِ
وَلَآإِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرْ 3× ۩ وَلَمْ تَزَلْ أُمُّهٗ تَرٰى أَنْوَاعًا مِنْ فَخْرِهِ وَفَضْلِهِ ۞
إِلىٰ نِهَايَةِ تَمَامِ حَمْلِهِ ۞ فَلَمَّا اشْتَدَّ بِهَا الطَّلْقُ ۞ بِـإِذْنِ رَبِّ الْخَلْقِ ۞ وَضَعَتِ الْحَبِيْبَ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ۞ سَاجِدًا شَاكِـرًا حَامِدًا كَأَنَّهُ الْبَدْرُ فِيْ تَمَامِهِ ۞

مَحَلُّ اْلقِيَامِ
﴿ اَلْمَقْرُوْءَةُ فِـيْ مَحَلِّ الْقِيَامِ ﴾

يَانَبِـــــــــــــــــــــى سَلَامٌ عَلَيْكَ# يَارَسُوْلَ سَـــــــــلَامٌ عَلَيْــــــــكَ
يَاحَبِيْبْ سٰـــــــــلَامٌ عَلَيْـــــــكَ# صَـــــــــلَوٰاتُ اللهِ عَلَيْـــــــــــكَ
اَشْرَقَ الْبَــــدْرُ عَـلَيْــــــــــــــــــنَا# فَاخْتَــــفَــــتْ مِنْـــــــــــهُ
الْبُــــدُوْرُ
مِثْلَ حُسْنِــــــــكْ مَا رَاَيْــــــــنَا# قَــــطُّ يَاوَجْــــهَ السُّـــــــــــــرُوْرِ
اَنْتَ شَمْـــــــــسٌ اَنْتَ بَــــــــدْرٌ# اَنْتَ نُـــــــــــوْرٌ فَــــــوْقَ نُــــوْرٍ
اَنْتَ اِكْسِـــــــيْرٌ وَغَــالِــــــــــــي# اَنْتَ مِصْبَـــــــــاحُ الصُّـــــــدُوْرِ
يَاحَبِيْبِـــــــــيْ يَامُـــــــــــــــحَمَّدُ# يَاعَرُوْسَ الْخَـــــــــافِقَــــــــــــيْنِ
يَامُؤَيَّدْ يَامُمَجَّــــــــــــــــــــــــــدُ# يَاإِمَامَ
الْقِبْلَتَــــــــــــــــــــــــــــيْنِ
مَنْ رَاٰى وَجْهَــــــــكَ يَسْعَــــــدُ# يَاكَـــــــــــــرِيْمَ الْــــــــــــــوَالِدَيْنِ
حَوْضُكَ الصَّــــــافِى الْمُبَــــــــرَّدُ# وِرْدُنَا يَوْمَ النُّشُـــــــــــــــــــــوْرِ
مَارَأَيْـــــــــنَا الْعِيْسَ حَنَّـــــــــتْ# بِالسُّـــــــــرٰى إِلاَّ اِلَيْــــــــــــــكَ
وَالْغَــــماَمَةْ قَـــــدْ أَظَلَّــــــــــــتْ# وَالْمَـــــــــلاَ صَــــــــــــــلَّوْعَلَيْكَ
وَاَتَاكَ الْعُـــــــــوْدُ يَبْــــــــــــــكِى# وَتَـــــــــذَلَّلْ بَيْنَ
يَــــــــــــــدَيْكَ
وَاسْتَجَـــــــــارَتْ يَاحَبِيْــــــــبِي# عِنْدَكَ الظَّــــــــــبْيُ النُّـــــــــفُوْرُ
عِنْدَ مَاشَـــــــــدُّوْا الْمَحَامِــــــلْ# وَتَنَادَوْا لِلـــــــــرَّحِيْـــــــــــــــــلِ
جِئْتُهُمْ وَالدَّمْـــــــــعُ سَائِــــــــــلْ# قُلْـــــــــتُ قِفْ لِى يَادَلِيْــــــــلُ
وَتَحَمَّلْ لِيْ رَسَــــــــــــــائِــــــــلْ# اَيُّهَا الشَّــــــــــــــوْقُ الْجَـــزِيْلُ
نَحْوَهَا تِيْـــــــــكَ الْمَنَـــــــــــازِلْ# بِالْعَشِــــــــيِّ
وَالْبُكُــــــــــــــــوْرُ
كُلُّ مَـــنْ فِى الْكَـــوْنِ هَامُـــــوْا# فِيْـــــــــــكَ يَابَاهِى الْجَبِـــــــــيْنِ
وَلَهُمْ فِيْــــــــــــكَ غَــــــــــــــرَامُ# وَاشْـــــــــتِيَاقٌ وَحَنِـــــــــيْنُ
فِى مَعَــــــــــــــانِيْــــــــــكَ الْأَنَامُ# قَدْتَبَدَّتْ
حَـــــــــــآئِـــــــــــــرِيْنَ
اَنْتَ لِلرُّسْـــــــــلِ خِتَـــــــــــــامُ# اَنْتَ لِلْمَـــــــــوْلىٰ شَكُـــــــــــوْرُ
عَبْدُكَ الْمِسْــــــــكِيْنُ يَرْجُــــــوْ# فَضْلَكَ الْجَـــــــــمَّ الْغَفِـــــــــــيْرَ
فِيْكَ قَدْ أَحْسَـــــــــنْتُ ظَنِّــــيْ# يَابَشِــــــــــــــيْرُ يَانَــــــــــــــذِيْرُ
فَأَغِثْنِيْ وَأَجِـــــــــــــــرْنِـــــــــــيْ# يَامُجِيْرُ مِنَ
السَّــــــــــــــعِــــــيْرِ
يَاغِــــــــــــــيَاثِي يَامَـــــــــلاَذِيْ# فِيْ مُهِمَّاتِ
الْأُمُــــــــــــــــــــــوْرِ
سَعْدَ عَبْــــــــدٌ قَدْ تَمَــــــــــــلىّٰ# وَانْجَــــــلىٰ عَنْــــــــــــــهُ الْحَزِيْنُ
فِيْكَ يَابَــــــــــــــدْرٌتَجَــــــــــــلىّٰ# فَلَكَ الْوَصْـــــــــفُ الْحَسِــــــيْنُ
لَيْـــــــــسَ أَزْكىٰ مِنْكَ أَصْــــــلاً# قَـــــــطُّ يَاجَدَّ الْحُــــــــــــــسَيْنِ
فَعَلَيْـــــــــكَ اللهُ صَــــــــــــــلىّٰ# دَآئِماً طُـــــــــوْلَ
الدُّهُـــــــــــــوْرِ
يَاوَلِيَّ الْحَــــــــــــــسَنَــــــــــاتِ# يَارَفِيْـــــــــعَ
الدَّرَجَـــــــــــــــــاتِ
كَفِّرْ عَنِّـــــــي الذُّنُــــــــــــــــوْبَ# وَاغْـــــــفِرْعَنِّي سَـــــــيِّئَــــــــاتِ
أَنْتَ غَـــــــــفَّارُ الْخَـــــــــــطَايَا# وَالذُّنُوْبِ الْمُـــــــــوْبِقَــــــــــــاتِ
أَنْتَ سَـــــــــتَّارُ الْمَسَــــــــاوِيْ# وَمُقِيْــــــــلُ الْعَــــــــــــــــــثَرَاتِ
عَالِــــــــــــــمُ السِّــــــــرِّ وَأَخْفىٰ# مُسْتَجِيْـــــــــبُ الدَّعَـــــــــوَاتِ
رَبِّ فَارْحَمْـــــــــنَا جَمِيْـــــــــــــعًا# وَامْحُ عَنَّا السَّـــــــــيِّـــــــــــئَاتِ
صَــــــلىّٰ اللهُ عَلىٰ مُحَمَّــــــــــدٍ# عَــــــــدَّ تَحْرِيْرِ السُطُــــــــــــوْرِ
اَحْمَــــــــدَ الْهَادِيْ مُحَمَّـــــــــــدْ# صَـــــــــاحِبَ الْوَجْهِ الْمُنِــــــــيْرِ
رَبِّ فَارْحَمْنَاجَمِيْــــــــــــــــــــــــعًا# بِجَمِيْعِ
الصَّالِحَــــــــــــــــــــــــاتِ

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ

وَوُلِدَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَخْتُوْنًا بِيَدِ الْعِنَايَةِ ۞ مَكْحُوْلاً بِكُحْلِ الْهِدَايَةِ ۞ فَأَشْرَقَ
بِبَهَآئِهِ الْفَضَا ۞ وَتَلَأْلَأَ الْكَوْنُ مِنْ نُوْرِهٖ وَأَضَا ۞ وَدَخَلِ فِيْ عَقْدِ بَيْعَتِهٖ مَنْ بَقِـيَ مِنَ
الْخَلَآئِقِ كَمَا دَخَلَ فِيْهَا مَنْ مَّضٰـى ۞ أَوَّلُ فَضِيْلَةِ الْمُعْجِزَاتِ ۞ بِخُمُوْدِ نَارِ فَارِسَ وَسُقُوْطِ
الشُّــرُفَاتِ ۞ وَرُمِيَتِ الشَّيَاطِيْنُ مِنَ السَّمَآءِ بِالشُّهُبِ الْمُحْرِقَاتِ ۞ وَرَجَعَ كُلُّ جَبَّارٍ مِنَ
الْجِنِّ وَهُوَ بِصَوْلَةِ سُلْطَنَتِهٖ ذَلِيْلٌ خَاضِعٌ ۞ لَمَّا تَأَلَّقَ مِنْ سَنَاهُ النُّوْرُ السَّاطِعُ ۞ وَأَشْرَقَ
مِنْ بَهَآئِهِ الضِّيَاءُ اللاَّمِعُ ۞ حَتَّى عُرِضَ عَلىٰ  الْمَرَاضِعِ ۞

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ

قِيْلَ مَنْ يَّكْفُلُ هٰذِهِ الدُّرَّةَ الْيَتِيْمَةَ ۞ اَلَّتِيْ لاَ تُوْجَدُ لَهَا قِيْمَةٌ ۞ قَالَتِ الطُّيُوْرُ نَحْنُ
نَكْفُلُهٗ وَنَغْتَنِمُ هِمَّتَهُ الْعَظِيْمَةَ ۞ قَالَتِ الْوُحُوْشُ نَحْنُ أَوْلٰى بِذٰلِكَ لِكَيْ نَنَالَ شَرَفَهٗ
وَتَعْظِيْمَهُ ۞ قِيْلَ يَا مَعْشَرَ الْأُمَمِ اسْكُنُوْا فَإِنَّ اللهَ قَدْ حَكَمَ فِيْ سَابِقِ حِكْمَتِهِ الْقَدِيْمَةِ ۞
بِأَنَّ نَبِيَّهٗ مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَكُوْنُ رَضِيْعًا لِحَلِيْمَةَ الْحَلِيْمَةِ ۞

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ

ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهُ مَرَاضِعُ الْإِنْسِ لِمَا سَبَقَ فِيْ طَيِّ الْغَيْبِ ۞ مِنَ السَّعَادَةِ لِحَلِيْمَةَ بِنْتِ أَبِىْ
ذُؤَيْبٍ ۞ فَلَمَّا وَقَعَ نَظَرُهَا عَلَيْهِ ۞ بَادَرَتْ مُسْــرِعَةً إِلَيْهِ ۞ وَوَضَعَتْهُ فِيْ حِجْرِهَا ۞ وَضَمَّتْهُ
إِلٰى صَدْرِهَا ۞ فَهَشَّ لَهَا مُتَبَسِّمًا ۞ فَخَرَجَ مِنْ ثَغْرِهٖ نُوْرٌ لَّحِقَ بِالسَّمَآ ۞ فَحَمَلَتْهُ إِلٰى
رَحْلِهَا ۞ وَارْتَحَلَتْ بِهٖ اِلٰى أَهْلِهَا ۞ فَلَمَّا وَصَلَتْ بِهِ اِلٰى  مُقَامِهَا ۞ عَايَنَتْ بَرَكَتُهٗ عَلىٰ
أَغْنَامِهَا ۞ وَكَانَتْ كُلَّ يَوْمٍ تَرٰى مِنْهُ بُرْهَانًا ۞ وَتَرْفَعُ لَهٗ قَدْرًا وَّشَانًا ۞ حَتَّى انْدَرَجَ فِيْ
حُلَّةِ اللُّطْفِ وَالْأَمَانِ ۞ وَدَخَلَ بَيْنَ إِخْوَتِهٖ مَعَ الصِّبْيَانِ ۞

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ

فَبَيْنَمَا هُوَ ذَاتَ يَوْمٍ نَاءٍ عَنِ الْأَوْطَانِ ۞ إِذْ أَقْبَلَ عَلَيْهِ ثَلَاثَةُ نَفَرٍ ۞ كَأَنَّ وُجُوْهَهُمُ
الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ ۞ فَانْطَلَقَ الصِّبْيَانُ هَرَبًا ۞ وَوَقَفَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُتَعَجِّبًا ۞
فَأَضْجَعُوْهُ عَلىٰ  الْأَرْضِ إِضْجَاعًا خَفِيْفًا ۞ وَشَقُّوْا بَطْنَهُ شَقًّا لَطِيْفًا ۞ ثُمَّ أَخْرَجُـوْا قَلْبَ
سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ ۞ وَشَرَّحُوْهُ بِسِكِّيْنِ الْإِحْسَانِ ۞ وَنَزَّعُوْا مِنْهُ حَظَّ الشَّيْطَانِ ۞ وَمَلَؤُهُ بِالْحِلْمِ
وَالْعِلْمِ وَالْيَقِيْنِ وَالرِّضْوَانِ ۞ وَأَعَادُوْهُ اِلٰى مَكَانِهِ فَقَامَ الْحَبِيْبُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهَ
وَسَلَّمَ سَوِيًّا كَمَا كَانَ ۞

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ

فَقَالَتِ الْمَلَآئِكَةُ يَاحَبِيْبَ الرَّحْمٰنِ ۞ لَوْ عَلِمْتَ مَا يُرَادُ بِكَ مِنَ الْخَيْرِ ۞ لَعَرَفْتَ قَدْرَ
مَنْزِلَتِكَ عَلٰى  الْغَيْرِ ۞ وَازْدَدْتَ فَرَحًا وَسُرُوْرًا ۞ وَبَهْجَةً وَّنُوْرًا ۞ يَامُحَمَّدُ أَبْشِـرْ فَقَدْ
نُشِــرَتْ فِي الْكَآئِنَاتِ أَعْلاَمُ عُلُوْمِكَ ۞ وَتَبَاشَرَتِ الْمَخْلُوْقَاتُ بِقُدُوْمِكَ ۞ وَلَمْ يَبْقَ شَيْئٌ
مِمَّا خَلَقَ اللهُ تَعَالٰى إِلاَّجَآءَ لِأَمْرِكَ طَائِعًا ۞ وَلِمَقَالَتِكَ سَامِعًا ۞ فَسَيَأتِيْكَ الْبَعِيْرُ ۞
بِذِمَامِكَ يَسْتَجِيْرُ ۞ وَالضَّبُّ وَالْغَزَالَةُ ۞ يَشْهَدَانِ لَكَ بِالرِّسَالَةِ ۞ وَالشَّجَرُ وَالْقَمَرُ وَالذِّيْبُ ۞
يَنْطِقُوْنَ بِنُبُوَّتِكَ عَنْ قَرِيْبٍ ۞ وَمَرْكَبُكَ الْبُرَاقُ ۞ اِلٰى جَمَالِكَ مُشْتَاقٌ ۞ وَجِبْرِيْلُ شَاوُوْشُ
مَمْلَكَتِكَ قَدْ أَعْلَنَ بِذِكْرِكَ فِي الْأٰفَاقِ ۞ وَالْقَمَرُ مَأْمُوْرٌ لَكَ بِالْإِنْشِقَاقِ ۞ وَكُلُّ مَنْ فِي
الْكَوْنِ مُتَشَوِّقٌ لِظُهُوْرِكَ ۞ مُنْتَظِرٌ لِإِشْرَاقِ نُوْرِكَ ۞

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ

فَبَيْنَمَا الْحَبِيْبُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُنْصِتٌ لِسَمَاعِ تِلْكَ الْأَشْبَاحِ ۞ وَوَجْهُهٗ مُتَهَلِّلٌ
كَنُوْرِ الصَّبَاحِ ۞ إِذْ أَقْبَلَتْ حَلِيْمَةُ مُعْلِنَةً بِالصِّيَاحِ ۞ تَقُوْلُ وَاغَرِيْبَاهُ ۞ فَقَالَتِ الْمَلَآئِكَةُ
يَامُحَمَّدُ مَا أَنْتَ بِغَرِيْبٍ ۞ بَلْ أَنْتَ مِنَ اللهِ قَرِيْبٌ ۞ وَأَنْتَ لَهُ صَفِـيٌّ وَحَبِيْبٌ ۞ قَالَتْ حَلِيْمَةُ
وَوَاحِدَاهُ ۞ فَقَالَتِ الْمَلَآئِكَةُ يَامُحَمَّدُ مَا أَنْتَ بِوَحِيْدٍ ۞ بَلْ أَنْتَ صَاحِبُ التَّأْيِيْدِ ۞ وَأَنِيْسُكَ
الْحَمِيْدُ الْمَجِيْدُ ۞ وَإِخْوَانُكَ إِخْوَانُكَ مِنَ الْمَلَآئِكَةِ وَأَهْلِ التَّوْحِيْدِ ۞ قَالَتْ حَلِيْمَةُ
وَايَتِيْمَاهُ ۞ فَقَالَتِ الْمَلَآئِكَةُ لِلّٰهِ دَرُّكَ مِنْ يَتِيْمٍ ۞ فَإِنَّ قَدْرَكَ عِنْدَ اللهِ عَظِيْمٌ ۞

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ

فَلَمَّا رَأَتْهُ حَلِيْمَةُ سَالِمًا مِنَ الْأَهْوَالِ ۞ رَجَعَتْ بِهٖ مَسْــرُوْرَةً اِلٰى اْلأَطْلاَلِ ۞ ثُمَّ قَصَّتْ
خَبَرَهُ عَلىٰ بَعْضِ الْكُهَّانِ ۞ وَأَعَادَتْ عَلَيْهِ مَا تَمَّ مِنْ أَمْرِهٖ وَمَا كَانَ ۞ فَقَالَ لَهُ الْكَاهِنُ
: يَاابْنَ زَمْزَمَ وَالْمَقَامِ ۞ وَالرُّكْنِ وَالْبَيْتِ الْحَرَامِ ۞ أَفِي الْيَقَظَةِ رَأَيْتَ هٰذَا أَمْ فِي
الْمَنَامِ ۞ فَقَالَ وَحُرْمَةِ الْمَلِكِ الْعَلاَّمِ ۞ شَاهَدْتُهُمْ كِفَاحًا لاَ أَشُكُّ فِيْ ذٰلِكَ وَلاَ أُضَامُ ۞
فَقَالَ لَهُ الْكَاهِنُ أَبْشِـرْ أَيُّهَا الْغُلاَمُ ۞ فَأَنْـتَ صَاحِبُ الْأَعْلاَمِ ۞ وَنُبُوَّتُكَ لِلْأَنْبِيَآءِ
قُفْلٌ وَخِتَامٌ ۞ عَلَيْكَ يَنْزِلُ جِبْرِيْلُ ۞ وَعَلىٰ بِسَاطِ الْقُدْسِ يُخَاطِبُكَ الْجَلِيْلُ ۞ وَمَنْ ذَا الَّذِيْ
يَحْصُرُ مَا حَوَيْتَ مِنَ التَّفْضِيْلِ ۞ وَعَنْ بَعْضِ وَصْفِ مَعْنَاكَ يَقْصُـرُ لِـسَانُ الْمَادِحِ الْمُطِيْلِ ۞

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ

وَكَانَ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْسَنَ النَّاسِ خَلْقًا وَخُلُقًا ۞ وَأَهْدَاهُمْ اِلٰى الْحَقِّ طُرُقًا ۞
كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْاٰنُ ۞ وَشِيْمَتُهُ الْغُفْرَانُ ۞ يَنْصَحُ لِلْإِنْسَانِ ۞ وَيَفْسَحُ فِي الْإِحْسَانِ ۞ وَيَعْفُوْ
عَنِ الذَّنْبِ إِذَا كَانَ فِيْ حَقِّهٖ وَسَبَبِهِ ۞ وَإِذَا ضُيِّعَ حَقُّ اللهِ لَمْ يَقُمْ أَحَدٌ لِغَضَبِهِ ۞ مَنْ
رَاٰهُ بَدِيْهَةً هَابَهُ ۞ وَإِذَا دَعَاهُ الْمِسْكِيْنُ أَجَابَهُ ۞ يَقُوْلُ الْحَقَّ وَلَوْكَانَ مُرًّا ۞ وَلاَ يُضْمِرُ
لِمُسْلِمٍ غِشًّا وَلاَ ضُرًّا ۞ مَنْ نَظَرَ فِيْ وَجْهِهِ عَلِمَ أَنَّهٗ لَيْسَ بِوَجْهِ كَذَّابٍ ۞ وَكَانَ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ بِغَمَّازٍ وَلاَ عَيَّابٍ ۞ إِذَا سُرَّا فَـكَأَنَّ وَجْهَهُ قِطْعَةُ قَمَرٍ ۞ وَإِذَا كَلَّمَ
النَّاسَ فَكَأَنَّمَا يَجْنُوْنَ مِنْ كَلاَمِهٖ أَحْلٰ ثَمَرٍ ۞ وَإِذَا تَبَسَّمَ تَبَسَّمَ عَنْ مِثْلِ حَبِّ الْغَمَامِ ۞
وَإِذَا تَكَلَّمَ فَكَأَنَّمَا الدُّرُّ يَسْقُطُ مِنْ ذٰلِكَ الْكَلاَمِ ۞ وَإِذَا تَحَدَّثَ فَكَأَنَّ الْمِسْكَ يَخْرُجُ مِنْ
فِيْهِ ۞ وَإِذَا مَرَّ بِطَرِيْقٍ عُرِفَ مِنْ طِيْبِهٖ أَنَّهٗ قَدْ مَرَّ فِيْهِ ۞ وَإِذَا جَلَسَ فِيْ مَجْلِسٍ بَقِـيَ
طِيْبُهٗ فِيْهِ أَيَّامًا وَإِنْ تَغَيَّبَ ۞ وَيُوْجَدُ مِنْهُ أَحْسَنُ طِيْبٍ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ قَدْ تَطَيَّبَ ۞ وَإِذَا
مَشـٰى بَيْنَ أَصْحَابِهٖ فَكَأَنَّهُ الْقَمَرُ بَيْنَ النُّجُوْمِ الزُّهْرِ ۞ وَإِذَا أَقْبَلَ لَيْلاً فَكَأَنَّ النَّاسَ
مِنْ نُوْرِهٖ فِيْ أَوَانِ الظُّهْرِ ۞ وَكَانَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيْحِ
الْمُرْسَلَةِ ۞ وَكَانَ يَرْفُقُ بِالْيَتِيْمِ وَالْأَرْمَلَةِ ۞ قَالَ بَعْضُ وَاصِفِيْهِ مَا رَأَيْتُ مِنْ ذِيْ لِمَّةٍ
سَوْدَآءَ ۞ فِيْ حُلَّةٍ حَمْرَآءَ ۞ أَحْسَنَ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ۞

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ

وَقِيْلَ لِبَعْضِهِمْ كَأَنَّ وَجْهَهُ الْقَمَرُ ۞ فَقَالَ بَلْ أَضْوَأُ مِنَ الْقَمَرِ إِذَا لَمْ يَحُلْ دُوْنَهُ الْغَمَامُ
۞ قَدْ غَشِيَهُ الْجَلَالُ ۞ وَانْتَهٰى إِلَيْهِ الْكَمَالُ ۞ قَالَ بَعْضُ وَاصِفِيْهِ مَا رَأَيْتُ قَبْلَهُ وَلاَ
بَعْدَهٗ مِثْلَهُ ۞ فَيُعْجِزُ لِسَانُ الْبَلِيْغِ إِذَا اَرَادَ أَنْ يُحْصِيَ فَضْلَهُ ۞ فَسُبْحَانَ مَنْ خَصَّهُ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْمَحَلِّ الْأَسْنٰى ۞ وَأَسْرٰى بِهٖ اِلٰى  قَابِ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنٰى ۞ وَأَيَّدَهٗ
بِالْمُعْجِزَاتِ الَّتِيْ لاَ تُحْصٰى ۞ وَاَوفَاهُ مِنْ خِصَالِ الْكَمَالِ بِمَا يَجِلُّ أَنْ يُسْتَقْصٰـى ۞ وَأَعْطَاهُ
خَمْسًا لَمْ يُعْطِهِنَّ أَحَدًا قَبْلَهُ ۞ وَاٰتَاهُ جَوَامِعَ الْكَلِمِ فَلَمْ يُدْرِكْ أَحَدٌ فَضْلَهُ ۞ وَكَانَ لَهٗ
فِيْ كُلِّ مَقَامٍ عِنْدَهٗ مَقَالٌ ۞ وَلِكُلِّ كَمَالٍ مِنْهُ كَمَالٌ ۞ لاَ يَحُوْلُ فِيْ سُؤَالٍ وَلاَ جَوَابٍ ۞ وَلاَ
يَجُوْلُ لِسَانُهٗ إِلاَّ فِيْ صَوَابٍ ۞

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ

وَمَا عَسٰى أَنْ يُقَالَ فِيْمَنْ وَصَفَهُ الْقُرْاٰنُ ۞ وَأَعْرَبَ عَنْ فَضَائِلِهٖ التَّوْرَاةُ وَالْإِنْجِيْلُ
وَالزَّبُوْرُ وَالْفُرْقَانُ ۞ وَجَمَعَ اللهُ لَهٗ بَيْنَ رُؤْيَتِهٖ وَكَلاَمِهِ ۞ وَقَرَنَ اسْمُهٗ مَعَ اسْمِهٖ
تَنْبِيْهًا عَلىٰ عُلُوِّ مَقَامَهِ ۞ وَجَعَلَهٗ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ وَنُوْرًا ۞ وَمَلَأَ بِمَوْلِدِهِ الْقُلُوْبَ سُرُوْرًا ۞

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ

يَابَــــــــدْرَتِمٍّ حَــــــازَ کُلَّ كَمَالِ# مَــــاذَا يُعَبِّرُعَنْ عُلاَكَ مَقَــــــالِی
اَنْتَ الَّذِی اَشْرَقْتَ فِی اُفُقِ الْعُلاَ# فَمَــحَوْتَ بِالأَنْــوَارِکُلَّ ضَــــلاَلِ
وَبِكَ اسْتَنَارَ الْكَوْنُ يَاعَلَمَ الْهُدٰى# بِالنُّــوْرِ وَاْلاِنْعَـــــــامِ وَاْلاِفْضَالِ
صَلَّى عَلَيْــــكَ اللهُ رَبِّي دَاِئمًــــا# اَبَدًامَـــــــعَ اْلإِبْكاَرِ وَاْلاٰصَــــالِ
وَعَلىٰ جَمِيْــــعِ الاٰلِ وَاْلأَصْحَابِ مَنْ# قَدْ خَصَّـــهُمْ رَبُّ الْعُــــلاَ بِكَماَلِ

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ

اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ۞ اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلىٰ اٰلِهٖ وَصَحْبِهٖ
أَجْمَعِيْن ۞ جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَاكُمْ مِمَّنْ يَسْتَوْجِبُ شَفَاعَتَهُ ۞ وَيَرْجُوْ بِذٰلِكَ رَحْمَتَهُ وَرَأْفَتَهُ ۞
أَللّٰهُمَّ بِحُرْمَةِ هٰذَا النَّبِيِّ الْكَرِيْمِ ۞ وَاٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ السَّالِكِيْنَ عَلىٰ مَنْهَجِهِ الْقَوِيْمِ ۞
إِجْعَلْنَا مِنْ خِيَارِ أُمَّتِهٖ ۞ وَاسْتُرْنَا بِذَيْلِ حُرْمَتِهِ ۞ وَاحْشُـرْنَا غَدًا فِيْ زُمْرَتِهِ ۞ وَاسْتَعْمِلْ
أَلْسِنَتَنَا فِيْ مَدْحِهٖ وَنُصْـرَتِهِ ۞ وَأَحْيِنَا مُتَمَسِّكِيْنَ بِسُنَّتِهِ وَطَاعَتِهِ ۞ وَأَمِتْنَا عَلىٰ حُبِّهٖ
وَجَمَاعَتِهِ ۞ أَللّٰهُمَّ أَدْخِلْنَا مَعَهُ الْجَنَّةَ فَإِنَّهُ أَوَّلُ مَنْ يَدْخُلُهَا ۞ وَأَنْزِلْنَا مَعَهٗ فِيْ
قُصُوْرِهَا ۞ فَإِنَّهُ أَوَّلُ مَنْ يَنْزِلُهَا ۞ وَارْحَمْنَا يَوْمَ يَشْفَعُ لِلْخَلَآئِقِ فَتَرْحَمُهَا ۞ أَللّٰهُمَّ
ارْزُقْنَا زِيَارَتَهٗ فِيْ كُلِّ سَنَةٍ ۞ وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنْ الْغَافِلِيْنَ عَنْكَ وَلاَ عَنْهُ قَدْرَ سِنَةٍ ۞
أَللّٰهُمَّ لاَ تَجْعَلْ فِيْ مَجْلِسِنَا هٰذَا أَحَدًا إِلاَّ غَسَلْتَ بِمَاءِ التَّوْبَةِ ذُنُوْبَهُ ۞ وَسَتَرْتَ بِرِدَآءِ
الْمَغْفِرَةِ عُيُوْبَهُ ۞ اَللّٰهُمَّ إِنَّهٗ كَانَ مَعَنَا فِي السَّنَةِ الْمَاضِيَةِ ۞ إِخْوَانٌ مَنَعَهُمُ اْلقَضَآءُ
عَنِ الْوُصُوْلِ اِلٰى مِثْلِهَا ۞ فَلاَ تَحْرِمْهُمْ مِنْ ثَوَابِ هٰذِهِ السَّاعَةِ وَفَضْلِهَا ۞ اَللّٰهُمَّ ارْحَمْنَا
إِذَا صِرْنَا مِنْ أَصْحَابِ الْقُبُوْرِ ۞ وَوَفِّقْنَا لِعَمَلٍ صَالِحٍ يَبْقٰى سَنَاهُ عَلىٰ مَمَرِّ الدُّهُوْرِ ۞
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا لِاٰلَآئِكَ ذَاكِرِيْنَ ۞ وَلِنَعْمَآئِكَ شَاكِرِيْنَ ۞ وَلِيَوْمِ لِقَآئِكَ مِنَ الذَّاكِرِيْنَ ۞
وَأَحْيِنَا بِطَاعَتِكَ مَشْغُوْلِيْنَ ۞ وَإِذَا تَوَفَّيْتَنَا فَتَوَفَّنَا غَيْرَ مَفْتُوْنِيْنَ ۞ وَلاَ مَخْذُوْلِيْنَ ۞
وَٱخْتِمْ لَنَا مِنْكَ بِخَيْرٍ أَجْمَعِيْنَ ۞ اَللّٰهُمَّ اكْفِنَا شَرَّ الظَّالِمِيْنَ ۞ وَاجْعَلْنَا مِنْ فِتْنَةِ هٰذِهِ
الدُّنْيَا سَالِمِيْنَ ۞ اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ هٰذَا الرَّسُوْلَ الْكَرِيْمَ لَنَا شَفِيْعًا ۞ وَارْزُقْنَا بِهِ يَوْمَ
الْقِيَامَةِ مَقَامًا رَفِيْعًا ۞ اَللّٰهُمَّ اسْقِنَا مِنْ حَوْضِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
شَرْبَةً هَنِيْئَةً لاَ نَظْمَأُ بَعْدَهَا أَبَدًا ۞ وَاحْشُــرْنَا تَحْتَ لِوَآئِهِ غَدًا ۞ اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَنَا
بِهٖ وَلِاٰبـَآئِنَا وَلِأُمَّهَآتِنَا وَلِمَشَايِخِنَا وَلِمُعَلِّمِيْنَا ۞ وَذَوِي الْحُقُوْقِ عَلَيْنَا وَلِمَنْ أَجْرٰى
هٰذَا الْخَيْرَ فِيْ هٰذِهِ السَّاعَةِ ۞ وَلِجَمِيْعِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ۞ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ ۞
اَلْأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ ۞ إِنَّكَ كَرِيْمٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ ۞ وَقَاضِــــيَ الْحَاجَاتِ ۞ وَغَافِرُ
الذُّنُوْبِ وَالْخَطِيْئَاتِ ۞ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ ۞ وَصَلَّى اللهُ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىٰ اٰلِهِ
وَصَحْبِهٖ وَسَلَّمَ ۞ سُبْحَانَ رَبِّــكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ ۞ وَسَلاَمٌ عَلىٰ الْمُرْسَلِيْنَ ۞ وَالْحَمْدُ
ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ۞﴿ اَلْفَاتِحَةْ ﴾

مَحَلُّ اْلقِيَامِ
} اَلْمَقْرُءَةُ فِي مَحَلِّ الْقِياَمِ{
لِسَيِّدِنَا الْحَبِيْبعَلِيْ بِنْ مُحَمَّدْ بِنْ حُسَينْ اَلْحَبْشِي

يَانَبِـــــى سَــــلَامٌ عَــــــلَيْـــــــكَ# يَارَسُــــوْلَ سَـــــــــــلَامٌ عَلَيْكَ
يَاحَـــبِيْـــــبْ سٰــلَامٌ عَلَيْـــــــكَ# صَــــلَوٰاتُ اللهِ عَــــــلَيْــــــــكَ
اَشْــــرَقَ الْكَـــــوْنُ ابْتِهَـــــاجًـــا# بِوُجُـــــوْدِ الْمُـصْـــــطَفٰى ٱحْمَـــدْ
وَلِاَهْــــــلِ الْكَــــــــــــوْنِ اُنْسٌ# وَسُــــــــــــرُوْرٌ قَدْ تَجَــــــــــدَّدْ
فَاطْرَبُوْا يَاٱهْــــلَ الْمَثَــــــــــــانِي# فَهَـــــــــــزَارُ
الْيُمْــــــــــــنِ غَرَّدْ
وَاسْتَــــــــــــضِيْؤُا بِجَمَــــــــــالٍ# فَاقَ فِـى الْحُـــــسْـــنِ تَفَــــــرَّدْ
وَلَنَا الْبُشْـــــــــــرٰى بِسَعْــــــــدٍ# مُسْتَــــــــــــمِرٍّ لَيْسَ يَنْفَــــــــدْ
حَيْــــــــــــثُ اُوْتِيْنَاعَــــــــــطَاءً# جَمَـــــــعَ الْفَخْــــرَ الْمُؤَبَّــــــــــدْ
فَــــــــــــلِــــرَبِّــيْ كُلُّ حَمْــــــــدٍ# جَـــــلَّ اَنْ يَحْــــــصُــــــرَهُ الْعَدْ
اِذْحَــــــــــــبَانَا بِوُجُوْدِ الْـــــــــــ# مُصْطَـــــــــــفٰـى الْهَادِىْ مُحَمَّدْ
يَارَسُـــــوْلَ اللهِ اَهْــــــــــــــــلاً# بِكَ اِنَّابِــــــــــــكَ نُسْعَـــــــــــدْ
وَبِجَاهِــــــــهْ يَا ِالٰهِــــــــــــــــــي# جُدْ وَبَلِّـــــــــــغْ كُلَّ مَقْصَـــــــدْ
وَٱهْدِنَا نَهْــــــــــــجَ سَبِيْــــــــلِهْ# كَيْ بِهِ نُسْعَــــــــــدْ وَنُرْشَــــــــدْ
رَبِّ بَلِّغْـــــــــــــنَا بِجَاهِـــــــــــهْ# فِــى جِـــــوَارِهْ خَـــــيْرَمَــــــقْعَدْ
وَصَــــــلَاةُ اللهِ تَغْــــــــــــشٰــى# اَشْــــــرَفَ الرَّسْــــلِ مُـــــــحَمَّدْ
وَسَــــلاَمٌ مُسْــــــتَمِـــــــــــــــــرٌّ# كُلَّ حِـــــــــــيْنٍ يَتَجَــــــــــــدَّدْ

***************************      Kebiasaan-Kebiasaan Nabi Besar Muhammad S.A.W

Mencontoh dan meniru kebiasaan Nabi besar Muhammad S.A.W dalam setiap tingkah laku dan perbuatan sehari-hari adalah keutamaan yang seharusnya dilakukan oleh umat Muslim agar dalam pengembaraannya di dunia yang
sesa’at ini dapat menemukan kebahagiaan yang hakiki di akhirat kelak, tentunya setelah melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi segala larangan sesuai dengan yang termaktub pada firman-rirman Allah di dalam kitab Suci Al-Qur’an dan juga Al-Hadist yang merupakan segala perkataan
sabda, perbuatan, ketetapan dan persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum dalam agama Islam.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan wasiat, Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ
الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ

“Sesungguhnya siapa saja diantara kalian yang hidup sepeninggalku nanti niscaya akan melihat perselisihan yang begitu banyak (dalam memahami agama ini). Oleh karena itu, wajib bagi kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku (jalanku) dan sunnah Khulafa` Ar Rasyidin yang terbimbing. Berpegang teguhlah dengannya. Gigitlah ia dengan gigi-gigi geraham kalian.” (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi, Ad Darimi, Ibnu Majah, dan lainnya. Dari shahabat Al Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu. Shohih, lihat Irwa`ul Ghalil, hadits no. 2455)

Allah berfirman:

{قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ
رَحِيمٌ}

“Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah
(sunnah/petunjuk)ku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni
dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS Ali ‘Imran:31).

Berikut adalah kebiasaan-kebiasaan Nabi Besar Muhammad S.A.W yang dapat kita jadikan panutan dan Insya Allah barang siapa yang melaksanakannya akan mendapatkan pahala dari Allah S.W.T.

I. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW SEKITAR SHALAT

 1. Selalu shalat sunnah fajar
 2. Meringankan shalat sunnah fajar
 3. Membaca surat Al-Ikhlas dan Al-Kafirun dalam shalat fajar ayat lain yang dibaca Nabi dalam shalat sunnah fajar)
 4. Berbaring sejenak setelah shalat sunnah fajar
 5. Mengerjakan shalat sunnah di rumah
 6. Selalu shalat sunnah empat rakaat sebelum dhuhur
 7. Mengganti dengan empat rakaat setelah duhur jika tidak sempat shalat sebelumnya
 8. Shalat sunnah dua atau empat rakaat sebelum ashar
 9. Shalat sunnah dua rakaat sesudah maghrib
10. Shalat sunnah setelah Isya’
11. Mengakhirkan shalat Isya’
12. Memanjangkan rakaat pertama dan memendekkan rakaat kedua
13. Selalu shalat malam (waktu shalat malam Rasulullah saw)
14. Menggosok gigi apabila bangun malam
15. Membuka shalat malam dengan 2 rakat ringan
16. Shalat malam sebelas rakaat (format shalat malam Nabi sebelas rakaat)
17. Memanjangkan shalat malamnya
18. Membaca surat Al-A’la, Al-Kafirun dan Al-Ikhlas dalam shalat witir
19. Mengganti shalat malam di siang hari jika berhalangan
20. Shalat dhuha empat rakaat
21. Tetap duduk hingga matahari bersinar setelah shalat subuh
22. Meluruskan shaf sebelum mulai shlaat jama’ah
23. Mengangkat kedua tangan saat takbiratul ihram, akan ruku’ dan bangun dari ruku’
24. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri
25. Mengarahkan pandangan ke tempat sujud
26. Merenggangkan kedua tangan ketika sujud hingga tampak ketiaknya yang putih
27. Memberi isyarat dengan jari telunjuk ketika tasyahhud dan mengarahkan pandangan ke arah jari telunjuk
28. Meringankan tasyahhud pertama
29. Meringankan shalat jika berjama’ah
30. Menghadap ke arah kanan makmum selesai shalat jama’ah
31. Bersegera ke masjid begitu masuk waktu shalat
32. Selalu memperbarui wudhu setiap kali akan shalat
33. Tidak menshalatkan jenazah yang masih berhutang
34. Menancapkan tombak sebagai pembatas jika shlaat di tanah lapang
35. Mengajari shalat kepada orang yang baru masuk Islam

II. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DI HARI JUM’AT DAN DUA HARI RAYA

 1.  Membaca surat As-Sajdah dan Al-Insan dalam shalat subuh di hari Jum’at
 2.  Memotong kuku dan kumis setiap hari Jum’at
 3.  Mandi pada hari Jum’at
 4.  Memakai pakaian terbaik untuk shalat jum’at
 5.  Memendekkan khutbah Jum’at dan memanjangkan shalat
 6.  Serius dalam khutbahnya dan tidak bergurau
 7.  Duduk di antara dua khutbah Jum’at
 8.  Membaca surat Al-A’la dan Al-Ghasyiyah dalam shalat Jum’at
 9.  Shalat sunnah setelah jum’at
10.  Tidak langsung shalat sunnah setelah Jum’at
11.  Mandi sebelum berangkat shalat Id
12.  Memakai pakaian teraik ketika shalat Id
13.  Makan terlebih dahulu sebelum berangkat shalat Idul Fitri
14.  Baru makan sepulang dari melaksanakan shalat Idul Adha
15.  Shalat Id di tanah lapang
16.  Mengajak semua keluarganya ke tempat shalat Id
17.  Memperlambat pelaksanaan shalat Idul Fitri dan mempercepat pelaksanaan shalat Idul Adha
18.  Langsung shalat Id tanpa Adzan dan Iqomah
19.  Dua kali khutbah dengan diselingi duduk
20.  Pergi dan pulang melalui jalan yang berbeda
21.  Berjalan kaki menuju tempat shalat Id
22.  Membaca surat Qaaf dan Al-Qamar dalam shalat Id
23.  Menyembelih hewan kurban di tempat pelaksanaan shalat Id

III. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM MASALAH PUASA

 1.  Puasa dan berbuka secara seimbang
 2.  Berbuka puasa sebelum shalat maghrib
 3.  Berbuka dengan korma
 4.  Tetap puasa meskipun bangun dalam keadaan junub
 5.  Berpuasa jika tidak mendapatkan makanan di pagi hari
 6.  Membatalkan puasa sunnah jika memang ingin makan
 7.  Banyak puasa di bulan sya’ban
 8.  Puasa enam hari syawal
 9.  Puasa hari Arafah
10.  Puasa Asyura atau sepuluh muharam
11.  Puasa hari senin dan kami
12.  Puasa tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan
13.  Mencium istri di siang hari

IV. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DI BULAN RAMADHAN

 1.  Memperbanyak sedekah
 2.  Memperbanyak membaca Al-Qur’an
 3.  Mengakhirkan waktu sahur
 4.  Puasa wishal
 5.  Memperbanyak shalat malam (menghidupkan malam ramadhan)
 6.  I’tikaf
 7.  Menghidupkan sepuluh malam terakhir dan membangunkan keluarganya
 8.  Menyuruh para sahabat agar bersungguh-sungguh mencari lailatul qadar

V. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM MAKAN DAN MINUM

 1.  Tidak pernah mencela makanan
 2.  Tidak makan sambil bersandar
 3.  Makan dan minum dengan tangan kanan
 4.  Makan dengan tiga jari
 5.  Menjilati jari-jemari dan tempat makan selesai makan
 6.  Mengambil nafas tiga kali ketika minum
 7.  Minum dengan duduk dan berdiri
 8.  Mulai makan dari pinggir tempat makan
 9.  Berdo’a sebelum dan sesudah makan
10.  Tidak pernah kenyang dua hari berturut-turut
11.  Tidak pernah makan di depan meja makan

VI. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM TIDURNYA

 1.  Tidur dalam keadaan suci
 2.  Tidur di atas bahu sebelah kanan
 3.  Meletakkan tangan di bawah pipi
 4.  Meniup kedua tangan dan membaca do’a lalu mengusapkannya ke badan
 5.  Tidak suka tidur sebelum Isya’
 6.  Tidur pada awal malam dan bangun di sepertiga akhir
 7.  Berwudlu dulu jika akan tidur dalam keadaan junub
 8.  Berdo’a sebelum dan setelah bangun tidur
 9.  Membaca do’a jika terjaga dari tidur
10.  Tidur matanya namun tidak tidur hatinya
11.  Menyilangkan kaki jika tidur di masjid
12.  Tidur hanya beralaskan tikar
13.  Tidak menyukai tidur tengkurap

VII. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM BEPERGIAN

 1.  Berlindung kepada Allah dari beban perjalanan jika hendak bepergian
 2.  Sengang bepergian pada hari kamis
 3.  Senang pergi pada pagi hari
 4.  Menyempatkan tidur dalam perjalanan di malam hari
 5.  Melindungi diri atau menjauh jika buang haajt
 6.  Berada di barisan belakang saat bepergian
 7.  Bertakbir tiga kali ketika telah berada di atas kendaraan
 8.  Bertakbir saat jalanan naik dan bertasbih saat jalanan menurun
 9.  Berdo’a jika tiba waktu malam
10.  Berdo’a jika melihat fajar dalam perjalanan
11.  Berdo’a ketika kembali dari bepergian
12.  Mendatangi masjid terlebih dahulu saat baru tiba dan shalat dua raka’at
13.  Mengundi istri-istrinya jika bepergian
14.  Shalat di atas kendaraan
15.  Menghadap ke arah kiblat terlebih dahulu jika shalat di atas kendaraan
16.  Mendo’akan orang yang ditinggal pergi
17.  Mendo’akan orang yang akan bepergian
18.  Memberi bagian tersendiri kepada orang yang diutus pergi

VIII. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM DZIKIR DAN DO’ANYA

 1.  Senang berdoa dengan do’a yang ringkas
 2.  Membaca istighfar tiga kali dan berdzikir selepas shalat
 3.  Membaca istighfar tujuh puluh kali hingga seratus kali setiap hari
 4.  Membaca shalat dan salam atas dirinya jika masuk dan keluar dai masjid
 5.  Membaca do’a di pagi dan sore hari
 6.  Membaca do’a di akhir majlis
 7.  Membaca do’a saat keluar rumah
 8.  Berdo’a jika masuk dan keluar kamar kecil
 9.  Berdoa jika memakai pakaian baru
10.  Berdo’a jika merasa sakit
11.  Berdo’a jika melihat bulna
12.  Memanjatkan do’a di saat sulit
13.  Berdo’a jiika takut pada suatu kaum adan saat bertemu musuh
14.  Berdo’a jika bertiup angin kencang

IX. PERNIK-PERNIK KEBIASAAN NABI SAW

 1.  Selalu mengingat Allah di setiap waktu
 2.  Mengulangi perkataan hingga tiga kali dan bicara dengan suara yang jelas
 3.  Selalu mendahulukan yang kanan
 4.  Menutup mulut dan merendahkan suara apabial bersin
 5.  Tidak menolak jika diberi minyak wangi
 6.  Tidak pernah menolak hadiah
 7.  Selalu memilih yang lebih mudah
 8.  Bersujud syukur jika mendapat kabar gembira
 9.  Bersujud tilawah jika membaca ayat sajdah
10.  Tidak datang ke rumah pada wkatu malam melainkan pada pagi dan sore hari
11.  Tidak suka berbincang-bincang setelah Isya’
12.  Tidak senang menyimpan harta dan selalu memberi jika ada yang meminta
13.  Mengulang salam hingga tiga kali
14.  Turut mengerjakan pekerjaan rumah
15.  Pergi ke masjid Quba setiap sabtu
16.  Sangat marah jika hukum Allah dilanggar namun tidak marah jika dirinya disakiti
17.  Berubah warna mukanya jika tidak menyukai sesuatu
18.  Memilih waktu yang tepat dalam menasehati
19.  Tidak bohong dalam bergurau
20.  Berdiri apabila melihat iringan jenazah
21.  Baru mengangkat pakaian jika telah dekat dengan tanah saat buang hajat
22.  Buang air kecil dengan jongkok
23.  Bermusyawarah jika membicarakan suatu masalah yang penting
24.  Menyuruh istrinya agar memakai kain jika akan menggaulinya dlm. keadaan haidh

Seorang muslim yang mengamalkan satu sunnah Rasulullah yang telah
dilupakan, dia akan mendapatkan dua keutamaan (pahala) sekaligus, yaitu keutamaan mengamalkan sunnah itu sendiri dan keutamaan menghidupkannya di tengah-tengah manusia yang telah melupakannya.

Allah berfirman:

{لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ
اللَّهَ كَثِيرًا}

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu teladan yang baik
bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (balasan kebaikan pada) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (QS al-Ahzaab:21).

Ayat yang mulia ini menunjukkan kemuliaan dan keutamaan besar mengikuti sunnah Rasulullah , karena Allah sendiri yang menamakan semua perbuatan Rasulullah sebagai “teladan yang baik”, yang ini menunjukkan bahwa orang yang meneladani sunnah Rasulullah berarti dia telah menempuh ash-shirathal mustaqim (jalan yang lurus) yang akan membawanya mendapatkan kemuliaan dan rahmat Allah.

Seorang muslim yang mengamalkan satu sunnah Rasulullah yang telah
dilupakan, dia akan mendapatkan dua keutamaan (pahala) sekaligus, yaitu keutamaan mengamalkan sunnah itu sendiri dan keutamaan menghidupkannya di tengah-tengah manusia yang telah melupakannya. Insya Allah…
*************************

  Sunnah sunnah kegiatan sehari hari

“Katakanlah : ‘Jika kamu (benarbenar) mencintai Allh, ikutilah aku niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosadosamu’. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali ‘Imran ; 31)

“…Apaapa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah dia dan
apaapa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah…” (QS. AlHasyr ; 7)

”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang
baik bagimu (yaitu) bagi orangorang yang mengharap (rahmat) Allah dan
(kedatangan) hari kiamat” (QS AlAhzab ; 21)

Rasulullah saw bersabda :

“Aku wasiatkan padamu agar engkau bertakwa kepada Allah, patuh dan
ta’at, sekalipun yang memerintahmu seorang budak Habsyi. Sebab
barangsiapa hidup (lama) di antara kamu tentu akan menyaksikan
perselisihan yang banyak. Karena itu, berpegang teguhlah pada sunnahku
dan sunnah khulafa’ur rasyidin yang (mereka itu) mendapat petunjuk.
Pegang teguhlah ia sekuatkuatnya. Dan hatihatilah terhadap setiap
perkara yang diadaadakan, karena semua perkara yang diadaadakan itu
adalah bid’ah, sedang setiap bid’ah adalah sesat (dan setiap yang sesat
tempatnya di dalam Neraka).” (HR. Nasa’i dan AtTirmidzi, ia berkata
haditshasan shahih).

“Aku tinggalkan padamu dua perkara yang kalian tidak akan tersesat
apabila (berpegang teguh) kepada keduanya, yaitu Kitabullah dan
Sunnahku. Tidak akan berceraiberai sehingga keduanya menghantarku ke
telaga (Surga).” (Dishahihkan AlAlbani dalam kitab Shahihul Jami’)

Banyak amalanamalan sunnah Rasulullah saw yang sudah terabaikan bahkan tidak diketahui oleh sebagian kaum Muslimin dikarenakan banyak diantara
mereka telah termakan penyakit Wahn (cinta dunia dan takut mati), ini
disebabkan oleh mereka yang sudah tidak lagi menganggap Agama sebagai pedoman hidup, karena yang mereka miliki hanya hawa nafsu. maka benarlah apa yang disampaikan oleh Rasulullah tentang gambaran kaum muslimin pada masa kini, Rasulullah saw bersabda :

“Islam pertama kali muncul sebagai sesuatu yang asing dan akan kembali
asing sebagai pertama kali ia muncul, maka beruntunglah bagi orangorang
yang asing” (HR. Muslim no. 145 dalam kitab allimaan)

Dzun Nun alMishri berkata : ” salah satu tanda kecintaan seseorang
kepada Allah adalah Mutaba’ah (mengikuti) kekasihNya dalam akhlak, perbuatan, perintah dan sunnahsunnahnya.”

Al-Hasan al-Bashri berkata : “Tandatanda kecintaan mereka kepada Allah adalah dengan mengikuti sunnah RasulNya.”

Adapun faedahnya mengikuti sunnahsunnah Rasulullah saw adalah :
1. Dengan menerapkan sunnah kita akan sampai kepada derajat alMahabbah (kecintaan) Allah kepada hambaNya yang mukmin.
2. Sebagai pelengkap kekurangan dari pelaksanaan ibadah yang wajib.
3. Mencegah agar kita tidak jatuh kedalam bid’ah.
4. Sebagai bagian dari pengagungan syi’arsyi’ar agama Allah.

berikut adalah sunnahsunnah yang paling sering kita lakukan dalam
kegiatan seharihari :

SUNNAH SUNNAH KETIKA AKAN TIDUR

    1.      Berintrospeksi diri (muhasabah) sesaat sebelum tidur. Sangat dianjurkan sekali bagi setiap muslim bermuhasabah
    (berintrospeksi diri) sesaat sebelum tidur, mengevaluasi segala perbuatan yang telah ia lakukan di siang hari. Lalu jika ia dapatkan perbuatannya baik maka hendaknya memuji kepada Allah Subhanahu
    WaTa’ala dan jika sebaliknya maka hendaknya segera memohon ampunanNya, kembali dan bertobat kepadaNya.

2.      Tidur dini, berdasarkan hadits yang bersumber dari `AisyahRadhiyallahu ‘anha “Bahwasanya Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallamtidur pada awal malam dan bangun pada pengujung malam, lalu beliau melakukan shalat“.(Muttafaq `alaih)
3.      Disunnatkan berwudhu’ sebelum tidur, dan berbaring miring
sebelah kanan. AlBara’ bin `Azib Radhiallaahu ‘anhu menuturkan
: RasulullahShalallahu’alaihi Wassallam bersabda: “Apabila kamu akan tidur, maka berwudlu’lah sebagaimana wudlu’ untuk shalat, kemudian berbaringlah dengan miring ke sebelah kanan…” Dan tidak mengapa berbalik kesebelah kiri nantinya.
4.      Disunnatkan pula mengibaskan sperei tiga kali sebelum berbaring,
berdasarkan hadits Abu Hurairah Radhiallaahu ‘anhu bahwasanya
Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam bersabda: “Apabila seorang dari kamu akan tidur pada tempat tidurnya, maka hendaklah mengirapkan kainnya pada tempat tidurnya itu terlebih dahulu, karena ia tidak tahu apa yang ada di atasnya…” Di dalam satu riwayat dikatakan: “tiga kali”. (Muttafaq
`alaih).

5.      Makruh tidur tengkurap. Abu Dzar Radhiallaahu ‘anhu menuturkan
:”Nabi Shalallahu’alaihi Wassallam pernah lewat melintasi aku, dikala
itu aku sedang berbaring tengkurap. Maka Nabi membangunkanku dengan
kakinya sambil bersabda :”Wahai Junaidab (panggilan Abu Dzar),
sesungguhnya berbaring seperti ini (tengkurap) adalah cara berbaringnya
penghuni neraka“. (H.R. Ibnu Majah dan dinilai shahih oleh AlAlbani).
 6.      Makruh tidur di atas dak terbuka, karena di dalam hadits yang
bersumber dari `Ali bin Syaiban disebutkan bahwasanya Nabi Shalallahu’alaihi Wassallam telah bersabda: “Barangsiapa yang tidur
malam di atas atap rumah yang tidak ada penutupnya, maka hilanglah
jaminan darinya“. (HR. AlBukhari di dalam alAdab alMufrad, dan dinilai shahih oleh AlAlbani).

7.      Menutup pintu, jendela dan memadamkan api dan lampu sebelum tidur. Dari Jabir Radhiallaahu ‘anhu diriwayatkan bahwa sesungguhnya Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam telah bersabda: “Padamkanlah lampu di malam hari apa bila kamu akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman“.
(Muttafaq’alaih).

8.      Membaca ayat Kursi, dua ayat terakhir dari Surah AlBaqarah,
Surah AlIkhlas dan AlMu`awwidzatain (AlFalaq dan AnNas), karena banyak hadits-hadits shahih yang menganjurkan hal tersebut.
9.      Membaca do`ado`a dan dzikir yang keterangannya shahih dari
Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam, seperti :   (Allaahumma qinii yauma tab’atsu ‘ibaadaka)” Ya Allah, peliharalah aku dari adzabMu pada hari Engkau membangkitkan kembali segenap hambahambaMu“. Dibaca tiga kali.(HR. Abu Dawud dan di hasankan oleh Al Albani)

10.  Dan membaca: Bismika Allahumma Amuutu Wa ahya ” Dengan menyebut namaMu ya Allah, aku mati dan aku hidup.” (HR. Al Bukhari)

11.  Apabila di saat tidur merasa kaget atau gelisah atau merasa
ketakutan, maka disunnatkan (dianjurkan) berdo`a dengan do`a berikut ini
: ” A’uudzu bikalimaatillaahit taammati min ghadhabihi Wa syarri
‘ibaadihi, wa min hamazaatisy syayaathiini wa an yahdhuruuna.“Aku
berlindung dengan Kalimatullah yang sempurna dari murkaNya, kejahatan
hambahambaNya, dari gangguan syetan dan kehadiran mereka kepadaku“.
(HR. Abu Dawud dan dihasankan oleh Al Albani)

Untuk doadoa yg aslinya atau dalam bahasa arab silahkan melihat dikitab
: HISNULMUSLIM atau MINHAJUL MUSLIM

SUNNAH-SUNNAH KETIKA BANGUN TIDUR

1.Mengusap Bekas Tidur Yang Ada Di Wajah Maupun Tangan

Hal ini menurut Imam AnNawawy dan Al Hafidz Ibnu Hajar sebagai sesuatu yang dianjurkan berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

” Artinya : Rasulullah bangun tidur kemudian duduk sambil mengusap
wajahnya dengan tangannya” [Hadits Riwayat Muslim no. 763 ]

2. Hendaknya apabila bangun tidur membaca :“Alhamdu Lillahilladzii
Ahyaanaa ba’da maa Amaatanaa wa ilaihinnusyuuru“

“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami
dimatikanNya, dan kepadaNya lah kami dikembalikan.” (HR. AlBukhari)

3. Bersiwak

“Artinya : Adalah Rasulullah apabila bangun malam membersihkan mulutnya dengan bersiwak [Hadits Riwayat Bukhari no. 245 dan Muslim no. 255]
Diantara hikmah dari hal tersebut ialah:

a.     Diantara keistimewaan bersiwak ialah menghilangkan rasa ngantuk
dan membuat orang merasa segar.

b.    Menghilangkan bau mulut.

4. Beristintsaar [Mengeluarkan Menyemburkan Air Dari Hidung Sesudah Menghirupnya]
“Artinya : Apabila seorang diantara kalian bangun tidur maka beristintsaarlah tiga kali karena sesungguhnya syaitan bermalam di
batang hidungnya” [Hadits Riwayat Bukhari no. 3295 dan Muslim no. 238]

5. Mencuci Kedua Tangan Tiga Kali.
Berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
Artinya : Bila salah seorang diantaramu bangun tidur, janganlah ia menyelamkan tangannya ke dalam bejana, sebelum ia mencucinya tiga kali
[Hadits Riwayat Bukhari no. 162 dan Muslim no. 278]

Disalin dari kitab Aktsaru Min Alfi Sunnatin Fil Yaum Wal Lailah, edisi Indonesia Lebih Dari 1000 Amalan Sunnah Dalam Sehari Semalam, Penulis Khalid AlHusainan, Penerjemah Zaki Rachmawan]

SUNNAH SUNNAH KETIKA KELUAR MASUK KAMAR MANDI

Sunnah Sunnahnya Adalah:
[a]. Masuk dengan kaki kiri dan keluar dengan kaki kanan
[b]. Doa ketika masuk kamar mandi
“Allahumma inni a’udjubika minal khubusi wal khabais”
“Artinya : Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Mu dari godaan syaitan lakilaki dan perempuan [Hadits Riwayat Bukhari no. 142; 6322 dan Muslim no. 375]

[c]. Doa ketika keluar kamar mandi
“Gufranak”
“Artinya : Aku minta ampun kepadaMu [Hadits Riwayat Seluruh penyusun sunan kecuali An Nasaa’i]
Rutinitas manusia masuk kamar mandi dalam sehari semalam merupakan kebiasaan yang terjadi berulang kali dan setiap kali keluar masuk dari kamar mandi dengan menerapkan sunnahsunnah tersebut maka ia telah melaksanakan dua sunnah Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallm ketika masuk (mendahulukan kaki kiri dan berdoa ketika masuk) dan dua sunnah Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika keluar (mendahulukan kaki kanan dan
berdoa ketika keluar).
Makna dari ‘alkhubusyu wal khabai’syi’” adalah syaitan dari jenis
lakilaki dan perempuan. Berlindunglah kepada Allah dari kejahatan mereka karena sesungguhnya kamar mandi adalah tempat tinggal mereka Disalin dari kitab Aktsaru Min Alfi Sunnatin Fil Yaum Wal Lailah, edisi Indonesia Lebih Dari 1000 Amalan Sunnah Dalam Sehari Semalam, Penulis
Khalid AlHusainan, Penerjemah Zaki Rachmawan]

SUNNAH SUNNAH MEMAKAI MELEPAS SANDAL ATAU SEPATU

Sabda Rasulullah saw :
“Apabila seseorang diantara kalian memakai alas kaki (sandalsepatu),
maka mulailah dengan yang kanan. dan apabila ia hendak melepaskannya mulailah dengan yang kiri. dan pakailah keduaduanya atau lepaskanlah ia” (HR. Muslim no. 2097)

SUNNAH SUNNAH DALAM BERPAKAIAN

1.     Membaca “bismillah” ketika ingin memakainya atau ingin
melepasnya, Imam an Nawawi mengatakan hal ini di sunnahkan untuk setiap pekerjaan.

2.    Ketika Rasulullah saw. Ingin memakai pakaiannya atau sorbannya
maka beliau mengucapkan:

“Allahumma inni as aluka min khairihi wa khairi maa hua lah, wa a’udzu bika min syarrihi wa syarri maa hua lah”.

Artinya: “ Ya Allah! Aku meminta kepadaMu kebaikannya (pakaian ini) dan kebaikan yang tercipta untuknya, dan aku berlindung kepadaMu dari
keburukannya (pakaian ini) dan keburukan yang tercipta untuknya”.

 (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad dan di shahihkan oleh Ibn Hibban dan al Haakim dan beliau mengatakan sesuai dengan syaratnya Imam Muslim dan di setujui oleh Imam ad Zahaby).

3.    Memulai dengan sisi kanan ketika memakainya, sesuai dengan sabda Rasulullah saw. Yang berbunyi:

 “ Jika kalian memakai (pakaian) maka mulailah dengan sisi kanan kalian”.

(HR. Tirmidzi, Abu Daud dan Ibn Majah dan hadits ini Shahih).

4.    Membuka pakaiannya dan celananya di mulai sisi kiri kemudian sisi kanan.

Atau

1. Do’a Memakai BajuPakaian

Kaum muslimin, rahimakumullaah. Hendaklah setiap kali kita memakai baju, baik gamis, baju koko, jaket, kaos ataupun jenis baju lainnya, kita membaca:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَسَانِيْ هَذَا (الثَّوْبَ) وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلاَ قُوَّةٍ

“Segala puji bagi Allah yang telah memakaikan kepadaku pakaian ini dan yang telah memberikan rizki pakaian ini kepadaku tanpa ada daya dan kekuatan dariku.” (HR. Abu Dawud, AtTirmidziy dan Ibnu Majah,
lihat Irwaa`ul Ghaliil 747)

2. Do’a Memakai Baju Baru
Ketika kita memakai bajupakaian yang baru maka disunnahkan untuk membaca:

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيْهِ، أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ
شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ

“Ya Allah, segala puji hanya untukMu. Engkau telah memakaikan pakaian
ini kepadaku. Aku meminta kepadaMu akan kebaikannya dan kebaikan yang dibuat untuknya. Dan aku berlindung kepadaMu dari kejelekannya dan kejelekan yang dibuat untuknya.” (HR. Abu Dawud, AtTirmidziy dan Al-Baghawiy, lihat Mukhtashar Syamaa`il AtTirmidziy karya AsySyaikh Al-Albaniy hal.47)
Kita meminta kepada Allah kebaikan pakaian dikarenakan pakaian itu bisa
digunakan sebagai sarana untuk beribadah kepadaNya. Sebaliknya kita meminta perlindungan dari kejelekannya karena pakaian itu bisa menjadi sebab berbuat durhaka kepadaNya seperti adanya perasaan ‘ujub, sombong dan sejenisnya.

3. Mendo’akan Orang yang Memakai Baju Baru Apabila kita melihat orang lain, saudara ataupun teman kita memakai baju baru, maka disunnahkan bagi kita untuk mendo’akannya. Adapun do’anya
adalah:

تُبْلِي وَيُخْلِفُ اللهُ تَعَالَى

“Semoga berumur panjang, dipakai sampai usang dan diganti dengan yang lebih baik oleh Allah Ta’ala.” (HR. Abu Dawud 441, lihat Shahih
Abu Dawud 2760)
Atau membaca:

اِلْبَسْ جَدِيْدًا، وَعِشْ حَمِيْدًا، وَمُتْ شَهِيْدًا

“Pakailah (pakaian) yang baru, hiduplah dengan terpuji, dan matilah
sebagai orang yang syahid.” (HR. Ibnu Majah 21178 dan AlBaghawiy
1241, lihat Shahih Ibnu Majah 2275)
4. Do’a ketika Melepas Baju
Apabila kita melepas bajupakaian, hendaklah kita membaca:

بِسْمِ اللهِ

“Dengan nama Allah.” (HR. AtTirmidziy 2505 dan lainnya,
lihat Irwaa`ul Ghaliil no.49 dan Shahiihul Jaami’ 3203)

SUNNAH-SUNNAH KELUAR MASUK RUMAH

9. Dzikir Keluar dari Rumah
Apabila kita keluar dari rumah maka disunnahkan untuk membaca:

بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ

“Dengan nama Allah, aku hanya bertawakkal kepada Allah. Dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.” (HR. Abu Dawud 4325 dan AtTirmidziy 5490, lihat Shahih AtTirmidziy 3151)

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ
أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيْهِ

“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu (jangan sampai) aku tersesat atau
disesatkan, tergelincir atau digelincirkan, berbuat zhalim atau
dizhalimi, berbuat kebodohan atau dibodohi.” (HR. Ashhaabus Sunan,
lihat Shahih AtTirmidziy 3152 dan Shahih Ibnu Majah 2336)

10. Dzikir Masuk Rumah
Berkata AlImam AnNawawiy, “Disukai bagi seseorang apabila masuk ke
rumahnya untuk mengucapkan bismillaah dan memperbanyak berdzikir kepada Allah serta mengucapkan salam. Sama saja, apakah di rumah ada orang
ataupun tidak.”
Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala,

فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً

“Maka apabila kalian memasuki (suatu rumah dari) rumahrumah (ini),
hendaklah kalian memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada diri kalian sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkah lagi baik.” (AnNuur:61)
Dan berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, “Wahai anakku! Apabila kamu masuk ke keluargamu maka ucapkanlah salam! Yang akan menjadi berkah bagimu dan bagi keluargamu.” (HR. AtTirmidziy no.2841, hadits hasan dengan syawahidnya, lihat Shahih Kitab AlAdzkaar wa Dha’iifuh 1101)
Demikian juga sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Apabila
seseorang masuk ke rumahnya, lalu berdzikir kepada Allah (menyebut nama Allah) ketika memasukinya dan ketika makan, maka berkatalah
syaithan, “Tidak ada tempat menginap (bermalam) bagi kalian (yakni temantemannya dari bangsa jinpent.) dan tidak ada makan malam.” Dan apabila dia masuk (ke rumahnya) lalu tidak menyebut nama Allah ketika memasukinya, maka berkatalah syaithan, “Kalian mendapatkan tempat menginap.” Dan apabila dia tidak menyebut nama Allah ketika makan, maka berkatalah syaithan, “Kalian mendapatkan tempat menginap dan makan
malam.” (HR. Muslim no.2018 dari Jabir bin ‘Abdillahradhiyallahu ‘anhu)
Adapun do’a masuk rumah dengan lafazh, “Bismillaahi Walajnaa wa Billaahi Kharajnaa, … .” maka ini adalah hadits dha’if sebagaimana dikatakan oleh AsySyaikh AlAlbaniy dan AsySyaikh Salim.

SUNNAH-SUNNAH BILA BERTEMU SESAMA MUSLIM

1. ucapkan salam : Rasulullah Saw ditanya : Islam yang seperti apa yang
lebih utama ? Beliau menjawab : memberi makan dan mengucapkan salam pada orang yang kamu kenal dan orang yang tidak kamu kenal. (HR.Bukhari dan Muslim).
Seseorang mendatangi Rasulullah lalu mengucapkan“

السلام
عليكم”

Beliau menjawab dan orang itu duduk, Beliau bersabda :
Sepuluh, kemudian datang orang lain lalu mengucapkan “السلام عليكم ورحمة
الله” Beliau menjawab dan orang itu duduk, Beliau bersabda : Dua puluh,
kemudian datang orang lain lalu
 mengucapkan “السلام عليكم ورحمة الله وبركاته” Beliau menjawab dan orang itu duduk, Beliau bersabda : tiga puluh. HR. Abu Daud dan At Tirmidzi.
Maka perhatikan : betapa banyak pahala yang dihilangkan bila ia tidak
menjaga ucapan salam, kenapa tidak menyerpunakan ucapan salamnya hingga ia akan mendapatkan tiga puluh kebaikan, dan satu kebaikan bila dihitung minimal bernilai sepuluh kebaikan, maka jumlah keseluruhannya 300 kebaikan, dan itu bias berlipat ganda.
Maka biasakanlah lidahmu untuk menyempurnakan ucapan salam, hingga kamu mendapatkan pahala yang besar.
Seorang muslim dalam sehari semalam bisa mengucapkan salam berkalikali, dia ucapkan salam pada jema’ah ketika masuk masjid, ketika berpisah dengan mereka, ketika masuk rumah dan ketika keluar rumah.
Dan jangan lupa saudaraku : sesungguhnya termasuk sunnah bagi orang yang hendak berpisah dengan seseorang hendaknya mengucapkan salam dengan sempurna, seperti terdapat dalam hadits “Bila seseorang masuk kedalam majlis maka hendaknya mengucapkan salam, bila hendak berpisah maka lakukan seperti salam yang anda ucapkan pertama kali” HR.Abu Daud dan At
Tirmidzi.
Jumlah keseluruhan bila seseorang menjaga ucapan salam ketika masuk dan keluar rumah dan masjid tidak kurang dari 20 kali, bahkan bisa lebih ketika ia berangkat kerja ia mengucapkan salam ketika  mendapati orang dijalanan atau ketika ia menerima telepon.

2. Senyum : Rasulullah Saw bersabda : “Jangan pernah menghina kebaikan
sedikitpun walaupun sekedar tersenyum pada seseorang” HR.Muslim.
3. Bersalaman : Rasulullah Saw bersabda : “Kedua orang muslim yang bertemu kemudian bersalaman maka diampuni dosanya sebelum keduanya berpisah” HR Abu Daud, At Tirmidzi dan Ibnu Majah.
Imam Nawawi berpendapat : ketahuilah bahwa bersalaman dianjurkan pada setiap pertemuan (berjumpa).
Saudaraku yang baik : hendaklah anda menjaga untuk bersalaman dengan orang yang mengucapkan salam padamu sambil tersenyum didepannya, dengan itu dia telah menjalankan tiga sunnah dalam satu waktu.
4. Ucapan yang baik : Allah Swt berfirman : “dan katakanlah (hai
Muhammad) pada hambaKu hendaknya mereka berkata dengan yang lebih baik ….(Al Isra’ 53).
Dan Rasulullah Saw bersabda : “dan ucapan yang baik adalah sedekah”
HR.Bukhari dan Muslim.
Ucapan yang baik : mencakup dzikir, do’a, ucapan salam, pujian yang
jujur, akhlak yang baik.
Ucapan yang baik : bagaikan sihir yang mampu membuat manusia tenang dan tuma’ninah terhadap dirinya.
Ucapan yang baik : merupakan tanda dari apa yang tersimpan dalam hati
seorang mukmin dari cahaya, hidayah dan kecerdasan.

Dari alBara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا

“Tidaklah dua orang muslim saling bertemu kemudian berjabat tangan,
kecuali akan diampuni (dosadosa) mereka berdua sebelum mereka
berpisah.“
Hadits yang mulia ini menunjukkan keutamaan berjabat tangan ketika
bertemu, dan ini merupakan perkara yang dianjurkan berdasarkan
kesepakatan para ulama, bahkan ini merupakan sunnah yang muakkad (sangat ditekankan).

Faidah Faidah Penting yang Terkandung Dalam Hadits:

 1. Arti mushaafahah (berjabat tangan) dalam hadits ini adalah berjabat tangan dengan satu tangan, yaitu tangan kanan, dari kedua belah pihak. Cara berjabat tangan seperti ini diterangkan dalam banyak hadits yang shahih, dan inilah arti “berjabat tangan” secara bahasa. Adapun melakukan jabat tangan dengan dua tangan adalah cara yang menyelisihi sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
 2. Berjabat tangan juga disunnahkan ketika berpisah, berdasarkan sebuah hadits yang dikuatkan oleh syaikh alAlbani. Maka pendapat yang mengatakan bahwa berjabat tangan ketika berpisah tidak disyariatkan adalah pendapat yang tidak memiliki dalilargumentasi. Meskipun jelas anjurannya tidak sekuat anjuran berjabat tangan ketika bertemu.
 3. Berjabat tangan adalah ibadah yang disyari’atkan ketika bertemu dan berpisah, maka melakukannya di selain kedua waktu tersebut, misalnya setelah shalat lima waktu, adalah menyelisihi ajaran Nabi, bahkan sebagian ulama menghukuminya sebagai perbuatan bid’ah. Di antara para ulama yang melarang perbuatan tersebut adalah al’Izz bin ‘Abdussalam, Ibnu Hajar alHaitami asySyafi’i, Quthbuddin bin ‘Alauddin alMakki alHanafi, alLaknawi dan lainlain.
 4. Adapun berjabat tangan setelah shalat bagi dua orang yang baru bertemu pada waktu itu (setelah shalat lima waktu, pen), maka ini dianjurkan, karena niat keduanya adalah berjabat tangan karena bertemu dan bukan karena shalat.
 5. Mencium tangan seorang guru ustadz ketika bertemu dengannya adalah diperbolehkan, berdasarkan beberapa hadits Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam dan perbuatan beberapa orang sahabat radhiyallahu ‘anhum. Akan tetapi kebolehan tersebut harus memenuhi beberapa syarat, yaitu:
    (a) Tidak menjadikan hal itu sebagai kebiasaan, karena para sahabat radhiyallahu ‘anhum sendiri tidak sering melakukannya kepada Rasuluillah shallallahu ‘alaihi wa sallam, terlebih lagi jika hal itu dilakukan untuk tujuan mencari berkah dengan mencium tangan sang guru.
    (b) Perbuatan itu tidak menjadikan sang guru menjadi sombong dan merasa dirinya besar di hadapan orang lain, seperti yang sering terjadi saat ini.
    (c) Jangan sampai hal itu menjadikan kita meninggalkan sunnah yang lebih utama dan lebih dianjurkan ketika bertemu, yaitu berjabat tangan, sebagaimana keterangan di atas.

SUNNAH-SUNNAH KETIKA MAKAN

 Berdoa, sebelum dan sesudah makan

 Jika kita lupa berdo’a pada awal makan hendaklah mengucapkan:   yang aryinya “Dengan nama Allah pada awal dan akhirnya”. (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Makan dengan tangan kanan

 Makan makanan yang terdekat

     Hadis riwayat Umar bin Abu Salamah ra., ia berkata:
Ketika aku dalam asuhan Rasulullah saw., pada saat makan tanganku
terjulur hendak menjangkau talam lalu Rasulullah saw. bersabda kepadaku:
Hai anak muda! Sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang terdekat darimu. (Shahih Muslim No.3767)
 Dinginkanlah makanan, sesungguhnya yang panaspanas tidak ada berkahnya. (HR. Al Hakim dan AdDailami)
 Rasulullah Saw melarang orang meniupniup makanan atau minuman. (HR. Abu Dawud)

Keterangan:
Meniupniup makanan dan minuman yang panas biasa dilakukan dengan tujuan agar lekas dingin, dan hal ini dilarang oleh Nabi.. dan terbukti dengan ilmu kedokteran sekarang bahwa itu tidak baik karena dikhawatirkan mengandung berbagai bibit penyakit yang ditiupkan ke dalam makanan tersebut.. Hendaknya makanan atau minuman tersebut didiamkan saja atau didinginkan dengan metode lainnya selain dengan meniup langsung dengan
mulut, misalnya dengan fan (kipas angin).
 Disunnahkan menjilati jarijari dan talam serta memakan suapan yang
jatuh sesudah membersihkan kotoran yang mengenainya dan makruh membersihkan tangan sebelum dijilati
       Hadis riwayat Ibnu Abbas ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Apabila seseorang di antara kalian memakan
makanan, maka janganlah ia mengusap tangannya sebelum dijilati (untuk membersihkan sisa makanan) atau menyuruh orang lain untuk menjilatinya.
(Shahih Muslim No.3787)
 Dianjurkan orang yang sedang makan merendahkan diri serta sifat duduknya
        Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Aku pernah melihat Rasulullah saw. duduk bersimpuh sambil memakan kurma.
(Shahih Muslim No.3807)
 Tidak boleh mencela makanan
        Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. tidak pernah mencela makanan sama sekali. Apabila beliau
menyukai maka beliau memakannya dan kalau tidak menyukai maka beliau tidak memakannya (tanpa mencela). (Shahih Muslim No.3844)
 Makan ketika lapar, dan berhenti makan sebelum kenyang sebagaimana anjuran Rasulullah saw “Makanlah hanya ketika lapar, dan
berhentilah makan sebelum kenyang.”
“Kita (Kaum Muslimin)adalah suatu kaum yang bila telah merasa lapar
barulah makan, dan apabila makan tidak hinga kenyang,” sabda Rasulullah SAW
“Orang yang paling kenyang makan di dunia akan menjadi paling lama lapar pada hari kiamat.” (HR. Al Hakim)
“Tidak ada satu wadah pun yang diisi oleh Bani Adam, lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah baginya beberapa suap untuk memperkokoh
tulang belakangnya agar dapat tegak. Apabila tidak dapat dihindari,
cukuplah sepertiga untuk makanannya, sepertiga lagi untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk nafasnya.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya yang bersumber dari Miqdam bin Ma’di Kasib)
Janganlah kamu memberi makanan yang kamu sendiri tidak suka memakannya.
(HR. Ahmad)
 Mengontrol makanan yang dimakan
Sesungguhnya termasuk pemborosan bila kamu makan apa saja yang kamu
bernafsu memakannya. (HR. Ibnu Majah)
 Larangan bagi orang yang makan bersama memakan sekaligus dua buah kurma dan sebagainya dalam satu suapan kecuali dengan seizin temantemannya
            Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
Pernah Ibnu Zubair memberi kami kurma. Ketika itu orangorang sedang
ditimpa kesengsaraan. Pada saat kami tengah makan, tibatiba Ibnu Umar ra. lewat. Beliau menegur: Jangan kalian memakan dua kurma sekaligus.
Karena sesungguhnya Rasulullah saw. telah melarang perbuatan demikian, kecuali seseorang minta izin lebih dahulu kepada teman makannya. (Shahih Muslim No.3809)
 Apabila diserukan untuk makan malam lalu terdengar suara azan oleh
muazin maka dahulukan makan malam. (Abu Hanifah)

Keterangan:
Hal ini berlaku khusus untuk shalat Isya karena waktunya panjang.
 Keutamaan saling membantu dalam makanan sedikit dan bahwa makanan dua orang cukup untuk tiga orang dan seterusnya
        Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Makanan dua orang itu cukup untuk tiga orang
dan makanan tiga orang cukup untuk empat orang. (Shahih Muslim No.3835)

      Hidangan makanan untuk dua orang seharusnya cukup untuk tiga orang dan makanan untuk tiga orang cukup untuk empat orang. (HR. Bukhari)
 Barangsiapa makan bawang putih atau bawang merah hendaklah menjauhi kita atau menjauhkan diri dari masjid kita dan sebaiknya tinggal di rumahnya. (HR. Bukhari)
Keterangan:
Sesungguhnya malaikat merasa terganggu dengan bau bawang merah dan bawang putih sebagaimana manusia pun merasa terganggu dengan bau tersebut. Namun jika bau tersebut bisa hilang, misalnya dengan gosok gigi dengan pasta gigi atau berkumur dengan zat penghilang bau, maka diperbolehkan untuk ke masjid dan berkumpul dengan kaum muslimin lainnya.
 Boleh sebagian orang yang menghadapi hidangan mempersilakan sebagian yang lain meskipun mereka semua sebagai tamu kalau memang pemilik
makanan tidak berkeberatan
·     Hadis riwayat Anas bin Malik ra.:
Seorang penjahit mengundang Rasulullah saw. untuk menghadiri suatu jamuan makan. Kata Anas: Aku berangkat bersama Rasulullah saw.
menghadiri jamuan makan tersebut. Kepada Rasulullah saw. tuan rumah
menghidangkan roti dari gandum serta kuah berisi labu dan dendeng. Anas berkata: Aku melihat Rasulullah saw. mencari labu dari seputar mangkuk kuah itu. (Shahih Muslim No.3803)
 mencuci tangan dengan bersih sesudah makan Barangsiapa tidur dan tangannya masih berbau atau masih ada bekas makanan dan tidak dicucinya lalu terkena sedikit gangguan penyakit kulit maka janganlah menyalahkan kecuali dirinya sendiri. (HR. Ibnu Hibban dan
Abu Dawud)
 Makan makanan yang halal
Rasulullah saw bersabda: Wahai Sa’ad, perbaikilah (murnikanlah)
makananmu, niscaya kamu menjadi orang yang terkabul do’anya. Demi yang jiwa Muhammad dalam genggamanNya. Sesungguhnya seorang hamba melontarkan
sesuap makanan yang haram ke dalam perutnya maka tidak akan diterima amal kebaikannya selama empat puluh hari. Siapapun yang dagingnya tumbuh dari yang haram maka api neraka lebih layak membakarnya. (HR. AthThabrani)
Allah juga berfirman dalam surat Al Baqarah 172: “Hai orangorang yang
beriman makanlah di antara rezeki yang baikbaik.”
Kemudian Rasulullah menyebut seorang yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut dan wajahnya kotor penuh debu menadahkan tangannya ke langit seraya berseru: “Ya Robbku, Ya Robbku”, sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dia diberi makan dari yang haram pula. Jika begitu bagaimana Allah akan mengabulkan doanya? (HR. Muslim)

Berikut adalah adab makan Rasululloh SAW:
 Rasulullah SAW menyukai dlafaf – makanan yang banyak tangan memakannya  Membaca doa yang bermaksud : ‘Dengan nama Allah, Ya Allah Ya Tuhanku, jadikanlah hidangan ini nikmat yang disyukuri yang sampai nikmat syurga ke atas nya.’
 Makan cara hamba  semasa duduk makan, baginda merapatkan antara kedua lututnya dan antara kedua tapak kakinya – tapak kaki kanan di atas tapak kaki kiri.
 Tidak memakan makanan yang sangat panas karena tidak (ada) berkah (diumpamakan memakan api).
 Tidak makan dengan dua anak jari karena cara demikian adalah cara
makan syaitan.
 Menyukai kueh faludzaj – ramuan – minyak samin, madu lebah, tepung gandum.
 Menyukai roti syair, mentimun dan ruthab (kurma yang belum kering)
ditambah dengan garam.
 Menyukai anggur dan semangka dimakan bersama roti dan gula atau ruthab.
 Makan ruthab dengan tangan kanan dan biji di tangan kiri baginda
diberi makan kepada kambing yang lalu lalang di tempat baginda makan.
 Makan anggur dengan memegang tangkainya sehingga air anggur kelihatang pada janggutnya seperti benang mutiara.
 Menyukai susu dengan tamar (alathyabin – dua yang terbaik)
 Menggemari daging – penghulu makanan di dunia dan di akhirat – khasiat menguatkan pendengaran.
 Menyukai roti berkuah dengan daging dan buah labu dan bersabda bahwa labu itu adalah pohon Nabi Allah Yunus a.s. Pernah menyarankan Aisyah ra memasak gulai dengan membanyakkan labu – akan menguatkan hati orang yang
berduka untuk yang ini, saya belum temukan hadits mengenai makan
labu
  Menyukai daging burung (tetapi tidak pula ikut menangkap burung).
 Tidak menundukkan kepala saat makan daging burung tetapi mengangkatkan daging ke mulutnya dan menggigitnya.
 Menyukai roti dengan minyak samin.
 Menggemari daging kambing – bagian lengan dan bahu, Kurma madinah (alajwah – berasal dari syurga) – penawar racun dan sihir  adalah antara yang paling digemari di kalangan tamar.
 Sayursayuran yang digemari baginda pula adalah alhandaba, albadzaruj dan alhamqa’arrajlah.
 Tidak menyukai bagian daging spt. buah pinggang, zakar dan biji zakar,
ghudad, darah, empedu dll. ini berarti Rasululloh SAW tidak suka
jeroan…
 Tidak menyukai bawang putih, bawang merah dan daun bawang prei
(alkurrats) .
 Tidak pernah mencela makanan – kalau disukai, dimakan – kalau tidak
disukai, ditinggalkan.
 Tidak menggemari dhab.
 Suka menghabiskan sisa makanan dengan anak jarinya – makanan yang
penghabisan banyak barakahnya.
 Menjilat sisa makanan pada anak jari – yang tidak diketahui makanan
mana yang paling berkat.
 Tidak menyapu dengan sapu tangan.
 Selesai makan – dibaca ‘Segala pujipujian bagi Allah. Ya Allah Ya
Tuhanku, bagiMu segala pujian. Engkau anugerahkan makanan, maka Engkau anugerahkan kekenyangan. Engkau anugerahkan kepuasan (kehilangan haus).
Bagi Engkau segala pujian yang tidak dimungkiri keutamaannya, yang tidak
ditinggalkan dan yang diperlukan kepadanya’
 Membasuh tangan dan menyapu sisa air ke muka.
 Minum dengan tiga kali teguk dan dibaca sebelum setiap teguk :
Bismillah  dan selepas setiap teguk : Alhamdulliah.
 Minum senafas dan tidak bernafas dalam bekas minuman yang diminum
melainkan semasa menghisap.
 Memberikan kelebihan air kepada orang yang lebih mulia kedudukannya baik di sisi di kiri atau di kanan baginda dan bersabda kepada orang yang tidak mendapat air bahwa sunat mengutamakan (orang yang lebih mulia kedudukannya).
 Tidak menyukai air susu dan madu diminum bersama karena tidak
melambangkan tawaddak.
 Pemalu dalam perihal makan – tidak meminta kepada keluarga baginda
makananminum – tetapi kalau diberi, baginda makan atau minum.
Kadangkala bangun sendiri untuk mendapatkan makananminuman.

SUNNAH-SUNNAH KETIKA MINUM

Beberapa adab minum yang dicontohkan oleh Rasulullahshallallahu ‘alaihi
wa sallam antara lain:

 1. Meniatkan minum untuk dapat beribadah kepada Allah agar bernilai pahala.Segala perkara yang mubah dapat bernilai pahala jika disertai  dengan niat untuk beribadah. Wahai ibu, maka niatkanlah aktivitas minum kita dengan niat agar dapat beribadah kepada Allah. Dan janganlah lupa memberitahukan anak tentang hal ini.
 2. Memulai minum dengan membaca basmallah.Diantara sunnah Nabi adalah mengucapkan basmallah sebelum minum. Hal ini berdasarkan hadits yang memerintahkan membaca ‘bismillah’ sebelum makan. Bacaan bismillah yang sesuai dengan sunnah adalah cukup dengan bismillah tanpa tambahan arRahman dan arRahim.
    Dari Amr bin Abi Salamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai anakku, jika engkau hendak makan ucapkanlah
    bismillah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang berada di dekatmu.” (HR Thabrani dalam Mu’jam Kabir)
    Dalam silsilah hadits shahihah, 1611 Syaikh alAlbani mengatakan,
    “Sanad hadits ini shahih menurut persyaratan Imam Bukhari dan Imam
    Muslim)Wahai ibu, jangan lupa untuk mengingatkan anakanak kita
    untuk membaca ‘bismillah’ ketika hendak minum, agar setan tidak ikut serta menikmati makanan dan minuman yang sedang kita konsumsi.
 3. Minum dengan tangan kanan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
    sallam bersabda,“Jika salah seorang dari kalian hendak makan,
    hendaklah makan dengan tangan kanan. Dan apabila ingin minum,
    hendaklah minum dengan tangan kanan. Sesungguhnya setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Muslim)Ajarkanlah pada si kecil untuk selalu menggunakan tangan
 kanan ketika makan dan minum. Seringkali si kecil lupa meskipun telah kita ajari, apalagi ketika menyantap makanan ringan (snack)
    bersama teman mainnya. Nah, saat kita melihatnya, ingatkanlah ia.
    Janganlah bosan dan merasa jemu untuk mengingatkan anak kita. Insyaa
    Allah jika kita melakukannya dengan ikhlas mengharap ridha Allah,
    Allah akan mengganti usaha kita tersebut dengan pahala.
 4. Tidak bernafas dan meniup air minum.Termasuk adab ketika minum
    adalah tidak bernafas dan meniup air minum. Ada beberapa hadits
    mengenai hal ini:Dari Abu Qatadah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa
    sallam bersabda, “Jika kalian minum maka janganlah bernafas dalam
    wadah air minumnya.” (HR. Bukhari no. 5630 dan Muslim no. 263)
    Dari Ibnu Abbas, “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
    melarang untuk bernafas atau meniup wadah air minum.” (HR. Turmudzi
    no. 1888 dan Abu Dawud no. 3728, hadits ini dishahihkan oleh
    AlAlbani).Dalam Syarah Shahih Muslim, Imam Nawawi mengatakan,
    “Larangan bernafas dalam wadah air minum adalah termasuk etika
    karena dikhawatirkan hal tersebut mengotori air minum atau
    menimbulkan bau yang tidak enak atau dikhawatirkan ada sesuatu dari
    mulut dan hidung yang jatuh ke dalamnya dan halhal semacam itu.
    Dalam Zaadul Maad IV325 Imam Ibnul Qayyim mengatakan, “Terdapat
    larangan meniup minuman karena hal itu menimbulkan bau yang tidak
    enak yang berasal dari mulut. Bau tidak enak ini bisa menyebabkan
    orang tidak mau meminumnya lebihlebih jika orang yang meniup tadi
    bau mulutnya sedang berubah. Ringkasnya hal ini disebabkan nafas
    orang yang meniup itu akan bercampur dengan minuman. Oleh karena
    itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dua hal
    sekaligus yaitu mengambil nafas dalam wadah air minum dan meniupinya.
 5. Bernafas tiga kali ketika minum.Dari Anas bin Malik radhiyallahu
    ‘anhu beliau mengatakan, “Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
    sallam minum beliau mengambil nafas di luar wadah air minum sebanyak
    tiga kali.” Dan beliau bersabda, “Hal itu lebih segar, lebih enak
    dan lebih nikmat.”
    Anas mengatakan, “Oleh karena itu ketika aku minum, aku bernafas
    tiga kali.” (HR. Bukhari no. 45631 dan Muslim no. 2028). Yang
    dimaksud bernafas tiga kali dalam hadits di atas adalah bernafas di
    luar wadah air minum dengan menjauhkan wadah tersebut dari mulut
    terlebih dahulu, karena bernafas dalam wadah air minum adalah satu
    hal yang terlarang sebagaimana penjelasan di atas.
 6. Larangan minum langsung dari mulut tekoceret.Dari Abu Hurairah,
    beliau berkata, “Rasulullah melarang minum langsung dari mulut
    qirbah (wadah air yang terbuat dari kulit) atau wadah air minum yang
    lainnya.” (HR Bukhari no. 5627).
    Menurut sebagian ulama minum langsung dari mulut teko hukumnya
    adalah haram, namun mayoritas ulama mengatakan hukumnya makruh.
    Ketahuilah wahai para ibu muslimah, yang sesuai dengan adab islami
    adalah menuangkan air tersebut ke dalam gelas kemudian baru
    meminumnya.Dari Kabsyah alAnshariyyah, beliau mengatakan,
    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke dalam rumahku
    lalu beliau minum dari mulut qirbah yang digantungkan sambil
    berdiri. Aku lantas menuju qirbah tersebut dan memutus mulut qirbah
    itu.” (HR. Turmudzi no. 1892, Ibnu Majah no. 3423 dan dishahihkan
    oleh AlAlbani)
    Hadits ini menunjukkan bolehnya minum dari mulut wadah air. Untuk
    mengkompromikan dengan haditshadits yang melarang, alHafidz Ibnu
    Hajar alAtsqalani mengatakan, “Hadits yang menunjukkan bolehnya
    minum dari mulut wadah air itu berlaku dalam kondisi terpaksa.”
    Mengompromikan dua jenis hadits yang nampak bertentangan itu lebih
    baik daripada menyatakan bahwa salah satunya itu mansukh (tidak
    berlaku).”(Fathul Baari, X94)
 7. Minum dengan posisi duduk.Terdapat hadits yang melarang minum sambil
    berdiri. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,
    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian
    minum sambil berdiri. Barang siapa lupa sehingga minum sambil
    berdiri, maka hendaklah ia berusaha untuk memuntahkannya.” (HR.
    Ahmad no 8135)
    Namun disamping itu, terdapat pula hadits yang menunjukkan bahwa
    Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam minum sambil berdiri. Dari Ibnu
    Abbas beliau mengatakan, “Aku memberikan air zamzam kepada
    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka beliau lantas minum
    dalam keadaan berdiri.” (HR. Bukhari no. 1637, dan Muslim no.
    2027)Dalam hadits yang pertama Rasulullah melarang minum sambil
    berdiri sedangkan hadits kedua adalah dalil bolehnya minum sambil
    berdiri. Kedua hadits tersebut adalah shahih. Lalu bagaimana
    mengkompromikannya?
    Mengenai hadits di atas, ada ulama yang berkesimpulan minum sambil
    berdiri diperbolehkan, meski yang lebih utama adalah minum sambil
    duduk. Diantara ulama tersebut adalah Imam Nawawi dan Syaikh
    Utsaimin. Meskipun minum sambil berdiri diperbolehkan, namun yang
    lebih utama adalah sambil duduk karena makan dan minum sambil duduk
    adalah kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Minum sambil
    berdiri tidaklah haram akan tetapi melakukan hal yang kurang utama.
 8. Menutup bejana air pada malam hari.Biasakan diri kita untuk menutup
    bejana air pada malam hari dan jangan lupa mengajarkan anak kita
    tentang hal ini. Sebagaimana hadits dari Jabir bin Abdillah, ia
    berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda,
    “Tutuplah bejanabejana dan wadah air. Karena dalam satu tahun ada
    satu malam, ketika ituturun wabah, tidaklah ia melewati
    bejanabejana yang tidak tertutup, ataupun wadah air yang tidak
    diikat melainkan akan turun padanya bibit penyakit.”(HR. Muslim)
 9. Puas dengan minuman yang ada dan tidak mencelanya.
    Ajarkan pula kepada anak, bahwa kita tidak boleh mencela makanan
    walaupun kita tidak menyukainya.

SUNNAH-SUNNAH DALAM BERPERGIAN

Bepergian suatu hal yang tak dapat dihindari oleh setiap manusia. Baik
bepergian untuk mencari rizki, silaturrahim pada keluarga, atau ibadah haji dan umroh. Agar bepergian kita lebih bermana dan memiliki pahala yang mulia di sisi Allah swt, maka kita dianjurkan melakukan adab-adabnya, yaitu:
• Pertama: Istikharah. Sangat dianjurkan bagi setiap muslim yang akan bepergian, terutama untuk haji atau umrah, melakukan Istikharah. Doa yang paling utama dibaca dalam Istikharah adalah:

      اَسْتَخِيْرُ اللهَ بِرَحْمَتِهِ خِيَرَةً فِي عَافِيَةٍ

Astakhîrullâha bi rahmatihi khiyaratan fî ‘âfiyatin.
Aku memohon pilihan kepada Allah dengan rahmatNya pilihan dalam
keselamatan.
dibaca 3 kali, 7 kali, 10 kali, 50 kali, 70, atau 100 kali.
• Kedua: Memilih Waktu. Waktu yang baik untuk bepergian: hari Sabtu,
Selasa, atau Kamis. Hari yang tidak baik untuk bepergian: Hari Senin, Rabu, dan hari Jum’at sebelum shalat Jum’at. Demikian juga tidak baik untuk bepergian pada tanggal: 3, 4, dan 5 bulan Hijriyah. Jika terpaksa harus melakukan bepergian pada harihari atau tanggal yang tidak baik atau na’as itu, maka hendaknya bersedekah dan membaca Surat Fatihah, Surat Falaq dan AnNas, ayat Kursi, Surat Al-Qadar, dan Surat
AliImran dari kalimat: “Inna fi khalqis samawati wal ardhi, hingga akhir Surat.”
• Ketiga: Washiyat. Dianjurkan untuk setiap orang yang akan bepergian,
terutama untuk haji, agar menyampaikan wasiat kepada keluarganya. Wasiat itu bisa berkenaan dengan urusan yang harus dilakukan, kewajiban, atau utang piutang. Ia juga dapat menyampaikan amanat yang harus dilakukan oleh anggota keluarganya.
• Keempat: Pemberitahuan. Nabi saw bersabda: “Apabila seorang muslim
akan bepergian, ia harus memberitahukan saudara-saudaranya. Begitu pula wajib bagi saudarasaudaranya menemui ketika ia kembali.”
• Kelima: Bersedekah. Hendaknya bersedekah sebelum bepergian untuk
memperoleh keselamatan dan bersedekah lagi ketika kembali sebagai ungkapan syukur. Setelah bersedekah ucapkan doa ini:

      اَللَّهُمَّ اِنِّي اِشْتَرَيْتُ بِهَذِهِ الصَّدَقَةِ سَلاَمَتِي وَسَلاَمَةَ سَفَرِي وَمَامَعِي.

             اَللَّهُمَّ احْفَظْنِي وَاحْفَظْ مَامَعِي، وَسَلِّمْنِي وَسَلِّمْ مَامَعِي وَبَلِّغْنِي وَبَلِّغْ
      مَامَعِي بِبَلاَغِكَ الْحَسَنِ الْجَمِيْل

Allâhumma innî isytaraytu bi hâdzihish shadaqati salâmatî wa salâmata safarî wamâ ma’î, Allâhumma wahfazhnî wahfazh mâ ma’î wa sallimnî wa sallim mâ ma’î wa ballighnî wa balligh mâ ma’î bi baghikal hasanil jamîl.

Ya Allah, aku membeli dengan sedekah ini keselamatanku dan keselamatan perjalananku dan apa saja yang bersamaku. Selamatkan aku dan selamatkan yang bersamaku. Sampaikan aku dan yang bersamaku dengan cara penyampaianmu yang indah dan baik.
• Keenam: Mandi sunnah dan lakukan shalat Safar dua rakaat. Rakaat pertama, setelah AlFatihah baca Surat AlIkhlash. Rakaat kedua setelah Al Fatihah baca Surat AlQadar. Setelah shalat, sujudlah lalu baca doa
berikut (100 kali):

      اَسْتَخِيْرُ اللهَ بِرَحْمَتِهِ خِيَرَةً فِي عَافِيَةٍ

Astakhîrullâha birahmatihi khiyaratan fî ‘âfiyatin.
Aku memohon pilihan kepada Allah dengan rahmatNya pilihan dalam
keselamatan.
Kemudian membaca: Ayat Kursi, tahmid, dan shalawat kepada Nabi saw dan keluarganya. Kemudian membaca doa ini:

      اَللَّهُمَّ اِنِّي اَسْتَوْدِعُكَ نَفْسِي وَاَهْلِي وَمَالِي وَذُرِّيَّتِي وَدُنْيَايَ وَآخِرَتِي وَاَمَانَتِي
      وَخَاتِمَةَ اَعْمَالِي

Allâhumma innî astauwdi`uka nafsî wa ahlî wa mâlî wa dzurriyyatî wa
dunyâya wa âkhiratî wa amânatî wa khâtimata a`malî.
Ya Allah, aku titipkan kepadamu diriku, keluargaku, hartaku,
keturunanku, duniaku dan hartaku, amanatku, dan penutup amalku.
Baca juga Surat AlFatihah, AlFalaq, AlNas, ALQadar, ayat kursi dan
akhir surat AliImran dimulai dari Inna fi Khalqis samawati wal ardhi .
• Ketujuh: Ketika keluar rumah bacalah: Tasbih AzZahra’, Surat Fatihah, ayat Kursi, kemudian baca doa ini:

      اَللَّهُمَّ اِلَيْكَ وَجَّهْتُ وَجْهِي، وَعَلَيْكَ خَلَّفْتُ اَهْلِي وَمَالِي وَمَاخَوَّلْتَنِي، وَقَدْ وَثِقْتُ بِكَ
      فَلاَتُخَيِّبْنِي يَا مَنْ لاَيُخَيِّبُ مَنْ اَرَادَهُ وَلاَيُضَيِّعُ مَنْ حَفِظَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
      وَآلِهِ وَاحْفَظْنِي فِيْمَا غِبْتُ عَنْهُ وَلاَتَكِلْنِي اِلَى نَفْسِي يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allâhumma ilayka wajjahtu wajhî, wa ‘alayka khallaftu ahlî wa mâli wamâ
khawwaltanî, wa qad watsiqtu bika falâ tukhayyibnî yâ man lâ yukhayyibu man arâdahu walâ yudhayyi’u man hafizhahu. Allâhumma shalli `alâ Muhammadin wa âlihi wahfazhnî fîmâ ghibtu`anhu walâ takilnî ilâ nafsî yâ Arhamar râhimîn.

Ya Allah, kepadaMu kuhadapkan wajahku; kepadaMu kutinggalkan
keluargaku, hartaku, dan apa yang telah Kau anugerahkan kepadaku.
Sungguh aku mempercayaiMu, maka jangan kecewakan aku wahai Yang Tidak Mengecewakan orang yang berkendak kepadaNya, dan Yang Tidak Menyianyiakan orang yang dipeliharaNya. Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya, dan peliharalah aku selama pepergianku serta jangan serahkan aku kepada diriku wahai Yang Mahakasih dari segala
yang mengasihi.
• Kedelapan: Ketika mengendarai kendaraan, bacalah doa berikut ini:

      سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَاكُنَّالَهُ مُقْرِنِيْنَ

Subhânalladzî sakhkhara lanâ hâdzâ wamâ kunnâ lahu muqrinîn.

Mahasuci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. (AzZukhruf: 13).
Kemudian membaca zikir ini:

      سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ وَلاَ اِلَهَاِلاَّ اللهُ

Subhânallâh walhamdulillâh wa lâ ilâha illâh

• Kesembilan: Sepanjang perjalanan perbanyaklah Zikir (kitab Mafatihul Jinan, bab 2, halaman 303)

Semoga sunnah sunnah diatas tersebur dapat kita amalkan dalam
kehidupan kita sehari hari sebagai wujud kecintaan kita kepada Allah dan RasulNya dan demi mengharap ridho Allah.
*************************

  10 SUNNAH NABI SAW UNTUK MENGHIDUPKAN KEBIASAAN PRODUKTIF SEORANG MUSLIM

Sejenak Pagi:
10 SUNNAH NABI SAW UNTUK MENGHIDUPKAN KEBIASAAN PRODUKTIF SEORANG MUSLIM

Sebagai peringatan untuk diri saya sendiri, juga sebagai buah tangan
buat sahabat sekalian, mari kita laksanakan 10 Sunnah Nabi yang Hebat ini.

1. Tahajjud,
karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya. In shaa Allah doa mudah termakbul dan kita semakin dekat dengan Allah.

2.Membaca Al-Qur’an setiap hari. Sesibuk apapun kita, bacalah walau
beberapa ayat.

3. Dzikir setelah sholat.
Ini yang dicontohkan Nabi. Subhanallah Walhamdulillah Walaa ilaa haillallah Allahu Akbar.

4. Menjaga Shalat Sunnah Rawatib. Mau kan dibangunkan rumah di surga?
(HR. Muslim no. 728)

5. Dzikir Pagi dan Petang.
“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, & dengan tdk mengeraskan suara di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (QS. Al Araf:205)

6. Jangan tinggalkan masjid.
Karena surga ganjarannya bagi pemuda yang hatinya terpaut dengan masjid.
Al Hadits.

7. Menjaga sholat dhuha,
karena salah satu kunci rezeki terletak pada sholat dhuha.

8. Jaga sedekah setiap hari.
Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari. In shaa Allah, Allah membalas dengan berlipat ganda.

9. Menjaga wudhu,
karena Allah menyayangi hamba yang menjaga wudhu.

10. Amalkan istighfar setiap saat. Dengan istighfar masalah yang terjadi karena dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.

Semoga Bermanfaat.
Berbagi manfaat

Mau Tau Cara Masuk Surga Sekeluarga ?

1. Coba suatu hari ingatkan seluruh anggota keluarga begini; “Kita
kerjasama agar masuk surga sekeluarga yuk?”

2. Bagaimana caranya?
Lihat surat Ath Thur 25-26.
“Para penghuni Surga membocorkan rahasianya bagaimana cara masuk Surga sekeluarga. Mau tau?”

3. Ceritanya penghuni Surga saling bercengkrama berhadap-hadapan,
masing-masing bertanya jawab bagaimana keluarga kalian dulu, koq bisa masuk Surga?

4. Jawabnya seragam; “Kami bisa masuk Surga karena dulu di Dunia,
dikeluarga kami saling mengingatkan satu sama lain tentang siksa pedih
Neraka”.

5. Karenanya Visi rumah tangga orang beriman adalah:
“Peliharalah dirimu dan keluargamu dari siksa Neraka”
(At Tahrim; 6). Ya Rabb, bagus!.

6. Rumahku Surgaku, akan terjadi jika masing-masing anggota keluarga memelihara dirinya dan mengingatkan anggota keluarga lainnya dari siksa Neraka.

7. Siapa yang tak sedih jika ada salah seorg anggota keluarganya (ayah,
ibu, kakak atau adik) terjerumus ke lingkungan siksa “Neraka”?.

8. Setiap anggota keluarga pasti sangat sedih jika Bahtera Keluarga
pecah dan karam akibat terpaan gelombang kehidupan dunia yang mematikan.

9. Agar masuk Surga sekeluarga, ingatkan anggota keluarga kita yang
sedang khilaf berbuat dosa atau melalaikan perintah Allah, jangan dibiarkan.

10. Jangan kecewa kalau peringatan kita diabaikan, atau malah dilecehkan, karena dakwah di tengah keluarga kadang memang lebih berat, jangan lupa didoakan.

11. Nabi Nuh as tak pernah bosan mengingatkan anaknya yg tersesat, Nuh as terus mendoakannya sampai akhirnya Allah menenggelamkan Kan’an.

12. Nabi Luth as tak pernah berhenti memperingatkan istrinya yang
membangkang, sampai akhirnya Allah membinasakan isterinya bersama kaum Sodom.

13. Asiah binti Muzahim, tertatih -tatih memperingatkan suaminya
Fir’aun, konsisten mendidik Masyithah  Musa as, akhirnya Asiah yang dibunuh Fir’aun.

14. Habil tak pernah takut mengingatkan dan menasehati kakaknya Qabil, rasa iri dan dengki berkecamuk sampai akhirnya Habil dibunuh Qabil.

Semoga bermanfaat…amin ya rabb
*****************************

7 Sunnah Harian Rasulullah SAW yang Besar Manfaatnya…

 Dari ‘Amr bin ‘Auf bin Zaid al-Muzani radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Barangsiapa yang menghidupkan satu sunnah dari sunnah-sunnahku, kemudian diamalkan oleh manusia, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya, dengan tidak mengurangi pahala mereka sedikit pun,” (HR Ibnu Majah: 209).

   – HADISTS yang agung ini menunjukkan keutamaan besar bagi orang yang menghidupkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, terlebih lagi sunnah yang telah ditinggalkan kebanyakan orang. Oleh karena itu, Imam Ibnu Majah mencantumkan hadits ini dalam kitab “Sunan Ibnu Majah” pada Bab: “(Keutamaan) orang yang menghidupkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah ditinggalkan (manusia)”.

Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari berkata, “Orang muslim yang paling utama adalah orang yang menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah ditinggalkan (manusia), maka bersabarlah wahai para pencinta sunnah (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam), karena sesungguhnya kalian adalah orang yang paling sedikit jumlahnya (di kalangan manusia).”

Nah, apa saja sunnah harian Rasulullah itu?

Pertama: Shalat tahajjud, Semua rasul, Nabi, kekasih Allah (auliya”) dan para ulama salaf tidak meninggalkan shalat tahajud. Ini merupakan ciri orang saleh dan ikhlas. Dalam rangkai sahabat Ali Bin Thalib menyatakan bahwa, salah satu dari obatnya hati adalah shalat malam dan tahajud. Dan Allah S.W.T berfirman : “Dan pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah mudahan Tuhan Mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji,” ( Al-Israa’:79).

Kedua: Membaca Al-Quran dengan Terjemahannya, Al-Quran merupakan petunjuk dan sumber mata kehidupan. Al Qur’an merupakan pedoman muslim untuk hidup dan menjalani kehidupan. Maka membaca atau tadarus Al-Quran itu penting sekali, kita tidak hanya disuruh membaca, tetapi juga memahami dan menghayati artinya serta dilanjutkan dengan mengamalkan ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya.

Ketiga: Memakmurkan masjid/shalat subuh di mesjid. Masjid adalah rumah nya Allah. Mesjid adalah sebuah tempat suci bagi orang-orang yang senantiasa mensucikan dirinya secara lahir maupun batin. Masjid merupakan tempat untuk menggembleng pengalaman-pengalaman ruhani/spiritual, mengokokohkan iman dan tauhid. Masjid juga sebagai tempat tinggal landas bagi mi’rajnya orang-orang beriman. Dalam artian ini, masjid sebagai tempat menginternalisasikan nilai-nilai Ilahiyah ke dalam dirinya sebagai modal utama dalam kehidupan, baik secara individu, dalam lingkup rumah tangga, masyarkat dan bangsa bahkan dalam lingkup dunia global.

Keempat: Shalat Dhuha. Salah satu rahasia Shalat dhuha adalah karena Shalat Dhuha adalah sedekah.Shalat dhuha adalah ibadah sunnah yang senantiasa dilakukan Rasullah Saw.

Setiap amal ibadah yang diperintahkan ataupun dianjurkan Allah dan Rasul- Nya pasti ada rahasia yang tersembunyi di dalamnya. Memang kadang kemampuan akal kita tak dapat menjangkau/memahaminya. Tapi yang pasti semuanya itu adalah demi kemasalahatan dan kemanfaatan kita, manusia. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap persendian manusia diwajibkan untuk bersedakah setiap harinya mulai matahari terbit. Memisahkan (menyelesaikan perkara) antara dua orang (yang berselisih) adalah sedekah. Menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah. Berkata yang baik juga termasuk sedekah. Begitu pula setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah. Serta menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah shadaqah,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Orang-orang salafush-shaleh pernah bilang “Jika kalian menginginkan kebahagiaan di dunia dan akhirat kelak, maka lakukan shalat dhuha.”

Kelima: Bersedekah. Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari. Seorang sudah bisa disebut mukmin yang sebenarnya, jika sudah bersedekah. Carilah rizki dengan sedekah. Demikian juga bertaubatlah dengan bersedekah, jika kita sakit juga hendaknya bersedekah. Banyak sekali ayat Al-Quran yang menegaskan dan memerintahkan akan hal ini. bersedekah merupakan tolok ukur dan ciri dari orang-orang yang beriman, shaleh dan bertakwa.

Keenam: Menjaga wudhu terus menerus karena Allah menyayangi hamba yang berwudhu. Nabi saw, senantiasa dalam keadaan wudhu, baik dalam waktu dan keadaan apapun.  Jangan tinggalkan wudhu. Kalau batal, berwudhulah kembali. Hal itu merupakan kebutuhan kita sendiri dalam rangka untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kalau kita selalu berwudhu insya Allah akan selamat dari ikatan dan kegenitan dunia dan terjaga dari hal-hal yang kotor (kotoran yang bersifat maupun ruhani). Selanjutnya kita terjaga dari hal-hal yang tidak bermanfaat dan dari perbuatan-perbuatan dosa dan tercela. Karena wudhu merupakan proses pembersihan badan kita secara silmutan dilanjutkan dalam rangka untuk pembersihan fitrah dan hati atau rohani kita.

Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, “Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu solat walau ia sedang tidak shalat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, ampuni dosa dan sayangi dia, ya Allah.”

Ketujuh: Amalkan istighfar setiap saat. Dengan istighfar masalah yang terjadi kerana dosa kita akan dijauhkan oleh Allah. istighfar setiap saat dan dalam segala aktivitas apapun diperintahkan beristiqfar. Ketika kita mau tidur, mau makan dalam melakukan suatu pekerjaan, di jalan, di mobil dan di manapun hendaknya selalu dalam keadaan beristiqfar. Orang yang kuat istiqfarnya, maka insting dan kecenderungan rahmatnya (berguna dan bisa membahagiakan orang lain atau bahkan makhluk lain) sangat kuat sekali. Ia pun juga menjadi penuh dengan keutamaan-utamaan, doanya mustajab dan firasatnya tajam (mampu berpikir positif dan menerawang ke depan/berpikir visioner).

Bila kita mampu menjaga dan melakukan tujuh sunnah Rasullullah SAW” ini, maka Insya Allah akan muncul sifat-sifat terpuji. Bicaranya dakwah, diamnya zikir, nafasnya tasbih, matanya memancar cahaya rahmat..

JAGALAH 7 SUNAH ROSULULLAH

Dari ‘Amr bin ‘Auf bin Zaid al- Muzani radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَحْيَا سُنَّةً مِنْ سُنَّتِى فَعَمِلَ بِهَا النَّاسُ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا لاَ يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا

“Barangsiapa yang menghidupkan satu sunnah dari sunnah-sunnahku, kemudian diamalkan oleh manusia, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya, dengan tidak mengurangi pahala mereka sedikit pun”.
Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan besar bagi orang yang menghidupkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam , terlebih lagi sunnah yang telah ditinggalkan kebanyakan orang. Oleh karena itu, Imam Ibnu Majah mencantumkan hadits ini dalam kitab “Sunan Ibnu Majah” pada Bab: “(Keutamaan) orang yang menghidupkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah ditinggalkan (manusia)”.
Imam Muhammad bin Ismail al- Bukhari berkata, “Orang muslim yang paling utama adalah orang yang menghidupkan sunnah- sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah ditinggalkan (manusia), maka bersabarlah wahai para pencinta sunnah (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam), karena sesungguhnya kalian adalah orang yang paling sedikit jumlahnya (di kalangan manusia)”.
Faidah-faidah penting yang terkandung dalam hadits ini:
Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah segala sesuatu yang bersumber dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik ucapan, perbuatan maupun penetapan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang ditujukan sebagai syariat bagi umat Islam.
Arti “menghidupkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam” adalah memahami petunjuk Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, mengamalkan dan menyebarkannya di kalangan manusia, serta menganjurkan orang lain untuk mengikutinya dan melarang dari menyelisihinya.
Orang yang menghidupkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan mendapatkan dua keutamaan (pahala) sekaligus, yaitu keutamaan mengamalkan sunnah itu sendiri dan keutamaan menghidupkannya di tengah-tengah manusia yang telah melupakannya.
Allah Ta’ala memuji semua perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menamakannya sebagai “teladan yang baik”, dalam firman-Nya,

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرً ا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (balasan kebaikan pada) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (QS al-Ahzaab:21).
Ini menunjukkan bahwa orang yang meneladani sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berarti dia telah menempuh ash-shirathal mustaqim (jalan yang lurus) yang akan membawanya mendapatkan kemuliaan dan rahmat Allah Ta’ala.
Ayat ini juga mengisyaratkan satu faidah yang penting untuk direnungkan, yaitu keterikatan antara meneladani sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan kesempurnaan iman kepada Allah dan hari akhir, yang ini berarti bahwa semangat dan kesungguhan seorang muslim untuk meneladani sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan pertanda kesempurnaan imannya.
Syaikh Abdurrahman as-Sa’di ketika menjelaskan makna ayat di atas, beliau berkata, “Teladan yang baik (pada diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) ini, yang akan mendapatkan taufik (dari Allah Ta’ala) untuk mengikutinya hanyalah orang- orang yang mengharapkan (rahmat) Allah dan (balasan kebaikan) di hari akhir. Karena (kesempurnaan) iman, ketakutan pada Allah, serta pengharapan balasan kebaikan dan ketakutan akan siksaan Allah, inilah yang memotivasi seseorang untuk meneladani (sunnah) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam”.

Cerdasnya orang yang beriman adalah, dia yang mampu mengolah hidupnya yang sesaat, yang sekejap untuk hidup yang panjang. Hidup bukan untuk hidup, tetapi hidup untuk Yang Maha Hidup. Hidup bukan untuk mati, tapi mati itulah untuk hidup.
Kita jangan takut mati, jangan mencari mati, jangan lupakan mati, tapi rindukan mati. Kerana, mati adalah pintu berjumpa dengan Allah SWT. Mati bukanlah cerita dalam akhir hidup, tapi mati adalah awal cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan.
Hendaknya kita selalu menjaga tujuh sunnah Nabi setiap hari. Ketujuh sunnah Nabi SAW itu adalah:

Pertama: shalat tahajjud,

Semua rasul, Nabi, kekasih Allah (auliya”) dan para ulama salaf tidak meninggalkan shalat tahajud. Ini merupakan ciri orang saleh dan ikhlas.

Dalam rangkai sahabat Ali Bin Thalib menyatakan bahwa, salah satu dari obatnya hati adalah shalat malam dan tahajud. Dan Allah S.W.T berfirman :
“Dan pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah mudahan Tuhan Mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”
QS( Al-Israa’:79)

Shalat Tahajud dilakukan diwaktu malam (setelah tidur) karena disaat malam-sunyi tersebut melakukan shalat akan LEBIH KHUSYUK dan bacaan di waktu tsb LEBIH BERKESAN.

Abu Huraira R.A meriwayatkan RASULULLAH SAW bersabda :”Tuhan kita turun SETIAP MALAM ke langit dunia pada SEPERTIGA MALAM terakhir, dan berfirman – Siapa yang BERDOA kepada-Ku PASTI AKU KABULKAN, siapa yang MEMOHON kepada-Ku PASTI AKU BERI, dan siapa yang MEMOHON AMPUN kepada-Ku, PASTI AKU AMPUNI !” (HR. Al-Jama’ah).

Amr bin Al-Ash meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda :
“Sedekat-dekat hamba kepada Allah SWT adalah PADA TENGAH MALAM TERAKHIR. Apabila engkau bisa termasuk golongan orang BERDZIKIR mengingat Allah SWT pada saat itu, maka lakukanlah ” (HR. Al-Hakim).

Salman Al-Farisi meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda :
“Kerjakanlah shalat malam, sebab itu adalah KEBIASAAN ORANG SHALEH sebelum kamu, JALAN MENDEKATKAN DIRI kepada Tuhan, PENEBUS KEJELEKAN, PENCEGAH DOSA, serta PENGHALAU SAKIT “.
Subhanallah ! Demikian besarnya keutamaan Shalat Tahajud. Marilah kita mulai rutin lakukan !

Pelaksanaan :
– Shalat malam sebaiknya DILAKUKAN DI RUMAH, bukan di Masjid.
– Bacaan shalat malam BOLEH NYARING dan juga BOLEH PELAN.
– Jumlah rakaatnya MINIMAL 2 rakaat,4,8,dst,tidak terbatas.
– Diakhiri dengan SHALAT SUNNAH WITIR 3 rakaat, ganjil.

Kedua: Membaca Al-Quran dengan Terjemahannya,

Al-Quran merupakan petunjuk dan sumber mata kehidupan. Al Qur’an merupakan pedoman muslim untuk hidup dan menjalani kehidupan. Maka membaca atau tadarus Al-Quran itu penting sekali, kita tdk hanya disuruh membaca, tetapi juga memahami dan menghayati artinya serta dilanjutkan dengan mengamalkan ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya.

Kinilah saatnya kita “kembali untuk mendalami” kitab yang bersumber dari Allah SWT! (bukan karangan manusia !) tersebut.
Al-Qur’an sebaiknya dipelajari secara SISTEMATIS, diungkap maknanya, digali kandungannya dan isinya sebagai PEDOMAN HIDUP. Bahkan secara transendental-psikologis, Al- Qur’an harus didekati secara emosional, MELIBATKAN PERASAAN dalam upaya menyelami makna terdalam dan hikmah tertinggi yang dimiliki.
“Dan apabila dibacakan ayat-ayat Allah SWT yang maha Pemurah kepada mereka, mereka MENYUNGKUR, BERSUJUD dan MENANGIS” (QS. Maryam : 58)
HR.Tirmidzi :
“Al-Quran adalah kitab Allah SWT yang berisi SEJARAH UMAT sebelum kamu, BERITA UMAT sesudahmu, kitab yang MEMUTUSKAN/menyelesaikan urusan di antara kamu, yang nilainya bersifat PASTI & ABSOLUT. Siapa saja yang durhaka “meninggalkannya” pasti Allah SWT akan “memusuhinya”. Siapa yang MENCARI PETUNJUK SELAIN AL-QUR’AN, PASTI AKAN TERSESAT. Al-Qur’an adalah tali Allah yang sangat kuat, PERINGATAN YANG BIJAKSANA dan JALAN YANG SANGAT LURUS”.
Langkah yang sebaiknya kita lakukan adalah dengan :
– Membacanya
– Mencatatnya
– Menghafalnya
– Memahaminya
– Mengamalkannya
Perlu diingat, bahwa Al-Qur’an baru terbukti menjadi petunjuk ketika ada KENYATAAN DALAM PRAKTEK KEHIDUPAN kita. Agar pendalaman Al-Qur’an yang kita lakukan semakin berimplikasi positif bagi kita dan manusia secara umum, maka dalam MENGEKSPLOITASI isi, kisah, hikmah Al-Qur’an seharusnya kita belajar kepada para ulama yang sudah lebih awal dan lebih panjang menadaburi Al-Qur’an termasuk sejumlah tafsir dan karya tulis.
Sedemikian pentingnya sebuah kandungan makna/isi Al-Qur’an, sampai Allah SWT berfirman :
“Kalau sekiranya kami turunkan Al-Qur’an kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya TUNDUK TERPECAH- PECAH disebabkan TAKUT KEPADA ALLAH SWT. Perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka BERPIKIR ! ” (QS. Al-Hasyr : 21)

Ketiga: Memakmurkan masjid/shalat subuh di mesjid.

Masjid adalah rumah nya Allah. Mesjid adalah sebuah tempat suci bagi orang-orang yang senantiasa mensucikan dirinya secara lahir maupun batin. Masjid merupakan tempat untuk menggembleng pengalaman- pengalaman ruhani/spiritual, mengokokohkan iman dan tauhid. Masjid juga sebagai tempat tinggal landas bagi mi’rajnya orang-orang beriman. Dalam artian ini, masjid sebagai tempat menginternalisasikan nilai-nilai Ilahiyah ke dalam dirinya sebagai modal utama dalam kehidupan, baik secara individu, dalam lingkup rumah tangga, masyarkat dan bangsa bahkan dalam lingkup dunia global.

Rasulullah SAW menyampaikan sebuah hadits di hadapan para sahabatnya, ketika menanyakan salah seorang jamaahnya tidak terlihat dalam shaf shubuh berkali-kali :
“Sungguh, shalat yang PALING BERAT BAGI ORANG MUNAFIK, adalah shalat Isya dan SHALAT SHUBUH. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, mereka pasti mendatangani keduanya, SEKALIPUN DENGAN MERANGKAK ” (HR. Bukhari-Muslim).
Banyak ulama hadits menilai tentang penjelasan hadits ini, di antaranya bahwa untuk menilai seseorang apakah sungguh- SUNGGUH BERIMAN atau malah MUNAFIK, maka dapat dilihat shalat shubuhnya.
Shalat Shubuh merupakan satu di antara shalat wajib 5-waktu yang mempunyai KEKHUSUS-AN dan memiliki KEUTAMAAN yang luar biasa.
1 .Merupakan SHALAT PALING UTAMA yang diwajibkan pada kaum Muslimin. (merupakan shalat yang sejak awal disyariatkan tetap 2-rakaat).
2 .ADZAN shubuh berbeda dengan adzan shalat wajib lainnya, dengan menambahkan ‘Ash- shaltu khairum minan naum’ – “shalat itu lebih baik dari tidur, sebanyak 2 kali”.3. Rasulullah SAW memberikan DOA KHUSUS setelah shalat shubuh, yang berbeda dengan shalat lain. Doa ini sebagai tambahan ‘wirid’ penutup shalat.
Diriwayatkan oleh Abu Dzar RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda :
“Siapa mengatakan setelah shalat shubuh, SEBELUM MENINGGALKAN TEMPAT DUDUKNYA dan BERBICARA SEDIKITPUN – La ilaha illallahu wahdahu la syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yuhyi wa yumitu wahuwa ala kulli sya in qadir – sebanyak 10 X, maka akan ditulis baginya 10 kebaikan, dihapus 10 kesalahan dan diangkat derajatnya 10 kali lebih tinggi. Satu hari penuh ia terlindungi dari suatu yg tidak disukai, terlindungi dari syetan, tidak ada dosa yang pantas dianggap sebagai dosa, kecuali syirik ” (HR.Tirmidzi).
Rasulullah SAW pernah menasehati Muslim bin harits : ” Jika kamu shalat shubuh, maka bacalah sebelum kamu berbicara – Allahumma ajirni minannar (Ya ALLAH lindungilah aku dari api neraka) – sebanyak 7X, maka jika kamu mati hari itu, ALLAH akan menjauhkanmu dari api neraka ” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i).
4 . Rasulullah SAW selalu MENYURUH MEMENDEKKAN BACAAN shalat, KECUALI SHALAT SHUBUH !Abu Barzah Al-Islami meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pada shalat shubuh membaca 60 sampai 100 ayat…..sampai sebentar lagi matahari terbit (HR. Muslim).
5. Rasulullah SAW mempunyai BACAAN KHUSUS SHALAT SHUBUH di HARI JUMAT ! Abu Huraira meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW membaca pada rakaat pertama SURAH AS-SAJADAH dan rakaat kedua SURAH AL-INSAN. Keistimewaan ini tidak terjadi pada shalat wajib lainnya !
6. Shalat shubuh TIDAK BISA DI- QASAR dan DIJAMAK !
Seperti yang juga kita pahami dari beberapa hadits, pada saat shalat shubuh inilah pergantiang malam dan siang dimulai. Pada saat itu pula MALAIKAT MALAM dan SIANG BERKUMPUL dan BERGANTI TUGAS.
“SHALAT BERJAMAAH LEBIH UTAMA dari shalat sendirian sebanyak 25 kali lipat. Malaikat penjaga malam dan siang BERKUMPUL PADA SHALAT SHUBUH” (HR. Bukhari).
ALLAH SWT berfirman : “Dan dirikanlah SHALAT SHUBUH. Sungguh, shalat shubuh itu DISAKSIKAN OLEH PARA MALAIKAT” (QS. Al-Isra : 78).
Ada lagi hal utama dalam shalat shubuh, adalah – DUA RAKAAT SHALAT FAJAR (shalat sunah sebelum atau qabliyah shubuh) yang LEBIH BAIK DARI DUNIA & SEISINYA (HR. Muslim).
Rasulullah SAW mengistimewakan shalat ini dengan menggambarkan bahwa : “Seandainya dunia dan seisinya ini adalah sebuah kebaikan, maka JAUH LEBIH BAIK 2 RAKAAT SHALAT FAJAR YANG KITA KERJAKAN” !
Selain itu pula, SHALAT SHUBUH BERJAMAAH DI MASJID bisa menjadi PENERANG PADA HARI KIAMAT KELAK, seperti yg disabdakan Rasulullah SAW : “Berilah kabar gembira bagi orang-orang YANG BERJALAN DI KEGELAPAN MENUJU MASJID (untuk mengerjakan shalat shubuh) DENGAN CAHAYA YANG TERANG- BENDERANG (pertolongan) PADA HARI KIAMAT ! ” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibn Majah).
Dari semua pengetahuan kita tentang keutamaan SHALAT SHUBUH BERJAMAAH DI MASJID INI, kesombongan apalagi pada diri kita yang akan menghalangi untuk menjalankannya ?

Keempat: Shalat Dhuha,

Salah satu rahasia Shalat dhuha adalah karena Shalat Dhuha adalah sedekah.Shalat dhuha adalah ibadah sunnah yang senantiasa dilakukan Rasullah Saw .
Setiap amal ibadah yang diperintahkan ataupun dianjurkan Allah dan Rasul- Nya pasti ada rahasia yang tersembunyi di dalamnya. Memang kadang kemampuan akal kita tak dapat menjangkau/memahaminya. Tapi yang pasti semuanya itu adalah demi kemasalahatan dan kemanfaatan kita, manusia. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Setiap persendian manusia diwajibkan untuk bersedakah setiap harinya mulai matahari terbit. Memisahkan (menyelesaikan perkara) antara dua orang (yang berselisih) adalah sedekah. Menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah. Berkata yang baik juga termasuk sedekah. Begitu pula setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah. Serta menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah shadaqah ” . [HR. Bukhari dan Muslim]
Orang-orang salafush-shaleh pernah bilang “jika kalian menginginkan kebahagiaan di dunia dan akherat kelak, maka lakukan shalat dhuha”

“Wahai anak Adam, cukupilah aku dengan melakukan EMPAT RAKAAT SHALAT DHUHA pada pagi hari, maka aku akan MENCUKUPI KEBUTUHANMU pada akhir hayatmu” (HR Ahmad & Abu Ya’la).
Beliau berwasiat kepadaku tentang 3 hal, yang sejak itu aku TIDAK PERNAH MENINGGALKANNYA :
Pertama – Hendaknya aku tidak tidur sebelum mengerjakan SHALAT WITIR
Kedua – Hendaknya aku tidak meninggalkan dua rakaat SHALAT DHUHA (karena shalat DHUHA adalah shalatnya ‘awwabin’- orang yg bertobat kepada ALLAH SWT serta meninggalkan maksiat)
Ketiga – Hendaknya aku BERPUASA 3 HARI setiap bulan – (HR. Tirmidzi dan Nasa’i)
Salah satu makna fungsional shalat DHUHA adalah agar pelakunya MENDAPATKAN REZEKI dan DIJAUHKAN DARI KEMISKINAN : “Shalat DHUHA itu mendatangkan rezeki dan menolak kemiskinan, dan tidak ada yang memelihara shalat kecuali orang-orang bertobat” (HR. Tirmidzi)
“Siapa yang mengerjakan shalat DHUHA 2 rakaat – dia TIDAK AKAN dicatat dalam kelompok orang- orang yang LUPA. Siapa yang mengerjakan shalat DHUHA 4 rakaat – dia dicatat dalam kelompok orang-orang yang AHLI IBADAH. Siapa yang mengerjakan shalat DHUHA 6 rakaat – pada hari itu segala kebutuhannya DICUKUPI oleh ALLAH SWT. Siapa yang mengerjakan shalat DHUHA 8 rakaat – maka ALLAH SWT mencatatnya termasuk golongan yang TUNDUK dan menghabiskan waktunya untuk BERIBADAH. Dan, siapa yang mengerjakan shalat DHUHA 12 rakaat – maka ALLAH SWT membangunkan baginya sebuah ISTANA INDAH DALAM SURGA.Tidak ada dalam sehari- semalam kecuali ALLAH SWT pasti MEMBERIKAN ANUGERAH serta SEDEKAH kepada hambaNYA” (HR. Thabrani dan Abu Daud).
Subhanallah !

Kelima: bersedekah.

Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari. Seorang sudah bisa disebut mukmin yang sebenarnya, jika sudah bersedekah. Carilah rizki dengan sedekah. Demikian juga bertaubatlah dengan bersedekah, jika kita sakit juga hendaknya bersedekah. Banyak sekali ayat- ayat Al-Quran yang menegaskan dan memerintahkan akan hal ini. bersedekah merupakan tolok ukur dan ciri dari orang-orang yang beriman, shaleh dan bertakwa.

Maha suci ALLAH SWT, ZAT yang telah membersihkan hati orang- orang beriman dari sifat angkuh dan serakah. ALLAH SWT lah yang menyelipkan ke sanubari orang beriman perasaan iba, simpati sekaligus empati kepada orang- orang yang lemah dan membutuhakan bantuan, melalui bersedekah.
Bersedekah tidak harus besar, yang penting dengan KEIKHLASAN.
Kita bersedekah TIDAK MENGHARAPKAN BALASAN dari orang yang kita bantu. Kita harus yakin ALLAH SWT lah yang akan membalas.
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yg luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang MENAFKAHKAN (HARTANYA) DI WAKTU LAPANG & DI WAKTU SEMPIT, dan orang-orang yg menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. ALLAH menyukai orang-orang yang berbuat baik ” (QS. Ali Imran : 133-134)
” Perbandingan (balasan atau pahala) bagi orang-orang yg MEMBELANJAKAN HARTANYA DI JALAN ALLAH seperti satu biji yg menumbuhkan tujuh cabang, di setiap cabang menjuntai seratus buah, dan ALLAH akan menggandakan (pahala) kepada siapa yang Dia kehendaki, dan ALLAH itu luas (pemberian-Nya) lagi sangat mengetahui ” (QS. Al- Baqarah : 261)
“Siapa yang MEMBANTU MENYELESAIKAN KESUSAHAN SESEORANG di dunia (lebih-lebih lagi saudara sesama Muslim), ALLAH PASTI MEMBANTU MENYELESAIKAN KESUSAHANNYA DI DUNIA dan AKHIRAT ” (HR. Bukhari).
Berkah sedekah bisa sirna jika orang yang bersedekah MENGUNGKIT-UNGKIT dan SELALU MENYEBUT-NYEBUT sedekah itu di depan umum.
Sedekah dapat MEMADAMKAN MURKA ALLAH SWT
Sedekah dapat MEMELIHARA MANUSIA DARI KEJAHATAN
Siapakah yang DIUTAMAKAN UNTUK DIBERI SEDEKAH ?
 ANAK YATIM
Karena sebelum dewasa anak yatim belum dapat mandiri. Mereka adalah TITIPAN ALLAH SWT kepada hamba lainnya yang mampu.
 FAKIR MISKIN
Yang perlu dibantu agar dapat diberdayakan agar mandiri.
JANDA dan LANSIA
Karena kehilangan tulang punggung pencari nafkahnya, serta kehilangan masa produktifnya.
YANG TERLILIT HUTANG
Dan
 YANG TERKENA MUSIBAH

Ke Enam: menjaga wudhu terus menerus kerana Allah menyayangi hamba yang berwudhu.

Nabi saw, senantiasa dalam keadaan wudhu, baik dalam waktu dan keadaan apapun. Jangan tinggalkan wudhu. Kalau batal, berwudhulah kembali. Hal itu merupakan kebutuhan kita sendiri dalam rangka untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Kalau kita selalu berwudhu insya Allah akan selamat dari ikatan dan kegenitan dunia dan terjaga dari hal-hal yang kotor (kotoran yang bersifat maupun ruhani). Selanjutnya kita terjaga dari hal- hal yang tidak bermanfaat dan dari perbuatan-perbuatan dosa dan tercela. Karena wudhu merupakan proses pembersihan badan kita secara silmutan dilanjutkan dalam rangka untuk pembersihan fitrah dan hati atau rohani kita
Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, “Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu solat walau ia sedang tidak solat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, ampuni dosa dan sayangi dia ya Allah”.

Banyak hadits yang sangat menganjurkan untuk tetap berwudhu walaupun tidak hendak mendirikan sholat
Berdasarkan sunnah tsb, mulai generasi sahabat hingga orang- orang shaleh, senantiasa mereka menjaga wudhu dalam segala aktifitas, baik dalam perjalanan, membaca Al-Qur’an, menuntut ilmu, dalam bekerja, ketika hendak tidur, termasuk sebelum & sesudah berhubungan suami- istri.
Berwudhu bukan hanya disaat menghadap allah SWT dalam shalat, tapi juga ketika akan tidur – berada dlm kesucian.
ALLAH SWT berfirman : “Sungguh, ALLAH menyukai orang-orang yg bertobat dan mereka yang MENYUCIKAN DIRI” (QS. Al-Baqarah : 222).
Abu Hurairah meriwayatkan RASULULLAH SAW, bersabda :
“Pada hari kiamat, karena bekas wudhunya (yang bercahaya). Siapa ingin memanjangkan ghurram-nya silakan lakukan” (HR. Bukhari).
“Siapa yang berwudhu (untuk mendapatkan) kesucian, maka ALLAH akan menetapkan baginya dengan 10 kebaikan” (HR. Abu Daud)
“Seseorang senantiasa dianggap seperti dalam keadaan sholat,asal dia tidak berhadas (= buang angin)” (HR. Bukhari)

Ketujuh: amalkan istighfar setiap saat.

Dengan istighfar masalah yang terjadi kerana dosa kita akan dijauhkan oleh Allah. istighfar setiap saat dan dalam segala aktivitas apapun diperintahkan beristiqfar. Ketika kita mau tidur, mau makan dalam melakukan suatu pekerjaan, di jalan, di mobil dan di manapun hendaknya selalu dalam keadaan beristiqfar. Orang yang kuat istiqfarnya, maka insting dan kecenderungan rahmatnya (berguna dan bisa membahagiakan orang lain atau bahkan makhluk lain) sangat kuat sekali. Ia pun juga menjadi penuh dengan keutamaan-utamaan, doanya mustajab dan firasatnya tajam (mampu berpikir positif dan menerawang ke depan/berpikir visioner).
Bila kita mampu menjaga dan melakukan “tujuh sunnah Rasullullah saw”. Ini, maka Insya Allah akan muncul pada dirinya sifat-sifat terpuji. Bicaranya dakwah, diamnya zikir, nafasnya tasbih, matanya memancar cahaya rahmat.
Kemudian dengan menegakkan Tujuh Sunnah Nabi saw, maka insya Allah kita akan menjadi hamba Allah yang saleh. Yaitu yang memiliki cirri-ciri :

pertama , dia cinta pada Allah dan sangat taat pada- Nya.

kedua , biasanya sayang kepada sesama manusia. Selalu berbuat baik dan kesenangannya adalah berbuat baik.

ketiga dia asyik memperbaiki dirinya secara terus-menerus tanpa hentinya dalam hidupnya.

Dzikrullah memiliki daya hidup. Menghidupkan dan menyemangati jiwa yang rapuh, melapangkan jiwa yang sempit serta membangkitkan keyakinan bagi yang mengalami kelelahan dalam menjalani kehidupan.
DZIKIR yang UTAMA :
* La ilaha illallah wahdahu la syarika lah. Lahul mulku wa lahu hamdu wa huwa ‘ala kulli syay’in qadir
* Subhanallah wal hamdu lillah wa ilaha illallah wallahu akbar
* Subhanallah wa bihamdihi
* Subhanallahi wa bihamdihi, subhanallahil azhim
* (surah Al-Fatihah)
Rasulullah SAW bersabda : “Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya dan orang yang tidak berdzikir, seperti ORANG YG HIDUP dan ORANG YG MATI” (HR. Bukhari)
“Dan laki-laki yang BANYAK MENYEBUT (MENGINGAT) ALLAH disertai dengan perempuan yang banyak menyebut Allah, maka Allah telah menyediakan untuk mereka AMPUNAN & PAHALA YG BESAR ” (QS. Al-Ahzab : 35)
“Maka apabila kami telah menyelesaikan shalat, INGATLAH DI WAKTU BERDIRI, DUDUK maupun BERBARING….” (QS. An- Nisa : 103)
“Karena itu, INGATLAH KALIAN PADA-KU, niscaya Aku pun akan ingat pada kalian…” (QS. Al- Baqarah : 152)
“INGATLAH TUHANMU SEBANYAK- BANYAKNYA dan BERTASBIHLAH dengan memuji Tuhanmu di waktu petang dan pagi ” (QS. Ali- Imran : 41)

Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah.AMIN.

Wallahu a’lam bishawab.

Terjemah Kitab Nurul Yaqin Nurul Yaqin Ringkasan Perjalanan Hidup Nabi Muhammad saw Jilid I

MUQODIMAH PENTERJEMAH
AL-MUHIBBIN LEARNING CENTER

Segala puji hanya bagi Allah swt Yang Maha Tunggal, tidak ada tuhan selain Dia, semua yang ada menjadi lebih indah dengan adanya sebaik baiknya mahluk, penutup para nabi, sang pembawa risalah ked amaian, kemajuan dan peradaban yang rabbani Nabi Muhammad saw semoga shalawat dan salam selalu tercurahkan atas Beliau saw, kepada keluarganya, para sahabat, pengikut para sahabat, ulama sholeh dan semoga kepada kita selaku ummat Beliau saw sampai akhir zaman.
Sekarang segalanya menjadi rancu dan tidak terarah tanpa seorang panutan, contoh dan idola yang selalu memancarkan energi positif untuk berbuat terbaik di kehidupan kita. Kita kehilangan sosok itu, ketika kita tidak mengetahui siapa teladan kita, panutan kita Rasulullah saw, tidak mengatahui perjalan hidup, dakwah, sifat-sifat terpuji dan keindahan ahlak Beliau saw, untuk itulah kami mencoba mengungkapnya dangan bahasa
sederhara dan diringkas dari biografi Rasulullah saw dalam tulisan terjemah kitab Nurul Yaqin.
Sebenarnya kitab ini adalah kitab klasik ka langan pesantren dan ditunjukkan untuk Madrasah Ibtidaiyah dan pendidikan setingkat Sekolah Dasar, namun kami merasa ini penting disampaikan ulang sehingga dapat manjadi sesuatu yang lebih bermanfaat untuk umat terutama para Pecinta Rasulullah saw yang haus akan ilmu, ahlak dan sunnah Beliau saw.
Harapannya dengan ini semoga manjadi sesuatu amal yang bisa mengantarkan Keridhaan Allah swt, mengenal kembali siapa sosok yang sangat fenomenal Rasulullah saw, meneladani Beliau saw dan menjadi
idola sepanjang masa agar syafaat Beliau saw bisa kita terima kelak di Yaumil Akhir dan berkumpul bersama Beliau saw di telaga Kautsar seperti yang dijanjikan Allah swt.

MUQODDIMAH
PENULIS KITAB
SYAIKH UMAR ABDUL JABBAR

Segala  puji  bagi  Allah  yang  telah  memimpin  hamba-hamba Nya  dengan  jalan  derita  orang  terdahulu  dan menjadikannya sebagai suatu pelajran untuk orang-orang di zaman sekarang sampai hari pembalasan.
Semoga rahmat dan kesejahteraan selalu terlimpah atas Nabi Muhammad saw yang hidupnya penuh dengan ahlak  yang  mulia  dan  sifat  yang  terpuji  dan  mudah-mudahan  tercurahkan  rahmat  dan  kesejahteraan  atas keluarga  dan  sahabat  Beliau  saw  sebagai  pelita  untuk  menyiarkan  agamanya  sehingga  mereka  sampai  ke dinding Tiongkok, di sebelah timur, di tengah-tengah Eropa, dan di sebelah barat.
Maka  oleh  karena  perjalanan  Rasulullah  saw  adalah  sebaik-baiknya  pembersih  jiwa  yang  biasa menurutkan hawa nafsunya, seluas-luasnya lautan ilmu dan penanam iman yang kuat, pancaran yang begitu indah, sangat kuat  kemauannya,  selalu  berpegang  teguh  kepada  kebenaran,  berhias  dengan  ahlak  yang  mulia,  agar kesemuanya  itu  bisa  diteladani  oleh  anak-anak  tertanam  dalam  jiwa  mereka,  maka  saya  menganggap  perlu meringkas beberapa pelajaran dari perjalanan Nabi Muhammad saw untuk Madrasah Ibtidaiyah.
Diantara kitab sejarah ‛tarikh‛ yang ada, saya pilih ialah kitab ‚Nurul Yaqin‛ tentang perjalanan Yang Mulia Pemimpin  Para  Rasul,  Muhammad  saw  susunann  almarmum  Khudlari Bek.  Hal  ini  dikarenakan  dari periwayatannya  bersumber  kepada  Al-Quran  dan  Hadist,  berdasarkan  kisah  yang  popular  dan  umum
diketahui. Selain itu dikarenakan semakin jauhnya perasaan cinta kepada Nabi saw sehingga semua perjalanan hidup Beliau saw terlewatkan sia-sia tanpa mengetahuinya sedikitpun. Perasaan benci dan cinta memang bisa
memutar  balikkan  sebuah  fakta,  bisa  saja  ketika  cinta  semua  yang  terlihat  biasa  menjadi  sesuatu  yang  luar biasa, begitu sebaliknya ketika perasaan benci yang muncul meskipun baik dikatakan tercela, hina dan tidak berarti, selalu tidak ada manfaatnya.
Setiap  bab  pelajaran  saya  iringi  dengan  ringkasannya.
Kemudian  tidak  lupa  saya  memohon  kepada  Allah supaya ringkasan Nurul Yaqin ini dijadikan sesuatu yang bermanfaat, diterima orang, dan terpilihkan karena Allah;  sesungguhnya  Dia  berkuasa  atas  segala  sesuatu  apa  yang  Dia  kehendaki  maka  akan  terjadi,
sesungguhnya Dia Maha Pengabul semua permohonan.

MASA PERTAMA
Dari Kehidupan Rasulullah saw

(1)Nabi kita, Muhammad saw

-Beliau saw adalah utusan Allah kepada seluruh manusia, penutup Para Nabi dan Imam bagi para Rasul
-Beliau saw membawa agama Islam, agama yang diterima Allah sampai pada hari kiamat -Beliau saw adalah keturunan bangsa Quraisyi, suatu kaum yang termulia di Makkah
-Nasab Beliau saw bersambung dengan Nabi Ismail bin Ibrahim as
Ringkasan Nabi kita Muhammad saw ialah utusan Allah kepada sekalian manusia yang membawa agama Islam dan Beliau berbangsa Arab suku Quraisyi dan keturunan bani ‘Adnan.

(2)Nasab Beliau saw dan Wafatnya Ayah Beliau

-Ayah Beliausaw: Abdullah bin Abdul muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaaf bin Qushaiy bin Kilaab
-Ibu Beliau saw: Aminah binti Wahb bin Abdi Manaaf bin Zuhrah bin Kilaab
-Nasab ibu dan ayah beliau bertemu di datuk beliau yang kelima yaitu Kilaab
-Ayah Nabi saw meninggal dunia ketika nabi saw masih dalam kandungan, umur ayah beliau 18 tahun dan dimakamkan di Madiinah, tidak meninggalkan harta sedikitpun untuk nabi saw

Ringkasan
Ayah beliau Abdullah bin Abdil Muthalib, ibu beliau Aminah binti Wahb nasab keduanya bertemu di datuk yang kelima. Ayah beliau meninggal ketika beliau sedang
dalam kandungan.

(3)Kelahiran dan Penyusuan Nabi saw

-Nabi saw dilahirkan di Makkah pada hari senin 12 Rabiul Awwal tahun Gajah
-Dinamakan tahun gajah dikarenakan raja Habasyah mengirimkan tentara ke Makkah dalam tahun kelahiran beliau itu untuk menghancurka Ka’bah dan pada saat itu banyak sekali gajah. Lalu Allah membinasakan mereka (tentara gajah) sebagai penghormatan kepada kelahiran Beliau saw
-Beliau saw disusui oleh Tsuwaibah al-Aslamiyah sesudah disusui oleh ibu beliau
-Tsuwaibah adalah pelayan paman Nabi saw, Abu Lahab, kemudian beliau disusui oleh Halimah as-Sa’diyah sampai umur empat tahun
                 Ringkasan
Nabi dilahirkan di Makkah pada tahun Gajah dan disusui oleh Tsuwaibah al-Aslamiyah kemudian oleh Halimah as-Sa’diyah

(4) Wafatnya Ibu Nabi saw dan yang Mengasuh Beliau

-Ibu Nabi saw wafat ketika Nabi saw berumur 4 tahun ketika ia kembali dari Makkah
-Ibu Beliau saw pegi ke Madinah untk ziarah kubur di makam suaminya, bersama ibu beliau *, ikut juga kakek beliau Abdul Muthalib
{ada riwayat lain: Ummu Aiman yang ikut bersama ibu nabi dan dialah yang membawa Nabi kembali ke Makkah}
-Ibu Nabi saw dikebumikan di Abwaa’ suatu desa diantara Makkah dan Madinah

-Kemudian Nabi saw diasuh oleh Ummu Aiman seorang pelayan Ayah beliau
           Ringkasan
Ibu Nabi saw wafat ketika beliau berumur 4 tahun dan dikebumikan di Abwaa’ kemudian Nabi saw diasuh oleh Ummu Aiman pelayan Ayah beliau

(5) Pendidikan Nabi saw dan Wafatnya Kakek Beliau

-Yang mendidik Nabi saw sesudah ibunya wafat ialah kakeknya Abdul Muthalib, beliau sangat cinta kepada Nabi saw melebihi cintanya kepada anak-anaknya sendiri
-Ketika umur nabi 8 tahun kakek Beliau wafat setelahmengasuh nabi selama dua tahun
-Sesudah kekek Beliau saw wafat, Beliau saw diasuh oleh pamannya Abu Thalib
{Abu Thalib awalnya miskin lalu allah meliakan dia menjadi banyak rizki setelah mengasuh Nabi saw}
-Kehidupan Nabi saw pada waktu diasuh oleh pamannya dikatakan cukup, dimudahkan oleh Allah segala sesuatunya
      Ringkasan
Kekek Nabi saw Adul Muthalib mendidik beliau sesudah ibunya wafat dan Abdul Muthalib wafat ketika Nabi saw berumur 8 tahun kemudian paman Beliau saw yang mengasuhnya.

(6) Nabi saw Mengembala Kambing dan Perjalanan nya yang Pertama ke Syam

-Ketika masa kecilnya suka mengembalakan kambing orang-orang Makkah dengan diberi upah, dengan upah tersebut Beliau saw bisa membeli makanan dan lainnya
-Ketika umur Beliau saw 9 tahun  {ada yang mengatakan 13 tahun} Nabi saw berlayar ke Syam bersama paman Beliau abu Thalib dengan membawa dagangan
-Ketika sampai di suatu tempat disebut Bushra, seorang pendeta yagn bernama Buhaira melihat Beliau saw. Lalu mengabarkan kepada pamannya bahwa beliau saw akan menjadinabi yang terakhir, pendeta itu meminta kepada pamannya untuk membawa pulang Nabi saw karena ditakutkan banyak musuh yang memata-matai beliau
-Pendeta itu memaparkan tanda-tanda kenabian Muhammad saw dari cirri-ciri yang ada di Kitab Injil
    Ringkasan
Ketika kecil Nabi saw mengembalakan kambing orang-orang Makkah. Beliau berlayar ke Syam bersama pamannya pada umur 9 atau 13 tahun, Beliau saw dilihat oleh seorang pendeta bernam Buhaira yang mengetahui tanda-tanda kenabian Muhammad saw

(7) Perjalanan Nabi saw yang Kedua ke Syam

-Ketika berumur 25 tahun Beliau saw kembali berlayar ke Syam dengan membawa dagangan Siti Khadijah
-Siti Khadijah adalah seorang perempuan yagn mulia, kaya raya dan ia menggaji beberapa orang laki-laki untuk menjalankan dangangannya
-Siti Khadijah memilih Nabi saw untuk pekerjaan itu dikarenakan ia pernah mendengar tentang kejujuran Beliau saw dan ahlak Beliau saw yang sangat mulia
-Pelayan Beliau yang bernama Maisaroh ikut bersama Nabi saw untuk berjualan di sana, dan ketika pulang mereka membawa keuntungan yang melimpah {ada yang mengatakan:Pendeta Nasthura melihat Nabi saw dalam Perjalanan ini, sehingga dia tahu Beliaulah saw Nabi yang dinanti-nantikan}
        Ringkasan
Nabi pergi ke Syam kedua kalinya ketika berumur 25 tahun dengan membawa dagangan Siti Khadijah, Siti Khadijah adala perempuan yagn mempunyai kekayaan dan kemuliaan ahlak, ikut bersama Beliau saw pelayan yang bernama Maisaroh

(8) Perkawinan Nabi saw dengan Siti Khadijah

-Setelah dua bulan sepulang nabi saw dari perjalanan dagangnya tadi, kemudian Beliau saw menikah dengan Siti Khadijah {Siti khadijah yang melamar Beliau saw}

-Ketika itu umur Siti Khadijah 40 tahun sedangkan umur Nabi saw 25 tahun

-Sebelum menikah dengan Nabi saw Siti Khadijah menikah dengan Abi Halah, suaminya meninggal dan meninggalkan seorang anak laki-laki bernama Halah

-Ia menjadi istri Rasulullah selama 25 tahun dan tidak pernah Nabi saw menikah sebelum Siti Khadijah wafat

             Ringkasan
Setelah kembali selama dua bulan dari dagang, Nabi saw menikah dengan Siti Khadijah yang berumur 40 tahun, setelah sebelumnya pernah menikah dengan Abi Halah, Siti Khadijah tinggal bersama Nabi saw dalam pernikahannya selama 25 tahun

(9) Keputusan Nabi saw diantara Kaum Quraish tentang Peletakan Hajar Aswad

-Waktu Nabi saw berumur 35 tahun, kaum Quraisyimeruntuhkan Ka’bah dan memperbaharuinya

-Nabi sawa turut serta dalam pembangunan tersebut, Nabi saw sendiri ikut mengangkat batu-batu bersama pemuka Quraisyi termasuk juga pamannya yang bernama Abbas

-Kaum Quraisyiberselisih faham tentang siapa yang meletakkan Hajar Aswad pada tempatnya. Kemudian mereka sepakat bahwa yang paling berhak ialah yang pertama masuk Masjidil Haram

-Maka Rasulallah saw yang pertama kali masuk Masjidil Haram, maka kaum Quraisyi bergembira dan berkata: ‛Kami ridho kepada orang yang terpercaya ini‛

-Maka Nabi saw meletakkan batu itu di suatu kain selendang dan meminta dari tiap-tiap ketua kaum Quraisyi untuk masing-masing memegang ujung selendang itu.
Kemudiaan Beliau saw meminta untuk mengangkat batu tadi. Ketika mereka sampai pada batu yang dimaksud, Beliau saw mengambil batu itu dengan tangan Beliau saw sendiri dan meletakkan di tempatnya dengan tangan Beliau saw sendiri. Dengan demikian hilanglah perselisihan pada masalah ini, meraka kaum Quraisyi mengagumi kecerdasan fikiran Beliau saw.

        Ringkasan
Ketika Nabi saw berumur 35 tahun kaum Quraisyi memperbaharui Ka’bah dan mereka menjadikan Nabi saw sebagai Hakim untuk meletakkan Hajar Aswad pada tempatnya, lalu  Nabi saw melakukan hal tersebut dengan bijaksana sehingga tidak terjadi perselisihan diantara suku atau kabilah-kabilah.

(10) Perjalanan Hidup Beliau saw

-Nabi saw sangat populer di kaumnya dengan sifat

-sifat terpuji seperti: benar, jujur, amanat, sabar, malu, rendah hati, sehingga mereka memberi Beliau saw gelar ‚AL-AMIN‛ atau orang yang dapat dipercaya

-Kaum dan keluarga Nabi saw sangat mencintai dan menghormati Beliau saw

-Sesungguhnya Allah telah memelihara / menjaga Nabi saw dari perbuatan jahiliyah semenjak dari masa kecilnya, Beliau saw tidak sekalipun meminum arak dan tidak sekalipun sujud untuk menyembah berhala

-Sebelum menjadi Nabi, Allah telah memuliakan Beliau saw dengan beberapa mikjizat yang menunjukkan kebesaran Allah. Dan diantaranya adalah selalu menyertai Beliau saw awan ketika perjalanan Beliau saw yang kedua ke negeri Syam

     Ringkasan
Dlam masa hidup Beliau saw terkenal dengan ahlak yang mulia. Kaum Beliau saw sangat mencintai dan menghormati Nabi saw, dan Allah menjaga Beliau saw dari perbuatan kaum jahiliyah.

(11) Kehidupan Nabi saw Sebelum Menjadi Rasul

-Ketika hamapir sampai pada umur 40 tahun, Nabi saw sangat menyukai menyepi dari pergaulan umum dengan manusia dengan beribadah

-Nabi saw memilih beribadahdi Gua Hira’ yaitu sebuah gunung di jalanan Makkah

-Nabi saw membawa bekal ke gua tersebut, apabila bekalnya habis maka Beliau saw kembali ke istri Beliau Siti Khadijahuntuk mengambil bekal tadi

-Nabi saw menjalankan ibadah di gua tersebut dengan ibadah agama kakek beliau, Nabi Ibrahim as, dari sepuluh hari sampai sebulan lamanya

     Ringkasan
Ketika hampir umur Beliau saw 40 tahun mulailah Nabi saw menyukai mengasingkan diri. Dengan melakukan ibadah di Gua Hira’ menurut tuntunan agama Nabi Ibrahim as

KESIMPULAN MASA PERTAMA
(UNTUK DIHAFAL)
Nabi kita Muhammad saw bin Abdillah dan Aminah al-Qurasyiah adalah penutup para nabi dan utusan Allah bagi semua manusia, agar mereka menyembah hanya kepada Allah dan tidak menyekutukan Allah dengan apapun.
Nabi saw dilahirkan di Makkah pada hari senin 12 Rabiul Awwal, ayah Beliau saw wafat sebelum beliau dilahirkan ayahnya dikuburdi Madinah. Lalu ibunya mengasuh Beliau saw, sesudah ibunya Beliau saw disusui oleh Tsuwaibah al-Aslamiyah kemudian
oleh Halimah as-Sa’diyah
Pada umur 6 tahun meninggallah ibu Beliau saw di Abwaa’ lalu Beliau saw diasuh oleh Ummu Aiman dan ditanggung kakeknya. Pada umur 8 tahun meninggallah kakeknya lalu beliau diasuh oleh pamnnya Abu Thalib Ketika berumur 9 tahun berjalanlah Nabi saw bersama pamannya, Abu Thalib ke Syam dan seorang pendeta bernama Bushiraa melihat tanda-tanda kenabian Beliau saw Pada umur 25 tahun Rasulullah saw berdagang membawa dagangan Siti Khadijah dan setelah kembali selama dua bulan berdagang Beliau saw menikah dengan Siti Khadijah
yang kala itu berumur 40 tahun. Ketika Beliau saw berumur 35 tahun, Beliau saw bersatu dengan kaum Quraisyi untuk memperbaharui Ka’bah. Dan Beliau saw memberikan solusi peletakkan Hajar Aswad pada tempatnya.
Beliau terkenal di kaumnya dengan sisfat-sifat mulia dan terpuji, mereka sangat mencintai Beliau saw sehingga mereka member gelar Al-Amin.
Sesungguhnya Allah menjaga Beliau saw dari amalan orang jahilayah, beliau suka menyendiri untuk beribadah ketika umurnya hampir 40 tahun untuk menjalankan ibadah di gua Hira’ menurut ajaran agama Nabi Ibrahim
*******************************

MASA YANG KEDUA
Dari Kehidupan Rasulullah saw

(12) Permulaan Turunnya Wahyu

-Ketika Beliau saw berumur 40 tahun, diutuslah Beliau saw oleh Allah sebagai penyampai kabar gembira, pemberi peringatan penyeru kebenaran perintah Allah yang terang benderang menerangi setiap qalbu manusia
-Wahyu itu dimulai dengan mimpi yang benar dan nyata, tidak seorangpun yang Nabi saw impikan dalam tidurnya melaikan benar dalam kondisi terjaga
-Kemudian turunlah ar-Ruhul Amin / Jibril kepada Nabi saw ketika Beliau saw sedang beribadah di Gua Hira
-Jibril mengajarkan Nabi saw bagaimana seharusnya Beliau saw memimpin manusia ke jalan yang lurus dengan agama yang benar

   Ringkasan
Allah utus Rasulullah saw kepada manusia ketika berumur 40 tahun wahyunya dimulai dengan mimpi yang baik

(13) Keadaan Bangsa Arab Sebelum Islam

-Orang Arab sebelum kedatangan Islam mereka menyekutukan Allah dengan menyembah berhala dan menganggap patung-patung itu suci

-Kebiasaan mereka adalah membunuh anak laki-laki mereka karena takut miskin dan kelaparan

-Mereka mengubur hidup-hidup anak perempuan mereka karena takut malu dan celaan

-Mereka suka berselisih, bertengkar disebabkan masalah yang sepele dimana segolangan mereka memerangi golongan lain dengan mudahnya

   Ringkasan
Sebelum diturunkannya Nabi saw bangsa Arab selalu bertengkar golongan tertentu memerangi golongan yang lain, umumnya mereka adalah orang yang musyrik dan mereka membunuh anak laki-laki dan anak perempuan mereka

(14) Ajakan Secara Sembunyi-sembunyi

-Ketika turun ayat al
-Quran, nabi saw memulai mengajak manusia secara sembunyi

-sembunyi:

Artinya: Hai orang

-orang yang berselimut, Bangunlah lalu serukan tuhanmu, hendaklah agungkan namaNya, pakaianmu hendaklah engkau bersihkan, kotoran hendaklah engkau tinggalkan, jangan engkau tunjukkan kebaikanmu supaya engakau mendapat menerima banyak, dan kepada Tuhan mulah hendaknya engkau selalu bersabar.

-Beliau saw mengajak keluarga rumah, tetangga dan sahabat-sahabat yang Beliau saw percayai dan mereka juga percaya kepada kebenaran Beliau saw

-Nabi saw mengajak mereka menyebah hanya kepada Allah, saling mengasihi sesama manusia, bersatu dan meninggalkan perpecahan

-Nabi saw mulai mengajak secara sembunyi-sembunyi karena khawatir ancaman fisik yang timbul kerena suatu perkara yang belum pernah mereka katahui dan belum pernah mereka dengar sama sekali

            Ringkasan
Nabi saw mulai mengajak secara sembunyi-sembunyi terlebih dahulu dengan mengajak kerabat Beliau saw tentang Tauhid, persatuan dan berkasih sayang tehadap manusia yang lemah

(15) Orang yang Pertama Beriman

-Perempua yang pertama beriman adalah Siti Khadijah ia benar-benar percaya terhadap
kebenaran Nabi saw, ketika nampak kepadanya tanda-tanda kanabian Beliau saw sewaktu perjalanan Nabi saw bersama pelayannya Maisaroh

-Laki-laki yang pertama kali beriman adalah Abu Bakar As-Shidiq ra

(1), sebelum Beliau saw manjadi Nabi, Abu Bakar ra adalah sahabat dekat beliau saw dan tidak pernah sekalipun didapatinya Rasulullah saw berdusta

-Yang kedua adalah Zaid bin

Haritsah ra, ia adalah seorang budak Nabi saw lalu Beliau saw memerdekakannya

-Anak-anak yang pertama beriman adalah Ali bin Abi Thalib ra, misan Rasulullah saw

-Abu Bakar ra mengajak orang-orang yang ia cintai dan mereka cinta kepadanya. Banyak sekali yang mengikuti ajakan beliau, diantaranya Ustman bin Affan

(2)khalifah ketiga dari Khulafaur Rasyidin dan Zubair bin Awwam

Note:
(1) Beliau seorang yang taat dan dermawan oleh karena hal itu oleh nabi saw diangkat menjadi penasehat nabi saw, dalam berbagai urusan Nabi saw musyawarahkan dengannya

(2) Ketika pamannya yang bernama Hakam mengetahui ia masuk Islam, ia mengikat tangan Ustman ra
kebelakang dan berkata; ‚apakah engkau hendak tinggalkan agama nenek moyangmu dan mengikuti agama baru?! Aku bersumpah tidak akan melepaskanmu sebelum kau tinggalkan agama barumu itu ‛dan Ustman ra berkata: ‚Demi Allah, aku tidak akan melepaskan Islam dan aku tidak akan terpisah dari nya‛. Diceritakan bahwa pamannya melepaskan Ustman ra dalam keadaan terikat supaya Ustman ra kembali kepada sesembahan berhala, akan tetapi Allah tegakkan pendirian Beliau ra

    Ringkasan
Orang yang pertama-tam beriman adalah Siti Khadijah, Abu Bakar as-Shidiq, Ali bin Abi Thalib, kemudian Abu Bakar mengajak sahabatnya seperti Utsman bin Affan dan Zubair bin Awwam kemudian mereka beriman kepada kenabian Beliau saw

(16) Ajakan Secara Terang-terangan

-Ajakan secara terang-terangan berlangsung selam 3 tahun, dan pada  masa itu banyak pembesar dan bangsawan yang masuk Islam
-Sesudah itu Nabi saw diperintahkan untuk mengajak manusia dengan terang-terangan dengan turunya Firman Allah:
‚Maka katakanlah secara terang-terangan apa yang engkau perintahkan, dan berpalinglah dari orang-orang musyrik‛
-Kemudian Nabi saw naik bukit Shafaa dan menyerukan kepada kaumnya ketika mereka berkumpul, Nabi saw bertanya kepada mereka: ‚apa kah engkau membenarkan aku tanntang apa yang aku kabarkan kepadamu?‛ Mereka menjawab: ‚Ya, tidak pernah kami dapati engkau berdusta, dari kecil sampai sekarang‛. Rasulullah saw bersabda:
‚Lepaskanlah dirimu dari siksa api neraka, sesungguhnya akau pembawa peringatan yang pedih kepadamu‛
-Paman Nabi saw Abu Lahab berkata: ‛celakalah engkau, hai Muhammad!!! Apakah hanya karena ini engkau kupulkan kami?

Lalu turunlah ayat dalam surat Al-Lahab yang artinya ‚Celekalah diri Abu Lahab, dan sesungguhn yaia telah merugi ….
‛Sesudah selama 3 tahun Nabi saw mengajak dengan sembunyi-sembunyi Beliau saw kemudian diperintahkan untuk terang-terangan. Lalu Nabi saw kumpulkan kaumnya yang mengabari mereka tantang azab akhirat

(17) Nabi saw Kumpulkan Keluarganya

-Ketika turun firman Allah ‚Dan peringatilah keluargamu yang hampir dekat‛, kemudian Nabi saw mengumpulkan keluarga dan kerabat Beliau saw
-Nabi sampaikan kepada mereka wahyu Allah
(1)dan Beliau saw mengabarkan mereka tantang azab hari yang besar yaitu‚ dimana hari tidak berguna lagi baginya harta dan anak-anak mereka‛
-Maka banyak diantara mereka yang menyepelehkan ucapan Nabi saw, dan memusuhi Beliau saw dengan sangat
-Paman Beliau saw, Abu Lahab menjawab dengan ucapan yang buruk dan memerintahkan mereka supaya menangkap Rasulullah saw, tetapi Abu Thalib berkata kepadanya: ‚Demi Allah !! sesungguhnya kami akan menjaga ia selama kita ada di sini‛
Note:
Nabi saw berkata kepada mereka: ‚sesungguhnya pemeliharaan itu tidak patut mendustai ahlinya‛.
Demi Allah ! jika aku berdusta kepada semua manusia, tidaklah aku berdusta kepadamu, jika aku suka menipu kalian semua, yidaklah aku menipu kalian. Demi Allah yang tiada Tuhan selain Dia,
sesungguhnya aku ini adalah utusan Allah khusus untukmu dan kepada masusia pada umumnya.
Demi Allah sesungguhnya kalian semua kan mati sebagaimana kamu tidur dan kamu akan dibangkitkan sebagaimana kamu terjaga, dan sesungguhnya kamu akan di hisab menurut apa yang kalian kerjakan, dibalas kebaikan dengan kebaikan, kejahatan dengan kejahatan.
Dan sesungguhnya balasan itu  adalah Surga selama -lamanya atau neraka selama-lamanya

         Ringkasan
Ketika turun ayat ‚wa andzir ‘asyiiratakal akrobiin‛ Beliau saw kumpulkan kerabat dan keluarganya untuk menyampaikan wahyu dari Allah, dan dijawab ajakan tadi dengan jawaban yang buruk oleh Abu Lahab

(18) Marahnya Kaum Quraisyi kepada Nabi saw

-Kecintaan kaum
Quraisyikepada Nabi saw berubah menjadi kebencian, kedekatan
manjadi sangat jauh, kebenaran Nabi saw menjadi dusta dan semua yang dilakukan Nabi saw menjadi bahan ejekan
-Hal itu terjadi semenjak Nabi saw mengajak mereka menyembah Allah , mencela dan menyesatkan para penyembah berhala-Mereka datang ke paman Nabi saw dan meminta padanya untuk melarang Nabi saw melakukan hal itu
-Paman Nabi saw menjawab permintaan mereka dengan baik, sedangkan Rasulullah saw tetap menyiarkan dan meninggikan kalimat kebenaran
Note:
(1) Tidaklah Nabi saw menyesatkan dan menggambarkan mereka sabagai kaum yang tak terpimpin melaikan karena mereka bertaqlid yang salah, sebagaimana firman Allah:
‚artinya: Dan apabila dikatakan kepada mereka: ‚ikutilah apa yang Allah turunkan‛ mereka menjawab‚ tidak, kami akan mengikuti apa yang kami dapati dari leluhur kami. (Apakah
mereka akan mengikuti) walaupun yang leluhur mereka kerjakan tidak menggunkan akal dan tidak terpimpin‛‛

(19) Kedatangan Kaum Quraisyi yang Kedua kepada Abi Thalib

-Ketika kaum Quraisyi melihat Nabi saw tetap menyerukan ajakan  berislam,  dan melihat pembelaan dari paman Beliau saw, pergilah mereka kedua kalinya kepada paman Beliau saw
-Mereka berkata pada paman Nabi saw: ‚kami tidak tahan pada cacian yang ditunjukkan ke luluhur kami, membodohkan dan mecela tuhan-tuhan kami, hendaklah engakau larang keponakanmu atau engkau izinkan kami mencegah dia‛
-Rasulullah saw dipanggil oleh paman Beliau saw dan meminta supaya Nabi saw berhenti dari mengajak hal itu, karena gangguan Quraisyi atas Beliau saw, tetapi Rasulullah saw tetap enggan
-Nabi saw berkata
(1): ‚demi Allah sedikitpun aku tidak akan mininggalkan urusan ini,
sehingga Allah memenangkan hal ini atau aku binasa karenanya‛
-Pamannya berkata: ‚Pergilah dan katakana yang engkau suka, demi Allah aku tidak akan menyerahkan engakau selamanya‛
Note:
‚Demi Allah hai pamanku! Kalau mereka taruh matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiri ku dengan syarat supaya aku meninggalakan urusan ini, aku tak akan hiraukan itu sehingga Allah menangkan aku atau binasa karenanya‛
         Ringkasan
Kaum Quraisyi pergi kepada paman Nabi saw yang kedua kalinya meminta agar Nabi saw berhenti memaki berhala-berhala mereka, tetapi mereka tidak kuasa mencegah Nabi saw disisi lain Nabi saw tetap menyiarkan hal itu

(20) Kedatangan Kaum Quraisyi yang Ketiga kepada Abi Thalib

-Ketika kaum Quraisyi tidak melihat Abu Thalib dan pergilah mereka kepada ‘Umarah bi Al-Walid
-Mereka berkata kepadanya: ‚Ambilah anak muda ini sebagai anakmu, dan serahkan kepada kami keponakanmu untuk kami bunuh‛
-Paman Nabi saw berkata: ‚Alangkah buruknya permintaanmu! Patutkah kamu memberikan anakmu untuk aku mendidik dia dan memberikan anak ku unutk kalian bunuh?‛
-Lalu mereka kembali dengan tangan hampa, sedangkan Rasulullah saw tetap
menyiarkan Islam dengan pembelaan pamannya
      Ringkasan
Kaum Quraisyi pergi ke tiga kalinya ke paman Nabi saw, meminta supaya ia menyerahkan Nabi saw tetapi paman Nabi mengolok mereka serta tidak berkenan mengabulkan permintaanya

(21) Gangguan Kaum Quraisyi kepada Rasulullah saw

-Mulailah kaum Quraisyi mengganggu Nabi saw dan mengejeknya, terutama ketika Nabi saw sholat, setelah mereka mendapati pembelaan dari paman Beliau saw
-Rasulullah saw menghadapi mereka dengan tenang, sabar dan lemah lembut, dan memaafkan mereka
-Orang yang paling aktif mengganggu Nabi saw Abu Jahal
(1)Abu Lahab
(2)‘Uqbah bin Mu’aith dan Walid bin Mughiroh
(3)-Sesungguhnya Allah telah membalas
(4)pengejek tersebut diantara mereka adaa yang terbunuh dan binasa karena penyakit
Note:
(1)‚Sebagian dari gangguan mereka, ketika Rasulullah saw sholat, mereka melarang Beliau saw, sehingga Nabi menggertak mereka dan mereka balas dengan berkata: ‚Apakah engkau
menggertak aku, padahal aku orang kaya?
‛Lalu turunlah ayat surat al-alaq:
‚Janganlah begitu! Jika ia tidak berhenti niscaya Kami akan tarik jambulnya, jambul yang dusta
dan durhaka. Maka biarkanlah ia panggil kaumnya, nanti Kami akan panggil balatentara Kami.
Ingatlah ! jangan engakau turut dia, hendaklah engkau tunduk dan menyembah Allah‛
(2)Iapernah meletakkan kotoran di pintu rumah Rasulullah saw, pernah lagi ketika Nabi saw sedang sholat lalu dia mencekik Nabi saw dengan keras. Dan datanglah Abu Bakar ra
melepaskan  sambil berkata: ‚apakah engkau akan membunuh orang yang mengatakan Tuhanku adalah allah, sedangkan ia datang kepadamu membawa keterangan dari Tuhanmu?‛
(3)Dialah yang Allah firmankan dalam Al
-Quran dalam surat al
-Mudastsir 11‚Tinggalkanlah Aku dan orang-orang yang Aku jadikan sendirian, dan aku jadikan baginya
harta yang melimpah dan anak-anak yang terpandang‛
(4)Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-hijr 95
‚Sesungguhnya Kami pelihara engkau dari pengejekan-pengejekan itu‛
         Ringkasan
Kaum Quraisyi meulai menyakiti Nabi saw tetapi Nabi saw menghadapinya dengan tenang dan sabar, musuh-musuh Beliau saw adalah Abu Jhal, Abu Lahab, dan Uqbah bin Abi Mu’aith

(22) Gangguan Kaum Quraisyi kepada Sahabat Rasulullah saw

-Ketika kaum Quraisyi melihat Nabi saw sangat dihormati, berhentilah mereka mengganggu Nabi saw
-Berpindahlah mereka mengganggu sahabat Nabi saw yang lebih lemah dan tanpa pembela
-Maka tiap kabilah mengganggu para sahabat Nabi saw yang masuk Islam dengan memukul, memenjarakan, memboikot makanan dan minuman, sehingga diantara mereka merasakan siksaan yang pendih sampai untuk duduk pun tidak sanggup
-Sebagian yang mereka siksa adalah Bilal (1)Ammar bin Yasir
(2)saudara, bapak dan ibunya, dan Khabbab bin Arat (3)
Note:
(1)Tuannya yang bernama Umaiyah mengikat leher dengan tali dan di serahkan ke anak-anak untuk diganggu, Bilal ra berkata: ‚Allah yang satu, Allah yang satu‛. Umaiyah membawa batu
kecil yang sangat panas, yang ketika diletakkan daging padanya niscaya akan matang, kemudian ia menyuruh membawa batu besar dan diletakkan di atas dada Bilal ra, lalu berkata padanya:
‚engkau tetap begini sampai kau mati atau engkau ingkari Muhammad‛, namun Beliau ra tetap pada pendiriannya sampai datang Abu Bakar ra membelinya dan memerdekakannya
(2)Mereka menyiksa dia dengan api sampai wafat, sedangkan ayah dan ibunya tetap disiksa
(3)Tuan perempuannya datang padanya dengan membawa besi panas, lalu diletakkan di belakang dadanya agar ia mengingkari Nabi saw, tidaklah bergeming sedikitpun karena kuatnya iman Beliau ra
             Ringkasan
Ketika dukungan pada nabi saw kuat, kaum Quraisyi mulai mengganggu para sahabat terutama orang yang lemah tanpa pembela seperti Bilal ra, dan Ammar bin Yasir ra

(23) Tuntutan Kaum Quraisyi Kepada Nabi saw

-Ketika kaum Quraisyi mendapati yang mereka lakukan tanpa hasil, bahkan menambah keimanan mereka pergilah
(1)mereka ke Rasulullah saw
-Mereka meminta Nabi menyembah berhala mereka dan mereka mau menyembah Allah dan semenjak itu Allah turunkan surat al-Kafirun
-Ketika mereka putus asa, maka mereka meminta Nabi saw menghaspus sebagian ayat al-Quran yang tidak sesuai dengan keinginan mereka, tentang cercaan berhala dan persembahan mereka agar diganti, maka turulah ayat al-Quran surat Yunus 15‚ Katakanlah: “Tidaklah patut bagiku menggantinya dari pihak diriku sendiri. Aku tidak mengikut kecuali apa yang diwahyukan kepadaku.

Note:
(1)
Sebelum mereka pergi ke Nabi saw, mereka utus Uqbah bin Walid kepada Beliau saw. Ia pergi ke Rasulullah saw dan berkata: ‚hai anak saudaraku! Sesungguhnya engkau dari golongan kita, sebagaiman yang engkau ketahui dari keturunan orang baik, tetapi engaku membawa perkara yang besar pada kaum mu; engkau pecah belah persatuan mereka; engakau bodohkan pendapat mereka; engkau cela agama dan tuhan-tuhan mereka; engkau kafirkan leluhur mereka yang sudah mati; dengarkanlah omonganku: ‚jika engkau mau harta kami akan berikan sehingga engakau menjadi kaya raya, jika mau kemuliaan maka kami jadikan engkau ketua kami, kalau yang engkau bawa ini dari jin dan engkau tak kuasa padanya maka kami bawakan thabib yang bisa mengobatimu‛. Maka setelah ia selesai bicara, nabi bacakan ayat pertama surat Fusilat, lalu Uqbah diam dan menyuruh untuk Nabi saw berhenti membacakannya. Ketika kembali, ia nasehati supaya kaumnya membiarkan Nabi saw tetapi kaumny tidak mau‛
         Ringkasan
Ketika mereka putus asa dari mengganggu Nabi saw, mereka meminta Nabi saw menyembah berhala dan mereka menyembah Allah atau mereka meminta mengubah sebagian isi al-Quran yang ada makian terhadap berhala mereka

(24) Hijrah ke Habsyah yagn Pertama

-Ketika Nabi saw melihat berbagai macam siksaan tehadap para sahabat, Nabi saw perintahkan mereka untuk hijrah ke Habasyah
-Berhijrahlah sekitar 10 orang laki-laki dan 5 orang perempuan diantara mereka adalah:
Ustman bin Affan ra dan istrinya Ruqaiyah binti Rasulullah saw
-Mereka kembali setelah tiga bulan karena penderitaan pengasingan dan sedikitnya jumlah mereka
-Yaitu pada tahun ke-5 Hijriah atau yang dikenal Hijrah yang pertama dalam Islam
          Ringkasan
Ketika penyiksaan kaum Muslimin bertambah, Nabi memerintahkan mereka berhijrah ke Habasyah dengan 10 laki-laki dan 5 orang perempuan dan mereka  kembali setelah 3 bulan

(25) Hamzah dan Umar Masuk Islam

-Dalam tahun kelima masuk Islam dua orang pemuka Quraisyi yang sangat disegani keluhuran dan keku atan fisik mereka yaitu Hamzah (1) paman Nabi saw dan Umar bin Khatab (2)
-Umar bin Khatab ra sebelum Islam duluny paling gencar memusuhi Islam dan paling gencarnya mencegah orang masuk Islam, lalu Allah muliakan Islam dengan masuknya Beliau ra
-Jumlah yang masuk Islam pada saat itu adalah 40 orang Laki-laki dan 11 perempuan
Note:
(1)Sebab Islamnya: ketika seseorang melaporkan penganiayaan Abu Jahal terhadap Nabi saw, lalu ia pergi kepada Abu Jahal marah seraya berkata: ‚Bagaimana engkau berani memaki Muhammad sedangka aku mengikuti agamanya?‛ Kemudian ia masuk Islam, ia adalah sebaik
-baiknya orang berislam, sehingga mendapat gelar ‚Asadullah (Singa Allah)‛
(2)Tidak seorangpun yang menyangka ia masuk Islam, tak berapa lama sebelum Islamnya, nabi saw berdoa ‚Wahai Tuhanku muliakanlah Islam dengan (tenaga) Umar‛, maka doa itu terkabulkan
        Ringkasan
Pada tahun kelima dari kenabian Beliau saw Allah menguatkan Islam dengan tenaga Umar bin Khatab ra dan Hamzah bin Abdul Muthalib ra paman Beliau saw

(26) Pengepungan Nabi dan Keluarganya

-Ketika orang Quraisyi melihat Islam tersiar diantara kabilah-kabilah , mereka bersepakat untuk membunuh Nabi saw
-Mereka kepung Beliau saw dan orang rumahnya di Syi’ib  (di Makkah) mereka menahan makanan untuk Nabi saw dan keluarganya dan mereka sepakat untuk tidak menerima permintaan damai dari pihak Nabi sedikitpun, kecuali kalau mereka
menyerahkan Nabi saw untuk dibunuh
-Apa mereka telah setujui mereka tulis dalam lembaran yang digantung di Ka’bah
-Kejadian demikian ini terjadi pada tahun ke tujuh kanabian Beliau saw
        Ringkasan
Ketika tersiar Islam kaum Quraisyi
mengepung Nabi saw, keluarga dan para sahabat di Syi’ib Makkah, mereka memboikot makanan selama 3 tahun dan sepakat untuk membunuh Beliau saw

(27) Hijrah ke Habasyah yang kedua Kalinya

-Setelah Nabi saw dan kaum beliau masuk Syi’ib, maka Nabi saw perintahkan  semua orang Islam untuk hijrah ke Habasyah
-Berhijrahlah sekitar 73 laki-laki dan 11 perempuan, diantara mereka ada ja’far bin Abi Thalib
-Orang –orang Islam Yaman menyusul mereka, diantara mereka adalah Abu Musa al-Ash’ari dan anak-anak pamannya
-Hijrah ini terjadi dalam tahun ke tujuh dari kenabian Rasulullah saw
    Ringkasan
Setelah Nabi saw masuk ke Syi’ib pada tahun ke tujuh Beliau saw perintahkan orang-orang Islam untuk berhijrah untuk ke dua kalinya ke Habasyah dengan membawa sekitar 73 laki –laki dan 11 perempuan kemudian mereka disusul oleh orang Islam dari Yaman

(28) Raja Habsyah Masuk Islam

-Ketika kaum Quraisyi mengetahui kaum Musliman hijrah ke Habasyah mereka mengutus dua orang
laki-laki
(1)dengan membawa banyak hadiah  agar Raja Habasyah megembalikan orang Islam yang hijrah tadi
-Raja Najasyi tidak mau menyerahkan mereka, setelah Ja’far bin Abi Thalib tetang kebenaran agama Islam  dengan membacakan permulaan surat Maryam
-Kedua orang suruhan tadi tidak berhasil membawa mereka pulang, kemudian pada waktu itu (tahun ke tujuh kenabian)
Najasyi, para pendeta, dan pemimpin-peminpin masuk Islam
-Kemudian Raja Najasyi tadi meninggal dunia dan di sholatkan oleh Rasulullah saw, ketika itu Malaikat Jibril memberitahu Nabi saw tentang kematian raja Najasyi tadi ini merupakan awal mulanya sholat ghaib dalam Islam
Note:
(1)Mereka adalah Amr bin Ash dan Ammarah bin Walid mereka berkata pada Raja Najasyi: ‚Wahai Raja, beberapa anak-anak bodoh dari golonganku telah masuk ke negeri ini, mereka meninggalkan agama nenek moyang mereka, mereka adakan agama baru yang kami dan engkau tidak mengetahuinya. Kami diutus kepadamu, bersama mereka itu ada orang-orang yang mulia dari kaum mereka, diantara bapak dan paman mereka dan keluarga mereka supaya engkau kembalikan orang yang berhijrah ini kepada mereka‛. Raja Najasyi berkata: ‚
Aku tidak akan menyerahkan mereka sebelum ku panggil dan ku tanya mereka‛. Ketika ia panggil dan menanyai mereka berkatalah Ja’far bin Abi Thalib kepadanya: ‚Wahai Raja, kami ini orang-orang jahiliyah, penyembah berhala, pemakan bangkai, suka mengerjakan kejahatan, pemutus silatarahim, tidak berbuat baik dengan tetangga, yang kuat menyakiti yang lemah, sehingga Allah mengutus Rasul yang kami mengetahui nasabnya, kebenarannya, amanahnya, penjagaan dirinya, lalu ia mengajak kami untuk mengesakan Allah, meninggalkan penyembahan berhala, menghubungkan tali silaturrahim, menjauhi yang haram, dan pembunuhan, ia melarang kami berbuat keji, berdusta dan memakan harta anak yatim, memerintahkan kami sholat, puasa, zakat dan haji lalu kemi beriman kepadanya dan kami benarkan dia

  Ringkasan
Kaum Quraisy mengirim dua orang ke Raja Najasyi supaya Raja mengusir kaum muslimin dari negaranya tapi beliau tidak menghendaki demikian, malah ia dan pengikutnya masuk Islam,dan disaat itulah Rasulullah saw menyolatkan beliau secara ghaib (Sholat Ghaib)

(29) Nabi Keluar dari Kepungan

-Di tahun kesepuluh kenabian Beliau saw,bersepakatlah lima orang pemimpin kaum Quraisyi dengan membuat surat perjanjian
(1)-Lalu Nabi saw dan para sahabatkeluar dari kepungan itu, sesudah mereka tinggal di Syi’ib selama 3 tahun
-Tidak sedikitpun makanan  yang sampai pada mereka kecuali dengan jalan sembunyi-sembunyi sehingga mereka terpaksa mekanan dedaunan dari pohon
-Nabi saw yang mengabarkan bahwa surat perjanjian itu telah dimakan anai-anai, ketika kaum Quraisy menurunkannya untuk disobek, mereka mendapati apa yang dikabarkan Nabi saw
Note:
(1)Orang pertama yang bicara diantara mereka adalah Zuhair dengan berkata: ‚
hai ahli Makkah, apakah kita patut makan dan berpakaian sedangkan bani Hasyim dan bani Muthalib binasa?

mereka tidak bisa berjual beli, demi Allah aku tidak akan diam sebelum surat perjanjian yang melampaui batas itu dikoyak. Lalu ucapan mereka dikuatkan oleh 4 orang lainnya, lalu Abu Jahal berkata: ‚ini suatu urusan yang perlu dibicarakan di waktu malam‛, mereka lalu berembuk tentang hal itu di waktu dan  tempat yang lain

   Ringkasan
Di tahun kesepuluh kenabian dikoyaklah surat perjanjian itu dan keluarnlah Nabi saw dari pemboikotan itu yang sudah berlangsung selama 3 tahun.

(30) Utusan Najran

(1)-Pada tahun ke 10 kenabian Beliau saw datanglah utusan kaum Nasrani dari Najran
(1)-Mereka mendengar kabar tentang Nabi saw dari orang-orang yang berhijrah ke Habasyah, mereka dating sejumlah 20 orang laki-laki
-Rasulullah saw membacakan al-Quran kepada mereka lalu mereka semua beriman
-Abu Jahal mengancam
(2)mereka masuk Islam namun mereka berkata padanya:‚bagi kamu apa yang kamu pilih dan bagi kami apa yang kami pilih‛
Note:
(1)Suatu negeri diantara Makkah dan Yaman
(2)Ia berkata kepada mereka: ‚Kami tidak pernah melihat penunggang kuda bodoh dari kalian, kaum mu mengutus kalian, kalian mengetahui cerita tentang orang terdahulu lalu kalian murtad dari agama kalian‛. Maka kaum Najran berkata: ‚semoga engkau mendapat keselamatan, kami tidak menganggapmu bodoh, bagimu lah apa yang kamu pilih dan abagiku lah apa yang aku pilih‛. Kemudian Allah menurunkan Ayat sehubungan dengan hal ini.‚Lakum diinikum waliyadiin‛

    Ringkasan
Pada tahun ke 10 kenabian Beliau saw datanglah sebagian dari kaum Nasrani Najran kepada Nabi saw sebagai utusan. Lalu Nabi saw membacakan al-Quran dan mereka masuk Islam

(31) Wafat Siti Khadijah

–Pernikahan dengan Saudah dan ‘Aisyah ra
-Pada tahun ke 10 kenabian Beliau saw Siti Khadijah meninggal dunia, Rasulullah saw begitu berduka atas wafatnya istri Beliau saw, karena Siti Khadijah sangat mencintai Beliau saw dan yang paling membela Nabi saw dari gangguan orang-orang jahiliah
-Sesudah wafatnya Siti Khadijah ra, Beliau saw menikah dengan Saudah yang ditinggal wafat oleh suaminya. Ia adalah perempuan yang sudah masuk Islam terdahulu dan menyalahi kaum kerabatnya yang memusuhi Islam
-Sesudah satu bulan kemudian Nabi saw akad dengan Siti Aisyah anak dari Abu Bakar As
-Shidiq ketika beliau berusia 7 tahun
-Tidak pernah Nabi saw menikah dengan yag masih perawan kecuali dengan Siti Aisyah, dan Beliau saw bercampur dengannya ketika di Madinah

        Ringkasan
Pada tahun kesepuluh meninggal lah Siti Khadijah ra, lalu menikahlah Nabi saw dengan Saudah, lalu menikah dengan Siti Aisyah ketika berumur 7 tahun dan Beliau saw bercampur dengannya ketika berada di Madinah (ketika sudah baligh)

(32) Paman Nabi saw Wafat

-Sesudah Siti Khadijah wafat, sebulan kemudian paman Beliau saw Abu Thalib wafat, Rasulullah saw sangat beduka akan hal ini
-Tahun itu dinakan ‚Tahun DUKA CITA‛ karena di tahun yang bersamaan meninggal istri dan paman Beliau saw
-Paman Beliau saw percaya pada kebenaran yang dibawa Rasulullah saw, hanya beliau tidak pernah mengakuinya secara lisan sampai akhir hayat beliau, karena takut celaan kaum Quraysi
-Sehubungan dengan hal ini turunlah ayat dalam suray al-Qoshos 56:
Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk
-Maka dengan hal ini mari mendoakan agar Allah meringankan siksaannya

     Ringaksan
Dalam tahun itu wafatlah paman Beliau Abu Thalib yang merupakan pembela Nabi saw yang paling kokoh dalam membela, tetapi ia tidak mengikrarkan Islam karena takut celaan kaumnya.

(33) Gangguan Kaum Quraisyi kepada Nabi saw

-Sesudah Istri dan paman Beliau saw wafat, mulailah mereka mengganggu Nabi saw
-Mereka menaburkan pasir pada Beliau saw, menaruh kotoran binatang ketika Beliau saw sholat
-Sesekali mereka mengikat dan menghujat Beliau saw sambil berkata: ‚Engkaulah yang akan menjadikan tuhan-tuhan kami menjadi tuhan yagn satu..??‛
-Lalumajulah AbuBakar ra dan melapaskan Beliau saw dari gangguan mereka, dan berkata pada mereka: ‚Apakah kamu hendak membunuh seseorang karena ia berkata Tuhanku ialah Allah..??‛

        Ringkasan
Mengenai gangguan kaum Quraisyi semakin menjadi ketika Istri dan Paman Beliau saw wafat, mereka bahkan bermaksud membunuh Beliau saw

(34) Hijrah ke Thaif

-Ketikan Rasulullah saw melihat penistaan yang dilancarkan kaum Quraisyi kepada Beliau saw, berhijrah Beliau saw ke Thaif di tahun ke 10 bersama Zaid bin Haritsah
-Nabi saw menuju ke kaum Tsaqief dan meminta pertolongan dari mereka untuk melawan kaum Beliau saw yang sudah sangat keterlaluan
-Permintaan Beliau saw ini ditolak mentah-mentah bahkan kasar oleh mereka, malah mereka menyuruh orang-orang durjana dari kaumnya untuk memaki Nabi saw, mereka lempari Nabi saw dengan batu, sehingga mengalirlah darah Beliau saw dari urat kakinya
-Zaid bin Haritsah ra yagn menghalangi dan melindungi Beliau saw dari lemparan batu-batu tersebut sehingga ada beberapa batu yang mengenainya
(1)-Ketika tidak menemui hasil yang diingikan maka Nabi saw kembali ke Makkah
(2),setelah kurang lebih sebulan tinggal di Thaif
Note:
(1)Datanglah Jibril kepada Nabi saw dan berkata: ‚Sesungguhnya Allah memerintahkanku, dan aku taat kepada apa yang kamu perintahkan untuk kaummu yang mereka perbuat ini. Lalu Nabi saw bersabda: ‘Wahai Tuhanku, pimpinlah kaumku kerena sesungguhnya mereka tidak
mengatahui’ Lalu Jibril berkata: ‘Benarlah mereka menamakanmu pengasih dan penyayang’…‛
(2)Ketika Nabi saw sampai di Nkhlah (sebuah tempat dekat Thaif)
datanglah sekelompok Jin mendengarkan Al-Quran, mereka diantaranya dari golongan kaum Nabi Musa as, ketika mereka mendengarkan, mereka diam. Kemudian mereka menyampaikan kabar gembira dan ancaman  seperti yang mereka dengan dari Rasulullah saw, berkaitan dengan ini Allah catatkan kisahnya dalam Surat Jin.

(35) Isra’ dan Mi’raj Nabi saw

-Pada tahun ke 11 Allah muliakan Beliau saw dengan Isra’ dan Mi’raj
-Isra’ adalah perjalanan Nabi saw dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha
-Mi’raj
(1)adalah Naik nya Nabi saw ke Sidrotul Muntaha dan diwajibkan padanya Sholat lima waktu
-Di waktu pagi dari malam Isra’ itu Jibril mengajarkan kepada Nabi saw tentang tatacara sholat dan waktu
-waktu sholat
Note
:(1)Diperselisihkan apakah Rasulullah saw dalam perjalanannya termasuk dengan roh dan jasadnya atau tidak, Mayoritas ulama ahlussunah waljamaah berpendapat dengan roh dan jasad Nabi saw, sedangkan ‘Aisyah, Muawiyah dan Al-Hasan mengatakan hanya roh nya saja

Ringkasan
Dalam tahun ke 11 Allah swt memuliakan Nabi saw dengan Isra’ dan Mi’raj dan didalamnya diwajibkan sholat lima waktu

(36) Ajakan Berislam ke Keluarga Nabi saw

-Rasulullah saw mengajak kaum Quraisyi menuju Islam selama 10 tahun dengan halus dan penuh kelembutan; ketika Nabi saw melihat kekerasan perlawanan dari mereka, bencinya mereka kepada Beliau saw, dan rintangan mereka kepada penyiaran Islam
-Nabi saw pada tahun yang sama menyiarkan islam ke kabilah
-kabilah dan ke pasar-pasar mereka
-Nabi saw mengajak mereka ke agama yang diridhoi Allah swt, ada diantara mereka yang menolak dengan kasar ada juga yang menolak dengan halus
-Diantara mereka yang menolak secara kasar adalah dari kaum Bani Hanifah golongan Musailamah Al-Kahzab

Ringkasan
Di tahun ini Nabi saw memberanikan diri berdakwah ke pembesar kaumnya dan di pasar-pasar. Sebagian dari mereka menolak dengan baik ada juga yang menolak secara kasar.

(37) Permulaan Islam Kaum Anshor

-Di tahun ke 11 datanglah 6 orang dari Yatsrib
(1)(dari kabilah Khajraz)ke Makkah
untuk berhaji
-Nabi saw mengajak mereka ke agama Islam,dan mengajak mereka untuk membantu dakwah Beliau saw
-Mereka pun beriman kepada apa yang dikatakan Nabi saw, bahkan mereka berikrar diantara mereka: ‚Demi Allah, sesungguhnya dialah Nabi orang-orang Yahudi yang dijanjikan kepada kita. Sudah sepantasnya kita beriman padanya akan hal ini‛
-Ketika meraka tiba di tempat mereka, dipaparkanlah apa yagn mereka dengan dari Rasulullah dan mereka mengajak mereka untuk memeluk Islam, terkenal lah Nabi saw di sana dan demikian lah awal permulaannya orang Yatsrib masuk Islam

Ringkasan
Di tahun ini 6 orang dari Yatsrib masuk ke Makkah untuk berhaji, lalu mereka masuk Islam, dan mereka menyairkan Islam di kaumnya, terdengarlah nama Nabi saw di Madinah

(38)Bai’at Aqobah yang Pertama

-Di tahun ke 12 datanglah 12 orang ke Madinah
(1)-Mereka berkumpul dengan Rasulullah saw dekat ‘Aqobah pertama dan bermubaya’ah
(sumpah setia/baiat)
(2)untuk penyiaran Islam dengan beberapa syarat
-Yaitu: tidak boleh menyekutukan Allah, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak mereka, tidak berdusta, tidak durhaka sombong; maka barang siapa yang melakukannya surga adalah balasan baginya, jika tidak semua urusan dikembalikan kepada Allah swt, siapa yang Allah ampuni, siapa yang Allah siksa
-Ketika mereka kembali ke negeri mereka, Nabi utus bersama mereka
(3)untuk mengajarkan Islam pada mereka. Tersiarlah dengan ini Islam sebab mereka itu, dari rumah ke rumah mereka tersiarlah Islam
Note:
(1)10 orang dari Aus 2 orang dari Khazraj
(2)Dalam tarikh Bai’ah ini dinamakan:
Baitun-Nisaa’
(3)Beliau adalah Mush‘ib bin Umair atau disebut juga Al-Muqrie

Ringkasan
Di tahun ke 12 datanglah 12 orang laki-laki dari Madinah, mereka bermubaya’ah kepada Rasulullah saw di ‘Aqobah lalu mereka pulang dengan menyiarkan Islam pada kaumnya

(39)Bai’at Aqobah Kedua

-Pada tahun ke 13 dari kenabian datanglah kepada Rasulullah saw 73 laki-laki dan dan 2 perempuan dari Madinah
-Mereka bermubaya’ah (sumpah setia/baiat) dengan Rasulullah saw dekat ‘Aqobah yang kedua, bahwa mereka akan menyembah Allah dan tidak menyekutuka-Nya dengan apapun, tidak menghalangi Rasul saw jika Beliau saw berhijrah ke tempat mereka
-Lalu mereka membagi dari yagn hadir menjadi 12 kelompok yang diketuai seseorang di masing-masing kelompoknya, Nabi saw bekata: ‚kamu menjadi wakil terhdap kaummu dengan yang ada pada mereka, kamu penjamin seperti Hawariyyin kepada Nabi Isa’ as bin Maryam, sedangkan aku menjadi penjamin kaumku‛
-Mereka kemudian kembali ke Madinah dengan menyiarkan Islam dengan lebih semangat, Islam pun tersiar dengan pesat di sana

Ringkasan
Di tahun ke 13 datanglah 73 laki-laki dan 2 orang perempuan kepada Nabi saw untuk bersumpah setia di Aqobah yang kedua kalinya, lalu mereka kembali ke Madinah dan menyiarkan Islam dengan lebih pesat

(40) Hijrahnya Kaum Muslimin ke Madinah

-Ketika kaum Muslimin mengetahui perihal tersiarnya Islam di Madinah, kaum jahiliyah Makkah semakin keras menyiksa Rasulullah saw dan para sahabat ra,
-Kemudian Rasulullah saw memerintahkan mereka agar berhijrah ke Madinah bertemu dengan saudara mereka kaum Anshor
-Mereka mininggalkan Makkah dengan sembunyi-sembunyi takut diketahui kaum Quraisyi yang bisa menghalangi maksud mereka (1)-Abu Bakar ra ingin ikut berhijrah ke Madinah tetapi Rasulullah saw mencegahnya agar menemani Rasulullah saw di Makkah
Note:
(1)Mereka keluar satu persatu dengan sembunyi-sembunyi agar ibadah mereka kepada Allah semakin kuatkecintaan kepada Nya melebihi dari apapun bercampur dalam darah dan daging mereka. Mereka tidak memperdulikan berpisah dengan tempat asal mereka jauh dari keluarga dan saudara mereka, selama dalam jalan mencari ridho Allah dan Rasul-Nya

Ringkasan
Ketika penduduk Madinah memeluk Islam, penduduk Makkah kian gencar menyiksa Rasulullah saw dan para sahabat, karenanya Rasulullah saw memerintahkan mereka untuk berhijrah ke Madinah dengan bertahap secara rahasia.

(41) Persekongkolan Kaum Quraisyi untuk Membunuh Nabi saw

-Ketika mereka mendapati banyak dukungan dari para sahabat dan kaum Muslimin di Madinah dalam syiar agama Islam  maka kaum Quraisyi sepakat untuk membunuh Nabi saw
(1)-Mereka bersepakat untuk mengirim seorang pemuda dari tiap-tiap
kabilah agar mereka berkumpul ke rumah Rasul saw dan memukuli Rasul saw satu persatu dengan maksud menistakan perlawanan kabilah Nabi saw ketika mereka menuntut, karena hal tersebut dilakukan oleh semua kabilah
-Allah swt memberitahukan hal tersebut dan memerintahkan Rasulullah saw untuk berhijrah ke Madinah
Note:
Setelah mereka berunding mengenai hal busuk tersebut, Abu Jahal berkata kepada mereka: ‚Aku punya satu ide yang kalian tak pernah fikirkan, kitabunuh saja dia (sampai habis ucapnnya)‛. Mereka setuju dengan
usulan itu, dan sepakat mengenai penyebaran Islam hanya boleh terjadi di luar Makkah. Ada hikmah yang lain yang terkandung tersebarnya Islam di Madinah, bukan di Makkah. Yaitu musuh-musuh Islam tak mungkin berkata Islam tersebar di Makkah karena kaum Quraysi yang member keluasan penyebaran Islam (ada kepentingan kaum tertentu).

(42) Hijrah Rasulullah saw

-Rasulullah saw menemui Abu Bakar ra dan memeberi tahu kabar dari Allah swt yaitu agar beliau untuk menemani Rasul saw, dan Abu Bakar ra menjawab ‚ya‛
-Kemudian keduanya menyiapkan dua kendaraan untuk perjalanan mereka dan mempercayakan kendaraan itu kepada seorang penunjuk jalan
-Dan menyuruh penunjuk jalan tadi untuk membawa Rasul saw dan Abu Bakar ra ke Gua Hiraa’ (1)-Pada malam hari Rasul saw memutuskan untuk keluar dari kediaman Beliau saw, ketika itu Rasul saw melihat banyak sekali para pemuda mengelilingi rumah Beliau saw
-Ketika Rasulullah saw hendak keluar disuruhlah anak paman Beliau Ali bin Abi Thalib untuk tidur di tempat tidur Nabi saw, untuk mengelabui musuh (2) dan Beliau saw juga memerintahkan Ali bin Abi Thalib ra untuk mengembalikan barang-barang titipan yang ada pada Nabi saw (3)-Kemudian Nabi saw keluar dari kerumunan orang  (4), dengan cara Allah menjadikan mereka tertidur, dengan demikian tak seorangpun meliat Nabi saw. Setelah itu Nabi saw menemui Abu Bakar ra kemudian mereka berjalan hingga ke Gua Hiraa’ dan bersembunyi di dalamnya
Note:
(1)Kemudian Nabi saw berpisah dan bersepakat untuk bertemu kembali di luar kota Makkah
(2)Sesekali mereka para pemuda memantau kondisi kamar Nabi saw untuk memastikan Rasulullah saw
ada di dalamnya
(3)Para penduduk Makkah biasa menitipkan barang ke Nabi saw agar aman, mereka takut kehilangan
barang tersebut maka dititipkannya di rumah Nabi saw
(4)Rasulullah saw sambil menbaca ayat surah Yasin:9
‚Dan kami jadikan dihadapan mereka dan dibelakang mereka sekatan, Lalu kami tutupi mereka sehingga mereka tidak bisa melihat‛

Ringkasan
Rasululah saw dan Abu Bakar rame ngambil keputusan untuk berhijrah dan keduanya menyiapkan kendaraan, ketika Nabi saw keluar dari rumahnya mereka tidak mengetahui hal tersebut. Sampai dengan Nabi saw dan Abu Bakara ra sampai di Gua Hiraa’ dan bersemunyi di sana.

(43) Kaum Quraisyi Mancari Nabi saw

-Ketika mereka sadar yang didapatinya adalah bukan Rasul saw, mereka sangat marah karena merasa terbodohi
-Mereka memerintahkan setiap pemuda dengan membawa pedang untuk mencari Beliau saw ke segala penjuru kota
-Mereka bersedia member hadiah 100 unta betina bagi yang mendapatkan Nabi saw atau menujukkan kemana Rasul saw berada
-Mereka periksa sampai ke gua dimana Rasul saw bersembunyi, secara logika sangatlah mudah menemukan Rasul saw dan Abu Bakar ra, tapi Allah melindungi mereka
-Abu Bakar ra melihat mereka dan Ia menangis kemudian Rasul saw bersabda: ‚Janganlah engkau bedukacita, sesungguhnya Allah swt bersama kita‛. Allah saw tutup penglihatan mereka sehingga mereka kembali dengan tanpa hasil

Ringkasan:
Waktu pagi hari kaum Quraisyi mencari keduanya sampai ke gua dimana Nabi saw dan Abu Bakar ra bersembunyi, jarak kaum musyrik dengan Baliau saw sangat dekat tapi Allah swt melindungi mereka sehingga orang musyrik kembali dengan tangan hampa. Saking gencarnya pencarian, mereka menjanjikan hadiah 100 onta bagi yang tahu dimana Rasul saw berada.

(44)Nabi Keluar dari Gua

-Setelah berhenti pencarian terhadap Rasulullah saw, kemudia Rasul saw dan Abu Bakar ra keluar dari gua  tersebut setelah bediam selama 3 malam di dalamnya
-Abdullah bin Abu Bakar
(1)datang kepada Rasul saw dan Abu Bakar ra di sore hari dan
memberi kabar perihal orang Quraisyi
-Saudaranya Asma’ membawa makanan kepada keduanya secara sembunyi-sembunyi takut
akan ancaman kaum Musyrikin
-Ketika itu di pagi hari hari ketiga, penunjuk jalan tersebut membawa keduanya dengan dua
kendaraan menuju Madinah
-Di perjalanan Rasulullah saw dan Abu Bakar ra bertemu Suraqoh
(2), dia bermaksud membunuh Rasul saw tetapi malahan Suroqoh menjadi ketakutan melihat Nabi saw
Note:
(1)Beliau ra tinggal di Makkah seolah
-olah tidur bersama Qurasyi. Ketika iai mendengar kabar dari kaum
Musyrik tentang Nabi saw dan Abu Bakar radatanglah  ia pada malam hari untuk menemui keduanya, ia kabarkan hal itu dan bermalam di tempat keduanya
(2)Ia penah mendengar tentang hadiah yang diadakan kaum Quraisyi, bertemulah ia dengan Rasul saw
(mengancam Beliau saw untuk dibunuh) jaraknya sangat dekat, lalu tergelincirlah kuda dan suroqoh
jatuh bersamanya. Lalu ia bangun lagi sampai sangat dekat dengan Nabi saw sampai ia mendengar ucapan Rasulallah saw tapi ia tak menghiraukannya. Jatuh lagi kaki kuda dengan dia ke pasir gurun
sulit untuk dikeluarkan, sampai bertaburan debu-debu akibat usaha suroqoh untuk keluar dari jeratan pasir itu. Namun usahanya tadi sia-sia tanpa hasil, mengingat kond
isi yang kritis ini suroqoh memanggil Rasul saw dan Abu Bakar ra untuk meminta jaminan keamanan (ditolong) dari keduanya, suroqoh kembali tanpa hasil dan tidak disakiti sedikitpun.

Ringkasan
Setelah 3 malam keluarlah Nabi saw dan Abu Bakar ra dari gua, Keluarga Abu Bakar dating
kepada keduanya membawa makanan dan kabar berkaitan rencana kaum Musyrikin.
Keduanya kemudian pergi dengan seorang penunjuk jalan untuk keluar dari Makkah, dan
diikuti oleh Suroqoh bin Malik, akan tetapi usaha suroqoh tak membuahkan hasil.

(45)Singgah di Quba
(Permulaan pembangunan Masjid kaum Muslimin)

-Rasulullah saw sampai ke Quba’ pada hari kedua Rabiul Awwal atau 30 September 622 Masehi
(1)-Beliau saw tinggal di Makkah selama 13 tahun dengan segala keterbatasan dan penganiayaan
dantekanan yang sangat dalam menyiarkan agama Islam
-Nabi saw tinggal di Quba’ selama 22 malam bersama dengan para sahabat Muhajirin dan
Anshor dengan aman dan tentram
-Di masa itu Beliau saw mendirikan masjid Quba’ yang Allah swt sifatkan dengan masjid ‚yang
di dirikan untuk berbakti

Note:
(1)Inilah dalam permulaan sejarah kelahiran Islam, sesudah Hijriyah. Dengan sejarah ini sempurnalah
bagi Rasulullah saw perjalanan para Nabi sebelumnya. Dikarenakan tak ada seorangpun Nabi yang
setiap saat dihina, disakiti, diganggu yang menyebabkan Beliau saw berhijrah dari negri nya sendiri
dari Nabi Ibrahim as sampai Nabi Isa as.

Ringkasan
Pada 2 Rabiul Awwal Nabi saw dan Abu Bakar ra sampai di Quba’ dengan selamat dan tinggal di sana selama 22 hari, dan di waktu itu pula Rasul saw mendirikan Masjid Quba’ ‚Masjid yang didirikan untuk berbakti‛

(46)ke Madinah, Awal Sholat Jumat dan Khutbah Jumat dalam Islam

-Ketika Rasul saw keluar dari Quba’ menuju Madinah Beliau saw dikerumini para sahabat
Anshor yang dalam keadaan besuka cita
-Dalam perjalanan itu tibalah saat nya waktu Jumat kemudian Beliau saw shalat bersama kaum Muslimin.
Di sinilah bermula shalat dan khutbah Jumat pertama dalam Islam
-Para warga Madinah berkumpul menemui Beliau saw, mulai dari para perempuan, anak-anak
mengucapkan syair:‛Bulan purnama telah terbit atas kita‛‚Dari Kampung Tsaniyatul Wada’ ‛
‚Kita wajib bersyukur atas hal ini‛‚ Selamanya kepada Allah orang berdoa‛‚ Wahai utusan kepada kaum kita‛‚ Dengan membawa perintah‛
‚Engkau telah tiba‛

Ringkasan
Keluarlah Rasul saw dari Quba’ menuju Madinah dan Beliau saw dikerumuni oleh kaum
Anshor dan Muhajirin. Nabi shalat dan berkhutbah Jumat dalam perjalanannya. Beliau diterima oleh kaum Muhajirn dengan sangat meriah penuh suka cita.

(47)Masuk dan Singgahnya Nabi saw di Madinah, Cintanya kaum Anshor

kepada Kaum Muhajiriin / Persaudaran Islam
-Ketika Rasulullah saw mesuk ke Madinah, ketika itu juga Rasul saw melihat rumah kaum Anshor mereka meminta kepada Rasulullah untuk singgah di rumah mereka
(1)-Nabi sawsinggah di rumah sahabat ayyub al Anshori, dirumah yang awal masuk ke Madinah supaya kaum Muslimin mudah untuk berziarah kepada Beliau saw
(2)-Kaum Anshor gembira atas kedatangan kaum Muhajirin bahkan mereka menyambutnya dengan sambutan yang luar biasa sampai-sampai mereka berebut. Dengan hal ini untuk mencegahnya dilakukan pengundian (tak seorangpun kaum Muhajirin tinggal di rumah
kaum Anshor melaikan melalui undian)
-Kemudian Rasulullah saw menjadikan mereka bersaudara dalam ikatan persaudaraan Islam yang di ibaratkan sebagai satu kesatuan / benda
Note:
(1)Mereka memegang pengikat onta yang dinaiki Nabi saw,  lalu Nabi saw berkata: ‚Beiarkanlah ia,
karena ia diperintah‛. Tetapi onta itu terus dan berhenti di rumah Abi Ayyub al Anshori
(2)Awalnya sahabar Ayyub menolaknya karena letak rumahnya rendah dari rumah yang lain dan
memohon dan menyarankan Rasulullah saw untuk pindah ke tempat yang lebih tinggi

Ringkasan
Rasulullah saw singgah di rumah Abi Ayyub al Anshori dan mempersaudarakan antara
kaum Muhajirin dengan kaum Anshor dalam persaudaraan Islam

(48)Hijrah Keluarga Nabi saw Asalmula Qunut Nazilah (ada musibah) di Madinah

-Ketika Rasulullah saw menetap di Madinah, Rasul saw memerintahkan orang untuk mencari keluarga Beliau saw yang masih tertinggal, dan diantara yang mencari adalah
Abdullah bin Abu Bakar ra
-Didapatkan lah fakta dimana kaum Musyrikin di Makkah melancarkan penindasan kepada kaum Muslimin yang hendak pergi keluar Makkah
-Mendengar hal yang demikian Rasulullah saw mendoakan mereka dengan shalat witir dan shalat Subuh
(1)setelah atau sebelum ruku  dan inilah awal mulanya qunut
-Banyak orang Muhajirin yang terkena demam (2). Lalu Nabi saw mendoakan merekak agar Allah mencabut penyakit itu.
Dan Allah swt mengabulkan doa tersebut
Note:
(1)Inilah ada sedikit perbedaan para imam tentang letak bacaan qunut
(2)Karena iklim di Madinah sangat berbeda dengan lingkungan di Makkah, mereka belu m bisa
beradaptasi dengan iklim yang baru

Ringkasan
Rasulullah saw mengutus orang untuk mencari keluarganya yang masih tertinggal, kemudian mereka dating dengan Abdullah bin Abu Bakar ra. Ternyata didapatilah orang
musyrik Makkah menindas kaum Muslimin yagn masih ada di sana dan yang mau berhijrah. Kemudian mendengar hal tersebut Nabi saw mendoakan mereka dan di sinilah
awal mulanya qunut dalam shalat subuh

   RINGKASAN MASA YANG KEDUA (UNTUK DIHAFAL)

Ketika umur Nabi saw 40 tahun, Allah swt mengutus Beliau saw sebagai rahmat untuk seluruh  alam.
Wahyunya,  bermula  dari  mimpi  yang benar.  Kemudian  Malaikat  Jibril  turun kepada Beliau saw ketika Nabi saw sedang beribadah di gua Hira’. Ia mengajarkan Nabi saw
bagaimana seharusnya menjadi pemimpin yang memimpin manusia ke jalan yang lurus.
Nabi  memulai dengan ajakan secara sembunyi-sembunyi, orang pertama yang beriman kepada Beliau  saw  adalah  Siti  Khadijah,  Abu  Bakar  ra,  Ali  bin  Abi  Thalib  ra,  dan  Zaid  bin Haritsah  ra.
Setelah  tiga  tahun  Nabi  saw  diperintahkan  untuk  menyampaikan  Islam  dengan terang-terangan lalu Beliau saw mengumpulkan kaumnya untuk menyampaikan ancaman azab akhirat yang pedih ketika itulah turun ayat ‚Ancamlah keluargamu yang dekat‛ Nabisaw mengumpulkan kerabat dan keluarganya dan menyampaikan kepada mereka tentang kebenaran Islam, akan tetapi paman Beliau saw, Abu Lahab menolaknya dengan keras.
Orang  Arab  sebelum  datangnya  risalah  yang  dibawa  Nabi  saw  mereka  menyembah berhala,  membunuh  anak  laki-laki,  mengubur  hidup-hidup  anak  perempuan  mereka,  mudah membunuh  satu  sama  lain,  dan  sejenis  kejahatan  tersebut.  Ketika  Rasulullah  saw  mengajak mereka  untuk  menyembah Allah  swt  yang  maha  Tunggal  dan  mengajak  mereka  kea  rah kebenaran dan meninggalkan kepercayaan mereka, marahlah kaum Musyrikin tersebut dengan sangat.
Maka  berbaliklah  rasa  cinta  dan  hormat  kepada  Nabi  saw  menjadi  kemarahan  dan kebencian yang membara.Ketika  Rasulullah  saw  memaki  tuhan-tuhan  mereka  dan  meyesatkan  para  leluhur mereka, pergilah mereka ke paman Nabi saw untuk mengadukan hal tersebut selama tiga kali, tanpa membuahkan hasil.
Sebenarnya  setelah  sekian  lama  kaum  Quraisyi  dating  kepada  paman  Beliau  saw,
dimintalah  beliau  saw  untuk  menhentikan  apa  yang  diucapkannya  dulu.  Hal  tersebut  tidak membuat  Rasulullah  saw  kendor menyiarkan  Islam,  di  sisi  lain  paman  Beliau  saw  tetap melindungi kegiatan Nabi saw.
Ketika kaum Quraisyi melihat hal itu, mulailah mereka menyakiti secara fisik Nabi saw, mengejek,  menghina, merendahkan, dikatakan  gila,  namun Beliau saw  tetap  sabar  dan  selalu memaafkan mereka. Lalu gangguan itu ditujukkan kepada para sahabat Nabi saw, tiap kabilah menyiksa  siapa  saja  yang  masuk  Islam dengan  siksaan  yang  tidak  manusiawi.  Nabi  saw memerintahkan kaum Muslimin untuk berhijrah ke Habasyah. Berhijrahlah 10 laki-laki dan 5 perempuan,  mereka  tinggal  di  sana  selama  3  bulan,  inilah  hijrah  pertama  dalam  Islam.
Pada waktu yang sama juga paman Nabi saw Hamzah ra, dan Umar bin Khatab ra, masuk Islam.
Tahun  ke  tujuh  kenabian  kaum  Quraisyi  mengepung  Nabi  saw  dan  keluarganya.
Mereka bersepakat untuk memutuskan hubungan dagang dengan mereka, sampai keluarga Nabi menyerahkan  Nabi  saw  kepada  mereka  untuk  di  bunuh.  Untuk  menyelesaikan  hal  itu
digantunglah sepucuk surat perjanjian dan digantungka di Ka’bah. Setelah Nabi saw dikepung oleh  orang  Musyrik  Makkah,  Beliau  saw  perintahkan  para  sahabat  untuk  hijrah  ke  Habasyah dengan total 33 laki-laki dan 11 perempuan.
Di  tahun  kesepuluh  kenabian,  tergeraklah  beberapa  orang  tangguh  Quraisyi  untuk
mengambil surat perjanjian tadi dan merobeknya. Keluarlah Nabi saw dan para pengikut Beliau dari kepungan itu, setelah mereka tinggal selama 3 tahun di Syi’ib. Tidak bisa  Nabi  saw  dan pengikut Beliau saw makan kecuali dengan jalan sembunyi-sembunyi.
Di tahun yang sama datanglah para utusan dari Najran kepada Nabi saw untuk masuk
Islam.  Di  tahun  inilah  wafat  Istri  tercinta  Beliau  Siti  Khadijah  ra,  dan  paman  Beliau  Abu Thalib. Kemudian Nabi saw nikah dengan Saudah lalu mengadakan akad dengan siti Aisyah ra
dan  Beliau  saw  tidak  mencampurinya. Setelah  paman  Beliau  saw  wafat  penindasan  kaum
Quraisyi  semakin  meningkat.  Oleh  karenanya  Rasulullah  saw  berhijrah  ke  Thaif  menuju  ke
Bani  Tsaqief.  Nabi  saw  tinggal  bersama  mereka  selama  sebulan  dan  mengajak  mereka  untuk
masuk  Islam  tetapi  tidak  disambut  dengan  baik  malah  Nabi  saw  dilempari  dengan  batu.
Kemudian Nabi saw kembali ke Madinah.
Di tahun kesebelas, Allah swt memuliakan Beliausaw dengan Isra’ dan Mi’raj yang di dalamnya diwajibkan untuk shalat lima waktu, di tahun yang sama juga  nabi saw keluar dari kabilah ke kabilah untuk menyiarkan Islam.
Berimanlah diantara mereka 6 orang dari Madinah.
Di tahun keduabelas dari kenabian, datanglah 12 orang laki-laki dari Madinah, mereka beriman  dan  kemudian  kembali  lagi  ke  Madinah  dan  tersebarlah  Islam  di  sana  dengan perantara mereka.
Di  tahun  13  kenabian,  dating  kepada  Nabi  saw  73  laki-laki  dan  2  perempuan  ari Madinah mereka beriman dan kembali ke Madinah untuk mensyiarkan Islam di sana. Di tahun yang  sama  Nabi  saw  memerintahkan  para  sahabat  untuk  hijrah  ke  Madinah.  Ketika  kaum Quraisyi  mendengar  hal  ini,  mereka  putuskan  untuk  membunuh  Nabi  saw,  lalu  Allah  swt perintahkan  Beliau  saw  untuk  ikut  berhijrah.  Di  rumah  Beliau  saw  kaum  Musyrikin  sudah melancarkan pengepungan, dan Nabi saw dapat keluar dengan selamat setelah Allah swt jadikan
mereka tertidur. Nabi saw dan Abu Bakar ra pergi ke gua Hira’ untuk bersembunyi sementara selama  tiga  malam.
Di hari ketiga paginya mereka berjalan menuju ke Quba’ tepatnya hari kedua  Rabiul  Awwal.  Nabi  saw  tinggal  di  sini  selama  22  malam  dan  diantaranya  Nabi  saw mendirikan Masjid Quba’.
Kemudian  Nabi  saw  pindah  ke  Madinah  dan  dalam  perjalanan  tersebut  bertepatan
dengan  hari  Jumat,  shalat  lah  Beliau  saw  dengan  kaum  Muslimin  untuk  shalat  Jumat  dan khutbah Jumat untuk pertama kalinya dalam Islam. Ketika hamper sampai di Madinah Beliau saw disambut dengan penuh suka cita dan perasaan gemira atas kedatangan Beliau saw.
Nabi saw singgah di rumah Abi Ayyub al Anshori, setelahnya Nabi saw memerintahkan
orang untuk mencari kerabat dan keluarga Beliau saw yang masih tertinggal, ikut bersama yang mencari adalah Abdullah bin Abu Bakar ra, dan beliau melihat sendiri keadaan kaum Muslim yang  tertindas,  Nabi  saw  mendoakan  mereka  ketika  shalat  subuh,  dan  disinilah  bermulanya
Qunut dalam shalat subuh.
*******************
Sejarah beliau SAW yang ringkas ini menceritakan kejadian yang
dialami sesudah hijrah nya; dimana Beliau SAW mengalami berbagai
macam gangguan dan tipu daya kaum munafik Madinah, orang Yahudi, dan
Musyrik Quraisy yagn tidak cukup hanya mengusir Beliau  SAW
bahkan sampai menyakiti secara fisik. Mereka juga menghasut golongan lannya
(kaum Arab) untuk memusuhi Beliau SAW, namun tetaplah Beliau
SAW bersabar menghadapinya. Karena Beliau SAW
mengharapkan agar mereka itu mendapat petunjuk dari Allah, setelah Allah
mengabulkan harapan Nabi SAW (pembebasan Makkah), Rasulullah
SAW membimbing mereka dengan ahlak yang mulia dan pengampunan
(bagi orang yang menganiaya dahulu). Sehingga berbondong-bodonglah
manusia untuk masuk Islam. Seperti firman Allah, “Karena rahmat
Allah maka manjadi halus dan lemah lembutlah hatimu pada mereka. Jika saja engkau
seorang yang kasar dan berkeras hati, niscaya mereka lari dari sekitarmu”.

Ringkasan Perjalanan Hidup Rasulullah SAW Jilid II

PENDAHULUAN

Wahai  nabi  Muhammad  SAW,  sesungguhnya  Kami  mengutus  engkau  sebagai  saksi  untuk  memberi  kabar  gembira  dan
peringatan.  Juga  untuk  mengajak  manusia  ke  jalan  Allah  dengan  izin –Nya  dan  sebagai  pelita  yang  terang  bederang.
Bergembiralah kaum Mu’min karena mereka akan mendapatkan keuntungan besar dari Allah, janganlah engkau mengikuti
orang-orang kafir dan munafik itu, biarkanlah mereka menganiaya diri mereka sendiri. Bertawakallah kepada Allah  dan cukuplah Allah itu sebagai sandaran, sesungguhnya Kami telah membebaskan Makkah bagi mu dengan pembebasan yang nyata akibat perbuatanmu di masa dahulu dan akan datang dan sebagai penyempurna nikmat dan penunjuk ke jalan yang lurus.
Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kitab kepada hamba Nya, tidak ada di dalam nya pertentangan dan untuk
menguatkan  iman.  Sholawat  dan  salam  selalu  tercurah  kepada  junjungan  kita  Nabi  Muhammad  SAW,  yang  telah menunjukkan  mana  yang  benar  dan  yang  salah,  yang  telah  mengubah  perbuatan  hina  menjadi  kebaikan,  yang  telah
menyempurnakan ahlak  yang  mulia.  Yang  telah  menunjukan  jalan  lurus  kepada  manusia,  dimana  orang  tedahulu mendapat nikmat di dalamnya, dari para nabi, orang sholeh, para syuhana, para ahlul bait nabi, para sahabat, semua yang mendapat petunjuk dari Nya, dan mengikuti apa yang dilakukan sang Nabi SAW. Sehingga dari ini, tunduklah para raja, dan manusia pasrah dan tawakal hanya kepada Allah karena ikhtiar mereka,
Setalah sholawat salam dan doa di atas, di waktu yang singkat ini saya menyusun kitab ‚Ringkasan Nurul Yaqien‛ jilid  kedua  yang  menceritakan  sejarah  Nabi
Muhammad  SAW, yang  dalam  penyusunannya  kami  mengalami  kesulitan  dalam  pencarian  bahan,  diharapkan  kitab  ini nantinya  bisa  bermanfaat  meskipun  banyak  kekurangan  seperti  hal  nya  saya,  dalam  penyusunan  kitab  ini  saya  sangat berhati-hati agar mudah di mengerti.
Sejarah  beliau  SAW  yang  ringkas  ini  menceritakan  kejadian  yang  dialami  sesudah  hijrah  nya;  dimana  Beliau  SAW
mengalami berbagai macam gangguan dan tipu daya kaum munafik Madinah, orang Yahudi, dan Musyrik Quraisy yang tidak cukup hanya mengusir Beliau  SAW bahkan sampai menyakiti secara fisik. Mereka juga menghasut golongan lannya (kaum Arab) untuk memusuhi Beliau SAW, namun tetaplah Beliau SAW bersabar menghadapinya,
Karena Beliau SAW mengharapkan agar mereka itu mendapat petunjuk dari Allah, setelah Allah mengabulkan harapan Nabi SAW (pembebasan Makkah),  Rasulullah  SAW  membimbing  mereka  dengan  ahlak  yang  mulia  dan  pengampunan  (bagi  orang  yang
menganiaya dahulu). Sehingga berbondong-bodonglah manusia untuk masuk Islam. Seperti firman Allah‚ Karena rahmat Allah maka manjadi halus dan lemah lembutlah hatimu pada mereka. Jika saja engkau seorang yang kasar dan berkeras hati,  niscaya  mereka  lari  dari  sekitarmu‛.
Maka  saya  mohon  kepada  Allah  agar  kitab  ini  menjadi  buah  kitab  yang berfaedah, karena Allah sebaik-baiknya tempat meminta dan tempat bersandar.
(‘Umar ‘Abdul Jabbar)

1.TAHUN PERTAMA HIJRAH
MENDIRIKAN MASJID, AWAL PERMULAAN ADZAN, ADZAN PAGI RAMADHAN, DAN ADZAN JUMAT

-Di tahun pertama hijriyah ini Rasulullah SAW mendirikan masjidnya yang mulia, dalam
pembangunan masjid ini Beliua SAW ikut bekerja, untuk memberi contoh kepada umat untuk gemar bekerja
(1)
-Di tahun yang sama diadakan peraturan Adzan untuk mengingatka orang agar tidak lalai dan untuk mengumpulkan orang
-Dalam adzan subuh Bilal RA menambahkan ‚Asholatu Khairu Minannaum (2x)‛ pendapat ini di setujui Rasulullah SAW
-Di Fajar pagi bulan Ramadhan, diperintahakan Rasul SAW untuk adzan 2 kali, pertama untuk
mengingatkan untuk bangun sahur, kedua untuk sholat subuh
-Sejak masa Rasul SAW sampai khalifah Abu Bakar dan Umar RA, adzan Jumat Cuma sekali ketika
imam sudah di atas mimbar, dan dilakukan di pintu masjid
-Ketika khalifah ‘Ustman RA adzan Jumat dillakukan 2 kali, karena orang bertambah banyak.
Note:
(1). Suatu ketika bermusyawarahlah Rasul untuk perihal penanda waktu sholat, ada yang berpendapat dengan
menaikan bendera, ada usul dengan menyalakan api, ada juga usul dengan terompet, dengan bel, dan ada yang mengusulkan dengan panggilan bahwa waktu sholat telah tiba, Rasul SAW setuju dengan pendapat terakhir ini.
Abdullah bin Zaid RA adalah salah satu yang mengusulkannya, ketika diantara tidur dan bangun nya beliau RA, detanglah seseorang mengajarkan Adzan, setelah terbangun segeralah beliau mengabarkan ke Rasul SAW,
bersabdalah : ‚Sesungguhnya impian itu adalah impian yang benar‛. Kemudian Beliau SAW memerintahkan untuk mengajarkannya ke Bilal RA. ‘Umar bin Khattab RA mendengar berita itu, dan mengabarkan ke Rasul SAW ‚sesungguhnya saya memimpikan hal yang sama‛

2.KAUM YAHUDI MADINAH
PERMUSUHAN MEREKA KEPADA ORANG ISLAM, PEMBERITAAN TENTANG AKAN
DATANGNYA SEORANG NABI, KAUM MUNAFIK MADINAH, DAN PERJANJIAN DENGAN KAUM YAHUDI

-Ketika orang Yahudi mengetahui tersiarnya Islam di
Madinah, mereka mulai menampakan
permusuhannya kepada Muslimin di sana, dengan berusaha untuk menghalangi orang untuk masuk Islam
-Sebelumnya mereka mengabarkan orang Arab perihal akan daangnya Nabi, akan tetapi setalah
Rasulullah SAW datang mereka tidak menyukainya karena bukan dari golongan Arab
(1)
-Perbuatan mereka dibantu oleh orang munafik Madinah yang menjadi pemimping mereka adalah ‘Abdullah bin Ubai bin Salul
-Setelah rencana mereka diketahui Rasul SAW, beliau  mengadakan perjanjian dengan mereka, yaitu
agar mereka tidak menyakiti orang Islam begitu juga sebaliknya. Mereka (munafikin) dalam tampilan fisiknya menerima, akan tapi menolak dalam batin nya,

3.PEPERANGAN
IZIN AWAL MULA PEPERANGAN, JUMLAH PERANG YANG DIIKUTI RASULULLAH SAW, DAN MAKSUD MELETAKKAN BATU NISAN DI MAKAM

-Allah telah mengizinkan Perang (1) kepada  Muslimin, setelah mereka menentang Nabi SAW,
menyakiti pengikutnya, dan bersepakat untuk membunuh Nabi SAW.
-Di tahun pertama ini dimulailah perang dangan satu pasukan Sariyah (yang tidak di ikuti Rasulullah SAW), di bawah pimpinan Hamzah RA, paman Nabi SAW sendiri untuk menyerbu kafiah Arab Quraisy (yang membawa bermacam bahan makan) ketika kembali dari Syam. Dan dilanjutkan dengan berbagai peperangan baik itu Sariyah ataupun Ghazwah (yang tidak di ikuti Rasulullah SAW)
-Selama Beliau SAW hidup terdapat 47 peperangan yang beliua ikuti, dan 27 peperangan yang tidak
beliau ikuti
-Dalam tahun ini saudara se persusuan Nabi SAW ‘Ustman bin Mazh’un wafat
-Sesudah ia wafat, diperintahkanlah oleh Rasul SAW untuk menyiram makamnya itu kemudian
diletakkan batu di atasnya. Sambil berkata (1) : ‚Batu ini sebagai pertanda makam saudaraku, dan siapa dari keluargakau yang wafat juga diperlakukan sama‛
Note:
(1) Ini  tuntunan dari Rasulullah SAW
agar memberi tanda di kubur, dan menyederhanakan kubur, sesuai
dengan kitab Umm karangan Imam Syafi’i Rasulullah bersabda : ‚Aku senang kuburan itu tidak di tambah
dengan tanahselain tanah asalnya‛

RINGKASAN TAHUN PERTAMA

Dalam tahun pertma Hijriyah Rasulullah SAW mendirikan masjid, dan di tahun itu juga awal
mulanya adzan. Di tahun yang sama orang Yahudi Madinah menampakkan permusuhan yang jelas
kepada kaum Muslimin,
dibantu orang munafik Madinah. Kemudian Rasul SAW mengadakan
perjanjian dengan mereka. Rasul SAW mengutus paman nya Hamzah RA untuk menyerbu kafilah
Quraysi dan dilanjutkan dengan berbagai peperangan, yang total di ikuti nabi sebanyak 47 kali,
yang tidak di ikuti Nabi sebanyak 27 kali. Saudara sepersusuan Nabi SAW Ustman bin Mazh’un
meninggal dunia setelah dimakamkan, Rasul SAW meminta untk disirmkan air ke makam nya dan
di letakkan batu di atasnya, seraya berkata : ‛batu ini untuk menandai makam saudaraku‛

4.TAHUN KEDUA HIJRAH
BEBERAPA PEPERANGAN DI TAHUN INI, DAN PERANG QAINUQA’

-Di tahun kedua hijriyah ini, terjadilah perang Waddan
(1), Buwath
(2), ‘Usyairah
(3), Badar Pertama
(4), dan Qurqarotul-Kadar
(5),  namun semua nya itu tidak sampai terjadi pertempuran, dalam tahun yang sama terjadi perang Badar Qubra, Qainuqa’. Dan Sawiq
(6)-Qainuqa’
(7)
adalah kabilah kaum Yahudi Madinah yang menampakkan permusuhan kepada Muslimin dan menghianati perjanjian yang dibuat bersama Rasul SAW.
-Karena demikian mereka lalu di kepung oleh Rasulullah SAW selama 15 hari, hingga mereka
merasa takut dan menyerah
-Lalu mereka meminta pada Rasul SAW, agar membebaskan mereka dan boleh mengambil harta mereka, dan diterima oleh Rasul SAW, dan mereka diusir dar Madinah, kaum Muslimin mengambil harta dan benteng mereka.
Note:
(1)
Waddan adalah suatu daerah antara Makkah dan Madinah, Rasul SAW keluar daerah itu dengan 60 laki-laki
untuk menyerbu kaum Qurasyi, namun tidak menjumpainya
(2) Buwath adalah gunung yang mengarah ke Yanbus, suatu ketika Rasul SAW berangkat kesana dengan 100 orang tentara berkuda untuk menyerang kaum Quraisyi namun tidak menjumpainya
(3) ‘Usyairah suatu jurang dekat Yanbus, Rasul SAW berangkat dengn 250 tentara berkuda untuk menyerbu kafilah Quraisyi
(4) Badar adalah sebuah tempat air antara Makkah dan Madinah perang ini juga dinamakan perang Safwan
(5) Qarqaratul
-kadar adalah sebuah tempat dekat kota Madinah
(6) Sawiq adalah makanan lunak yg dibuat dari tepung sya’ir dan gandum yg halus, suatu ketika Rasul SAW
keluar bersama sahabatnya dan 200 tentara berkuda, ketika orang musyrik mendengar pergi untuk memerangi mereka, mereka kabur. Perang ini disebut Sawiq karena ketika Rasul SAW menyerbu, mereka lari dan meinggalkan makanannya, agar tidak membebani mereka melarikan diri
(7) Rasul SAW memerangi Banu Qain aiqa, setelah perang Badar Qubra, dikarenakan mereka menghianati perjanjian dengan Muslimin, dan lagi mereka sengaja melanggar kehormatan pemimpin orang
-orang Anshar, maka turunlah ayat‚Dan jika engkau takut akan khianatnya satu golongan, .. maka  perjanjian itu kepada mereka dengan adil,
sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang khianat‛
Namun ketika Rasul SAW mengumpulkan pemimpin mereka, mempertanyakan hal ini, dijawab
dengan kasar oleh mereka dan turunlah ayat : ‛
Katakanlah wahai Muhammad kepada orang kafir, mereka akan dikalahkan (oelh Islam) dan akan dikumpulkan oleh Allah ke neraka Jahannam, itulah
seburuk-buruknya tempat. Sungguh bagi kamu ada satu tanda dari dua golongan yang berperang, yaitu
segolongan yg berperang di jalan Allah dan lainnya kafir. Orang Islam melihat orang kafir itu dua kali
lipat jumlahnya menurut pandangan mata. Allah menguatkan bagi siapa yg dikehendakinya, dengan
pertolongan Nya. Sesungguhnya dalam hal ini ada yg bisa dipetik pelajaran bagi yg mempunyai pandangan

Diantara orang munafik itu ada yg menunjukkan kecintaanya kepada Yahudi, pemimpinya ialah
Abdullah bin Ubai berkata: ‚Aku seorang yg takut ditimpa bahaya‛ maka turunlah ayat terkait hal ini :
‚Hai orang yg beriman, jangankah kalian angkat  Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin, sebagian
mereka manjadi pemimpin yg lain, barang siapa yg mengangkat mereka sebagai pemimpin, Allah tidak
akan memberi petunjuk bagi orang yang Dzalim. Maka engkau akan melihat orang yg dihat inya itu sakit (kurang iman), sehingga mudah sekali pergi ke mereka sambil berkata: ‚kami takut kalau ditimpa
bahaya‛. Mudah-mudahan Allah mendatangkan kemenangan atau pertolongan kepada Muslimin,
supaya mereka menyesal atas apa yg disembunyikan dalam hatinya‛.

5.PERANG BADAR QUBRA

-Perang ini adalah bukti Allah memuliakan Islam, menegakan panji Nya, dan menghapus kemusyrikan sampai ke akar akarnya
-Penyebab perang ini adalah ketika Rasul SAW keluar bersama para sahabat, untuk menyerang
kaum Quraisyi
(1)ketika mereka baru kembali dari Syam, jumlah para sahabat sebanyak 313 orang
-Ketika Quraisyi mengetahui hal ini, lalu dikirimkan 950 orang lelaki untuk menjaga barang
dangangan  mereka, disitulah terjadi pertempuran yang dahsyat
(2)-Kaum Muslimin diberi kekuatan oleh Allah dengan balatentara malaikat, hingga lari semua musyrikin yang sebagian terbunuh dan tertawan
-Yang terbunuh dari orang musyrik sejumlah 70 orang leleki diantaranya Abu Jahal, dan ditawan
sebanyak 70 orang, sedangkan korban Muslimin sebanyak 14 orang.
Rasul SAW memerintahkan untuk mengubur muslimin yang wafat dan juga orang musyrikin, setelah
nya Rasul SAW kembali ke Madinah dan di sambut gegap gempita dengan qosidah ‚Tala’al Badru ‘alaina…..‛
Note:
( 1) Abu Sufyan bin Harb adalah kepala kafilah Quraisyi, ketika mengetahui Rasul SAW hendak
menyerbu, diutuslah seorang utusan untuk mengabarkan ke yang lain.
(2) Sebelum Nabi SAW berangkat bermusyawarahlah dengan para sahabat, tentang rencana nanti.
Memberi usul Sa’ad RA kepada Rasul SAW: ‚Sungguh kami percaya dengan dangan semua yang
disampaikan mu Rasulullah SAW, kami berjanji untuk patuh dengan semua perintahmu, Wahai
Rasulullah SAW sampaikanlah kehendakmu, Demi Allah jikapun engkau meminta kami untuk
menyebrangi lautan niscaya kami patuh, tidak seorang pun diantara kami yang tinggal diam akan hal
ini, dan kami tidaklah takut terhadap musuh‛
Begitu juga sahabat Miqdad bin Umar RA mengucapkan sumpah setianya : ‛perintahkanlah kami
wahai Rasulullah SAW, sebagaimana yang Allah perintahkan  kepadamu, kami akan menyertaimu,
Demi Allah kita semua tidak akan berkata kepadamu, seperti firman Allah yang ada, ketika golongan
bani Israil berkata kepada Nabi Musa AS: ‚Pergilah engakau hai Musa, dengan Tuhanmu untuk
berperang, kami akan tinggal disini saja‛. Tapi kami akan berkata, ‚Pergilah engakau ya Rasul untuk
berperang dan kami akan ikut serta di dalamnya‛
Dengan jawaban itu, Rasul SAW menjadi senang dan bangga, lalu berjalan lah mereka sampai ke tanah
yang tandus, ……

6.ENGKAU DIUTUS UNTUK MEMBAWA KEBENARAN DAN KEADILAN

-Suatu ketika Rasulullah SAW berdiri dalam perang Badar dengan membawa tongkat, dilihatnya
wajah Sawad bin Ghaziah keluar dari barisan, kemudian dipukulah dengan tongkat perut nya, sambil berkata ‚Lempanglah hai Sawad..‛ kemudian Sawad berkata ‚Tuan menyakiti aku wahai Rasul SAW, padahal engakau diutus untuk membawa kebanaran dan keadilan. Karenanya izin kan
hamba membalasnya‛, lalu Rasul SAW membuka perutnya dan berkata ‚Balas lah Sawad,..‛ Lalu Sawad memeluk sambil mencium perut Nabi SAW, lalu Rasul SAW bertanya ‚Mengapa engkau melakukan hal demikian?‛ Ia menjawab ‚wahai Rasul yang mulia, saya ingin agar di akhir hidup saya nanti, kulit saya bisa bertemu dengan kulit mu‛. Setelahnya Beliau SAW mendoakan kebaikan untuk Sawad RA.

TEBUSAN TAWANAN PERANG BADAR
-Bermusyawarah Rasul SAW dengan para sahabat perihal tawanan perang Badar, Mak ‘Umar RA memberikan masukan agar tawanan itu dibunuh saja, Abu Bakar RA, mengusulkan agar tawanan itu dibiarkan hidup, tetapi harus diambil sumpahnya untuk dijadikan tentara / memperkuat kaum
Muslimin menghadapi kaum Musyrik
-Rasul SAW menyetujui masukan Abu Bakar RA
(1) dan memerintahkan agar tidak melepaskan seorang tawanan pun kecuali dengan tebusan
(2), adapun jumlah tebusannya 1000-4000 dirham.
-Jika tawanannya dari kalangan miskin, tapi bisa membaca dan menulis disuruh untuk mengajarkan
anak-anak Muslim di Madinah sebagai tebusannya.
Note:
(1) Dalam perundingan mengenai hukuman tawanan perang, Rasul SAW menyetujui pendapat Abu Bakar RA setelah memuji kedua sahabatnya itu dengan kata ‚hai Abu Bakar RA anda seperti Nabi Ibrahim AS, yang berkata dalam Quran : ‚barangsiapa mengikutiku maka sesungguhnya ia adalah penolongku, dan siapa durhaka kepadaku, maka
sesungguhnya engkaulah Tuhan yang maha pengampun lagi penyayang‛, Lalu memuji Umar RA, dengan berkata :
‚sesungguhnya anda itu seperti Nabi Muhammad SAW yang berdoa dalam Quran : ‚Hai Tuhanku, Janganlah
tinggalkan sedikitpun orang kafir di atas bumi ini‛.
(2) Diantara tawanan-tawanan tersebutada seorang bernama Wahab anak Umair, yang termasuk orang yang sangat memusuhi Rasul SAW. Ketika anaknya itu ditawan, ia mengadakan perjanjian rahasia dengan Shafwan bahwa ketika
ia akan pergi ke Madinah untuk mebunuh Rasul SAW. Sesampainya di Madinah Umar RA mengetahui kedatangan sekaligus rencana tersebut, dan segera dilaporkan kepada Nabi SAW dan Beliau memerintahkan untuk mencarinya
dan dihadapkan ke Rasul SAW, ketika Umar RA mau masuk ia memberi salam ‚selamat pagi‛, Beliau SAW
menjawab ‚Allah telah memberi kehormatan yg lebih dari cara tuan memberi hormat tadi maka ucapkanlah‚ Assalamu’alaikum wrwb‛. Setelah itu Rasul SAW menayakan maksud kedatangannya, lalu ia jawab ‚saya datang
kemari karena ada keperluan dengan anak saya‛, maka Rasul SAW ‚bukan itu yg kau maksud bahkan engkau hendak membunuhku setelah bersepakat dengan Shafwan…‛. Dengan jawaban yg dilontarkan Rasul SAW tadi bergetarlah jiwanya, dan masuk Islam. Seraya berkata kami pernah mendustakan tuan, dengan agama yg dibawa ini. Akan tetapi
perkataan dan maksud tadi tiadalah yg mengetahui kecuali saya dan Shofwan saja, setelah masuk Islam maka disuruhlah para sahabat untuk mengajari tentang Islam dan dibacakan Quran kepadanya juga dibebaskanlah anaknya dari tawanan.
Sesudah orang Islam kembali ke Madinah terjadinlah perselisihan diantara mereka, tentang pembagian harta rampasan, sehingga turunlah ayat terkait masalah ini : ‚Meka ini menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang harta rampasa. Katakanlah !, barang rampasan itu milik Allah dan Rasul Nya, maka takutlah kepada Allah dan damaikanlah diantara kalian. Tunduk dan patuhlah pada Allah dan Rasul Nya, jika kamu memang benar-benar beriman‛
Setelah turun ayat di atas, damailah mereka dan menyerahkan masalah ini kepada Rasul SAW dan dibagilah harta itu dengan adil sesuai hukum Quran.

7.SYARIAT (PERATURAN DALAM ISLAM)

PERPINDAHAN QIBLAT, PUASA BULAN RAMADHAN, ZAKAT FITRAH, ZAKAT HARTA BENDA DAN SHOLAT HARI RAYA

-Dalam tahun kedua hijriyah berpindahlah kiblat dari baitul maqdis ke Ka’bah, setelah 16 bulan
lamanya kaum Muslimin sholat menghadap kiblat ke baitul Maqdis
-Dalam bulan Sya’ban Allah mengharuskan kepada setiap muslimin untuk berpuasa di bulan
Ramadhan agar mereka bisa merasakan haus dan lapar, dengan demikian menjadi halus dan baik jiwa dan ahlaknya. Sehingga mereka dengan mudah memberikan sedekah
-Di tahun yang sama, Allah mewajibkan zakat fitrah, dengan tujuan agar berbelas kasih kepada orang fakir-miskin dan orang yang lemah.
Sehingga kebutuhan mereka bisa tercukupi, hati mereka bahagia
-Di syariatkan juga zakat harta benda, yang diberikan kepada delapan golongan agar tetap lah di
hati merek saling mencintai diantara miskin dan kaya, tolong menolong dan saling membantu
sesama.  Terjaminlah keamanan dan ketentraman diantara nya.
Di tahun yang sama di sunah kan sholat dua hari raya, idul fitri dan idul adha, agar satu
penduduk bersatu padu berkumpul mengagungkan nama Allah.

RINGKASAN DI TAHUN KEDUA HIJRAH

Pada tahun ini, terjadilah perang Waddan, Buwath, ‘Usyairah, Badar, dan Qurqaratul Kadar yang
kesemuanya tidak terjadi pertempuran. Dan terjadi juga perang Badar Qubra dimana Rasul SAW keluar dengan 313 tentara menyerbu kabilah Qurasyi. Ketika mereka mengetahui hal ini, dikirimlah 650 orang untuk menjaga dagangannya, dan terjadilah perang dengan ke menangan Islam. Ditawan lah mereka dan diambil harta benda mereka.
Pihak musuh mati 70 orang dan ditawan 70 orang, dari pihak muslim wafat 14 orang, terkait tawanan
Rasul SAW memutuskan untuk meminta tebusan bagi yang kaya, jika kaum miskin diharuskan meng
ajar anak anak muslimin di Madinah.
Terjadi juga perang Qainuqa’ (golongan kafir Yahudi Madinah) yang menghianati perjanjian sehingga tentara Islam mengepung mereka dan mengusirnya dari Madinah Di tahun yang sama juga qiblat di pindahkan  dari Baitul Maqdis ke Ka’bah, Diwajibkan puasa ramadhan, zakat fitrah, dan zakat harta. Disuhkan sholat dua hari raya dan terjadilah perkawinan antara  Ali RA dan Fatimah RA, ketika itu Ali RA berumur 21 tahun sedangkan Fatimah RA 15 tahun. Dan menikah juga Rasulullah SAW dengan Siti ‘Aisyah dalam usia 9 tahun, di tahun yang sama juga putri rasul SAW Ruqoyah meninggal dunia.

8.TAHUN KETIGA HIJRAH

-Dalam tahun ke tiga hijriyah Ghathafan
(1), Bahran
(2), Uhud
(3), dan Hamraul Asad
(4), yang hanya terjadi pertempuran yaitu perang Uhud-Perang GHATHAFAN, Rasul SAW berangkat perang bersama para sahabat memerangi orang Arab
(5)yang hendak menyerbu Madinah

-Ketika mereka mendengar Rasul SAW berangkat, mereka lari ke puncak gunung takut dengan
orang Islam
-Terjadilah peristiwa Rasul
SAW melepaskan baju Beliau untuk di jemur karena basah kehujanan
sambil beristirahat di bawah pohon, sedangkan tentara Islam pada saat itu sedang berpencar
-Maka datanglah seorang Arab bernam Da’tsur menghampiri beliau sambil menghunuskan pedangnya berdiri di dekat Rasul SAW, sambil berkata: ‚Siapa yg akan menghalangiku melakukan
hal ini, ‛ dengan tenang beliau SAW menjawab ALLAH, sehingga ia bergetar, takut dan sampai
pedangnya jatuh akibat mendengar ucapan Rasul SAW tadi. Dan dibalikkan dengan pertanyaan
yang sama setelah Rasul SAW mengambil pedang yang jatuh tadi, ‚siapakah yg menghalangiku
melakukan ini‛, dijawab Da’tsur ‚tidak ada seorangpun‛. Rasul SAW dengan mudah nya
mengampunia dia, dan masuk lah Da’tsur tanpa paksaan, karena Allah telah membelokkan hati nya dari memusuhi Rasul SAW menjadi cinta dan mengajak golongannya untuk mengikuti Rasulullah SAW,
-Note:
(1) Ghathafan adalah nama Kabilah
(2) Bahran adalah tempat diantara Makkah dan Madinah
(3) Uhud adalah nama sebuah gunung di Madinah
(4) Hamraul adalah nama tempat diantara Makkah dan Madinah
Perang Hamraul Asad ini terjadi setelah perang Uhud, penyebabnya karena Rasul SAW merasa khawatir tentang perkumpulan orang Munafi Madinah yang kembali kesana, yang suatu waktu bisa menyerbu Islam secara ti ba

tiba. Maka Rasul SAW keluar di belakang meraka untuk mengawasi situasi, ketika Rasul SAW sampai di
Hamraul Asad meraka kembali meninggalkan Madinah karena mengetahui renacana Rasulullah SAW
(5) Orang Arab yang diperangi Rasul SAW dalam perang Ghathafan
karena mereka hendak menyerbu Madinah yang dipemimpin oleh Da’tsur dari Banu Tsa’labah dan Banu Mahatib

9.PERANG UHUD

KELUARNYA RASULULLAH SAW, KEMBALINYA ORANG MUNAFIK, AKIBAT MENYALAHI PERINTAH RASULULLAH SAW

-Keluarlah orang Quraisy untuk memerangi Islam untuk membalsa dendam kekalahan di Perang Badar
-Balatentara mereka yang disumpah setia sekitar 300 orang, karena itu keluarlah Rasulullah SAW dengan 1000 tentara laki-laki,
di tengah jalan diantara pengikut Rasul SAW adalah Abdullah bin Ubai, kembalike barisan mereka (orang munafik) mempunyai tentara total sekitar 3000 orang
(1)-Setelah Rasul SAW sampai di gunung Uhud, beliau memerintahkan 50 tentara ahli panah untuk
bertahan di gunung, dan berpesan pada mereka untuk tidak meninggalkan bukit tadi
baik menang atau kalah. Perang dimulai dengan kemenagan Islam, mereka berlarian kabur
(2)-Saat itu kemenangan telak hapir diraih Islam, jika tentara panah yang ditugaskan Rasul SAW tadi
tidak melanggar perintah, karena sibuk mencari ghanimah,
-Karena Khalid bin Walid mengetahui posisi tersebut maka diserbulah tentara Islam dari belakang,
sehingga tentara Islam dibuat kelimpungan akibat serang mendadak tadi
Note:
(1)Ketika kaum Muslimin mengetahui bahwa ditengah jalan Abdullah bin Ubai kembali ke barisan
Munafik, sehingga di tengah kondisi tadi kaum muslimin banyak yang berkomentar, diantara nya ‚perngi saja sekalian
mereka‛, ‚baiklah biarkanlah saja mereka‛, maka Allah berfirman : ‚mengapa kalian ada dua pendapat
tehadap orang munafik, Allah telah menetapkan kekafiran nya, karena usaha yang busuk. Apakah kamu
menghendaki akan memberi petunjuk pada orang yang disesatkan Allah?, tidaklah engkau memperoleh jalan, untuk memberi petunjuk orang-orang yang disesatkan Allah itu‛
(2)Ketika ahli panah mengetahui banyak tentara kafir yg lari meninggalkan barang bawaannya, mereka bertanya
kepada temannya : ‛untuk apa kita tetap bertahan disini,?‛. Mereka menyepelekan perintah Rasul SAW,
pemimpin mereka berpesan mengingatkan hal ini, tapi diantara mereka tidak menghiraukan, dengan lari mengabil harta yg tertinggal tadi, sedangkan yang bertahan amatlah sedikit, sehingga datanglah Khalid bin
Walid datang dari belakang untuk menyerang balik.  

10.RASULULLAH SAW TETAP DI PERANG UHUD

KEBERANIAN DAN KESABARAN NABI MUHAMMAD SAW KETIKA DITIMPA BAHAYA

-Rasulullah SAW, bersama para sahabat diantaranya adalah Abu Bakar RA dan Ali bin Abi Thalib KA.
-Dalam perang ini beliau SAW ditimpa kesulitan dan abahaya namun beliau tetap tegar menerimanya terhadap apa yang Allah tetapkan pada Beliau SAW
-Suatu ketika datanglah seorang bernama Ubai bin Khalf kepada Rasul SAW bermaksud untuk
membunuh Beliau SAW. Dengan cepat Beliau SAW mencabut tombak dari salah seorang Sahabat, ditusuklah sehingga mati, disaat itulah seumur hidup Rasul SAW membunuh orang
-Dalam perang itu Rasul SAW terperosok dalam lobang
(1)sehingga lutut Beliau terluka dan jatuh pingsan, seorang musrik melempari Beliau
(2)dengan batu hingga berdarah muka, terluka pipinya
dan pecah gigi seri dan dua gigi muka, dan luka kedua pelipis Beliau SAW.
-Begitu juga para sahabat yang berusaha melindungi Beliau SAW, terluka sangat parah.
Note:
(1)Ketika itu orang musyrik menyiarkan kabar bahwa Nabi telah wafat, sehingga para muslimin kocar kacir, tidak fokus. Diantar orang musyik itu ada yang berkata  : ‚untuk apa kalian berperang kalau Muhammad telah wafat,
kembalilah kalian pada golonganmu kalau kalian inginkan selamat‛, ada yang lain lagi berkata: ‚jika Muhammad telah wafat, berperanglah untuk urusan agamamu‛.
Adapun orang yang lari meninggalkan bukit tadi, mereka malu ketika masuk kota Madinah, kecuali orang sesudah orang Islam kembali ke Madinah, dan ketika Yahudi dan orang munafik mengetahui orang Islam tertimpa bahaya, mereka berkata kepada kawan-kawannya untuk mengejek orang Islam, sehingga turunlah ayat Al-Qur’an : ‚Seumpama mereka itu mau bersama-sama kita, niscaya mereka itu akan mati atau terbunuh‛
Sebenarnya dalam peperangan ini ada pelajaran yang bisa kita ambil, bagaimana akibatnya jika melanggar
Perintah Rasulullah SAW, tentunya juga kita hendaknya beramal dan semuanya itu hanya ditunjukan kepada Allah semata, bukan karena dunia, sesuai firman Allah :
‚Sesengguhnya Allah telah menepati janji kepada kamu ketika kamu orang-orang kafir itu (di bukit Uhud)
dengan izin Nya, hingga apabila kamu kalah, salaing menyalahkan dalam urusan perang, dan kamu langgar perintah Nabi, setelah kamu melihat harta rampasan yang kamu sukai; diantara kamu ada yang menghendaki dunia, dan ada juga yang menghendaki akhirat, kemudian Allah memalingkan kamu kepada mereka (menguatkan orang kafir), untuk mencoba hati kamu. Sesungguhnya Allah telah memaafkan dosamu, karena Ia mempunyai keutamaan (karunia) untuk orang –orang yang beriman‛
Yang menggali lobang tersebut adalah Abu ‘Amir Arrahib dengan menutupi nya dengan tujuan agar kaum Muslimin terjebak kedalamnya.
(2)Diantara orang yang melempari Beliau SAW adalah Uqbah bin Abi Waqqas, dan Ibnu Qumnah.
(3)Ketika Rasulullah SAW mendapatkan luka di tubuh dan wajahnya, beliau berkata: ‚Bagaimanakah suatu golongan ya
ng melukai wajah Nabi nya itu mendapat kebahagiaan?‛, sehingga turunlah ayat Al-Qur’an surah Al-Imran: ‚Hal itu bukanlah urusanmu, apakah Allah akanmenerima taubat mereka atau Allah menyiksa mereka.
Maka sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang dzalim‛
Ketika Rasul SAW berjalan sampai di lembah gunung, datanglah putri Beliau Fatimah R.A, lalu mencuci darah yang afa di tubuh Ayahnya, sedangkan menantunya Ali K.A, yang menuangkan airnya. Setelah Fatimah R.A mengambil sebuah tikar lalu dibakarnya kemudian debunya ditempelkan ke luka tadi,, sehingga darah yang mengalir tadi berhenti.

11.KORBAN DALAM PERANG UHUD

-Dalam perang Uhud ada sebanyak 70 orang tentara Islam yang wafat, dipihak kafir musrik terdapat 23 orang
-Dalam perang ini perlakuan kaum musyik sangat biadab terhadap korban perang tentara Islam
-Salah satu korbannya adalah Hamzah, paman Nabi SAW, Ia terbunuh dari belakang oleh orang yang bernama Wahsyi
-Setelah terbunuh, datanglah perempuan yang membelah parutnya, diambil jantung kemudian
dikunyah, dan dimuntahkannya kembali
-Kejadian itu sangat menyedihkan hati Rasulullah SAW, lalu diperintahkan untuk mengubur yang mati syahid langsung dengan pakaiannya
-Ketika orang Islam sudah kembali ke kota Madinah, mereka diejek habis habisan, oleh orang Yahudi dan munafik Quraisyi, sambil mereka kepada kawannya, seperti yang terdapat di ayat al
-Quran ‚Seumpama mereka mau bersama sama kita, niscaya mereka tidak akan mati atau terbunuh‛

12.BEBERAPA PERISTIWA

-Dalam tahun ketiga Hijriyah, Rasulullah SAW menikahi putri sahabat Utsman bin ‘Affan, setelah istri beliau Ruqoyah
(1)meninggal dunia, karena itulah sahabat Utsman RA dijuluki ‚orang yang memiliki dua cahaya‛
-Di tahun yang sama, beliau SAW menikah dengan Hafsah
(2)anakdari Sahabat Umar bin Khattab, dan Zainab anak dari Khuzaimah Al
-Hilaliyah
(3)-Dalam tahun yang sama lahirlah Hasan bin Ali (putra pertama sayidina Ali bin Abi Thalib KA)
-Tahunyang sama diharamkanlah Khamer
(4)secara mutlak, sebab berbahaya kepada akal, harta, dan kesehatan
-Pada awal Islam, khamer tidak diharamkan, kemudian diharamkan sedikit demi sedikit, karena
orang Arab saat itu sangat menggemari minuman keras, sulit meninggalkanya
Note:
(1) Ketika ruqoyah meninggal dunia Rasulullah SAW sedang dalam perang Badar, sedang suaminya Ustman,
sedang tidak ikut perang karena sedang merawat istri nya yang sedang sakit di rumah
(2) Hafshah dinikahi Rsulullah SAW, sesudah suaminya meninggal dunia, karena luka-luka di tubuhnya dalam
perang Badar
(3) Zainab dinikahi Rasul SAW, setelah suaminya meninggal, ketika wafat dalam perang Uhud, pada masa
Jahiliyah Zainab dijuluki, Ummul masakin (ibunya orang2 miskin), karena sayang dan kebaikannya terhadap orang miskin
(4) Di tahun ini diharmakanlah Khamer dalam ayat quran ‚mereka akan bertanya kepadamu Hai Muhammad, tentang arak, dan judi. Pada keduanya itu ada dosa besar, dan ada manfaatnya bagi manusia (alkohol), tetapi dosa (bahayanya) itu lebih besar dari manfaatnya
‛Sebab lain lagi, adalah ketika mereka meminum khamer, lalu sholat bacaanya akan ngawur, bercampur dengan bacaan lainnya, sehingga diharamkan, sesuai ayat ‚Hai orang orang yang beriman, janganlah kamu mengerjakan sholat dalam keadaan mabuk, hingga kamu mengetahui apa yang kamu ucapkan (sadar kembali)‛

RINGKASAN TAHUN KETIGA HIJRIYAH

Dalam tahun ini terjadilah perang Ghathafan, Bahran dan Hamraul Asad tetapi tidak sampai terjadi perkelahian fisik. Terjadilah perang Uhud, berangkatlah orang Quraisy dengan sekutu mereka berjumlah 3.00 orang, mereka datang untuk membalas kekalahan dan kematian tentara mereka di perang Badar. Rasulullah SAW menyiapkan tentara sejumlah 1000 orang, di tengah jalan
kembalilah Abdullah bin Ubay bersama yang mengikutinya (orang munafik) sebanyak 300 orang.
Rasul SAW memerintahkan ahli panah untuk mengawasi dari atas di gunung Uhud. Mulailah perang tersebut, hingga musuh terdesak ke luar, akan tetapi ahli panah yang melanggar perintah Rasul SAW, malah ikut menyerbu mereka yang lari, sampai terjadilah pukulan balik serangan dari belakang dari tentara Khalid bin Walid, sehingga banyak tentara Islam yang terbunuh kurang lebih 70 orang dan diantaranya paman Beliau SAW sendiri.
Di waktu yang sama juga ada seorang yang hendak membunuh Rasul SAW, bernama Ubai bin Khalf, tetapi Rasul SAW dengan lincahnya mengangkat tombak dari salah satu sahabatnya, dan mempertahankan diri dengan melempar tombak itu mengenainya, hingga ia mati. Saat itulah seumur hidup Rasul SAW membunuh orang,
Dalam perang ini juga Rasul SAW terperosok ke lubang buatan musuh, hingga terluka kedua lututnya, berdarah muka beliau, pecah gigi seri nya dan terluka di pelipis. Begitu juga para sahabat banyak yang menderita luka-luka yang lebih parah.
Di tahun itu juga Rasul SAW mengawikan putrinya Ummi Kultsum dengan Ustman bin Affan, di tahun yang sama juga Rasulullah SAW menikahi Hafshah putri dari Umar bin Khattab, dan menikah dengan Zainab putri dari Khuzaimah al Hilaliyyah. Dan di tahun yang sama
diharamkannya minuman arak (yang memabukan)

13.TAHUN KEEMPAT HIJRAH

PEPERANGAN BANU NADLIR

-Dalam tahun ke empat Hijrah terjadi perang Banu Nadlir, Dzatur Riqa’
(1), dan perang Badar Akhir
(2), akan tetapi semuanya tidak sampai terjadi pertempuran, kecuali perang Banu Nadlir.
-Banu Nadlir adalah suatu golongan orang Yahudi Madinah yang pernah mengadakan perjanjian
dengan orang Islam, bahwa salah satu pihak tidak akan saling serang
(1)Suatu ketika Rasul SAW berkunjung ke mereka bersama beberapa sahabat, ketika mengetahui
hal tersebut mereka berencana untuk membunuh Rasul SAW, seketika itu Rasulullah SAW
mengetahui hal ini, sehingga beliau keluar dari tempat mereka bersama para sahabat
-Rasulullah SAW mengirimkan beberapa orang sahabatmya untuk mengusir mereka dari negerinya,
mulanya mereka nurut, kemudian menentang
-Maka Rasul SAW mengepung mereka hingga mereka keluar dari negeri mereka, yang kemudian
permintaan itu dikabulkan Beliau SAW. Mereka kemudian keluar, membawa istri, harta, anak apa
saja yang dimilikinya kecuali alat perang
Note
(1) Rasulullah SAW berangkat
perang Dzatur Riqa’ sesudah perang Banu Nadlir. Beliau berangkat dengan 700 pasukan, untuk memerangi beberapa kabilah dari negeri Najd yang sudah bersatu untuk memerangi Beliau SAW,
yaitu Banu Tsa’labah dan Banu Muharib. Tetapi setelah mereka mendengar Ra sul SAW berangkat ke sana, mereka melarikan diri dangan meninggalkan perempuan mereka, kemudian diantara mereka ada yang memerangi
Beliau SAW, ketika tentara Islam sedang shalat Khauf. Ketika musuh melihat tentara Islam, Allah menitikan ketakutan pada hati mereka sehingga pertempuranpun tidak berlangsung.
Dalam peperangan ini turunlah malaikat Jibril mengajarkan pelajaran sholat Kahuf (solat dalam keadaan takut, peperangan menghadapi musuh) dan kelonggaran bertayamum.
(2) Rasulullah SAW berangkat dalam perang Badar akhir, dengan 1500 tentara untuk memerangi Abu Sufyan
yang telah membuat perjanjian dengan kaum Islam, pada perang Badar yang dahulu, tetepi mereka tidak menepati janjinya bahkan mereka mengutus seorang bernama Nu’aim bin Mas’ud ke Madinah untuk menakut nakuti (teror) kaum Muslimin. Setelah itu turunlah ayat yang berkaitandengan hal ini.
‚Sesungguhnya orang-orang yang berkumpul untuk memerangi kamu, maka takutlah kamu kepada Allah.
 Oleh karenanya orang –orang Islam bertambah imannya, sambil berkata : ‚Allah mencukupi kami dan sebaik-baiknya Dzat yang kami sandari‛
Setelah Rasul SAW sampai di Badar, beliau melihat Abu Sufyan dan pengikutnya melarikan diri, sehingga kaum Muslimin menang telak di perang ini. Seperti ayat dalam Al-Quran: ‛Kemudinan mereka kaum Muslimin, mendapat kenikmatan, dan keutamaan dari Allah. Serta mereka tidak ditimpa kajahatan sedikitpun, mereka mengikuti perbuatan yang dirihai Allah. Dan Allah itu mempunyai kautamaan yang besar‛

14.BEBERAPA KEJADIAN

-Dalam tahun ke empat hijrah turunlah malaikat Jibril di perang Dzatur Riqa’ untuk mengajarkan sholat Khauf. Dan diberikan juga kelonggarang bersuci dengan tayamum
-Di tahun ini meninggal dunia istri
Rasul SAW, Zainab dan Abu Salamah anak bibinya,
-Menikahlah Beliau SAW di tahun ini dengan Umu Salamah
-Masih di tahun yang sama lahirlah Husain putra dari Sayidina Ali
-Rasul SAW memerintahkan Zaid bin Tsabit mempelajari tulisan bahasa Yahudi, agar mudah bagi
Beliau SAW ketika tulis menulis surat kepada mereka

RINGKASAN TAHUN KE EMPAT HIJRAH

Di tahun ini terjadilah perang Banu Nadlir (golongan Yahudi Madinah yang menghianati perjanjian),
Rasul SAW mengepung dan mengusir mereka dari kota Madinah. Selain itu terjadi juga perang Dzatur
Riqa’ tapi tidak sampai terjadi pertempuran, masih di tahun yang sama malaikat Jibril turun untuk
mengajarkan sholat Khauf dan tayamum. Terjadi juga perang Badar akhir, namun tidak terjadi
pertempuran, di tahun yang sama meninggallah istri Rasul SAW Zainab, dan Abu Salamah anak bibi
beliau. Dan lahirlah Husain anak Ali bin Abi Thalib, dan Rasul SAW menikah dengan Ummu Salamah, di
lain hal Rasul memerintahkan Zaib bin Tsabit untuk mempelajari bahasa tulisan Yahudi agar bisa lebih
mudah berurusan surat dengan mereka.

15.TAHUN KELIMA HIJRAH DUMATUL

-JANDAL, BANU MUSTHALIQ DAN SEBAB ISLAM BANU MUSTHALIQ
-Di tahun ke lima hijrah terjadi peperangan Dumatul Jandal (1) tetepi tidak sampai terjadi pertempuran, karena musuh kabur meninggalkan ternak mereka yang kemudian diamankan kaum muslimin
-Terjadi juga perang Banu Musthaliq (2) kaum yang bersepakat memerangi kaum muslimin

Rasulullah SAW keluar dan mendapati mereka berada dengan sejumlah balatentara yang banyak,
untuk menyerang Muslim. Tentara muslim menawan mereka laki-laki, perempuan, anak-anak dan
harta benda mereka, terdapat sepuluh orang terbunuh dan sisa nya tertawan
-Diantara tawanan itu adalah perempuan bernama Barrah, anak kepala suku Banu Musthaliq yang
kemudian dinikah oleh Rasulullah SAW (1) kemudian berganti nama menjadi Juwaisiah
-Ketika mereka mendegar hal ini, berbondonglah mereka memeluk Islam.
Note:
(1) Dumatul Jandal adalah negeri diantara Syam dan Madinah, suatu ketika Rasul SAW berangkat ke sana
dengan 1000 tentara untuk memerangi orang Arab yang telah menindas orang-orang yang melalui negeri tersebut, ketika Rasulullah SAW datang mereka lari
(2) Banu Musthaliq adalah gelar Judzaimah bin Sa’ad, perang ini juga disebut perang Muraisi (Mata air)
kepunyaan Banu Khuza’ah

16.KABAR BOHONG

-Dalam perang Banu Musthaliq keluarlah Rasulullah SAW dengan isterinya ‘Aisyah dan Ummu
Salamah,
-Di tengah perjalanan kembalinya balantentara ‘Aisyah ada perlu, ketika ia kembali, ia merasakan
kehilangan kalungnya.
Lalu kembali ke tampat yang dimaksud untuk mencarinya
(1). Setelah diketemukan, ia kembali dan disusul oleh tentara, sehingga ia terkantuk dan terlelap di perjalanan.
-Ketika Sofwan bin Mu’atthal berjalan dibelakang tantara untuk mencari barang yang ketinggalan.
Ketika sampai di tempat ‘Aisyah
(2), lalu menundukkan unta yang di naiki ‘Aisyah. Sofwan
menuntun unta tersebut sampai bertemu dengan para tentara, tanpa berkata sedikitpun.
-Dengan demikian banyak orang menyangka tidak baik dengan hal ini, lalu kaba ini cepat
menyebar setelah pemimpin orang munafik Andullah bin Ubai menyebarkan hal ini, sehingga
sampai Rasul SAW pun ragu akan kebenaran ini
(3)sehingga turunlah surat AN-NUR yang menerangkan kebenaran dan bersih nya ‘Aisyah
-Setelah menerima surah AN-NUR tadi, gembiralah Rasulullah SAW, dan memerintahkan orang
yang menyebarkan gosip itu agar di hukum Jalad (dipukul dengan pecut) sebanyak 80 kali.
Diantara yang dihukum adalah, Hamnah binti Jahsy, Mistah bin Utsatsal dan Hassan bin Tsabit
Note:
(1) setelah Barrah tertawan dan dinikahi oleh Rasul SAW, maka orang Islam melepasakan golongan mereka yang
tertawan sambil berkata: ‚yang termasuk  keluarga Rasul SAW tidak boleh kita tawan dalam kekuasaan kita‛.
Dalam perang ini juga terjadi perselisihan antara Umar bin Khathab dengan seorang dari suku Khazraj, hingga Umar RA memukul orang tersebut, lalu orang itu mengadu ke golongannya dan Umar RA memanggil kaum Muhajirin, hampir saja terjadi pertikaian.
Rasulullah SAW tidak melerai pertikaian ini hanya saja berkata :
‚Mengapa orang –orang ini kembali ke zaman Jahiliyah?‛.
(2) Setelah ‘Aisyah kembali dari mencari kalungnya, datanglah orang-orang yang membawa sekedup (pelana atau tempat duduk dr kayu yg dipasang di punggung unta), kemudian dibentangkanlah sekedup itu, dikira ‘Aisyah sudah berada di dalamnya. Namun setelah dilihat isinya kosong, itulah sebabnya Aisyah ketinggalan dalam
perjalanan.
(3) Adapun Shafwan sampai melihat dan mengetahuinya dikarenakan ayat tentang hijab belum turun.
(4) Dengan adanya fitnah itu, ‘Aisyah setibanya dalam perjalanan itu mengalami sakit selama sebulan lamanya.
Bahkan Rasul SAW sendiri tidak bercakap atau menjenguk nya secara langsung, hanya saja berkata dari sebelah pintu nya ‚bagaimana keadaanmu?‛, setelah ia sembuh kembali orang-orang membicarakan hal yang sama,
karena sangat terkejut ‘Aisyah kembali sakit dan bertambah parah, ketika Rasul SAW datang padanya, ia
meminta izin agar dirawat di rumah ayahnya, dan Beliau mengizinkannya, ditempat sang ayah ia hanya menagis sepanjang malam.
Karena hal tersebut kemudian Rasul SAW bermusyawarah dengan beberapa sahabat, kemudian diantara mereka
ada yang menyumbang saran, yaitu Usamah bin Zaid : ‚Ia adalah istri Tuan, sekalipun Tuan berbuat apapun itu,
kami hanya menyaksikan bahwa berita itu tidak benar (‘Aisyah itu benar)‛
Setelah itu, Beliau SAW bertanya k
epada pembantu perempuannya tentang hal tersebut, dan ia juga menceritakan
hal yang sama tentang kebaikan ‘Aisyah. Sehingga Rasulullah SAW datang sendiri untuk menanyakan hal
tersebut,
agar ia mau mengatakan hal yang sebenarnya, jika berita itu benar maka
bertobatlah. Namun ia tidak
mengucapkan sepatah katapun, hanya menagis, lalu Rasul SAW manayakan hal yang sama, sehingga turunlah
ayat yang membantah tuduhan orang tersebut: ‚sesungguhnya orang-orang yang mengada -adakan dusta itu
segolongan dari kamu.
Janganlah kamu menduga akan mendatangkan kejahatan bagimu, bahkan akan
memberikan kebaikan bagimu. Tiap-tiap manusia daiantara mereka itu menanggung dosa yang diperbuatnya.
Orang-orang yang menyiarkan dusta itu, diantara mereka akan menerima dosa yang besar‛ Kemudian disambung dengan ayat lain ‚Allah itu maha mendengar lagi maha mengetahui‛

17.PERANG KHANDAQ

-Dalam tahun kelima Hijrah terjadi perang Khandaq (parit), yang disebut juga perang Ahzab
-Dikarenakan banyaknya persekutuan Yahudi dan kabilah Arab yg hendak memerangi Islam dan mengepung Madinah
-Atas petunjuk Salman Al
-Farisi,  Rasulullah SAW memerintahkan penggalian parit, untuk mengelilingi Madinah, untuk menghindari serangan musuh
-Pengepungan berlangsung selama 15 hari hingga mereka musuh Islam lari kocar kacir
(1)-Setelah Allah mengirimkan angin Topan
(2)dan tentara langit (malaikat) yang merobohkan
perkemahan mereka dan memporak porandakan barisan mereka, tak ayal mereka banyak yang
tertimbun debu dan batu-batu kecil sehingga mereka lari malam itu juga
Note:
(1) Penyebabnya pecahnya barisan mereka (kafir) adalah ketika seorang bernama Nu’aim bin Mas’ud (teman
orang Quraisyi dan Yahudi) masuk Islam secara sembunyi sembunyi, Ia menghadap ke Banu  Quraidlah yang
telah melanggar janji dengan kaum Muslimin, dan seraya berkata :‛Sesungguhnya orang Qurasyi dan Ghathafan
itu menanti saat yang baik, jika tidak mereka akan kembali ke negeri nya, mengapa kamu bersepakat dengan
mereka untuk seorang lelaki yaitu Muhammad, sedangkan kalian sama tinggal di Madinah?, tidaklah akan kalian
sanggup melawan dia sendirian, maka sebaiknya kamu tidak ikut dalam perang ini. Sehingga kamu yakin bahwa
orang Quraisyi itu tidak akan meninggalkan kamu dan mer
eka akan kembali ke negerinya‛. Maka Banu
Quraidlah menganggap benar pendapatnya, setelahnya Nu’aim bin Mas’ud pergi dari mereka dan menuju ke
kabilah Quraisyi
dan berkata : ‚sebenarnya bani Quraidlah itu menyesal atas perbuatan mereka terhadap
Muhammad da
n mereka takut jika kamu semua meninggalkan mereka‛. Dan kemudian juga ia datang ke
Ghathafan menceritakan hal yang sama juga, lain dari hal ini datanglah kiriman utusan dari Abu Sufyan kepada
Bnai Quraidlah untuk mengajak berperang besok. Waktu itu adalah
malam sabtu, lalu mereka sama menjawab
:‛kita tidak akan pergi perang pada hari sabtu,‛. Berdasarkan inilah persatuan mereka terpecah. Sepeti ayat Al
Quran berikut: ‚‛

18.PERANG BANU QURAIDLAH

-Banu Quraidlah adalah golongan orang Yahudi yang menghianati perjanjian dalam perang
Khandaq dan menampakkan permusuhan yang sangat terhadap Islam
-Ketika Rasul SAW kembali dari perang Khandaq, beliau diperintahkan oleh Allah untuk
memerangi mereka
(1), dan membersihkan bumi Madinah dari mereka
-Beliau SAW berangkat dengan membawa 3000 pasukan dan mengepung mereka selama 25 hari
-Setelah mereka menyerah,
……..
-Kemudian beliau meminta agar putusan tersebut dilangsungkan, dan inilah balasan dari orang yang berkhianat
Note:
(1)Ayat yang dimaksud adalah: ‚Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu, ketika
datang padamu balatentara (musuh) lalu Kami turunkan angin dan tentara yang tidak terlihat. Tetapi Allah
mengetahui apa yang kamu kerjakan, ingatlah ketika datang kepadamu balatentara (musuh) dari
sebelah atas lembah dan dari sebelah bawah. Ingatlah ketika miring penglihatanmu seolah-olah telah naik jantung ke dalam
kerongkonganmu (karena ketakutan), sehingga bermacam-macam prasangkamu terhadap Allah. Disananlah
dicoba orang-orang yang beriman, kemudian mereka digoncang dengan sekeras-kerasnya goncangan. Ingatlah
ketika orang munafik dan orang yang hatinya dalam penyakit(ragu),
berkata : ‚Tidaklah perjanjian Allah dan Rasul Nya itu kecuali tipu daya semata‛
Mereka berkata lagi ‚hai penduduk Madinah, tak patut kamu tetap
memeluk agama (Muhammad) itu, sebab itu kembalilah kepada keyakinanmu dahulu, (kekafiran). Dan satu golongan diantara mereka meminta izin kepada Nabi, untuk kembali kerumahnya seraya berkata : ‚Rumah kami kurang kokoh ya Rasul‛, padahal tidaklah demikian, melainkan mereka hanya ingin lari dari peperangan.

19.MASALAH ZAID DAN ZAINAB

-Suatu ketika Rasulullah SAW meminang Zzainab anak dari Jahsy untuk dikawinkan dengan Zaid
anak Haritsah, tetapi ahli keluarganya menolak tawaran ini
-Maka turunlah ayat Allah :
‛Apabila Allah dan Rasul Nya menentukan tentang suatu urusan, maka tidak boleh bagi yang Muslim laki-laki ataupun perempuan, berbuat menurut kemauannya sendiri, dan siapa yang durhaka kepada Allah dan Rasul Nya, maka sesungguhnya ia dalam kesesatan yang nyata‛
-Setelah turunya ayat ini, ia dan keluarganya menerimanya, nikahlah Zainab dengan Zaid, namun
Zainab bangga dengan keturunannya yang mulia itu, kemudian ia bercerita
(1) hal ini kepada Rasulullah SAW atas kesombongan istrinya itu.
-Maka beliau SAW memerintahkan agar teguh dan sabar atas perangai istrinya itu, maka ia pun sabra menerima hal tersebut dimasa sulit dan senangnya, hingga suatu saat ia datang ke Rasul SAW, bahwa ia akan menceraikannya
-Tapi Allah memerintahkan kepada Beliau, agar minikahi Zainab setelah dicerai Zaid, untuk menjaga kemulyaan, menghindarkan permusuhan dan pertengkaran, untuk menghapuskan kebiasaan mengambil (mengaku) anak yang nantinya diaku sebagai anak nya sendiri, hingga menistakan nasab keturunanya, sebagaimana kebiasaaan Arab dahulu.

20.MEMBATALKAN PENGANGKATAN ANAK SEBAGAI ANAK KANDUNG SENDIRI

-Suatu ketika Rasul SAW mangangkat Zaid bin Haritsah sebagai anaknya sendiri, sehingga mengesampingkan keturunan, demikian karena kebiasaan orang Arab waktu itu
-Ketika Allah memerintahkan Rasul SAW untuk menikahi Zainab, berkatalah beliau kepada Zaid:
‚periharalah istrimu itu (jagan kamu talaq) dan takutlah kepada Allah‛,   Rasul SAW menyembunyikan perintah itu, karena yakin perkataanya pasti dituruti
-Hal ini dikarenakan karena Rasul SAW takut dikatakan Nabi menikahi perempuan bekas ‚anak nya
-Karena hal demikian Allah berfirman:
‚Setelah Zaid memenuhi hajatnya (telah berkumpul dengan perempuannya, lalu diceraikannya) maka Kami Nikahkan engkau (Muhammad) dengan perempuan
itu, supaya tidak ada kesempitan bagi orang-orang Mukmin, dalam  mengawini istri anak angkatnya, bila telah digaulinya
(1).Adalah perintah Allah itu pasti terjadi‛
Kemudian diharamkan untuk orang Islam mengangkat anak dengan menganggap sebagai anak kandungnya sendiri hingga mengingkari nasab si anak.
Allah berfirman:
‚Muhammad itu bukanlah ayah seorang laki-laki diantara kamu, tetepi ia adalah Rasulullah dan penutup para Nabi. Adalah Allah itu mengetahui segala sesuatu‛
Note:
(1) Permulaan ayat yang dimaksud adalah firmann Allah :
‚Ingatlah ketika engkau (hai Muhammad) berkata kepada orang-orang yang Allah telah berikan
mereka nikmat dan memberi nikmat kepada ia (Zaid): ‚Peliharalah isterimu itu (jaganlah kamu talaq) serta takutlah kepada Allah‛. Tetapi engkau sembunyikan dalam hatimu sesuatu yang Allah pasti akan menjadikannya, karena engkau
takut dan malu kepada manusia, padahal Allah lah yang lebih patut engkau takuti. Setelah Zaid memenuhi hajatnya (setelah bergaul dengan perempuan itu, lalu diceraikannya) maka Kami nikahkan engkau (Muhammad)
dengan perempuan itu, supaya tidak ada kesempitan atas orang-orang mukmin. Dalam menikahi istri anak
angkatnya, bila telah digaulinya. Adalah perintah Allah pasti akan terjadi‛

21.AYAT TENTANG HIJAB DAN KEWAJIBANYA HAJI

-Dalam tahun kelima hijrah turunlah ayat hijab yang khusus bagi istri-istri
Rasulullah SAW, yaitu firman Allah:
‚Dan apabila kamu semua meminta kepada mereka (istri-istri Rasulullah) sesuatu benda, maka tanyalah kepada mereka itu dari belakang tabir. Demikian itu adalah lebih suci bagi hatimu sesuatu semua dan hati mereka itu‛Adapun selain istru beliau
untuk menjaga penglihatannya dan agar tidak tidak memperlihatkan perhiasannya
-Tentang hal hijab dibagi atas tiga bagian: yang satu bagian khusus bagi istri-istri Rasulullah SAW
dan dua lagi umum bagi istri-istri beliau dan lainnya
-Yang pertama : ‚kaum wanita harus menutup seluruh badannya, begitu juga muka dan kedua
telapak tangannya. Dan itu yang dimaksud dalam ayat hijab diatas, khusus istri-istri Rasulullah SAW‛
-Yang kedua: ‚kaum wanita harus menutup seluruh badannya, kecuali muka dan kedua tangannya.
Setengah ulama menambahkan dengan kedua telapak kakinya (boleh dibuka) yaitu bagi yang fakir,
yang bekerja di ladang, sesuai firman Allah‛‚Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada istri-istrimu anak-anak perempuanmu dan istri orang mukmin agar menutup kepala dan badan mereka dengan jilbab(1)
‛Dan firman Allah di surat AN-NUR‚Dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasannya(2)
selain yang biasa nyata kelihatannya(3),
dan hendaklah mereka tutup kerudungnya  sampai leher dan dahinya(4)
-Yang ketiga tidak diperbolehkan pergaulan antara lelaki dan perempuan kecuali dengan mahram
sendiri. Dan larangan ini untuk istri-istri Rasulullah SAW dan lainnya, karena sesuai sabda Rasul:
‚tidak diperbolehkan seorang laki-laki dan perempuan berteman, kecuali dengan mahromnya sendiri, ini untuk umum

-Dalam tahun ke 5 Hijrah diwajibkan haji ke Makkah bagi orang-orang yang mampu, dengan
demikian mereka akan saling mengenal dengan berbagai macam bangsa, dan memperkokoh persatuan.
Note:
(1) Jilbab: pakaian yang menutupi seluruh badan
(2) Perhiasan yang haram dibuka itu misalnya gelang di tangan, di kaki, kalung di leher, dan lain
sebagainya
(3) Yang nyata kelihatannya (boleh dibuka) misalnya cincin di tangan, dan pacar di tangan
(4) Waktu sebelum ayat Hijab turun, perempuan arab biasa membuka leher dan dada mereka
karena leher bajunya lebar. Dan kerudung mereka di sampingkan ke belakang, hingga auratnya
terbuka, sehingga turunlah ayat Hijab. Allah menyuruh menutupnya
.
RINGKASAN TAHUN KELIMA HIJRIAH

Dalam tahun kelima Hijrah terjadi perang Dumatul Jandal, namun tidak terjadi pertempuran,
terjadi perang Banu Musthaliq. Golongan mereka 10 orang ternunuh
sedang yang lain di tawan.
Diantara tawanan itu terdapat seorang bernama Juwairiyah, anak kepala suku Banu Musthaliq.
Lalu dinikahi oleh Rasulullah SAW, peristiwa ini menyebabkan golongan mereka berbondong masuk
Islam. Dalam perjalanan pulang dari perang ini Sayyidah ‘Aisyah
disangka berbuat serong dengan Shafwan bin Mu’atthal oleh orang-orang munafik, sehingga turun ayat al Quran yang menerangkan ‘Aisyah (Surah An-Nur)
Dalam tahun in juga terjadi perang Khandaq karena orang Yahudi dan Arab bersepakat untuk
menggempur Madinah, tentara mereka berjumlah 10.000 lelaki. Maka kaum muslimin menggali
parit di sekeliling kota Madinah, pengepungan terjadi selama 15 hari. Kemudian Allah menurunkan angin ribut dan bala tentara langit, hingga musuh takut lari.
Di tahun itu juga terjadi perang Banu Quraidlah kerena mereka melanggar janji yang dibuat
bersama Rasul SAW. Dan ditahun itu juga Rasulullah SAW menikah dengan Zainab setelah Zaid
bin Haritsah menceraikannya, dan dihapuslah kebiasaan mengaku anak sebagai anak kandung, dan
diwajibkan ibadah haji (bagi yang mampu), serta turun ayat terjait dengan Hijab (Jilbab).

22.TAHUN KEENAM HIJRIYAH


Di tahun keenam Hijrah terjadilah perang Banu Lahyan(1) dikarenakan mereka mencoba
berkhianat(2), tidak sampai terjadi perang, karena mereka keburu lari
-Terjadi perang Ghabah (3) yang menyebabkan syahid nya seorang muslim dan tewas 2 orang musrik
-Terjadi juga perang Hudaibiah(4), tidak sampai bertempur dikarenakan untuk menjaga kehormatan
Baitul Haram
-Di tahun ini juga masuk Islam Tsumamah ibnu Utsalah(5) setelah di kasihi Radulullah SAW
dengan ahlak dan budi pekerti Beliau
-Setelah ia islam, ia berkata :‛Demi Allah hai Muhammad, tidak ada dibumi ini wajah yang saya
benci kecuali wajah tuan, tetapi sekarang wajah tuan yang paling saya cintai. Demi Allah tidak ada
agama di bumi ini yang saya benci kecuali tuan, tetapi sekarang agama tuanlah saya paling saya
cintai. Dan demi Allah tidak ada negeri yang paling saya benci kecuali negeri tuan, namun
sekarang negeri tuan ini yang paling saya cintai

Note:
(1)Banu Lahyan : adalah nama kabilah
(2) Penyebab penghianatan mereka adalah ketika Rasul SAW mengurus beberapa orang diantara mereka yaitu ‘Ashim bin Tsbit untuk mengajarkan agama Allah, mereka tidak terima hal ini bahkan dibunuhlah ia ebersama
orang lain, dan dua orang lain nya dijadika budak dan dijual ke Makah yang kemudian mereka dibunuh juga.
Mendengar hal ini Rasul SAW berangkat untuk memerangi mereka dengan membawa 200 pasukan, tapi mereka keburu kabur
(3) Ghabah adalah tempat diantara Makah dan Madinah, Rasul SAW berangkat kesana dengan 500 pasukan
untuk memerangi orang Arab yang telah menyerbu dan merampas unta-unta Beliau, belum lagi mereka
membunuh anak dari Abi Dzar al Ghifari. Padahal sebelumnya Rasul SAW memberi hadiah kepada mereka
dengan memberikan sebidang tanah, tapi kenyataannya mereka tidak tau balas budi
(4) Hudaibiah adalah nama sumur yang terletak antara Mekah dan Madinah
(5) Tsumamah bin Utsalah adalah tawanan yang ditawan Rasul SAW, kemudian ia masuk Islam. Setelahnya ia
kembali ke negerinya Yamamah, dalam perjalan itu ia melalui Makkah dan melakukan Umroh, disitulah
nampak keislaman beliau. Ketika  sampai di Yaman ia menanam tanaman pangan (hasil bumi) dan berbaur dengan orang
yang belum islam, sehingga banyak dari mereka masuk Islam

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai